Cucu Arumsari, Cucu
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

PROGRAM BIMBINGAN KARIR PADA SISWA KELAS XII SMK ASSAABIQ SINGAPARNA Istia’dah, Feida Noor Laila; Imaddudin, Aam; Arumsari, Cucu; Nugraha, Agung; Sulistiana, Dewang; Sugiana, Gian
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.284 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v1i1.237

Abstract

Bimbingan Karir dimaksudkan untuk membantu siswa agar mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerja, merencanakan masa depan yang sesuai dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya itu sehingga mampu mewujudkan dirinya secara bermakna (Supriatna, 2009: 12). Bimbingan karir ditujukan agar individu (siswa) mengalami proses learning to work, yakni belajar untuk bekerja. Artinya, proses pembelajaran yang dialami individu (siswa) saat ini dapat mendasari keputusan karier saat ini dan karir masa depan. Dalam  Pengabdian pada masyarakat ini program studi Bimbingan dan Konseling mencoba menerapkan program bimbingan karir pada siswa kelas XII SMK Assaabiq Singaparrna tahun ajaran 2016/2017. Metode yang digunakan yaitu dengan diadakan seminar karir yang dilaksanakan khusus untuk kelas XII SMK Assaabiq Singaparna. Dalam pelaksanaan kegiatan, peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan ditandai dengan banyaknya siswa memberikan pertanyaan pada sesi diskusi unstuk setiap sesi kegiatan. Selain itu juga diberikan motivasi dari salah satu alumni SMK Assaabiq yang telah sukses meniti karirnya dari mulai mendapatkan beasiswa kuliah sampai diterima menjadi PNS di Kemenhukam pada Tahun 2017. Keberlanjutan kegiatan ini yaitu dengan mengadakan sesi konseling kepada siswa yang ingin berkonsultasi terkait dengan perencanaan karir. Kegiatan konseling ini dilakukan secara insidental bagi yang membutuhkan layanan tersebut sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini.
PEMBINAAN PARENTING BAGI ORANG TUA SISWA DI PAUD DAN TK ASSAABIQ SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA Arumsari, Cucu; Nurkamilah, Milah; Isti’adah, Feida Noorlaila
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.586 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v1i1.235

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) harus dapat memberikan layanan tidak hanya bagi anak di kelompok bermain saja, namun juga bagi orang tua sebagai mitra untuk berkolaborasi dalam proses pendidikan anak yang salah satunya melalui program parenting. TK dan  PAUD Assaabiq terletak di desa Cipakat Kecamatan Singaparna belum melaksanakan kegiatan parenting bagi orang tua siswa secara berkala dan terprogram. Padahal, beberapa indikasi menunjukkan bahwa orang tua siswa belum memahami bagaimana fase perkembangan anak. Kemudian, masih banyak orang tua yang bersikap overprotektif sehingga perkembangan kemandirian anak tidak berkembang secara optimal. Selain itu, ketidakpahaman orang tua mengenai perkembangan kognitif anak,  seringkali  menuntut  anak  untuk  dapat  membaca,  menulis  dan  berhitung secara instan serta membebankan tangggung jawab mengajar anak pada guru di sekolah. Oleh karena itu, parenting bagi  orang tua siswa PAUD dan  TK Assaabiq   di   Desa   Cipakat   Kecamatan   Singaparna   Kabupaten   Tasikmalaya mengambil tema memahami fase tumbuh kembang anak. Adapun pembinaan yang diberikan yaitu 1) Pola asuh, materi ini diberikan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan bagi orang tua mengenai perkembangan   anak   usia   2-6   tahun   secara   psikologis.   Setelah   orang   tua memahami fase tumbuh kembang anak dan mengetahui pola asuh yang tepat, diharapkan pola komunikasi antara orang tua dan anak akan terjalin dengan baik; 2)  menumbuhkan  kemandirian  anak,  materi  ini  bertujuan   agar  orang  tua memahami dan mampu membedakan perlakuan pengasuhan mana yang dapat melatih kemandirian anak, serta pengasuhan mana yang dapat memanjakan anak sehingga kemandiriannya tidak  berkembang optimal  dan berpengaruh terhadap kemampuan  anak  menyelesaikan  masalah,  kemampuan  sosial,  dan  religiusitas anak; dan 3) kemampuan berpikir logis dan simbolik pada anak, materi ini diberikan bertujuan upaya memberikan pengetahuan kepada orang tua mengenai perkembangan kognitif anak khususnya kemampuan logis dan simbolik, serta memberikan pemahaman  kepada orang tua bahwa matematika  dapat  diajarkan sejak dini, melalui lingkungan alami anak dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir logis dan simbolik anak.
STRATEGI KONSELING LATIHAN ASERTIF UNTUK MEREDUKSI PERILAKU BULLYING Arumsari, Cucu
Journal of Innovative Counseling : Theory, Practice, and Research Vol 1 No 01 (2017): Januari 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bulying that was experienced by someone affected an anxiety and pressure in life. Therefore, asertif training strategy of counselling is required for reducing bullying. Assertive training strategy of counseling is utilized to reduce an anxiety and increases individual interpersonal by removing bullying effect and ward off bullying activities. Asertif training strategy of counseling for reducing bullying consist of rational, identification, differentiating asertifs behaviour and exploringtarget, role playing, simultaneous training, homework and follow-up, and terminations.
PEMILIHAN KARIR MENGGUNAKAN TEORI HOLAND Arumsari, Cucu
Journal of Innovative Counseling : Theory, Practice, and Research Vol 1 No 02 (2017): Agustus 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

