Articles

Found 9 Documents
Search

Isolasi dan Penentuan Struktur Molekul Senyawa Triterpenoid dari Kulit Batang Kayu Api-api Betina (Avicennia Marina Neesh) Yusuf, Setiawati
Jurnal Penelitian Sains Vol 13, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.926 KB)

Abstract

Pemisahan senyawa triterpenoid dari kulit batang tumbuhan Kayu Api-api Betina (Avicennia marina Neesh) telah berhasil dilakukan dengan cara sokletasi. menggunakan dua pelarut berturut-turut yang berbeda tingkat kepolarannya, yaitu n-heksan dan metanol. Analisa KLT hasil ekstraksi residu ekstrak pekat n-heksan dengan pelarut metanol menunjukkan satu noda (Rf = 0, 8) yang bersifat polar. Fraksi metanol menghasilkan kristal putih (Tl = 265 − 266_C) dan uji kualitatif menunjukkan adanya kandungan senyawa triterpenoid. Data spektometri adalah sebagai berikut: UV (kloroform), 235 nm dan 283 nm. IR (KBr) cm−1: 3589,1; 3448,1; 2931,0; 2848,7; 2719,4; 2613,7; 1684,0; 1642,8; 1376,5; 1232,6; 1105,0; 1038,4; 883,4. H-NMR (CDCI3) ppm: 0,381; 0,742; 1,113; 1,504; 9,0 - 10,5. Dan MS (Kloroform) m/e: 411, 273, 205, 137, 109, dan 69. Berdasarkan data spektrometri di atas menunjukkan bahwa struktur senyawa triterpenoid adalah:
Pemanfaatan Gambut dan Karbon Aktif dari Gambut Untuk Menurunkan Kok dan TZPT dari Limbah Cair Tahu Loekitowati H, Poedji; Yusuf, Setiawati; Sari, Rafika
Jurnal Penelitian Sains Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4760.736 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian pemanfaatan gambut dan karbon aktif dari gambut untuk menurunkan Kebutuhan Oksigen Kimia (KOK) dan Total Zat Padat Tersuspensi (TZPT) dari limbah cair tahu. Penelitian bertujuan untuk menentukan berat dan waktu kontak optimum dari gambut dan karbon aktif dari gambut dalam menurunkan nilai KOK dan TZPT serta menentukan efektifitas penurunannya. Variasi berat gambut dan karbon aktif dari gambut yaitu 0,15; 0,20; 0,25; 0,30 dan 0,35 sedangkan variasi waktu kontak selama 15; 30; 45; 60 dan 75 menit. Volume limbah cair tahu yang digunakan 50 mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum menggunakan gambut diperoleh pada berat 0,25 gram dan waktu kontak 45 menit sedangkan menggunakan karbon aktif dari gambut diperoleh pada berat 0,25 gram dan waktu kontak 30 menit. Limbah cair tahu awal mempunyai nilai KOK 6831,25 mg/L dan TZPT 1906 mg/L. Penambahan gambut pada kondisi optimum menurunkan KOK menjadi 5268,75 mg/L dengan efektifitas 22,30% dan nilai TZPT menjadi 738 mg/L dengan efektifitas 61,28%, sedangkan penambahan karbon aktif dari gambut menurunkan nilai KOK menjadi 3456,25% mg/L dengan efektifitas 49,41% dan nilai TZPT turun menjadi 380 mg/L dengan efektifitas 80.06%.
Studi Kompetisi Interaksi Besi(II) dengan Seng(II) pada Asam Humat Lesbani, Aldes; Yusuf, Setiawati; Iswanti, Yeni
Jurnal Penelitian Sains Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.88 KB)

