Dewi Fatmasari, Dewi
Prodi Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN APMK Fatmasari, Dewi; Wulandari, Sri
Al-Mustashfa Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Al-Mustashfa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.91 KB)

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi informasi saat ini mendorong sektor perbankan atau non bank untuk semakin inovatif dalam menyediakan berbagai alternatif jasa pembayaran berbasis non tunai berupa sistem transfer antar bank ataupun transfer intra bank melalui jaringan internal bank sendiri dan alat pembayaran menggunakan kartu elektronis (electronic card payment) yang aman, cepat dan efisien, serta bersifat global, misalnya dengan menggunakan fasilitas APMK (Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu). Tingginya penggunaan APMK di Indonesia khususnya dikalangan mahasiswa jurusan Muamalah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon mendorong penulis untuk meneliti faktor – faktor yang mempengaruhi minat dalam penggunaan APMK dikalangan mahasiswa.Penelitian ini mengintegrasikan Technology Acceptance Model (TAM) dan Theory of Planned Behavior (TPB) untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi minat dalam penggunaan APMK.Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan sumber data primer yang didapatkan dari hasil penyebaran kuesioner kepada 83 mahasiswa Jurusan Muamalah sebagai objek penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dan uji hipotesis dengan Uji F dan uji t, serta analisis koefisien determinasi(R2).Hasil analisis penelitian menyebutkan bahwa seluruh variabel independen yaitu persepsi kemudahan, persepsi manfaat, sikap, persepsi kontrol perilaku dan norma subjektif secara bersama-sama mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap minat dalam penggunaan APMK. Adapun secara parsial variabel yang memiliki pengaruh positif signifikan terhadap minat dalam penggunaan APMK adalah persepsi manfaat (Perceived Usefulness), sikap (Attitude) dan norma subjektif (Subjective Norms). Adapun koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,557 yang artinya seluruh variabel bebas yakni persepsi kemudahan (X1), persepsi manfaat (X2), sikap (X3), persepsi kontrol perilaku (X4) dan norma subjektif (X5) mempunyai kontribusi secara bersama-sama sebesar 55,7% terhadap variabel terikat (Y) yakni minat dalam penggunaan APMK. Sisanya sebesar 44,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak masuk dalam penelitian.   Kata Kunci: APMK, Technology Acceptance Model (TAM), Theory of Planned Behavior (TPB), minat, persepsi     Abstract The development of information technology is encouraging the bank or non-bank to getting more innovative to provide a variety of alternative service payments based on non cash in the form of transfer system between bank or transfer of intra bank through a network of internal bank and electronic card payment are safe, quick and efficient, as well as global, for example by using the facilities APMK (Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu). Its the use of APMK in Indonesia, particularly among students majoring in Muamalah of the Faculty of Sharia and Islamic Economics IAIN Syekh Nurjati of Cirebon encouraging authors to examine factors that affect intention in the use of APMK among students. The research is to integrate Technology Acceptance Model (TAM) and Theory of Planned Behavior (TPB) to examine factors that affect intention in the use of APMK. In this research authors using type of quantitative research to use data primary from the results of the spread of a questionnaire to 83 students as the object of research. The analysis used are the regression of the linear and hypothesis test with F test, T test, as well as analysis coefficient of determination (R2).The results of the analysis says that all the variables are independent, which is perceived ease of use, perceived usefulness, attitude, perceived of control behavior and subjective norms also jointly have a positive influence and significantly affect intention in the use of APMK. As for the partial variables have a positive influence significantly to an intention in the use of APMK is the perceived usefulness, Attitude and subjective norms. The coefficient of determination (R Square) as much as 0,557, which means all the variables are independent to perceived ease of use (X1), perceived usefulness (X2), attitude (X3), perceived of control behavior (X4) and subjective norms (X5) have contributed jointly by 55, 7 % of variables are dependent (Y) the intention in the use of APMK. The remaining 44, 3 % affected by other factors that are not included in research. Keyword :APMK, Technology Acceptance Model (TAM), Theory of Planned Behavior (TPB), intention, perceived.  
PERAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI PESANTREN (SEKILAS TENTANG PESANTREN AINURRAFIQ) DESA PANAWUAN, KECAMATAN CIGANDAMEKAR KABUPATEN KUNINGAN Fatmasari, Dewi
Al Amwal Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.86 KB)