. Confusion in choosing a major of science, college or work becomes an obstacle to ones success. Therefore it is necessary theory to know how the right way in choosing a career. Hollands theory is one of career theory that explains how to choose a career according to ones personality and everything that goes against it. According to Holland there are six personality types. The Realistic Type, The Investigative Type, The Artistic Type, The Social Type, The Enterprising Type, and the Conventional Type. Based on this career theory,
KONSELING INDIVIDUAL DENGAN TEKNIK MODELING SIMBOLIS TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KONTROL DIRI Arumsari, Cucu
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.449 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v2i1.549

Abstract

?Penelitian dilakukan pada siswa yang memiliki kontrol diri rendah. Terdapat peserta didik yang terlibat pergaulan yang negatif di luar sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan kontrol diri penelitian menggunakan metode penelitian eksperimen kuasi dengan desain single subject dengan desain A-B. Penelitian pelaksanaan pengukuran baseline sebanyak tiga kali, intervensi konseling individu dengan teknik modeling simbolis dilaksanakan sebanyak empat sesi. Berdasarkan hasil uji percentage non-overlapping data (PND), dapat disimpulkan konseling individu dengan teknik modeling simbolis secara umum efektif untuk mengembangkan kontrol diri siswa kelas XI Vijaya Kusuma. Konseling individu dengan teknik modeling simbolis efektif mengembangkan kontrol diri tiga siswa subjek penelitian pada semua sapek kontrol diri yaitu perasaan dan tingkah laku, disiplin, emosi dan nafsu.
KEKUATAN KARAKTER DAN KEBAJIKAN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING Arumsari, Cucu
Journal of Innovative Counseling : Theory, Practice, and Research Vol 2 No 01 (2018): Januari 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The strength of character and virtue become an important goal for individual personal development. The strength of character and virtue influence each other. Virtue can have many different strengths of character, the more a person has the character of every virtue, then the individual can be said to have a good character. In counseling and guidance services also have clear goals to help develop optimally the potential of learners who are characterized, so that in every counseling oriented so that learners can develop the potential that exists in him, succeeded in accordance with his ability and become a happy individual
EFEKTIFITAS BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI KECEMASAN MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI MENGHADAPI UJIAN Arumsari, Cucu; Nurkamilah, Milah; Kuswita, Yuni
Produktif : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknologi Informasi Vol 2 No 1 (2018): Produktif: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas bimbingan kelompok untuk mereduksi kecemasan mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) menghadapi ujian. Metode penelitian kuasi eksperimen dengan desain randomized postest only control group design. Sampel terdiri dari 15 orang sebagai kelompok eksperimen dan 15 orang sebagai kelompok kontrol yang dipilih secara acak dari mahasiswa PTI semester II. Analisis data menggunakan uji independent t test. Hasil penelitian pada taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa bimbingan kelompok efektif mereduksi kecemasan mahasiswa PTI  menghadapi ujian.
PROFIL SELF EFFICACY KARIR MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TASIKMALAYA Arumsari, Cucu
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.348 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v2i2.748

