Articles

Found 14 Documents
Search

IMPROVING STUDENTS' SCIENTIFIC EXPLANATION SKILLS THROUGH POGIL MODEL WITH SOCIOSCIENTIFIC ISSUE CONTEXT Rahayu, Sri; Aldresti, Fitri; Fajaroh, Fauziatul
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 23, No 2 (2018): Jurnal Pengajaran MIPA - Oktober 2018
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v23i2.12413

Abstract

The aim of this study was to investigate the difference on scientific explanation skills of students taught using POGIL model with SSI context, POGIL model, and conventional model on salt hydrolysis and buffer solution. This study used quasi-experimental posttest only design. Sample used three classes which were selected by convenience sampling technique in a public high school in Malang. The data were obtained from students' written scientific explanation and classified using SOLO taxonomy. The results of Kruskall-Wallis H-Test showed that there is significant different of students' scientific explanation skills between students' who were taught using POGIL model with SSI learning context, POGIL model, and conventional model.
Misconception Identification with Two-Tier Test and POE Strategy to Improve Mass Balance Conceptual Comprehension in Industrial Chemical Major of Vocational High School Dewantoro, Ragil Sugeng; Subandi, Subandi; Fajaroh, Fauziatul
Jurnal Pendidikan Sains Vol 5, No 4: December 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.556 KB) | DOI: 10.17977/jps.v5i4.10342

Abstract

Abstract: This study used descriptive research and pre-experimental design. The first one was used to identify student misconception in the mass balance topic at macroscopic, sub-microscopic and symbolic levels. The second design aims to correct the misconceptions discovered by using the POE strategy. After three weeks the delayed test was done to find out the concept improvement using POE strategy. This design was also used to determine the effectiveness of POE strategies to achieve the aims. The results showed misconception on mass balance material with an average of 32.97%. The average POE effectiveness of 76.02% with high effectiveness criteria and retention of understanding with POE strategy after 2 weeks on average was 91.27% with very good criteria.Key Words: misconception, mass balance, POE, industrial chemistry, two-tier testAbstrak: Penelitian deskriptif dan pra eksperimen bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa dalam neraca massa pada tingkat makroskopik, sub-mikroskopik dan simbolik. Sedangkan rancangan pra eksperimental bertujuan untuk memperbaiki miskonsepsi yang ditemukan dengan menggunakan strategi POE. Rancangan pra-eksperimental juga digunakan untuk mengetahui keefektifan strategi POE dalam memperbaiki miskonsepsi siswa pada materi neraca massa. Setelah tiga minggu dilakukan delayed test untuk mengetahui perbaikan konsep dengan strategi POE. Rancangan pra-eksperimental (pre-experimental) yang digunakan adalah modifikasi model one group pretest-posttest design dengan satu macam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi miskonsepsi pada materi neraca massa dengan rata-rata 32.97%. Selain itu didapatkan efektifitas POE rata-rata 76.02% dengan kriteria efektivitas tinggi dan retensi hasil remidi dengan strategi POE setelah 2 minggu rata-rata adalah 91.27% dengan kriteria sangat baik.Kata kunci: miskonsepsi, neraca massa, POE, kimia industri, test two tier
PENGARUH PROBLEM SOLVING BERKELOMPOK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR, KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, DAN HASIL BELAJAR SISWA Widiawati, Wiwik; ., Subandi; Fajaroh, Fauziatul
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 21, No 1 (2015): (Available for free access and download since June 1, 2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.515 KB) | DOI: 10.17977/jip.v21i1.6493

