Toto Suryana, Toto
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN DI SEKOLAH DALAM MENUNJANG TERCAPAINYA TUJUAN PEMBELAJARAN PAI (Studi Deskriptif Analisis di SMP Negeri 44 Bandung Tahun Ajaran 2014/2015) Indah, Indah; Rizal, Ahmad Syamsu; Suryana, Toto
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v2i1.3439

Abstract

Penelitian ini mengkaji program ekstrakurikuler sebagai salah satu sarana penunjang dalam keberhasilan pembela-jaran untuk tercapainya tujuan pendidikan. Kegiatan ekstrakurikuler mempunyai efek positif pada prestasi akademik siswa serta dapat menunjang proses belajar mengajar. Sehingga keberadaan ekstrakurikuler keagamaan dipandang perlu guna menunjang ketercapaian tujuan pembela-jaran PAI. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan ekstra-kurikuler keagamaan di sekolah dalam menunjang tercapainya tujuan pembela-jaran PAI yang dilaksanakan di SMP Negeri 44 Bandung. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pelaksanaan pembelajaran PAI, 2) manajemen program ekstrakurikuler keagamaan, 3) faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dan 4) upaya sekolah dalam mendorong siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Peneliti memilih SMP Negeri 44 Bandung karena disamping memiliki ekstrakurikuler keagamaan, sekolah ini juga adalah sekolah SMP Negeri yang mengimplementasikan PAI di lingkungan sekolahnya. Untuk mendapatkan hasil penelitian, digunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan teknik observasi partisipasi, wawancara tak terstruktur, teknik dokumentsi serta triangulasi. Data penelitian ini bersumber dari: Kepala Sekolah, Wakasek Urusan Kesiswaan, Guru PAI serta penanggung jawab program ekstrakurikuler keagamaan di SMP Negeri 44 Bandung. Dari penelitian ini ditemukan bahwa pelaksanaan pembelajaran PAI yang dilaksanakan secara umum berjalan dengan lancar dan kondusif, sedangkan untuk pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan yang ada di SMP Negeri 44 Bandung, dalam manajemennya masih belum optimal. Adapun untuk faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam hal ini sekolah sudah mampu mengoptimalkan faktor pendukung yang ada serta berupaya mengantisipasi faktor penghambat yang terjadi dan secara umum SMP Negeri 44 Bandung sangat mendukung dan mendorong siswanya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan
PEMBINAAN KEISLAMAN BAGI ANGGOTA PNS DAN POLRI DI KEPOLISIAN DAERAH JAWA BARAT Moriska, Bella; Supriadi, Udin; Suryana, Toto
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2016): May 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v3i1.3456

Abstract

Penelitian ini tentang pembinaan keislaman di Kepolisian Daerah Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum pembinaan keIslāman yang ada diKepolisian Daerah Jawa Barat.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, lokasi penelitian bertempat di Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat yang beralamat di Jl. Soekarno-Hatta No. 748 Bandung, Jawa Barat 40000, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan disempurnakan dengan triangulasi.Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah (1) Pembinaan keIslāman didirikan atas perintah Kepala Kepolisian Republik Indonesia berupa surat perintah yang berbentuk telegram mengenai optimalisasi giat pembinaan mental, (2) Program pembinaan keIslāman ini terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu pembinaan rohani Islām harian, pembinaan rohani Islām mingguan dan pembinaan rohani Islām hari besar, (3) Pelaksanaan Pembinaan keIslāman dibagi menjadi tiga bagian yaitu pelaksanaan pembinaan rohani Islām harian berupa kegiatan kuliah tujuh menit rutin setelah ba’da żuhur, pelaksanaan pembinaan rohani Islām mingguan mingguan berupa kegiatan kajian rutin yang dilaksanakan setiap hari kamis setelah apel pagi, dan pelaksanaan pembinaan rohani Islām pada hari-hari besar Islām dilaksanakan ketika hari jum’at dan hari-hari besar Islām lainnya, (4) Faktor pendukung kegiatan pembinaan keIslāman diantaranya adalah support dari pimpinan berupa ketauladanan dan faktor penghambat kegiatan ini adalah pekerjaan yang tidak menentu dari masing-masing anggota, serta tidak adanya sanksi dan tekanan dari pemimpin membuat kesadaran mereka semakin berkurang, (5) Hasil dari pembinaan ialah semakin berkurangnya anggota dan PNS Polri di Kepolisian Daerah Jawa Barat yang melakukan penyimpangan atau melanggar kode etik.
PERAN GURU DALAM MEMBINA ETOS BELAJAR MELALUI MATA PELAJARAN PAI DI SEKOLAH (Studi Kasusdi SMA Negeri 1 Susukan Cirebon Kelas X Semester Genap Periode Tahuan 2014-2015) Melawati, Nur; Asyafah, Abas; Suryana, Toto
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2016): May 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v3i1.3462

