Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Ruang Publik Terhadap Kualitas Visual Jalan Kali Besar Jakarta Hantono, Dedi
ARSITEKTURA Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.307 KB) | DOI: 10.20961/arst.v15i2.15114

Abstract

Kali Besar is a river that stretches from South to North and there are two roads on both sides, namely: Jalan Kali Besar Barat and Jalan Kali Besar Timur. On the government's awareness of the importance of preservation of buildings and historic areas, since 2008 the City of Jakarta was established as a conservation area and became a tourist destination in Jakarta. Many things have been attempted by the government such as the improvement of public space which is to be one tourist destination for visitors to enjoy the atmosphere of the past. Above it then conducted a study to determine whether the influence of public space for the visual quality of the area, especially Kali Besar. This research uses quantitative method with post positivistic rationalist approach. The result of the research shows that there is influence of public space on visual quality in Kali Besar Jakarta area.
PENERAPAN TEORI LINKAGE DALAM PENATAAN KAWASAN WISATA PUSAKA SOEKARNO DI BLITAR Nugroho, Cahyo Agung; Purwantiasning, Ari Widyati; hantono, dedi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 1, No 2 (2017): Purwarupa Vol 1 No 2 September 2017
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Kota Blitar yang merupakan kota dimana Presiden Pertama Republik Indonesia pernah tinggal dan dimakamkan. Kota ini memiliki bangunan-bangunan cagar budaya yang berkaitan dengan beliau yang juga tidak pernah sepi seperti makam Bung Karno, museum dan perpustakaan Bung Karno serta Istana Gebang (Jaringan Kota Pusaka Indonesia, 2009).Sayangnya diantara bangunan tersebut tidak terjalin pertalian karena letaknya yang berjauhan. Dengan menggunakan pendekatan melalui teori perancangan kota (Linkage) Roger Trancik dengan membuat hubungan berdasarkan garis axis yang terbentuk dari kondisi eksiting menjadi penghubung berupa plaza dan jalan, maka diharapkan perencanaan dan perancangan kawasan wisata pusaka Soekarno ini menjadi lebih baik bagi wisatawan khususnya dalam aspek kenyamanan dan keamanan. Kata Kunci: kawasan, wisata, pusaka, Soekarno, linkage ABSTRACT. Blitar is a city where the first president of Republic Indonesia has ever been lived and buried. This city also has several heritage buildings attached to him which never been so quite such as Soekarno’s tomb, museum and library of Soekarno and Gebang Palace (Jaringan Kota Pusaka Indonesia, 2009). Unfortunately, there is no connection between each heritage because of its radius. Using the Linkage theory of urban design by Roger Trancik to create a connection between one heritage building to others by connecting its axis and convert it into plaza and pathway, this method could become an alternative solution to create  Soekarno’s Heritage Tourism District to be better place for tourists particularly  in the aspect of comfort and security.   Keywords: region, tourism, heritage, linkage
PENERAPAN KONSEP BANGUNAN PINTAR PADA PERENCANAAN KANTOR PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI ‘APPLE’ DI JAKARTA Wibowo, Satrio; Purwantiasning, Ari Widyati; Hantono, Dedi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 1, No 1 (2017): Purwarupa Vol 1 No 1 Maret 2017
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.938 KB)

