Articles

Found 13 Documents
Search

Moral Character and Responsibilityfor Semende Peoplein Ulu Danau, South Sumatera Setiawan, Hatta; Darmawan, Cecep
Humaniora Vol 7, No 4 (2016): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to know the values being implemented in the community to maintain the existence of the custom in Ulu Danau village in South of Sumatera province. The method applied was ethnography with a qualitative approach. Then, the data were collected by observtion, which would be analyzed and concluded. The results of the analysis and discussion show that Semende people in the village of Ulu Danau see the custom of Tunggu Tubang and Jenang Jurai as normal things to create the responsible character, and moral character that will be embodied in the implementation of Besundi, Besindat, and Besingkuh. The value of responsibility on Tunggu Tubang custom teaches the value of hard work, the message, honesty, and discipline. As for custom of Jenang Jurai, it is shown through the value of independence, democracy, fairness, and tolerance. Besundi Besindat Besingkuh show the values of mannerism and deportment. Last, it is seen as efforts by the people in the community to maintain the custom by giving the space and an emphasis on it. 
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN POLITIK DALAM MEMBENTUK KARAKTER KEPEMIMPINAN LINTAS BUDAYA PADA GENERASI MUDA DEMI MEWUJUDKAN BUDAYA POLITIK PANCASILA (Studi Deskriptif terhadap Organisasi Kepemudaan Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat) Sanusi, Aris Riswandi; Darmawan, Cecep
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 25, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.916 KB)

Abstract

The young generation is an essential element in a state life. The role of youth, as contained in Law of the Republic of Indonesia No. 40 Year 2009 on Youth that says "youths play an active role as a moral force, social control, and agents of change in all aspects of national development". However, the reality of the situation is that there has been a moral degradation and the decreasing of cross-cultural leadership character in the younger generation. Political education as what Ansor PW GP of West Java implemented is one of many attempts to form a cross-cultural leadership character in young generation in order to create Pancasila political culture.Keywords: political education, cross-cultural leadership, Pancasila political culture, Ansor PW GP of West Java.
STRENGTHENING NATIONALISM, REINFORCING THE DIGNITY OF NATION Darmawan, Cecep
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 10, No 2 (2009): Nationalism, Ethnicity, and National Integrity
Publisher : Departemen Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is no state without nationalism. This expression tries to explain about the effort of nationalism education which needs to build with the reinforcement of historical knowledge, awareness of momentum, and awareness in developing the dignity of the nation. This consideration is based on the conviction that The Five Principles is the knot of nationalism and NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) is the main scene in realizing nationalism in Indonesia.
PERAN PEMUDA SEBAGAI PENERUS TRADISI SAMBATAN DALAM RANGKA PEMBENTUKAN KARAKTER GOTONG ROYONG Nur Bintari, Pramudyasari; Darmawan, Cecep
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 25, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.948 KB)

Abstract

Currently youth behavior that is inconsistent with the character of the nation and the declining youth awareness of the splice. This study aims to obtain a picture of the implementation of mutual cooperation, shape, splice conservation efforts, associated with the formation of the youth character and know the community efforts to increase the appreciation of youth. The study used a qualitative approach, descriptive methods. Subjects were young, village, and community leaders. Data collection technique used observation, interview, and documentation study. Data were analyzed using data reduction, and conclusion. Results of the research is the role of youth as the next generation of tradition, study and understand the traditions, accompany the next generation in the process of understanding, implementation, and evaluation. The role of youth in the splice should be improved as a form of community service. Splice form is "sinoman", "ngecor", recitals, help-aids at the funeral home, and community service. Splice as a medium that can build youth paradigm of mutual cooperation. Community efforts to increase the appreciation of youth by creating a modern activity, understand youth with psychological condition, and creating entrepreneurship training.Keywords: youth, splice tradition, mutual cooperation, character.
PERUBAHAN UNSUR-UNSUR SENI PERTUNJUKAN RAKYAT SISINGAAN DI KABUPATEN SUBANG Darmawan, Cecep; Alya A, Mirna Nur; Saraswati N, Anindita
SOSIETAS Vol 6, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.537 KB)