Abstract

AbstrakSaat ini santri pada Pondok Pesantren bukan saja bertujuan untuk santri pandai mengaji saja melainkan mengajarkan tentang kewirausahaan untuk bekal hidup dalam bermasyarakat, ilmu agama sebagai bekal akhirat dan menjaga dari perbuatan-perbuatan yang syubhat sedangkan kewirausahaan mendidik santri untuk menjadi santri yang mandiri, dua hal terbut akan selalu beriringan untuk menjadikan santri yang sukses dunia dan akhirat. Maka dari itu, pesantren menyambut baik dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, karena dapat mempermudah dan mempercepat laju pendidikannya dalam memperoleh santri dengan menjadikannya  teknologi sebagai media promosi dan komunikasi. Ulama salaf pernah mengatakan “ambillah sesuatu yang baru selagi itu baik, dan jangan tinggalkan yang lama yang masih relevan untuk digunakan”. Dalam hal ini Pondok Pesantren dapat mengembangkan kewirausahaannya untuk kemajuan perekonomian guna menopang laju kesejahteraan bagi seluruh santri, ustadz, karyawan dan seluruh civitas akademik, hal tersebut tidak menafikan kebiasaan kegiatan yang ada di pondok pesantren pada umunya, yaitu sekolah, ngaji dan masih banyak lagi kegiatan yang dapat membentuk karakter anak yang menjadi lebih baik. Kata Kunci : Pondok Pesantren, kewirausahaan, dan santri
MEMBANGUN COMPETITIVE ADVANTAGE PERGURUAN TINGGI MELALUI STRATEGI STRATEGI BAURAN PEMASARAN Fatmasari, Dewi
Al Amwal Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.543 KB)

Abstract

AbastrakSalah satu upaya strategi tersebut adalah melalui penerapan bauran pemasaran jasa (service marketing mix). Dari beberapa aspek bauran pemasaran jasa pendidikan tinggi, sudah selayaknya pimpinan PT memiliki pemikiran yang komprehensif dalam memandang peta persaingan antar PT saat ini.  Berbagai alternatif strategi pemasaran dalam jasa pendidikan tinggi perlu menjadi opsi yang diharapkan mampu menghasilkan kolaborasi dari berbagai aspek tersebut sehingga tercipta keunggulan bersaing yang akan menjadi pemicu minat calon mahasiswa masuk ke PT tersebut. Rancangan strategi pemasaran yang efektif serta fokus dapat menjadi sebuah solusi dalam membangun keunggulana bersaing suatu PT yang memiliki nilai superior bagi para mahasiswanya.Keyword : Pendidikan, Pembauran, Pemasaran
ANALISIS SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT PESISIR DESA WARUDUWUR, KECAMATAN MUNDU, KABUPATEN CIREBON Fatmasari, Dewi
Al Amwal Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.774 KB)

Abstract

AbstrakSebagian besar wilayah Indonesia adalah terdiri dari lautan dan memiliki potensi kelautan cukup besar, dengan potensi yang dimiliki tersebut seharusnya dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat nelayan yang menggantungkan hidup pada potensi kelautan (maritim) tersebut. Namun kenyataannya, kehidupan masyarakat nelayan senantiasa dilanda kemiskinan, bahkan kehidupan nelayan sering diidentikkan dengan kemiskinan. [1] tingkat kesejahteraan para pelaku perikanan (nelayan) pada saat ini masih di bawah sektor-sektor lain, termasuk sektor pertanian agraris. Nelayan (khususnya nelayan buruh dan nelayan tradisional) merupakan kelompok masyarakat yang dapat digolongkan sebagai lapisan sosial yang paling miskin diantara kelompok masyarakat lain di sektor pertanian. Dari hasil penelitian ini diperoleh data bahwa nelayan desa wuwur masih menjaga tradisi-tradisi yang diwariskan dari nenek moyang seperti nyadran dan lain sebagainya. Kata Kunci : Tradisi, Sosial, Masyarakat pesisir  
Pengaruh Brand Equity terhadap Motivasi menggunakan Jasa Perbankan Syariah pada Nasabah Bank Jabar Syariah Cirebon Fatmasari, Dewi; Masrurah, Rina
Al Amwal Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.376 KB)

