Yuyun Maryuningsih, Yuyun
IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

Penerapan analogi pada perkuliahan genetika untuk menumbuhkan keterampilan penalaran ilmiah (scientific reasoning) Maryuningsih, Yuyun; Hidayat, Topik; Riandi, Riandi; Rustaman, Nuryani Y
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.437 KB)

Abstract

Keterampilan penalaran ilmiah yang merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang perlu dilatihkan pada mahasiswa calon guru untuk materi-materi genetika yang bersifat abstrak seperti topik materi genetik dan pindah silang. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan dalam perancangan program perkuliahan genetika, untuk mengetahui penggunaan strategi dan metode yang tepat dalam beberapa materi genetika. Implementasi pembelajaran genetika dengan analogi diujikan secara terbatas pada tiga puluh tujuh mahasiswa Pendidikan Biologi yang mengambil mata kuliah genetika. Analogi dilakukan pada topik materi genetik dan pindah silang. Penerapan analogi pada model DNA dengan menggunakan bahan-bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan model DNA dan analogi pada pindah silang dengan menggunakan lilin malam/plasticine. Profil keterampilan penalaran ilmiah siswa diukur secara skoring pada model DNA untuk topik materi genetik dan pindah silang. Data dianalisis secara kualitatif untuk melihat profil siswa dalam penalaran ilmiah. Hasil dari penelitian ini bahwa penggunaan analogi dalam pembelajaran genetika dapat diterapkan pada topik materi genetik dan pindah silang. Analogies application of genetic course to arise scientific reasoning skills. Scientific reasoning skills were high-level thinking skills that need to be trained in prospective teacher students for abstract genetic material such as the topic of genetic material and crossovers. This research was a preliminary study in the design of the genetic lecture program, to find out the use of appropriate strategies and methods in some genetic material. The implementation of genetic learning by analogy was limitedly tested on thirty-seven Biology Education students who took genetics courses. The analogy was done on the topic of genetic material and crossovers. The application of analogies to DNA models using materials that can be used in making DNA models and analogies to crossovers using night candles/plasticine. Profiles of students' scientific reasoning skills are measured scoring on DNA models for the topic of genetic material and crossovers. Data were analyzed qualitatively to see students' profiles in scientific reasoning. The results of this study that the use of analogies in genetic learning could be applied to the topic of genetic material and crossovers.
STUDI ANALISIS PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE KABUPATEN CIREBON Fitriah, Eka; Maryuningsih, Yuyun; Chandra, Edy; Mulyani, Asep
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.688 KB)

Abstract

Telah dilakukan studi analisis Pengelolaan Hutan Mangrove kabupaten Cirebon dengan pendekatan kulitatif deskriptif untuk mengkaji Peningkatan kerusakan yang berpotensi terhadap pelestarian kawasan mangrove, penurunan produktivitas sumber daya di kawasan mangrove, pelanggaran dan penyalahgunaan dalam pemanfaatan kawasan mangrove, potensi konflik horizontal pada masyarakat di kawasan mangrove dan Terjadi degradasi kearifan lokal dalam pengelolaan kawasan mangrove. Penelitian ini dilakukan dengan  pendekatan kualitatif deskriptif. Metode Penelitian yang digunakan adalah Field Research. Penelitian diawali dengan studi pustaka mengumpulkan referensi, kemudian melakukan Observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan masyarakat. Kerusakan ekosistem mangrove merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan, kerusakan ini disebabkan tekanan dari luar yang diperoleh dari perkembagan yang ada di sekitar wilayah mangrove, dan tekanan dari dalam yang berasal eksploitasi yang berlebihan terhadap kawasan mangrove. Masalah kerusakan hutan mangrove dapat ditangani dengan mengatasi akar permasalahan klasik yang melingkupinya. Pengolahan dapat diwujudkan melalui pengelolaan dan perlindungan ekosistem hutan mangrove secara terpadu dan berbasis masyarakat. Strategi pelibatan masyarakat dalam pelestarian hutan mangrove dengan menerapkan sistem insentif yang diharapkan dapat merangsang dan memacu usaha-usaha kegiatan pengelolaan ekosistem hutan mangrove yaitu melalui peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan peningkatan peran serta masyarakat. Kata kunci: Analisis hutan mangrove, kabupaten Cirebon, berbasis masyarakat.
ANALISIS PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DESA KARANGREJO SURANENGGALA CIREBON PADA PEMANFAATAN HASIL LAUT UNTUK KESEJAHTERAAN KELUARGA Maryuningsih, Yuyun
Holistik Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.832 KB)