Abstract

Telah dilakukan studi pemanfaatan asam humat yang diekstraksi dari tanah gambut Muara Kuang untuk kompetisi interaksi besi(II) dan seng(II). Selanjutnya studi interaksi dipelajari dengan menentukan jenis ikatan antara asam humat-besi(II) dan asam humat-seng(II) dengan metode desorpsi berurutan. Hasil peneli-tian menunjukkan bahwa seng(II) terikat lebih banyak dibanding besi(II) pada asam humat dengan konsentrasi awal yang sama. Jumlah seng(II) yang terikat sebesar 96,8% sedangkan besi(II) sebesar 74,6%. Desorpsi beru-rutan besi(II) dan seng(II) pada asam humat menunjukkan kedua kation terikat pada asam humat dengan ika-tan yang didominasi oleh ikatan ionik.
Isolation of Triterpenoid from Katemas (Euphorbia geniculata Ortega) Stem Extracted using Methanol and Its Toxicity Test Eliza, Eliza; Fatsiami, Ricce; Yusuf, Setiawati; Ferlinahayati, Ferlinahayati
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry Vol 1, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.968 KB)

Abstract

Katemas (Euphorbia geniculata Ortega) known as (Mexican) Fireplants, Painted Euphorbia, Japanese poinsettia is a plant belong to Euphorbiaceae or spurge family. Traditionally, this plant is used as furgative and treat dysentry. The aims of the research were to evaluate the toxicity and to isolate one of the triterpenoid extracted using methanol from the stem of this plant. The toxicity was evaluated by mortality test against armyworm larvae (Spodoptera litura). This assay was obtained by Methanol extraction at various concentrations (0, 1, 2, 3, 4 and 5%). The isolation process was conducted by series of work steps such as extraction, fractionation and purification. Structure elucidation was determined by spectroscopy techniques. Toxicity assay exhibited highest mortality at 5 % concentration with LC50 3,92%. Spectroscopy data analysis was able to identified a type of pentacyclic triterpenoid compound namely lupeol acetate.Keyword: Euphorbia geniculata Ortega, toxicity, lupeol acetate
Karakterisasi Kitin dan Kitosan dari Cangkang Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Lesbani, Aldes; Yusuf, Setiawati; Melviana, R.A. Mika
Jurnal Penelitian Sains Vol 14, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.042 KB)

Abstract

Telah dilakukan isolasi kitin dari cangkang kepiting bakau (Scylla serrata) melalui proses demineralisasi dan deproteinasi, serta transformasi kitin menjadi kitosan dengan proses deasetilasi. Kitin dan kitosan yang diperoleh dikarakterisasi dengan penentuan kadar abu, kadar air, serta kandungan logam yang ada didalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar abu untuk cangkang kepiting sebesar 70,493%(b/b) kadar air 8,725% (b/b), serta kandungan logam magnesium sebesar 1,136 mg/g, besi 27,36 mg/g, kalsium 0,260 mg/g, seng 0,669 mg/g, tembaga 0,004 mg/g, natrium 17,672 mg/g, dan silika oksida 0,018 mg/g. Kadar abu untuk kitin sebesar 40,368% (b/b), kadar air sebesar 7,862% (b/b) serta kandungan logam magnesium 1,1245(mg/), besi 12,478 mg/g, kalsium 0,038 mg/g, seng 0,6186 mg/g, tembaga 0,001 mg/g, natrium 13,95 mg/g, dan silika oksida sebesar 0,016 mg/g. Kitosan memiliki kadar abu sebesar 15,247%(b/b), kadar air sebesar 5,935% (b/b), serta kandungan logam magnesium sebesar 0,729 mg/g, besi 4,455 mg/g, kalsium 0,037 mg/g, seng 0,068 mg/g, tembaga 0,0003 mg/g, natrium 7,816 mg/g dan silika oksida sebesar 0,015 mg/g. 
Studi Aktifitas Sitotoksik dan Isolasi Steroid dari Tumbuhan Jeruju (Acanthus Illicifolius Linn) Elfita, Elfita; Yusuf, Setiawati; Aini, Hajnurisa
Jurnal Penelitian Sains No 14 (2003)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3544.791 KB)