Abstract

 Abstrak Brand Equity merupakan salah satu faktor inti dari pemasaran. Seluruh strategi pemasaran pada dasarnya ditujukan untuk membangun brand yang kokoh. Brand yang telah memiliki equitas kokoh akan dapat meraih sukses pemasaran berupa pelanggan yang loyal dan keuntungan finansial. Sebelum memutuskan menjadi pelanggan atau nasabah tentu konsumen dipengaruhi oleh berbagai hal yang memotivasinya. Karena itu menjadi sangat penting menganalisa kedua faktor kunci tersebut yaitu brand equity dan motivasi penggunaan jasa pada konsumen untuk kemudian dicari korelasinya dan mendapat kesimpulan yang tepat. Objek yang diteliti adalah nasabah perbankan syariah, dimana perbankan syariah adalah lembaga keuangan yang relatif muda dan menawarkan konsep baru berbasis syariah. Berdasarkan penelitian para ahli perbankan serta fakta yang ada, bank syariah terbukti memiliki prospek yang sangat baik. Oleh karena itu menjadi suatu hal yang sangat penting mengetahui brand equity bank syariah dan pengaruhnya terhadap motivasi nasabah dalam menggunakan jasa perbankan syariah.            Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan perhitungan frekuensi pada setiap alternatif jawaban dengan menggunakan skala likert serta uji hipotesis menggunakan Pearson Product Moment. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi product moment dapat ditafsirkan bahwa brand equity berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi menggunakan jasa perbankan syariah, yakni dengan perolehan rs = 0,726 yang termasuk pada kategori tinggi.  Koefisien determinasi 52,7% artinya motivasi menggunakan jasa perbankan syariah dipengaruhi oleh brand equity bank syariah dan sisanya 47,3%  dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh penulis.           Keyword : Brand Equity, Motivasi, Bank Syariah        Abstract Brand equity is one of the core factors in marketing, the whole marketing strategy is basically intended to build a solid brand. Brand has had a solid equity will be able to achieve success in the form of a loyal customer marketing and financial benefits. Before deciding to become a customer or a client of course consumers are influenced by many things that motivate him. Therefore it is very important to analyze both the key factors that motivated the use of brand equity and consumer services at the then searched for correlations and got the appropriate conclutions. The object under study is Islamic banking customers. Sharia bank is a financial institution that is relatively young and offer new concepts of sharia-compliant. According to the experts of the banking system and the fact show that no Islamic banks proved to have a very good prospect.The analysis used in this study is the calculation of frequencies for each alternative answer using a likert scale, and test hypotheses using Pearson Product Moment. Based on the calculation of product moment correlation can be interpretated to mean that brand equity and a significant positive effect on the motivation of using the services of Islamic banking, namely the acquisition of rest = 0,726 which is included in the high category. The coefficient of determination of 52,7% motivation to use the services of Islamic banking brand equity is influenced by Islamic banks and the remaining 47,3% is influenced by other variables not examined by the author.  Keywords: Brand Equity, motivation, Sharia Banking.    
IMPLEMENTASI EXPERIENTIAL MARKETING STRATEGY PADA PERGURUAN TINGGI Fatmasari, Dewi
Al Amwal Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.605 KB)