Abstract

Abstract: The Impacts of Group Problem Solving on Students’ Learning Motivation, Critical Thinking, and Learning Achievements. The aim of this study was to know the impacts of the imple­mentation of group problem solving on the students’ learning motivation, critical thinking, and learning achievements on concept and algorithm. This quasi-experimental research used pretest-posttest control group design. The research samples were the students of XI grade of Science 1 (problem solving class) and XI grade of Science 3 (expository class) at the Public Senior High School 6, Malang. The study was carried out in the 2013/2014 academic year. The results show that the students’ learning motivation, criti­cal thinking, and conceptual and algorithmic learning achievements in the problem solving class are higher than those in the expository class.Keywords: problem solving, learning motivation, critical thinking, learning achievementsAbstrak. Pengaruh Problem Solving Berkelompok terhadap Motivasi Belajar, Kemampuan Ber­pikir Kritis, dan Hasil Belajar Siswa. Artikel ini memaparkan pengaruh penerapan pembelajaran model problem solving berkelompok dibandingkan dengan model ekspositori terhadap motivasi belajar, ke­mampuan berpikir kritis, hasil belajar konseptual, dan hasil belajar algoritmik. Penelitian kuasi eks­perimen ini dilakukan dengan menggunakan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 (kelas problem solving) dan XI IPA 3 (kelas ekspositori) SMAN 6 Malang tahun pelajaran 2013/2014. Hasil penelitian menngungkap bahwa motivasi belajar, kemampuan ber­pikir kritis, hasil belajar konseptual, dan hasil algoritmik siswa pada kelas problem solving lebih tinggi dibandingkan siswa pada kelas ekspositori.Kata kunci: problem solving, motivasi belajar, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar konseptual, ha­sil belajar algoritmik
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA SMA PADA MATERI HIDROLISIS GARAM DAN LARUTAN PENYANGGA Maratusholihah, Noor Fathi; Rahayu, Sri; Fajaroh, Fauziatul
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 7: JULI 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.717 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i7.9645

Abstract

The aim of this research was to analyze misconception on salt hydrolysis and buffer solution material on students taught by using conceptual change approach Dual Situated Learning Model with animation aid and students taught by conventional approach. Students on two classes in SMAN 4 Malang were given two-tier test about salt hydrolysis and buffer solution material. Method used in this research was descriptive method. Research instrument was two-tier diagnostic test which was consist of 16 items, Finding showed that amount of misconceptions of student taught by conceptual change approach Dual Situated Learning Model with animation aid was lower than students taught by conventional approach.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi pada materi hidrolisis garam dan larutan penyangga pada siswa yang diajar menggunakan pendekatan perubahan konseptual Dual Situated Learning Model berbantuan animasi dan siswa yang diajar dengan pendekatan konvensional. Siswa pada dua kelas di SMAN 4 Malang diberikan tes two-tier mengenai materi hidrolisis garam dan larutan penyangga. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif. Instrumen penelitian adalah tes diagnostic two-tier yang terdiri atas 16 soal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jumlah miskonsepsi siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan perubahan konseptual Dual Situated Learning Model (DSLM) berbantuan animasi lebih sedikit dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan konvensional.
PENGARUH PENERAPAN LEARNING CYCLE 6E THINK PAIR SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK DENGAN KEMAMPUAN AWAL BERBEDA Manafe, Heru Elisa; Ibnu, Suhadi; Fajaroh, Fauziatul
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.2, No.2, Februari 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.908 KB) | DOI: 10.17977/jp.v2i2.8539