Abstract

Penelitian tentang studi aktifitas sitotoksik dan isolasi steroid dari tumbuhan jeruju telah dilakukan dengan metode maserasi dengan kepolaran meningkat. Akar memiliki aktifitas sitotoksik tertinggi dibandingkan batang dan daun. Uji aktifitas terhadap fraksi-fraksi akar menunjukkan bahwa fraksi heksan yang memiliki aktifitas tertinggi dan untuk selanjutnya diisolasi senyawa steroid dari fraksi tersebut. Uji aktifitas sitotoksik selama penelusuran dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Tesh. Usulan struktur senyawa steroid adalah b-sitosterol yang diperkuat oleh data fitokimia, titik leleh, spektroskopi ultralembayung (UV), inframerah (IR), panduan kromatografi gas-spektroskopi massa (GC-MS).
Penggunaan Poly Alumunium Chloride (PAC) dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Jumputan Loekitowati H, Poedji; Yusuf, Setiawati; Murty, Zweisty Younna
Jurnal Penelitian Sains No 15 (2004)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.863 KB)

Abstract

Pada penelitian pengolahan limbah cair industri jumputan ini menggunakan Poly Alumunium Chloride (PAC) untuk menurunkan nilai kebutuhan oksigen kimiawi (KOK), zat warna erionyl dan menaikkan pH. Penentuan KOK dan zat warna erionyl menggunakan spektofotometer sedangkan pH dengan pH meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PAC untuk pengolahan limbah cair industri jumputan dapat memperbaiki nilai KOK, zat warna erionyl dan pH. Sebelum penambahan PAC nilai KOK 456,04 mg/L, zat warna erionyl 166,44 mg/L sedangkan pH 3,73. Setelah dilakukan penambahan PAC pada kondisi optimum yaitu berat PAC 25 mg dan waktu kontak 90 menit, nilai KOK turun menjadi 87,50 mg/L dengan efektivitas 80,81%, pH naik menjadi 6,8. Kondisi optimum untuk penurunan zat warna erionyl dalam limbah cair industri jumputan adalah 90 menit dan berat PAC 55 mg dengan daya serap terhadap zat warna erionyl 116,46 mg/L atau 211,75 mg/g dengan efektivitas 69,97%.
Isolasi Sekreted Amylase dari Streptomyces Lividans yang Ditumbuhkan pada Media Minim Protein Yusuf, Setiawati; Mardiyanto, Mardiyanto
Jurnal Penelitian Sains No 13 (2003)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.529 KB)

Abstract

Telah dilakukan isolasi sekreted amylase dari Streptomyces lividans yang ditumbuhkan dalam media yang minim protein. Pola fragmentasi protein sekreted amylase hasil fraksinasi 50% ammonium sulfat diuji dengan SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate-Poly Acrylamide Gel Electrophoresos) sedangkan pemisahan serta deteksi sekreted amylase dilakukan dengan metode antibody traped. Sekreted amylase dengan konsentrasi 50 ng/ml terdeteksi oleh antibodi sedangkan konsentrasi 120 ng/ml memperlihatkan noda optimal.
Studi Kandungan Kimia Ekstrak Kloroform Batang Tumbuhan Mengkelik (Gynotroches axilaris, Bl) Yusuf, Setiawati; Oesman, Frida
Jurnal Penelitian Sains No 7 (2000)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5387.76 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap kandungan kimia fraksi kloroform ekstrak pekat etanol batang tumbuhan Mengkelik (Gynotroches axilaris, BL), ternyata dari sejumlah 223 gram serbuk halus batang tumbuhan Mengkelik kering dihasilkan 24 gram ekstrak pekat kloroform. Kristal yang dihasilkan (4,3002 g) direkristalisasi diperoleh kristal jarum yang berwarna (0,1629 g), tl 193-194° C. Uji Fitokimia tak memberikan kandungan senyawa metabolik sekunder yang ada. Spektrum UV dengan pelarut MeOH memberikan 2 puncak, yaitu pada 204,6 nm dan 284 nm. Spektrum IR memberikan puncak-puncak 3282,6 (v-OH,m), 3000-2850 (v-CH,I), puncak sekitar 1463,9 (v-CH2,m), 1386,7-1359,7 (Gem di Me).