Abstract

AbstrakDitengah persaingan antar Perguruan Tinggi dalam merebut kepercayaan masyarakat, maka sudah selayaknya para pengelola Perguruan Tinggi terus berupaya mengkaji berbagai strategi yang kemudian dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Salah satu alternatif strategi yang dapat dikembangkan adalah Experiential Marketing yang mencoba memberikan perhatian yang lebih besar pada sisi emosional individu sebagai pendorong mereka dalam berperilaku. Kerangka analisis experiential marketing/pengalaman pemasaran terdiri dari dua aspek. Pertama adalah strategy experiential modules (SEMs) yang merupakan pondasi pengalaman pemasaran dan terdiri dari pengalaman melalui sensori panca indera (sense), pengalaman efektif (feel), pengalaman kognitif kreatif (think), pengalaman fisik dan keseluruhan gaya hidup (act), serta pengalaman yang timbul dari hubungan dengan kelompok referensi tertentu atau kultur tertentu (relate). Implementasi experiential marketing harus dilakukan secara terintegrasi oleh semua komponen di dalam kampus sebagai suatu rangkaian aktivitas yang terstruktur sehingga mampu memberikan suatu pengalaman yang positif bagi mahasiswa. Kondisi ini pada akhirnya akan menjadi evaluasi bagi setiap mahasiswa dalam kaitannya dengan semua aktivitas yang pernah dialaminya di dalam kampus. Kata Kunci : Experiential Marketing, pengalaman, kepercayaan AbstractAmid the competition among universities in the capture public confidence, then it should managers College continues to examine various strategies which can then be used as a basis for decision making. One alternative strategy that can be developed is Experiential Marketing that try to give greater attention to the emotional side of the individual as their driving behavior. Analytical framework experiential marketing / marketing experience consists of two aspects. The first is the strategy experiential modules (SEMS), which is the foundation of marketing experience and consists of sensory experience through the five senses (sense), effective experience (feel), creative cognitive experiences (think), physical experience and overall lifestyle (act), as well as experience arising from a relationship with a particular group or a particular culture reference (relate). Implementation of experiential marketing should be done in an integrated manner by all components in the campus as a structured set of activities so as to provide a positive experience for the students. This condition will eventually be an evaluation for each student in connection with any activity that ever happened in the campus. Keywords: Experiential Marketing, experiences, confidence
ANALISIS EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL DITENGAH HEGEMONI PASAR MODERN Fatmasari, Dewi
Al Amwal Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.463 KB)

Abstract

Pada saat ini pasar modern menjadi tuntutan dan konsekuensi dari gaya hidup modern yang berkembang di masyarakat kita. Tidak hanya di kota-kota besar tetapi sudah merambah sampai ke kota-kota kecil di Indonesia. Untuk menjumpai minimarket atau supermarket sudah sangat mudah di sekitar tempat tinggal kita. Tempat-tempat tersebut menyediakan fasilitas tempat belanja yang nyaman dengan harga yang tidak kalah menariknya. Berdirinya berbagai pusat perbelanjaan modern di Kuningan akhir-akhir ini adalah cermin dari perubahan gaya hidup masyarakat yang dulunya hanya berbelanja di pasar tradisional, sekarang mulai beralih berbelanja di pasar modern. Semakin banyaknya pasar modern yang menawarkan produk dan jasa, maka konsumen beranggapan akan memiliki semakin banyak pilihan yang tentu saja harus disesuaikan dengan tingkat daya beli (purchasing power) masing-masing.Dalam ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. Ada dua pelaku di pasar yaitu pembeli dan penjual. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber daya dalam masyarakat. Keberadaan Pasar Tradisional mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh pasar modern salah satunya adalah di pasar tradisional para penjual dan pembeli biasa melakukan tawar-menawar yang tidak biasa di lakukan di dalam pasar modern.Kata Kunci : Pasar tradisional, Pasar Modern, Konsumen.
PERILAKU KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENERAPKAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT DI SMK PIKA SEMARANG Fatmasari, Dewi
Educational Management Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMBIAYAAN MUDHARABAH TERHADAP RETURN ON INVESTMENT: Studi Kasus pada Bank Mandiri Syariah Kuningan Fatmasari, Dewi; Kusumadewi, Rita; Oktavianti, Indri Nur
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.558 KB)

Abstract

Abstract The purpose of this study to determine how much revenue Mudharabah, to determine the level of return on investment, and to know how big the influence of financing on the return on investment from year to year for the last 7 years.This study uses a quantitative descriptive approach. The object of this study is the Bank Syariah Mandiri Kuningan. This type of research is a study that used the figure, from the collection of data, the interpretation of such data, as well as the appearance of the results. Quantitative research was also accompanied by tables, graphs, charts, drawings or other views. Based on the results of research that assisted with SPSS 21.0, using Simple Linear Regression to produce Y = -1232 + 0,554X interpreted in a positive relationship between financing is the return on investment, with a correlation of 0.703, which means a very strong relationship, and the coefficient of determination 0.494 which means the effect of financing the return on invesment is 49.4% while the remaining 50.6% is influenced by other factors not examined in this study. Keywords: Mudharabah, Return On Investment, Islamic Banking. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pendapatan bagi hasil pembiayaan mudharabah, untuk mengetahui tingkat return on investment, dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembiayaan mudharabah terhadap return on investment dari tahun ke tahunnya selama 7 tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Objek penelitian ini yaitu pada Bank Syariah Mandiri Kuningan. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian yang menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Penelitian kuantitatif juga disertai dengan tabel, grafik, bagan, gambar atau tampilan lain. Berdasarkan hasil penelitian yang dibantu dengan program SPSS 21.0, dengan menggunakan uji Regresi Linier Sederhana dengan menghasilkan Y = -1.232+0,554X diinterpretasikan adanya hubungan positif antara pembiayaan mudharabah dengan return on investment, dengan korelasi sebesar 0,703 yang berarti hubungannya sangat kuat, dan koefisien determinasi 0,494 yang dapat diartikan pengaruh pembiayaan mudharabah terhadap return on investent adalah 49,4% sedangkan sisanya sebesar 50,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Mudharabah, Return On Investment, Bank Syariah.
Analisis Manajemen Risiko dalam Prosedur Pembiayaan Gadai Emas di BJB Syariah KCP Kuningan Fatmasari, Dewi; Hasanah, Anah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.558 KB)

