Articles

Found 5 Documents
Search

Komitmen Pengusaha Berbasis Orientasi Kewirausahaan Rahayu, Yayu
Jurnal Ecodemica: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Ecodemica
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.885 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah mengkaji dampak dari orientasi kewirausahaan pada komitmen dan jiwa ambisius pengusaha. Penelitian ini dilakukan pada UMKM di Kota Bandung, dengan fokus pada usaha kecil. Dimana disinyalir tidak berkembangnya komitmen dan jiwa ambisius dalam menjalankan bisnis, sehingga menurunkan kinerja bisnisnya. Penelitian dilakukan dengan kuesioner yang disebar kepada 200 pengusaha kecil secara acak. Hasil penelitian ditemukan bahwa orientasi kewirausahaan mampu menjadi pendukung dalam peningkatan komitmen dan jiwa ambisius pengusaha dalam berbisnis. Disamping itu, komitmen pengusaha ditemukenali lebih tepat berbasiskan orientasi kewirausahaan. Penelitian memiliki manfaat dari sisi UMKM di Kota Bandung, dalam mengenali jiwa kewirausahaan melalui orientasi kewirausahaan. Serta bagi pemerintah Jawa Barat dalam upaya peningkatan wirausaha.
PENGARUH PENGGUNAAN BUKIT SEPULUHRIBU (THE TEN THOUSAND HILLS) SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PEMANFAATAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP (Kuasi Eksperimen di SMAN 6 Tasikmalaya) Rahayu, Yayu
Jurnal Gea Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.576 KB)

Abstract

Degradasi lingkungan akibat penambangan Bukit Sepuluhribu (The Ten ThousadnHills) perlu segera diatasi. Salah satu upayanya yaitu dengan penanaman konsep pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup yang bijak kepada peserta didik SMA sebagai bagian masyarakat di wilayah perbukitan Sepuluhribu melalui pembelajaran Geografi yang kontekstual. Pembelajaran Geografi yang kontekstual untuk memberi pemahaman konsep di atas yaitu dengan cara menggunakan fenomena perubahan lansekap Bukit Sepuluhribu sebagai sumber belajar yang dilakukan melalui dua cara, yaitu membawa peserta didik ke perbukitan untuk mengobservasi fenomena secara langsung, cara kedua dengan membawa fenomena perubahan lansekap bukit ini ke dalam kelas melalui media foto. Setelah dilakukan eksperimen dengan memberi tiga kali perlakuan kepada dua kelas penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan Bukit Sepuluhribu sebagai sumber belajar di kelas yang menggunakan metode field trippeningkatan pemahaman konsep pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup peserta didik mencapai 31,73%, sementara di kelas yang menggunakan media foto Bukit Sepuluhribu mengalami peningkatan sebesar 16,80%. Hal ini juga mengisyaratkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan lingkungan (Bukit Sepuluhribu) sebagai sumber belajar dalam menanamkan konsep pemanfaatan dan pelestarian lingkungan yang paling efektif adalah metode field trip. Keunggulan metode field trip dibanding foto, terjadi karena peserta didik aktif, senang, dan termotivasi untuk menggali informasi yang ada dalam lingkungannya dengan penuh perhatian seperti respon mereka dalam angket terhadap pembalajaran ini. Terlepas dari beberapa kendala yang terdapat dalam pembelajaran dengan menggunakan lingkungan (Bukit Sepuluhribu) sebagai sumber belajar, ternyata pembelajaran seperti ini memberikan dampak positif terhadap pemahaman peserta didik akan konsep pemanfaatan dan pelstarian lingkungan hidup, oleh karena itu, penulis merekomendasikan kepada guru khususnya guru Geografi agar tidak ragu untuk menggunakan lingkungan sebagai sumber pembelajaran, karena akan memudahkan pemahaman peserta didik terhadap konsep abstrak serta menyadarkan mereka untuk memperhatikan permasalahan yang terjadi di lingkungannya.Kata kunci: Lingkungan sebagai sumber belajar, pemahaman , pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup
STUDI DURASI BELAJAR SERVICE RINGAN ENGINE SEPEDAMOTOR MELALUI METODE PEMBELAJARAN DEMONSTRASI BAGI SISWA TUNARUNGU Rahayu, Yayu; Kuntadi, Iwa; Permana, Tatang
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 3, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.423 KB) | DOI: 10.17509/jmee.v3i2.4561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi prilaku dan perubahan prilaku subjek, serta ada atau tidaknya pengaruh intervensi terhadap target behaviordalam fase yang telah ditentukan. Penelitian ini menggunakan metode subjek tunggal. Desain penelitian menggunakan desain reversal tipe A-B-A, dimana pengukuran fase baseline diulang dua kali. Fase baseline (A1) dilakukan sebelum fase intervensi, kemudian dilakukan fase baseline (A2). Fase baseline (A1)dan fase baseline (A2) dilakukan sebanyak empat kali, sedangkan fase intervensi dilakukan sebanyak lima kali. Penelitian dilakukan terhadap anak tunarungu tingkat II di SMA-LB Citeureup Kota Cimahi, berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan keterampilan otomotif menggunakan metode demonstrasi mengalami peningkatan, hal tersebut dapat dilihat pada perubahan level yaitu +2, +3 untuk keterampilan perawatan saringan udara.
HUBUNGAN ANTARA PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DENGAN ADOPSI INOVASI PENGENDALIAN HAMA TERPADU KAKAO Rahayu, Yayu; Sundari, Ristina Siti
Jurnal Hexagro Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v1i1.123