Abstract

ABSTRAK. Apple. Inc adalah salah satu perusahaan teknologi komputerisasi besar berskala dunia yang begitu luar biasa prestasi penjualan dan importnya di Indonesia. Apple. Inc sendiri sudah mendirikan kantor pusat penelitian dan pengembangan terbarunya yang berpusat di Cupertino, California, Amerika Serikat. Markas besar terbaru Apple.Inc diwacanakan akan dibangun di Cina dan di Brazil, serta berbagai kantor cabang atau penjualan (Apple store) diseluruh dunia. Sedangkan di Indonesia Apple.Inc hanya membuka cabang kecil yang menyewa bangunan di World Trade Centre II Senayan, Jakarta. Desain Perencanaan Kantor Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Apple di Jakarta  memperhatikan  potensi kawasan tapak (pusat bisnis dan perbelanjaan), Sosial dan Ekonomi yang ada dengan konsep bangunan pintar untuk mewujudkan Kantor Penelitian dan Pengembangan Teknologi Apple yang memiliki kualitas baik. Hasil desain nantinya dapat menjadi bangunan percontohan yang baik dan hemat biaya maupun energi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Kata Kunci : Apple, Kantor Pusat, Bangunan Pintar, Hemat Energi, TeknologiABSTRACT. Apple. Inc. is one of the major world-scale computerized technology that has outstanding sales and import achievement in Indonesia. Apple. Inc. itself has established newest research and development center based in Cupertino, California, United States. The latest Apple.Inc discourse headquarters will be built in China and Brazil, as well as various branch offices or store (Apple store) around the world. Apple.Inc just open a small branch in Indonesia by renting a building in the World Trade Centre II Senayan, Jakarta. Design and planning Apple Research and Technological Development Office in Jakarta pay attention to site area’s potential (business and shopping center), existig social and economic condition with the concept of smart buildings to create the Apple Research and Technological Development Office with good quality. The result can be a good pilot building that save cost and energy by harnessing technological advances. Keywords: Apple, Headquarters, Building Smart, Save Energy, Technology
POLA AKTIVITAS RUANG TERBUKA PUBLIK PADA KAWASAN TAMAN FATAHILLAH JAKARTA Hantono, Dedi
Jurnal Arsitektur KOMPOSISI Vol 11, No 6 (2017): Jurnal Arsitektur KOMPOSISI
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.617 KB) | DOI: 10.24002/jars.v11i6.1360

Abstract

Abstract: Fatahillah Park in front of Fatahillah Museum is part of Jakarta Kota area (called Kota Tua, Old Town) which is a conservation area. Fatahillah Park currently serves as a public open space surrounded by historic buildings on four sides. As a public open space, Taman Fatahillah is visited by people from various regions in Indonesia and foreign tourists, so there are various activities in it. This paper describes the results of research on the pattern of human activity (visitors) in Taman Fatahillah. The research used qualitative approach and descriptive analysis method. As a result, as a public open space, Taman Fatahillah is accessed by anyone and within the timeframe from morning to evening. Activities that take place in Taman Fatahillah are dominated by secondary actors (visitors) while the primary actors (traders) are limited by a certain place and time. The activity on the path space forms a linear pattern and on an open field forming a random pattern.Keywords: public open space, activities, area, conservation, urban designAbstrak: Taman Fatahillah di depan Museum Fatahillah adalah bagian dari kawasan Jakarta Kota (disebut Kota Tua) yang merupakan kawasan konservasi. Taman Fatahillah saat ini berfungsi sebagai ruang terbuka publik yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan bersejarah pada empat sisi. Sebagai ruang terbuka publik, Taman Fatahillah didatangi orang-orang dari berbagai daerah di Indonesia dan wisatawan manca negara, sehingga muncul beragam aktifitas di dalamnya. Tulisan ini memaparkan hasil penelitian tentang pola aktivitas manusia (pengunjung) di Taman Fatahillah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis deskriptif. Hasilnya, sebagai ruang terbuka publik, Taman Fatahillah diakses oleh siapa saja dan dalam rentang waktu dari pagi hari hingga malam hari. Aktivitas yang berlangsung di Taman Fatahillah didominasi oleh pelaku sekunder (pengunjung) sedangkan pelaku primer (pedagang) dibatasi oleh tempat dan waktu tertentu. Aktivitas pada ruang jalan membentuk pola linier dan pada lapangan terbuka membentuk pola acak.Kata Kunci: ruang terbuka publik, aktivitas, kawasan, konservasi, rancang kota
PENGARUH RUANG TERBUKA TERHADAP KINERJA PEGAWAI Kasus: Kantor Pusat BMKG Jakarta hantono, Dedi
Nalars Vol 12, No 2 (2013): Nalars Volume 12 Nomor 2 Juli 2013
Publisher : Nalars

