Tasrif Syam, Tasrif
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Articles
2
Documents
Memperkenalkan Hak Asasi Manusia pada Siswa (SD) Melalui Pembelajaran Terpadu dengan Model Webbed

JURNAL KEGURUAN Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keguruan
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSeyogiyanya pemahaman tentang hak asasi manusia dimulai sejak dini, beriringan dengan pendidikan. Penanaman nilai-nilai moral, nilai etika dan nilai estetika dalam hak asasimanusia diberikan sejak sekolah dasar, meski hanya sebatas untuk mengetahui saja.Pembelajaran terpadu dengan model webbed identik dengan jaring laba-laba, artinya satudengan lainnya saling berkaitan kendati didasari latar tema yang berbeda, namun tema intiditetapkan sesuai harapan yang akan dicapai terhadap siswa dalam masalah hak asasi manusia.Siswa sekolah dasar yang sudah diperkenalkan hak asasi manusia sejak awal akan lebihmudah mengimplementasikan secara praktis. Kata kunci : Hak Asasi Manusia, Sekolah Dasar, Pembelajaran Terpadu, Model Webbed.

Komunikasi Lintas Budaya Wisatawan Asing dan Penduduk Lokal di Bukit Lawang

JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 1, No 2 (2015): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.089 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji komunikasi lintas budaya antara wisatawan asing dan penduduk lokal di kawasan wisata Bukit Lawang, Sumatera Utara. Sering terjadi wisaatwan asing yang awalnya hanya menetap beberapa hari, setelah pulang ke negaranya kemudian kembali lagi ke tempat ini dan menetap dalam waktu yang lama. Kehadiran wisatawan asing memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Namun, budaya asing yang dibawa wisatawan asing terkadang menimbulkan masalah di masyarakat. Para wisatawan yang yang menetap di tempat yang baru cenderung mengalami gegar budaya atau culture shock. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan budaya, bahasa dan kebiasaan sehari-hari menjadi kendala utama dalam interaki antara warga dan wisatawan asing. Penggunaan bahasa dan komunikasi yang intensif  yang baik untuk mengatasi perbedaan budaya antara wisatawan dengan warga lokal.