Abstract

Abstrak Di dalam pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) dilakukan oleh Rahin (pemilik barang) dan Al-Murtahin (penerima barang) dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhannya bagi pemilik barang dengan menggadaikan barang tersebut sesuai prinsip Syariah. Pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) memiliki prosedur yang dilalui hingga barang gadai tersebut kembali dimiliki oleh pemiliknya atau tidak, dan juga memiliki risiko-risiko yang melekat pada prosedur pembiayaan gadai emas. Sehingga diperlukan adanya manajemen risiko dalam prosedur pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) supaya segala risiko yang ada dapat diminimalisir dan dapat diantisipasi dengan baik, demi terciptanya pembiayaan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam salah satu produk pembiayaan gadai emas di perbankan Syariah.Penelitian  ini  termasuk  penelitian  analisis deskripstif.  Metode  analisis  yang digunakan  adalah  metode  kualitatif.  Serta dalam menguji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis manajemen risiko dalam prosedur pembiayaan gadai emas di BJB Syariah KCP Kuningan memiliki 10 prosedur yang dilalui dalam pembiayaan gadai emas Syariah dengan ketentuan tertentu di setiap prosedurnya yakni permohonan pembiayaan, penaksiran barang gadai, pelunasan penuh, pelunasan sebagian, perpanjangan, SP 1 s/d SP 2 atau setara 3, lelang, kuasa lelang, penjualan dan pelunasan atau penutupan pada sistem. Dan memiliki risiko yang ada pada setiap prosedur pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) dilihat secara umum dan dilihat dari beberapa risiko yang dimiliki perbankan. Serta  pada setiap prosedurnya memiliki manajemen risiko dalam satu kesatuan prosedur yang dilalui. Kata Kunci: Manajemen Risiko, Prosedur Pembiayaan, Gadai Emas          Abstract Financing hearts of gold pawn in sharia (Rahn) conducted by Rahin (owner of goods) and Al-Murtahin (recipient Goods) with the aim to meet their needs review For the owner of the goods to pawn with Goods Under Sharia. Gold mortgage financing Sharia (Rahn) have procedures in recitals that passed the Back Up Goods pawn or not owned by their owners, and also had Risks Inherent on gold mortgage financing procedure. So, we need their hearts Risk Management Procedures gold pawn Financing Sharia (Rahn) Any order for Risks can be minimized and can be anticipated with good, in order to create Financing can be meet society hearts prayer One Needs Financing Products pawning gold in Islamic Banking.Singer study included research deskripstif analysis. The analytical method used is a qualitative method. Test your hearts as well as the validity of the data using triangulation techniques. Data collection techniques with How to Interview, observation, and documentation.Results The singer showed that the analysis of the Risk Management hearts procedure Financing pawning gold in BJB Syariah KCP Brass has 10 Procedures That traversed hearts Financing gold pawn sharia the terms Certain every procedure that request financing, valuation of goods mortgage, repayment sold, the repayment of, renewal, SP 1 s / d SP 2 OR 3 equivalents, auction, auction Counsel, Sales And repayment or in Closure System. And it has nothing to any Risks Funding Procedures gold pawn Sharia (Rahn) Viewed Operating Sales manager and Risks Seen From some owned banks. As well as on each procedures have hearts One Unit Risk Management Procedures The impassable. Keywords: Risk Management, Finance Procedure, Gold Pawn.