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Ruang terbuka merupakan ruang yang pertama kali dirasakan setiap kali manusia memasuki suatu bangunan untuk memulai aktifitasnya termasuk ruang terbuka pada kantor. Segala sesuatu yang dirasakan pada ruang terbuka tersebut turut mempengaruhi para pegawai dalam memulai aktifitas pekerjaannya. Dalam kasus ini, Kantor Pusat BMKG yang terdiri dari beberapa massa bangunan dihubungkan oleh ruang terbuka. Oleh karenanya selain membawa dampak ketika pada saat memulai aktifitas pekerjaan, ruang terbuka ini turut dirasakan sepanjang hari karena mobilitas para pegawainya yang harus berpindah dari satu gedung ke gedung yang lain. Dampak tersebut turut pula mempengaruhi kinerja para pegawai yang bekerja di dalamnya. Kata kunci : ruang terbuka, kinerja, pegawai ABSTRACT. Open space has been determined as a space that will be faced and felt at a first time peoples entering the building to begin their activities including open space within office area. Usually all employees within office area will be affected to the ambience and atmosphere of the open space. How good or comfort the open space will affect the performance of the employees in initiating their activities. As a case study, Kantor Pusat BMKG has been conducted to represent the existence of open space within office area. This office consists some buildings which have been related by open space between buildings. Furthermore, this open space will not just affect the employees in initiating their activities but also give some impacts to the whole day’s activities. This is because the open space also has a function for employee’s mobility from one building to another. The comfort of open space will affect the performance of the employees for the whole day’s activities.          Keywords : open space, performance, employee
Kajian Ruang Publik Kota Antara Aktivitas Dan Keterbatasan Hantono, Dedi; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Sidabutar, Yuanita FD
Arsir Vol 2, No 2 (2018): ARSIR
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v2i2.1286

Abstract

Ruang esensinya adalah tempat manusia hidup dan beraktivitas. Namun tidak semua aktivitas dapat terakomodir karena setiap ruang dibatasi dengan fungsinya masing-masing. Bagi ruang pribadi keterbatasan ruang tersebut merupakan karakteristik utama bagi ruang itu sendiri sedangkan pada ruang publik yang memiliki berbagai macam aktivitas harus dapat menampung berbagai aktivitas di dalamnya. Untuk itulah perlu dilakukan kajian mengenai ruang publik terhadap permasalahan keterbatasan ruang yang sering ditemukan. Tulisan ini merupakan hasil kajian literatur mengenai timbulnya ruang bersama pada ruang publik kota. Ada beberapa teori yang diambil dari beberapa ahli serta beberapa hasil penelitian dalam artikel jurnal untuk mendukung teori dan melihat kenyataan di lapangan. Pada akhir tulisan diambil suatu kesimpulan untuk melihat bagaimanakah terbentuknya ruang bersama di ruang publik kota.
The Application of Value Management on Real Estate Development Case Study: Developers in Surabaya Sari, Yeptadian; Hantono, Dedi; Susilowati, Emi
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 1, No 01 (2017): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Architecture UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.1.01.27-32