Abstract

Learning cycle 6 E-think pair share (LC6E-TPS) is a combination of constructivist learning model. The purpose of this study was to know the influence of the learning model, prior knowledge of learners, and the interaction between prior knowledge of learners with the learning model to the cognitive achievement in solubility and solubility product. The research method in this study was quasi-experimental. The population were students of XI grade of SMAN 8 Malang. The sample was determined using cluster random sampling. From the results of data analysis using two ways anova, there is a significant differences in cognitive learning outcomes of solubility and solubility product topic between students that learned using LC6E-TPS and LC6E. This happens both on students who have high and low prior knowledge. In addition it was found that there was no interaction between learners prior knowledge with learning model to the cognitive achievement of students in this topic.Model pembelajaran learning cycle 6 E-think pair share (LC6E-TPS) merupakan kombinasi model pembelajaran konstruktivistik. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh model pembelajaran LC6E-TPS, kemampuan awal peserta didik, dan interaksi antara kemampuan awal peserta didik dengan model pembelajaran terhadap hasil belajar kognitif peserta didik pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMAN 8 Malang. Sampel penelitian ditentukan secara cluster random sampling. Dari hasil analisis data menggunakan anava dua jalur, terdapat perbedaan hasil belajar kognitif yang signifikan antara peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran LC6E-TPS dengan model pembelajaran LC6E. Hal ini terjadi baik pada peserta didik yang memiliki kemampuan awal tinggi maupun rendah. Selain itu, ditemukan bahwa tidak ada interaksi antara kemampuan awal peserta didik dengan model pembelajaran terhadap hasil belajar kognitif peserta didik pada materi tersebut.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR LARUTAN PENYANGGA UNTUK SISWA SMA KELAS XI MIA BERBASIS PENDEKATAN ILMIAH (SCIENTIFIC APPROACH) Setyorini, Arum Dwi; Dasna, I Wayan; Fajaroh, Fauziatul
Paedagogia Vol 19, No 2 (2016): -
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Penelitian ini didasarkan pada  adanya kesenjangan antara buku teks yang dikehendaki oleh kurikulum dengan fakta yang ada di lapangan. Hal inilah yang menyebabkan perlu adanya pengembangan buku ajar dan menuntut siswa untuk kreatif sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Pendekatan yang digunakan dalam pengembangan ini adalah pendekatan ilmiah. Dalam pendekatan ilmiah ini menggunakan metode ilmiah yang memilki 4 tahap yaitu 1) mengobservasi dan mendeskripsikan fenomena, 2) merumuskan hipotesis untuk menjelaskan fenomena, 3) memprediksi adanya fenomena lain atau memprediksi hasil dari observasi yang baru, dan 4) melakukan pengujian hipotesis dengan ekperimen. Materi yang cocok dikembangkan dalam buku ajar adalah larutan penyangga. Larutan penyangga tidak hanya mempelajari berbagai rumus-rumus dan konsep – konsep yang bersifat abstrak, tetapi  juga mempelajari fenomena di kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan produk buku ajar dan menguji kelayakan dari buku ajar kimia berbasis pendekatan ilmiah Tahap yang dilakukan meliputi penelitian dan pengumpulan data, perencanaan pengembangan awal, dan pengembangan produk awal. Pada produk awal dilakukan validasi oleh validator. Validator dalam penelitian ini adalah 2 dosen jurusan kimia, 2 guru SMA dan siswa SMA. Pemilihan guru dan siswa sebagai validator bertujuan untuk mengetahui ketertarikan siswa terhadap bahan ajar yang dikembangkan.Hasil validasi  menunjukkan bahwa buku ajar larutan penyangga yang telah dibuat  sudah valid dengan nilai rata-rata 3,39. Begitu juga dari uji kelompok kecil yang dilakukan pada siswa SMA menunjukkan 78 % siswa SMA tertarik terhadap bahan ajar yang dikembangkan. 
Pengembangan Modul Pembelajaran dengan Pendekatan Inkuiri Terbimbing pada Materi Koloid di SMA Novilia, Lita; Iskandar, Srini M.; Fajaroh, Fauziatul
Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 3: September 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.094 KB) | DOI: 10.17977/jps.v4i3.8188