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antarapemberdayaan Kelompok Tani dengan Adopsi Inovasi pengendalian Hama terpadu Kakao. Metodeyang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus pada kelompok tani kakao TunasHarapan di Desa Tajungsari Rajadesa Ciamis. Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasiRank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan kelompok tani kakaoTunas Harapan Desa Tanjungsari dalam melaksanakan pengendalian hama terpadu telahberhasil dengan nilai tertimbang sebesar 83, 5 persen. Persentase pemberdayaan termasukdalam klasifikasi tinggi. Demikian juga adopsi inovasi kelompok tani dalam pengendalian hamaterpadu menunjukkan katagori tinggi dengan nilai tertimbang 75 persen. Selain itu terdapathubungan antara pemberdayaan kelompok tani dengan adopsi inovasi pengendalian hamaterpadu kakao sebesar 49,1 persen yang termasuk dalam kriteria sedang. Dengan demikiansemakin diberdayakan suatu kelompok tani menyebabkan semakin tinggi tingkat adopsi inovasiterhadap pengendalian hama terpadu kakao pada kelompok tani Tunas Harapan DesaTanjungsari Rajadesa Ciamis.Kata Kunci: Hubungan, Pemberdayaan, Adopsi Inovasi, Kakao
UPAYA GURU MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK PRA SEKOLAH MELALUI MEDIA PLAYDOUGH DIKELOMPOK B KOBER MIFTAHUL FALAH Rahayu, Yayu; Heryani, Yeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.331 KB)

Abstract

Creativity has a very important role in the lives of children. Through kerativitas, children can be creative in accordance with the talent or ability, the child can solve a problem and can improve the quality of life in the future. Therefore, stimulation is needed that can develop the creativity of children, one of them through mengguanaan media playdough. In early childhood creativity has not developed well, early childhood has not been smooth in expressing idea idea idea. The purpose of this assessment is to describe the level of early childhood creativity by applying playdough media, differences in early childhood creativity levels before and after applying media playdough. Methods used in this study are classroom action research methods (PTK). The subjects of this study were children aged 4-5 years kober miftahul falah which amounted to 14 children consisting of 9 women and 5 men. The results of this study indicate a positive impact in improving creativity of children by 25.83% based on evaluation results from cycle I and cycle II.Dengan, it can be concluded that the media playdough provide a significant influence. So that can be recommended for teachers to use media playdough can be used as an alternative to develop creativity in children effectively. For schools to be able to facilitate by providing other learning media that can enhance the creativity of young children.