Abstract

The application of a method in real estate development process is needed in order to ensure the project runs smoothly. There are methods that can increase the value of the project and even discard unnecessary cost of the project called value management. Many practitioners of real estate development in Surabaya claim that they always apply value management method. However, based on empirical data, it is known that not much research of value management in Surabaya. The purpose of this paper are to determine how the application of value management by developers of real estate development in Surabaya and when the right stage is to execute that method. Statistic descriptive analysis is used to achieve the research objectives. Results of research in this paper are the perception of value management by developers in Surabaya and real estate development stage in which value management method commonly executed in Surabaya.
PENERAPAN PRINSIP WALKABILITY DALAM KAWASAN PERMUKIMAN DAN STASIUN LRT DI CIBUBUR JAKARTA TIMUR Elfandi, Micco; Ashadi, Ashadi; Hantono, Dedi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 1 (2018): Purwarupa Vol 2 No 1 Maret 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Konsep penataan yang ada padakawasan permukiman di Cibubur didasarkan oleh pertumbuhan cerdas atau Smart Growthyang memiliki beberapa prinsip yang salah satunya adalah tersedianya sarana dan prasarana bagi pejalan kaki baik pedestrian maupun pesepeda atau disebut walkability yang memiliki tujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor menjadi penggunaan transportasi publik berupa LRT yang sedang dalam pembangunan dan penggunaan sepeda di dalam kawasan serta bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang livable.Lokasi kawasan permukiman berada di Jalan akses Tol Jagorawi yang terletak di wilayah Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Perencanaan yang dilakukan pada kawasan ini terfokus pada akses bagi pejalan kaki dari hunian rumah deret dan rumah susun menuju ke titik pusat kegiatan dan seblaiknya dengan luas site ±56 Ha dan luas permukiman ±22 Ha. Dimensi walkability terdiri atas tiga komponen, yaitu komponen kenyamanan, keselamatan dan dukungan kebijakan. Dukungan kebijakan walkabilitas di Indonesia terdapat dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03 tahun 2014 tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan dan Pemanfaatan, Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan, yang keberadaannya bertujuan untuk memenuhi ketersediaan prasarana dan sarana jaringan pejalan kaki di kawasan perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sarana dan prasarana walkabilitas yang ada pada site dan di sekitar site serta membuat konsep penyediaan sarana walkabilitas bagi penghuni rusun maupun masyarakat umum. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan mengumpulkan data sekunder melalui pengamatan langsung dan melalui searching dan browsing.Metode analisisdilakukan dengan cara deskriptif dan intrepretif tentang konsep walkabilityyang dapat digunakan dan menghubungkan antara permukiman, stasiun LRT dan komersil berupa mall. Kesimpulannya adalah bahwa strategi walkabilitas dapat digunakan sebagai salah satu solusi masalah pergerakan perkotaan serta ekologi perkotaan. Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang model jalur pergerakan dengan strategi walkabilitas sebagai salah satu langkah menuju kota yang berkelanjutan. Kata Kunci: cibubur, kawasan, permukiman, walkability  ABSTRACT. The concept of arrangement that exist in the residential area in Cibubur is based by the growth of intelligent or Smart Growth, which have some of the principles that one of them is the availability of facilities and infrastructure for pedestrians better pedestrian and cyclists or so-called walkability that has a goal to reduce the use of motor vehicle be the use of public transport in the form of the LRT that are currently in development and the use of bicycles in the region as well as aims to create an environment that is livable. The location of the settlement area is located on the access Road to Jagorawi Toll road which is located in the Subdistrict of Ciracas, East Jakarta. Planning done in this area focused on access for pedestrians from the residential row-houses and flats towards to the center point of activities and preferably with extensive site ±56 ha and extensive settlements ±22 ha. The dimensions of the walkability consists of three components, namely the components of comfort, safety and policy support. Policy support walkabilityin Indonesia contained in the Regulation of the Minister of Public works No.03 of 2014 on Guidelines for the Planning, Provision and Utilization, Infrastructure and Pedestrian Network in the Urban Area, the existence of which aims to meet the availability of infrastructure and the pedestrian network in the urban area. The purpose of this study was to examine the facilities and infrastructure walkability that exist on the site and around the site as well as make the concept of the provision of the walkability for the occupants of flats and the general public. The methods used in data collection is by collecting secondary data through direct observation and through searching and browsing. Method the analysis is carried out by means of descriptive and interpretive about the concept of walkability that can be used and connecting between settlements, the LRT station and the commercial form of the mall. The conclusion is that the strategy walkability can be used as one solution to the problem of the movement of the urban as well as urban ecology. Need to do further research about the model of the path of movement with a strategy walkability as one step towards sustainable city. Keywords: cibubur, region, residential, walkability
Kajian Ruang Publik Dan Isu Yang Berkembang Di Dalamnya Hantono, Dedi; Ariantantrie, Nike
Vitruvian Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.891 KB) | DOI: 10.22441/vitruvian.2018.v8i1.005

