Articles

Found 3 Documents
Search

GAMBARAN PERILAKU IBU NIFAS DALAM PERAWATAN LUKA PERINEUM DI KELURAHAN KABUPATEN BREBES

Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.239 KB)

Abstract

Perawatan perineum sangat penting dilakukan oleh ibu nifas yaitu dengan cara sering mengganti pembalut setiap kali habis BAB/BAK, kemudian basuh dengan air bersih dari arah depan belakang, membersihkan luka pada perineum dengan menggunakan sabun atau cairan antiseptic lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu nifas dalam perawatan luka perineum di Kelurahan Brebes Kabupaten Brebes. Rancangan dan jenis penelitian ini adalah survey deskriftif dan cross sectional, jenis data ada 2 yaitu data primer dan data sekunder, data primer dikumpulkan melalui pengisian kuesioner serta data sekunder dengan kajian terhadap sumber atau refrensi yang relevan, sedangkan variabel penelitian ini adalah perilaku, jumlah sampel yang digunakan adalah 40 responden yang mengalami luka jahitan. Perilaku perawatan luka perineum yang banyak dilakukan yaitu pada perilaku membersihkan daerah kelamin setiap kali selesai buang air besar sebanyak 40 responden (100%). Perilaku perawatan luka perineum yang paling jarang dilakukan yaitu pada perilaku mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum membersihkan daerah kelaminnya sebanyak 35 responden (87,5%) Kesimpulan dari dilakukannya penelitian ini didapatkan hasil, masih banyak ibu nifas yang melakukan perawatan luka perineum yang salah. Kata kunci : perilaku, perawatan luka perineum pada ibu nifas

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA SMEDIG MATERI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA TINGKAT SMA

Journal of Biology Education Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Materi sistem reproduksi manusia memiliki karakteristik dengan banyaknya proses yang panjang. Observasi dan wawancara yang dilakukan di SMA N 1 Kendal, SMA N 2 Kendal dan SMA Pondok Modern Selamat menunjukkan bahwa buku yang menjadi sumber belajar belum dapat menjelaskan proses panjang tersebut. Pembelajaran web-browsing yang dilakukan guru beresiko terhadap penyalahgunaan akses yang mengarah pada pornografi. Sekolah memiliki sarana dan prasarana yang memadai tapi belum termanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia yang layak dan efektif pada materi sistem reproduksi. Multimedia yang dikembangkan adalah Science Multimedia Inquiry and Game (SMEDIG). Multimedia SMEDIG mengadaptasi sintaks pembelajaran guided inquiry dan dikombinasikan dengan education game. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development). Uji coba produk dilaksanakan di SMA Negeri 2 Kendal. Penelitian ini menghasilkan produk multimedia SMEDIG yang layak dan efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran. Hal ini dibuktikan oleh tercapainya indikator kelayakan dan keefektifan multimedia SMEDIG. Persentase aktivitas klasikal peserta didik mencapai 83,75% dengan kriteria sangat aktif dan rata-rata ketuntasan klasikal hasil belajar peserta didik mencapai 95,6%, sehingga dapat disimpulkan bahwa multimedia SMEDIG yang dikembangkan layak dan efektif diterapkan dalam pembelajaran Human reproductive system has many characteristics with length process. Observations and interviews at SMA N 1 Kendal, SMAN 2 Kendal and SMA Pondok Modern Selamat showed  that books became learning sources have not been able to illustrate such a long process. Web-browsing learning system was risky of unauthorized access that lead to pornography. The school has adequate facilities and infrastructure but has not been utilized optimally. This study aimed to develop a feasible and effective multimedia of human reproduktive systems. Multimedia that is developed is a multimedia was Science Multimedia Inquiry and Game (SMEDIG).  SMEDIG adapts the syntax of guided inquiry learning and combined with education games. The product was tested at SMAN 2 Kendal. This research used Research and Development method. This study provides a product of learning media in the form of multimedia SMEDIG which is feasible and effective to be applied in learning process. This was proven by the achievement indicators of the feasibility and the effectiveness of multimedia SMEDIG. The percentage of learners’ classical activity reached 83.75% with criteria very active and the average of classical completeness learning outcomes of students reached 95.6%, it be concluded that multimedia SMEDIG which develop feasible and effective to be applied in learning process.  

MicroRNA-21 as a biomarker for ovarian cancer detection

Indonesian Journal of Biotechnology Vol 23, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ovarian cancer is a lethal disease. One of the problems faced by patients with ovarian cancer is the lack of symptoms in its early stages, which results in it only being detected when it is at an advanced stage. Therefore, there is an urgent need for biomarkers that can predict ovarian cancer precisely. The purpose of this study was to determine the expression of microRNA-21 as a predictive biomarker candidate in both early- and advanced-stage ovarian cancer. This was a cross-sectional study using the blood plasma of 21 healthy control subjects and 37 blood plasma samples from patients with ovarian cancer. Blood plasmas were collected, from which the RNA was isolated. Based on the RNA, the cDNA was synthesized and run through qPCR, the results of which were analyzed using the Livak method. The results showed an upregulation of microRNA-21 in the advanced stage by 2.14 fold compared with the early stage, and 6.13 fold compared with the healthy controls (p < 0.05). The upregulation of microRNA-21 in early-stage ovarian cancer was 2.86 fold compared with the healthy control subjects (p < 0.05). In addition, there was an increase in the expression of microRNA-21 in ovarian cancer by 4.14 fold compared with the healthy controls (p < 0.05). Based on these results, it can be concluded that the expression of microRNA 21 upregulated with the severity of the disease.