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina etos belajar siswa. Semua guru mata pelajaran harus memberikan dorongan belajar agar peserta didik memiliki etos belajar yang baik.Begitupun dengan guru PAI yang mempunyai tanggung jawab dengan menyampaikan sesuatunya dengan benar sesuai dengan yang diajarkan Al-Qur’an dan Hadis. Dengan adanya etos belajar diharapkan peserta didik dapat menumbuhkan semangat belajar tidak hanya pada mata pelajaran PAI, tetapi juga pada mata pelajaran lainnya, dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menjadi pribadi yang lebih baik.Itulah mengapa peneliti melakukan penelitian tentang peran guru dalam membina etos belajar melalui mata pelajaran PAI di sekolah dengan studi kasus di SMANegeri 1Susukan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran guru dalam membina etos belajar di SMANegeri 1Susukan.Adapun metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian deskriptif pendekatan kualitatif dengan studi kasus di SMANegeri 1Susukan.Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, studi dokumentasi, triangulasi dan analisis data.  Dari hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa perencanaan etos belajar dalam pembelajaran PAI di SMANegeri 1Susukan menumbuhkan etos belajar peserta didik dan dapat diterapkan dalam kesehariannya. Pengorganisasian etos belajar di mana guru sebagai organisator dan mempunyai peran menyampaikan materi sesuai dengan perencanaan yang dibuat dalam bentuk RPP. Pelaksanaan etos belajar melalui mata pelajaran PAI sendiri menggunakan media yang sudah difasilitasi sekolah dengan metode yang sesuai dengan silabus di mana di metode tersebut berupa diskusi, discovery, incuiry, dan ceramah.
PEMBINAAN KEAGAMAAN PADA NARAPIDANA ANAK (STUDI DESKRIPTIF PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK KELAS III BANDUNG) Haryanti, Widya; Suryana, Toto; Firdaus, Endis
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v2i1.3374

Abstract

Artikel ini dilatar belakangi oleh perma-salahan yang terjadi dikalangan anak dan remaja atau yang dikenal dengan juvenile deliquency. Hal tersebut disebabkan oleh pergaulan yang tidak baik, pendidikan yang kurang, pengawasan orang tua yang lemah sehingga anak merasa dirinya tidak diperhatikan dan melakukan tindakan yang melanggar hukum. Anak yang melakukan tindakan pidana atau melanggar hukum mereka perlu mendapat perhatian dan pembinaan yang khusus agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan. Tujuan diadakan pembinaan keagamaan terhadap anak yang melanggar hukum adalah anak menyadari kesalahannya dan tidak mengulanginya kembali serta memperbaiki diri agar menjadi manusia yang lebih baik. Anak tersebut diserahkan dan dibina di Lembaga Pemasyarakatan, salah satunya lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Bandung.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan hasil program pembinaan keagamaan di lapas anak Bandung. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Adapun untuk perencanaan petugas dengan ustaż yang mengajar melakukan rapat untuk menyusun program tersebut sesuai dengann kebutuhan anak yang ada di lapas tersebut. Dalam kegiatan pelaksanaan program sudah berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Metode yang digunakan disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan seperti metode ceramah dan tanya jawab, metode bercerita dan metode menghafal. Penilaian yang dilakukan  adalah penilaian sikap berupa penilaian lisan bukan dalam bentuk angka. Hal yang terpenting dari program pem-binaan keagamaan yang ada di lapas adalah anak tidak mengulangi kesalahannya dan tidak kembali lagi ke lapas serta diterima dengan baik oleh masyarakat.
MENGGAGAS PENDIDIKAN ISLAMI: MELURUSKAN PARADIGMA PENDIDIKAN DI INDONESIA Hidayat, Tatang; Suryana, Toto
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 3, No 1 (2018): Pendidikan
Publisher : PPs IAI Ibrahimy Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.409 KB)

Abstract

The aim of this present study is to initiate Islamic education in order to rectify the educational paradigm in Indonesia. With respect to the research methodology, this study employed a qualitative approach and literature study method. In its implementation, the collected data was then analyzed using a descriptive analysis method. Based on the results of the discussion, in order to rectify the educational paradigm in Indonesia, it should initially change the secularism paradigm that has been fossilized in the world of education into the paradigm of Islam, al-Qur`an, and Tauhid. As a consequence, this paradigm will have implications for the establishment of the conceptualized education system that inevitably also affects the to-be-achieved educational objectives. In order to realize a good education system, there should be integration between the elements of education practitioners which consist of family, mosques/schools/campuses, and society. As a result, those aforementioned objectives will be successfully achieved in the moment when Islamic rules are fully implemented in all aspects of life. Therefore, it is necessary to continuously educate the public regarding the importance of implementing Islamic rules in all aspects of life, including in the aspect of education.
Menggagas Pendidikan Islami: Meluruskan Paradigma Pendidikan di Indonesia Hidayat, Tatang ; Suryana, Toto
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Islam
Publisher : PPs UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v3i1.89

Abstract

The aim of this present study is to initiate Islamic education in order to rectify the educational paradigm in Indonesia. With respect to the research methodology, this study employed a qualitative approach and literature study method. In its implementation, the collected data was then analyzed using a descriptive analysis method. Based on the results of the discussion, in order to rectify the educational paradigm in Indonesia, it should initially change the secularism paradigm that has been fossilized in the world of education into the paradigm of Islam, al-Qur`an, and Tauhid. As a consequence, this paradigm will have implications for the establishment of the conceptualized education system that inevitably also affects the to-be-achieved educational objectives. In order to realize a good education system, there should be integration between the elements of education practitioners which consist of family, mosques/schools/campuses, and society. As a result, those aforementioned objectives will be successfully achieved in the moment when Islamic rules are fully implemented in all aspects of life. Therefore, it is necessary to continuously educate the public regarding the importance of implementing Islamic rules in all aspects of life, including in the aspect of education.