Abstract

Abstract: Colloid topic characteristic is contextual, but its application in the learning, the colloid topic is usually memorized, so it can cause several misconceptions. The aim of this research and development was to find out the feasibility of Learning Module based on guided inquiry approach for high school students. The development design of module was used Pedoman Penulisan Modul from Direktorat Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional (2008). The feasibility of the module was determined through content, display, language, graph criterias, and  students’ responses. The research result showed that the learning module was feasible to be used.Key Words: module development,  colloid topic, guided inquiry, module feasibility Abstrak: Materi koloid bersifat kontekstual, tetapi dalam pelaksanaannya materi koloid cenderung dihafal sehingga dapat menimbulkan beberapa miskonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan modul yang dikembangkan dengan pendekatan inkuiri terbimbing di SMA. Desain pengembangan mengacu pada Pedoman Penulisan Modul oleh Direktorat Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional (2008). Kelayakan modul ditinjau dari kriteria isi, penyajian, kebahasaan, dan kegrafikaan, serta respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran yang telah dikembangkan layak digunakan.Kata kunci: pengembangan modul, materi koloid, inkuiri terbimbing, kelayakan modul
Pengaruh Learning Cycle–5E Berkonteks SSI Terhadap Pemahaman Hakikat Sains Pada Materi Larutan Penyangga Dan Hidrolisis Garam Siswa SMA Ratnawati, Eris; Rahayu, Sri; Fajaroh, Fauziatul
Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1: Maret 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.45 KB) | DOI: 10.17977/jps.v4i1.8177

Abstract

Abstract: The aims of this study were to investigate the difference of students nature of science understanding who were taught using 5E learning cycle model with SSI learning context and conventional model on buffer solution and salt hydrolysis. This study used quasi-experimental with pretest and post-test design. The sample considered two classes and selected by convenience sampling technique in SMAN Tulungagung. The data were obtained using the questionnaires nature of science Likert scale (R = 0.883) and analyzed by one way ANCOVA and effect size. The research results showed significant different on students’ nature of science understanding between students who were taught using 5E learning cycle model with SSI learning context and students who taught using conventional model. Based on effect size, nature of science aspects that large contribute was the scientific method, empirical, inference, social dimension of science, and Social and cultural embeddedness of science. Aspects of the nature of science that medium contributes was tentative, creative, and theory driven. While the theory and law were small contribute.Key words: Learning Cycle-5E , Socioscientific Issues, Nature Of Science, Buffer Solution, Salt Hydrolysis Abstrak: Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan pemahaman hakikat sains siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle-5E berkonteks SSI dan model pembelajaran konvensional pada materi larutan penyangga dan hidrolisis garam. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dengan pretes dan pascates. Sampel terdiri dari dua kelas dan dipilih menggunakan teknik convenience sampling di SMAN Tulungagung. Data diperoleh menggunakan instrumen angket hakikat sains berskala likert (R = 0,883) dan dianalisis dengan ANCOVA satu jalur dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan signifikan pemahaman hakikat sains siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle-5E berkonteks SSI dan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan effect size, aspek hakikat sains yang berkontribusi tinggi adalah metode ilmiah, empiris, inferensi, dimensi sosial sains, dan penerapan sains dalam bidang sosbud. Aspek hakikat sains yang berkontribusi sedang adalah tentatif, kreatif, dan theory driven. Sedangkan hukum dan teori berkontribusi kecil.Kata kunci: Learning Cycle-5E , Socioscientific Issues, Hakikat Sains, Larutan Penyangga, Hidrolisis Garam
Pengaruh Pogil dan Verifikasi serta Kemampuan Awal terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Proses Sains Siswa iktafiyah, nur laili; Ibnu, Suhadi; Fajaroh, Fauziatul
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.809 KB) | DOI: 10.30870/educhemia.v3i1.1843