Abstract

Adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada seni pertunjukan rakyat sisingaan yang dipengaruhi oleh perkembangan zaman. Terdapat perubahan pada unsur-unsur seni pertunjukan rakyat sisingaan yang mengarah pada perkembangan seperti unsur seni rupa dan busana pengusung yang dibuat semakin menarik dengan warna-warna yang cerah, unsur widitra (karawitan) dan sinden yang dikolaborasikan dengan alat musik modern seperti gitar dan bass, serta unsur gerak tari yang semakin kreatif dan seringkali dipadukan dengan atraksi yang dapat menghibur para penonton. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus ditinjau dari lingkup wilayahnya merupakan penelitian kasus yang hanya meliputi wilayah yang sempit namun dapat menggali lebih mendalam. Subjek penelitian ini ada kelompok seniman sisingaan Putra Jamparing Group yang berlokasi di Blok Cibogo, RT. 25/ RW. 06 Nomor 37 Kelurahan Dangdeur, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang. Kelompok seniman sisingaan Putra Jamparing Group merupakan kelompok seniman sisingaan yang telah berdiri sejak tahun 1997 dan hingga saat ini masih bertahan menjaga eksistensinya.  Kata Kunci: Perubahan Sosial dan Budaya, Seni Pertunjukan Rakyat Sisingaan.  
IMPLEMENTASI MODEL KADERISASI MAHASISWA UNTUK MEMBANGUN KARAKTER UNGGUL DI MASJID SALMAN Najamunnisa, Anis; Darmawan, Cecep; Nurbayani K, Siti
SOSIETAS Vol 7, No 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.96 KB)