Abstract

Ruang adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia selama masa hidupnya. Bahkan konsepsi ruang tersebut masih ada pada manusia yang telah meninggalkan dunia ini walaupun konsepsi ruang itu sendiri sudah berbeda pada masing-masing penganut agama dan kepercayaan. Dari berbagai macam bentuk dan kategori seluruh ruang maka ruang publik adalah ruang yang paling banyak digunakan oleh semua orang baik sendiri maupun secara bersamaan. Begitu banyaknya aktivitas dan berbagai lapisan golongan masyarakat yang menggunakan ruang publik membawa interpretasi masing-masing yang cukup berbeda. Dari interpretasi inilah timbul begitu banyak ragam penggunaannya baik yang sesuai dengan fungsi maupun berdasarkan intrpretasinya masing-masing. Untuk memberi gambaran mengenai apa itu ruang publik maka dibuatlah suatu kajian dengan menganalisa beberapa tulisan dari beberapa artikel jurnal baik dalam maupun luar negeri. Dari kajian inilah nantinya didapat beberapa temuan yang bisa menjelaskan keberadaan ruang publik di dalam persepsi ruang lingkupnya.
ASPEK PERILAKU MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL PADA RUANG TERBUKA PUBLIK Hantono, Dedi; Pramitasari, Diananta
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2018): Nature
Publisher : Jurusan Arsitektur uin alauddin makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.528 KB) | DOI: 10.24252/nature.v5i2a1

Abstract

Abstrak_Ruang terbuka publik merupakan elemen kota yang sangat penting kehadirannya dalam kehidupan kota. Sebagai ruang terbuka yang bersifat publik maka berbagai aktivitas dapat dilakukan manusia baik perorangan maupun berkelompok. Karakteristik manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial menjadi hal yang menarik untuk diteliti bagaimana manusia mempertahankan sifat keprivasian mereka dalam ruang terbuka publik yang dapat diakses siapa saja. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran bagaimana manusia mengaktualisasikan karakternya sebagai makhluk individu dalam suatu ruang sosial di ruang terbuka publiksehingga manfaat dari penelitian ini diharapkan bisa digunakan para perancang ruang kota dalam memperhatikan kebutuhan karakter manusia sebagai pengguna ruang tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan pendekatan kajian literatur yaitu menggunakan beberapa teori dan artikel penelitian yang sesuai yang telah dilakukan.Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan ditemukan bahwa karakter manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial dalam ruang terbuka publikterdapat 2 bentukan ruang yaitu ruang pribadi (personal space) yaitu ruang maya yang berada di sekeliling tubuh masing-masing individu dan teritori (territory) yang dibentuk sesuai dengan kondisi tertentunamunmasih dapat diusik oleh individu lain sehingga pertahanan manusia ini sifatnya tidak masif. Teritori juga dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu ekonomi dan budaya.Kata kunci: Arsitektur Perilaku; Ruang Publik, Ruang Terbuka Publik. Abstrak_Public open space is an element of the city that is very important of  its presence in city life. As a public open space, various activities can be carried out by humans, both individuals and groups. The characteristics of humans as individual and also social being; becoming interesting things to be investigated that how humans maintain their privacy in public open spaces that can be accessed by anyone. Therefore the purpose of this study is to gain the description of how humans actualize their characters as individual beings in a social space in public open space so that the benefits of this research are expected to be able to be used by urban space designers in concerning to the human character needs as the space user. The research method used was a qualitative method by conducting a literature study approach, which used several theories and research articles that were appropriate. Based on the literature review, it was found that human characters as individual and social being in public open spaces had 2 spatial forms, namely personal space which was the virtual space available around the body of each individual and territory formed according with certain conditions but can still be disturbed by other individuals so that the human defense is not massive. Territory is also influenced by two factors, namely economy and culture.Keywords: Behavior Architecture; Urban Space; Public Open Space; Personal Space; Territory.