Abstract

Pembelajaran kimia harus memperhatikan karakteristik kimia sebagai produk dan kimia sebagai proses. Kimia sebagai produk menuntut penguasaan konsep dan kimia sebagai proses menuntut penguasaan keterampilan proses sains. Salah satu metode pembelajaran yang dapat mengembangkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa adalah metode POGIL. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan dengan metode POGIL dan verifikasi; (2) perbedaan hasil belajar kognitif siswa dengan kemampuan awal berbeda; (3) interaksi antara kemampuan awal dengan metode pembelajaran terhadap hasil belajar kognitif siswa.  (4) perbedaan keterampilan proses sains siswa yang dibelajarkan dengan metode POGIL dan verifikasi; (5) perbedaan keterampilan proses sains siswa dengan kemampuan awal berbeda; dan (6) interaksi antara kemampuan awal dengan metode pembelajaran terhadap keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 MA Manba’ul Hikam Tanggulangin. Intrumen tes belajar kognitif berupa 28 soal pilihan ganda dengan validasi isi sebesar 98%, sedangkan instrumen keterampilan proses sains berupa 15 soal pilihan ganda dengan validasi isi sebesar 89%. PeAnalisis data menggunakan uji ANOVA Two Ways. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan dengan POGIL dan verifikasi dengan taraf signifikansi 0,017 < 0,05; (2) ada perbedaan hasil belajar kognitif siswa yang berkemampuan awal tinggi dan rendah dengan taraf signifikansi 0,004 < 0,05; (3) tidak ada interaksi antara kemampuan awal dengan metode pembelajaran terhadap hasil belajar kognitif siswa dengan taraf signifikansi 0,632 > 0,05; (4) ada perbedaan keterampilan proses sains siswa yang dibelajarkan dengan metode POGIL dan verifikasi dengan taraf signifikansi 0,039 < 0,05; (5) ada perbedaan keterampilan proses sains siswa yang berkemampuan awal tinggi dan rendah dengan taraf signifikansi 0,009 < 0,05; (6) tidak ada interaksi antara kemampuan awal dengan metode pembelajaran terhadap keterampilan proses sains siswa dengan taraf signifikansi 0,717 > 0,05.
THE EFFECT OF INQUIRY BASED LEARNING WITH SOCIOSCIENTIFIC ISSUES CONTEXT ON CRITICAL THINKING SKILLS AND SCIENTIFIC EXPLANATION Mahanani, Intan; Rahayu, Sri; Fajaroh, Fauziatul
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 3, No 1: MEI 2019
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.942 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.20972

Abstract

This study was aimed at investigating the application of inquiry learning in the context of socioscientific issues (SSI) influences students' skills in critical thinking and scientific explanation on the topic of reaction rates. This study was quantitative research used post test only control group design. A total of 90 students who were enrolled in the 3 classes from one public senior high school in Malang regency were selected as the research sample by convenience. The data of critical thinking ability were collected through critical thinking test. The data of scientific explanation were collected through scientific explanation test. The results of critical thinking test were categorized by Ennis’s critical thinking, while the results of scientific explanation test were categorized by SOLO taxonomy. The data were analysed quantitatively by statistical parametric. The result of One-Way ANOVA showed that there were significant differences in students' critical thinking skills and scientific explanation ability who were taught by inquiry with SSI learning, inquiry, and verification model. Students who were taught by inquiry with SSI learning had a higher average of critical thinking and scientific explanation skills than the students who were taught by inquiry and verification learning. PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI BERKONTEKS SOCIOSCIENTIFIC-ISSUES TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN SCIENTIFIC EXPLANATIONPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh penerapan pembelajaran inkuiri berkonteks socioscientific issues (SSI) terhadap keterampilan siswa dalam berpikir kritis dan scientific explanation pada topik laju reaksi. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan posttest only control group design. Sampel penelitian berjumlah 90 siswa yang terbagi ke dalam 3 kelas dari satu SMA Negeri di Kota Malang yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Data keterampilan berpikir kritis diperoleh dari tes keterampilan berpikir kritis. Data penjelasan ilmiah dikumpulkan dengan tes scientific explanation. Data kemampuan berpikir kritis dikategorikan menurut kategori berpikir kritis Ennis. Adapun data kemampuan scientific explanation siswa dikategorikan menurut taksonomi SOLO. One-Way ANOVA digunakan untuk menganalisis pengaruh perlakuan Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis dan scientific explanation pada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran inkuiri berkonteks SSI, inkuiri, dan verifikasi. Siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran inkuiri berkonteks SSI memiliki nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis lebih tinggi dan lebih mampu membangun explanation hingga level tertinggi yaitu level extended abstract, dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran inkuiri dan verifikasi.