p-Index From 2014 - 2019
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Hortikultura
Y A Purwanto, Y A
Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jln. Raya Dramaga, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Precooling dan Konsentrasi Etilen dalam Degreening untuk Membentuk Warna Jingga Kulit Buah Jeruk Siam Arzam, Taruna Shafa; Hidayati, I; Poerwanto, Roedhy; Purwanto, Y A
Jurnal Hortikultura Vol 25, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.429 KB)

Abstract

Degreening pada buah jeruk tropika dataran rendah seringkali gagal menghasilkan buah jeruk berwarna jingga, tetapi kuning. Warna jingga terbentuk dari campuran dua pigmen kulit jeruk, yaitu β-cryptoxanthin (kuning) dan ß-citraurin (kuning kemerahan). ß-citraurin sering kali tidak terbentuk pada buah jeruk tropika dataran rendah karena pembentukannya terjadi apabila buah terpapar suhu rendah saat pertumbuhannya. Precooling buah jeruk tropika dataran rendah diharapkan dapat mendorong pembentukan ß-citraurin karena jeruk yang sudah dipanen masih melakukan metabolisme. Konsentrasi etilen adalah salah satu faktor pembatas keberhasilan degradasi klorofil dalam degreening. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh precooling sebelum degreening dan konsentrasi etilen terbaik pada degreening buah jeruk siam. Buah dipetik di kebun jeruk rakyat di Jember dan perlakuan degreening dilaksanakan di Laboratorium Pascapanen, Pusat Kajian Hortikultura Tropika, Institut Pertanian Bogor pada bulan Februari 2014. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor. Faktor pertama adalah perlakuan precooling (dengan precooling dan tanpa precooling). Faktor kedua adalah konsentrasi etilen (0, 100, 200, 300 ppm). Perlakuan degreening buah jeruk siam asal Jember yang diawali dengan perlakuan precooling pada suhu 5oC menghasilkan jeruk berwarna jingga, sedangkan yang tanpa precooling menghasilkan warna kuning. Etilen 100 ppm adalah konsentrasi terbaik dalam degradasi klorofil. Perlakuan precooling dan degreening tidak berpengaruh buruk pada kandungan asam dan gula buah jeruk.
Pengaruh Durasi Pemaparan Etilen dan Suhu Degreening untuk Membentuk Warna Jingga Jeruk Siam Banyuwangi Ramadhani, Nurfitri; Purwanto, Y A; Poerwanto, Roedhy
Jurnal Hortikultura Vol 25, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.34 KB)

Abstract

Jeruk siam pada umumnya berwarna hijau. Teknologi degreening yang tepat dapat memperbaiki warna kulit jeruk tropika menjadi jingga secara seragam. Degreening merupakan proses perombakan pigmen hijau (klorofil) pada kulit jeruk secara kimiawi dan membentuk warna kuning atau jingga (karotenoid) tanpa memengaruhi kualitas internal buah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh durasi pemaparan etilen dan suhu degreening untuk memunculkan warna jingga pada jeruk siam Banyuwangi. Etilen 200 ppm diinjeksikan ke dalam box degreening yang berisi jeruk sebanyak 2,8 kg dan dipaparkan pada cooling chamber dengan suhu 15, 20 dan 25oC selama 0, 24, 48, dan 72 jam. Pemaparan etilen dilakukan dengan metode multiple shot. Setelah pemaparan, jeruk kemudian disimpan pada suhu ruang. Pengamatan dilakukan setiap 2 hari, yaitu (a) pengamatan non-destruktif dilakukan dengan menggunakan color reader dan metode citrus color chart (CCC) untuk mengetahui perubahan warna dan (b) pengamatan destruktif dilakukan dengan mengukur kandungan klorofil dan karotenoid serta mengukur kekerasan, TPT, TAT, dan vitamin C untuk mengetahui perubahan fisikokimia jeruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi terbaik adalah durasi pemaparan etilen selama 48 jam dengan suhu 20oC yang dapat mengubah warna jeruk menjadi jingga cerah dan tidak memberikan pengaruh negatif terhadap kualitas internal buah.