Abstract

Generasi muda merupakan generasi yang membutuhkan figur yang baik untuk menjadi teladan dalam bersikap dan berperilaku. Namun, keadaan moral mengalami kemerosotan, sehingga menyebabkan terjadinya perilaku menyimpang dalam kehidupan sosial. Dalam hal ini, perlu adanya dasar pembinaan karakter, agar generasi muda tidak mudah terjerumus ke dalam hal-hal negatif, salah satunya melalui generasi muda terdidik mahasisiwa. Insan muda yang terdidik menjadi harapan agar menjadi benteng dan menularkan karakter unggul pada masyarakat. Dalam hal ini, Masjid kampus Salman ITB, memiliki tujuan untuk mendidik mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh ke dalam hal-hal yang negatif, salah satunya melalui kegiatan rutin program kaderisasi. Kaderisasi Salman yang bertujuan untuk mengkader mahasiswa agar dapat mewariskan nilai-nilai yang terkandung di Salman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menekankan kepada gambaran mengenai kegiatan kaderisasi Salman dalam membangun kualitas karakter mahasiswa yang unggul. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Peneliti melakukan kegiatan wawancara mendalam dengan beberapa informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, melalui kegiatan kaderisasi Salman, mahasiswa dilatih untuk berpikir cara menyelesaikan permasalahan, tidak hanya menyelesaikannya namun harus memiliki visi jangka panjang. Kedua, model yang diterapkan dalam kegiatan kaderisasi Salman menggunakan model pembergaulan, dengan cara mengenalkan mahasiswa dengan sesamanya, memperkenalkannya dengan tokoh-tokoh inspiratif, agar dapat menularkan semangatnya, dan memberikan peran yang berupa tanggung jawab untuk dilaksanakan. Ketiga, upaya memonitoring peserta kaderisasi melalui kegiatan usroh (keluarga/mentoring) bagi mahasiswa yang berada di Bandung, dan memberikan buku saku untuk dilaporkan perkembangannya bagi mahasiswa di luar Bandung. Keempat, kendala yang dihadapi dalam kegiatan kaderisasi Salman diantaranya kurangnya koordinasi antarpanitia, kurangnya sarana dan prasarana, dan perubahan cuaca yang sulit di prediksi. Adapun solusi yang dilakukan diantaranya memperbaiki kembali koordinasi antarpanitia, memperbaiki dan mengganti sarana dan prasarana yang rusak, dan panitia serta peserta diingatkan agar lebih sigap saat menghadapi perubahan cuaca..
PEMBENTUKAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN SMANDARIKAL Insan, Radix Khoerul; Nurdin, Encep Syarief; Darmawan, Cecep
SOSIETAS Vol 7, No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smandarikal merupakan ekstrakurikuler yang eksistensinya  masih tetap terjaga sampai saat ini. Beragam program kegiatan dilaksanakan baik dalam pengaderan maupun kegiatan luar pengaderan. Di zaman yang semakin berkembang ini, ilmu pengetahuan dan teknologi semakin canggih. Namun, kemajuan tersebut tidak diiringi dengan kesadaran manusia akan kepedulian lingkungan. Dampak dari kejadian tersebut, terjadinya timpang tindih antar kemajuan dengan keadaan lingkungan. Oleh sebab itu kegiatan-kegiatan kepedulian lingkungan yang dilakukan Smandarikal bertujuan untuk membentuk sikap kepedulian anggota dan pihak yang berkaitan serta sebagai bentuk aplikasi dari kepedulian lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian studi kasus pada dasarnya mempelajari secara intensif seseorang individu atau kelompok yang dipandang mengalami kasus tertentu. Oleh sebab itu, studi kasus tepat dalam penelitian tentang Smandarikal. Hasil penelitian menunjukkan bentuk-bentuk program kegiatan Smandarikal dalam kepedulian lingkungan, berdampak pada sikap kepedulian anggota,   pihak   yang   berpartisipasi   dalam   kepedulian   lingkungan.   Program   kegiatan kepedulian itu meliputi (1) program peduli lingkungan sekolah (PPLS), (2) pembuatan jargon dan   iklan   tentang   lingkungan,   (3)   pengolahan   dan   pembuatan   pupuk   kompos,   (4) penyemaian, penanaman, dan reboisasi, (5) prokasih (program kali bersih), dan (6) GSG (gerakan sapu gunung).
REVITALISASI PARADIGMA KONSERVATIF PENDIDIKAN DEMOKRASI PADA PKN DENGAN INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN Batubara, Abdinur; Darmawan, Cecep
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.064 KB)

