Fiki Alghadari, Fiki
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

TEORI DAN KEMAMPUAN MATEMATIS DALAM PERMAINAN KARTU GAPLE: KAJIAN ETNOMATEMATIKA Alghadari, Fiki; Son, Aloisius Loka
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.537 KB)

Abstract

This study was created for the purpose to know that in gaple card game had used a mathematics knowledge and ability. Gaple card is a domino card which was usually played two pairs of player, sit in arranged circularly so the paired of player will be on the face. Each player will handle some card which was drawn randomly. The purpose player of the gaple game is to be a winner games by points collection which was accumulated from each games session where are collecting of points based on the rules of play that be known and agreed. This ethnomathematics study is the one of example that a tradition not only contained the community social aspect but also it would utilize the probability theory. Playing gaple card as a vehicle for training of counting ability to high order thinking actually. The integration of the probability theory and high order thinking ability have been utilized a pair player to directed and then created a game session for finished with resulting many of points where are the games pattern was done through a setting systematically
TRADISI NIROK-NANGGOK MASYARAKAT BELITUNG: SEJARAH DAN KAIDAH MATEMATIS Alghadari, Fiki
KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): KALAMATIKA April 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.568 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah dan kaidah matematis pada tradisi nirok-nanggok di pulau Belitung. Nirok-nanggok adalah upacara adat yang menunjukan rasa syukur, dilakukan beramai-ramai, dan dipandu oleh seorang pemimpin. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui kaidah matematis apa yang tersirat dalam tradisi nirok-nanggok, dan bagaimana kontekstual kaidah matematis dalam tradisi nirok-nanggok tersebut. Studi ini dipandang sebagai salah satu bentuk nyata bahwa dalam tradisi tidak semata-mata hanya menonjolkan adat istiadat dan norma saja, namun dengan sudut pandang tertentu dapat dijadikan bahasan bahwa suatu tradisi telah terkonsep secara matematis. Tradisi budaya daerah yang memuat kaidah matematis ini dapat dijadikan sebagai salah satu contoh kontekstual dalam belajar matematika. Berdasarkan hasil kajian, disimpulkan bahwa kaidah matematis yang tersirat dalam tradisi nirok-nanggok adalah teori peluang. Kontekstual budaya nirok-nanggok dicontohkan sesuai dengan konsep peluang kejadian independen, peluang kejadian bersyarat, dan frekuensi harapan. Kaidah peluang merupakan teori prediksi dan bukan suatu kepastian, sehingga suatu kejadian yang diprediksi merupakan kejadian yang mungkin akan terjadi dan mungkin juga tidak terjadi
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN DISPOSISI BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMA Alghadari, Fiki
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 13, No 2 (2013): APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.65 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya kemampuan dan disposisi berpikir kritis matematiksiswa, sedangkan tujuannya untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan dan disposisi berpikir kritis matematik siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis-masalah dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan disain kelompok kontrol non-ekivalen menggunakan teknik purposive sampling. Kelas eksperimen mendapat pembelajaran matematika berbasis-masalah dan kelas kontrol mendapat pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kritis, dan skala disposisi berpikir kritis. Penelitian ini dilakukan di salah satu sekolah menengah atas. Populasi penelitian ini adalah siswa SMA dengan sampel penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri di Tanjungpandan Bangka Belitung dengan responden penelitiannya adalah siswa kelas X sebanyak dua kelas yang dipilih secara acak dari enam kelas yang ada. Analisis data kemampuan dan disposisi berpikir kritis matematik menggunakan uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang mendapat pembelajaran matematika berbasis-masalah lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Analisis data skala memperlihatkan bahwa peningkatan disposisi berpikir kritis matematik siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis-masalah tidak lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Pembelajaran berbasis-masalah memungkinkan sebagai alternatif pembelajaran untuk diimplementasikan di SMA.
PEMECAHAN MASALAH SPASIAL MATEMATIS CALON GURU MATEMATIKA DITINJAU DARI LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN MASALAH POLYA Alghadari, Fiki
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 16, No 3 (2016): KREATIFITAS DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.668 KB)

Abstract

Studi ini dilakukan untuk mengetahui kendala yang dihadapi subjek studi dalam menyelesaikan masalah spasial dengan mengaplikasikan langkah-langkah umum pemecahan masalah dari Polya. Objek studi yaitutulisan jawaban penyelesaian tes kemampuan pemecahan masalah spasial matematis yang dibuat oleh subjek. Subjek studi ini adalah tiga orangmahasiswa tahun pelajaran 2015/2016.Pengumpulan data menggunakan pendekatan kualitatif. Analisisdifokuskan pada beberapa tulisan jawaban oleh subjek. Kelemahan subjek pada kemampuan pemecahan masalah spasial terlihat pada kekeliruanberimajinasi membentuk mental image membayangkanspatial imageryatau visual imagerydalam pemikirannya,sehingga subjek perempuan gagal membuat transformasi spasialdengan benar. Kegagalan ini merupakan masalah padakemampuan visualisasi spasialdan akan berdampak pula pada gagalnya memecahkan masalah spasial. Hasil analisis yang tidak konsisten ditemukan antara analisis tes pertama dan yang kedua, karena kualitas tes memang berbeda secara spasial.
KONSEPSI SISWA PADA SUATU BENTUK BANGUN RUANG TERKAIT DENGAN RUSUK DAN DIAGONAL SISI Rosilawati, Rosilawati; Alghadari, Fiki
PRISMA Vol 7, No 2 (2018): Jurnal PRISMA Volume VII, No 2 tahun 2018
Publisher : PRISMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.371 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsepsi siswa pada bentuk bangun ruang limas terkait dengan panjang semua rusuk yang sama dan memiliki diagonal sisi. Penelitian ini merupakan survei kualitatif. Sampelnya adalah siswa kelas XII-IPS di satu Sekolah Menengah Atas Kabupaten Belitung tahun pelajaran 2018/2019. Siswa menyampaikan konsepsinya dengan cara menjawab pertanyaan survei. Analisis konsepsi siswa difokuskan pada pemahaman konsep dan objek mental bangun ruang yang ada dalam pikirannya. Hasil analisis dari respon siswa menemukan ada tiga tipe konsepsi yang teridentifikasi, yaitu konsepsi siswa yang menunjukkan kesiapan intelektual, konsepsi yang mengarah pada hambatan epistemologis, dan konsepsi yang menunjukan miskonsepsi. Pemahaman pada konsep dasar dan keluasan jaringan informasi konsep menjadi syarat untuk mempelajari konsep lanjutan suatu materi matematika, agar siswa terhindar dari miskonsepsi, sehingga pembelajaran mampu menghadirkan pengalaman konseptual dan perseptual.