Abstract

Mahasiswa dalam fase remaja akhir menuju dewasa awal, dari kepribadian, sosial, karir semuanya harus berkembang dengan baik untuk mencapai masa depan sesuai dengan harapan. Untuk mencapai karir yang matang salah satu yang harus berkembang baik pada mahasiswa adalaj self efficacy. Penelitian ini menggunakan metode survey, dengan subyek penelitian mahasiswa BK berjumlah 45. Instrument yang digunakan metode skala likert dengan butir item yang valid dan reliabel 25. Hasil penelitian dapat disimpulkan self efficacy mahasiswa BK Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya tinggi. Dengan aspek perilaku mendekat menjauh 3.81, keberhasilan kinerja dalam ranah sasaran 3.81, kegigihan (persistence) dalam menghadapi rintangan atau pengalaman yang tidak diharapkan 3.64.
Antusias Siswa dalam Bimbingan Kelompok Di Sekolah Terhadap Mengembangkan Kekuatan Karakter Kesederhanaan (Temperance) dan Implikasinya pada Bimbingan dan Konseling Arumsari, Cucu; Anggarasari, Nandhini Hudha
Journal of Innovative Counseling : Theory, Practice, and Research Vol 3 No 01 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.786 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the enthusiasm of students in group guidance in schools to develop the strength of the character of simplicity (temprance) and to find out its implications for guidance and counseling. The researcher observed the character of equality to eight respondents who were given group guidance treatment then gave quantification with the instrument in the form of a Likert scale questionnaire that was calculated cumulatively. To see the difference in the strength of the character of simplicity, researchers compared the strength of character with students from the control class as many as eight people as well. The results showed that there was no difference in the character of simplicity between students in the experimental group and the control group significantly at 0.05. Researchers see fe-nomena This is due to the lack of conducive filling of pre-test instruments and post-tests, besides that research is more effective if one indicator of the strength of the character is simplicity because it is more focused. The research can be further developed with different techniques and qualitative data so that the results are more maximal. However, from the results of enthusiastic observations students took high group guidance, because students felt they had just received the guidance service and students could also conclude and take the meaning of each group guidance service provided.
Konseling Individu dengan Teknik Modeling untuk Meningkatkan Kekuatan Karakter Kesederhanaan Arumsari, Cucu
JKI (Jurnal Konseling Indonesia) Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Konseling Indonesia
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.957 KB) | DOI: 10.21067/jki.v4i1.2712

Abstract

Individual counseling with modeling techniques has been proven effective in increasing the strength of the character of temprence. Clients were very active in participating in each counseling session. Researchers can observe clients clearly on each counseling process. This study used qualitative method with types of grounded research and descriptive tchnique so that the analysis is very clear and detailed. The three counselees clients who conducted individual counseling can be analyzed experiencing an increasement in the power of temprence character. Research was conducted on three counselees, the results of the study proved effective to develop the strength of the character of temperance, it can be seen that there is evidence first counselee are able to be better at people who hurt them, able to make friends with everyone, be able to do tasks more timely and can control emotions more. second counselee also get better by being able to appreciate their friends as well as third counselee who can control emotions more when find unpleasant situations.