Abstract

Abstract : This article aimed to describe the conservative paradigm revitalization of democratic learning on civic education (PKn) direction using the Innovation of Digital Democracy Learning Media (IMPDD). The process using quantitative descriptive approach to the design of classroom action research. Data collection tools using techniques of observation and questionnaires. The study population is a class XI student of SMAN 1 Medan with samples of class XI-MIA 7. Results showed 99.3% of students (respondents) responded strongly agree on IMPDD. While teachers tutor (Respondent) gave a very good score at the interval IMPDD. Thus it can be a factor IMPDD imperative to build an effective learning paradigm Civics in schoolAbstrak : Kajian ini bertujuan mendeskripsikan revitalisasi paradigma konservatif pembelajaran demokrasi pada pendidikan kewarganegaraan (PKn) ke arah yang Innovatifdengan menggunakan Inovasi Media Pembelajaran Demokrasi Digital (IMPDD). Proses yang ada menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian tindakan kelas. Alat pengumpulan data menggunakan tehnik observasi dan angket. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA N 1 Medan dengan sampel kelas XI-MIA 7. Hasil kajian menunjukkan bahwa 99,3% siswa (responden) merespon sangat setuju pada IMPDD. Sedangkan guru pamong (responden) memberi skor sangat baik pada interval keberhasilan IMPDD. Dengan demikian maka IMPDD dapat menjadi faktor imperative untuk membangun paradigma pembelajaran PKn yang efektif di sekolah DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um019v2i22017p081
POLAASUH OTORITER-DEMOKRATIS DALAM MENANAMKAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI Putra, Ilham Andika; Darmawan, Cecep; Syam, Syaifullah
SOSIETAS Vol 8, No 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.456 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya meningkatkan kesadaran anti korupsi. pendidikan anti korupsi ini harus dimulai dari keluarga sebagai tempat pendidikan pertama bagi anak. Khususnya dalam penelitian ini akan mengkaji bagaimana pentingnya pola asuh orang tua sebagai agen pendidikan pertama dalam menanamkan pendidikan anti korupsi. dari ketiga pola asuh antara otoriter, demokratis dan permisif, pola asuh yang akan dikaji hanya pola asuh otoriter-demokratis. Hal ini sesuai dari topik dalam kajian ini yang terfokus pada pola asuh otoriter-demokratis yang diterapkan orang tua dalam mengatasi timbulnya sikap korupsi. informan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 5 keluarga inti yang mempunyai anak di Kota Bandung. Orang tua dengan kriteria berusia pendidikan terakhir SD sampai perguruan tinggi dan sedangkan anak berusia pendidikan SD sampai SMP. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan orang tua tentang pentingnya pendidikan anti korupsi dan pemilihan pola asuh yang tepat dalam mendidik anak agar tujuan dari pendidikan anti korupsi tercapai dengan baik.
PENDIDIKAN LITERASI DIGITAL DI KALANGAN USIA MUDA DI KOTA BANDUNG Silvana, Hana; Darmawan, Cecep
PEDAGOGIA Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.073 KB)

Abstract

AbstrakFenomena pengunaan media sosial sebagai media online semakin massive pada dekade ini. Kalangan muda sebagai generasi milenial atau digital native merupakan pengguna terbesar dalam penggunaan media sosial saat ini. Penelitian mengenai literasi digital masih jarang dilakukan terutama di Indonesia. Subyek penelitian ini adalah kalangan usia muda dengan rentang usia 17–21 tahun yang merupakan pengguna aktif media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan yang dijadikan sampel penelitian sebanyak 5 orang dan 1 orang informan kunci dari pakar literasi media. Temuan yang diperoleh pada penelitian ini menunjukan pentingnya program literasi digital yang memberikan dampak positif bagi pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan media terutama media sosial yang saat ini sering dijadikan sumber informasi oleh khalayak terutama oleh kalangan yang berusia muda. Program ini memberikan kontribusi yang signifikan pada penyebaran informasi dalam menggunakan media massa terutama media sosial yang digunakan oleh kalangan usia muda sehingga ada kesadaran dalam menggunakan media. Pada pendidikan pelatihan (diklat) ini peserta belum semua mempunyai keahlian ini dikarenakan keahlian ini memerlukan latihan yang terus menerus dan konsisten sehingga mereka dapat melakukannya dengan baik. Oleh karena itu pendidikan literasi digital merupakan solusi yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan elemen masyarakat dan civitas akademika yang peduli terhadap kemajuan bangsa. AbstractThe phenomenon of the use of social media as an online media is increasingly massive in the use of this decade. Young people as the native millennial or digital generation are the biggest users in the use of social media today. Research on digital literacy is still rare, especially in Indonesia. The subjects of this study were young people aged 17-21 years that were active users of social media. This study uses a qualitative approach to the case study method. The informants who were used as research samples were 5 people and 1 key informant from media literacy experts. The findings obtained in this study indicate the importance of digital literacy programs that have a positive impact on knowledge, understanding and skills in using the media, especially social media which is now often used as a source of information by audiences, especially among young people. information on using mass media, especially social media used by young people so that there is awareness in using the media. In this education participants do not all have this expertise because this skill requires continuous and consistent training so that they can do it well. Therefore digital literacy education is a solution that can be done by the government and elements of society and academics who care about the progress of the nation.