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan tentang persepsi dan partisipasi masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan pada pengolahan dan pemanfaatan hasil laut. Di samping itu, kajian ini juga untuk mengetahui kesejahteraan keluarga dan fokus pemberdayaan nelayan dan pembudidaya ikan. Kajian ini didesain sebagai studi lapangan di Desa Karangreja Suranenggala Cirebon pada pemanfaatan dan pengolahan hasil laut untuk kesejahteraan keluarga. Dengam menggunakan metode kualitatif, kajian menemukan kesimpulan, pertama,. Persepsi dan partisipasi nelayan dan pembudidaya ikan di Desa Karangreja dalam memanfaatkan dan mengolah hasil laut dipengaruhi beberapa faktor, yaitu strata sosial, pendidikan, latar belakang keluarga, tingkat perekonomian, pengetahuan terhadap hukum, pengetahuan terhadap agama, dan kearifan local; kedua, kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan bukan berasal dari bagaimana mereka memanfaatkan dan mengolah hasil laut tetapi dari mengirimkan istri/anak ke luar negeri menjadi TKW sehingga dibutuhkan pemberdayaan berbasis masyarakat dimana pemberdayaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kata Kunci: persepsi, partisipasi, nelayan, pembudidaya ikan, masyarakat pesisir, kesejahteraan keluarga.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA PADA KONSEP SISTEM REPRODUKSI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 ARJAWINANGUN Qulud, Qulud; Wahidin, Wahidin; Maryuningsih, Yuyun
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.846 KB)

Abstract

Proses pembelajaran di kelas merupakan interaksi yang paling mendominasi dalam keberhasilan siswa selama mengikuti pembelajaran di suatu sekolah. Proses tersebut harus seimbang antara siswa dan guru. Hasil PISA menunjukkan rata-rata kemampuan literasi sains siswa Indonesia dibawah standar. Oleh karena itu penggunaan model learning cycle 7e merupakan upaya untuk memaksimalkan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Arjawinangun, dengan desain  penelitian menggunakan Control Group Pretes and Posttest design. Teknik pengumpulan data yang  digunakan adalah  lembar  observasi, makalah, poster, tes, dan angket,.  Data  yang diperoleh  dianalisis  dengan  menggunakan  uji  statistik  meliputi  uji  normalitas,  uji homogenitas dan uji t (hipotesis). Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  peningkatan  kemampuan literasi sains yang signifikan antara kelas yang menerapkan model learning cycle 7e dengan yang tidak menerapkan model learning cycle 7e, dilihat dari hasil tes, makalah, dan poster. Kemampuan literasi sans siswa kelas  eksperimen lebih  tinggi  daripada  kelas  kontrol. Peningkatan kemampuan literasi sains siswa dengan menggunakan model learning cycle 7e dibuktikan dengan hasil respon angket siswa yang menunjukkan kriteria sangat kuat. Kata Kunci  :  Model learning cycle 7e, Literasi Sains, dan Sistem Reproduksi.
ANALISIS DAMPAK INDUSTRI STOCKPILE BATU BARA TERHADAP LINGKUNGAN DAN TINGKAT KESEHATAN MASYARAKAT DESA PESISIR RAWAURIP KEC. PANGENAN KAB. CIREBON Maryuningsih, Yuyun
Scientiae Educatia Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.824 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian “Analisis dampak Industri Stockpile Batubara terhadap Lingkungan dan Tingkat Kesehatan Masyarakat Desa Pesisir Rawaurip Kec. Pangenan Kab. Cirebon. Tujuan dari penelitian ini adalah Signifikansi dari penelitian ini adalah untuk menganalisis: 1) Dampak lingkungan dari keberadaan stockpile di desa Rawaurip kecamatan Pangenan kabupaten Cirebon, 2) Tingkat kesehatan masyarakat desa Rawaurip kecamatan Pangenan kabupaten Cirebon yang lokasi rumahnya dekat dengan stockpile batubara Penelitiaan ini didesain sebagai studi lapangan dengan studi kasus, yang dilakukan secara intensif, terinci, dan mendalam terhadap keberadaan stockpile batubara di Desa Rawaurip dampaknya terhadap lingkungan dan tingkat kesehatan masyarakat, sifatnya penelitian ini deskriptif kualitatif yang menggambarkan apa adanya tentang variabel, gejala, dan keadaan dampak lingkungan dan tingkat kesehatan masyarakat. Hasil analisis data dinyatakan dalam deksripsi fenomena bukan diperhitungkan angka statistik. Industri Stockpile Batubara berdampak bagi Lingkungan dan Tingkat Kesehatan Masyarakat Desa Pesisir Rawaurip Kec. Pangenan Kab. Cirebon.  Kata  kunci : dampak, Industri Stockpile Batubara,  lingkungan, Tingkat Kesehatan Masyarakat.
PENGGUNAAN BAHAN AJAR BERBASIS IMTAQ DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM REPRODUKSI MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 ASTANAJAPURA KABUPATEN CIREBON Makhin, Akhmad; Maryuningsih, Yuyun; Saifuddin, Saifuddin
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.429 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu sumber dasar peradaban umat manusia, karakter yang dibentuk melalui pendidikan akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan bahan ajar berbasis Imtaq diharapakan siswa tidak hanya baik secara IQ (Intelligence Quotient) akan tetapi baik juga dari segi EQ (Emotional Quetiont) dan SQ (Spiritual Quotien). Metode penelitian yang digunakan Research and Development dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA. peningkatan N-gain kelas eksperimen 0,32 dengan kriteria sedang dan kelas kontrol peningkatan N-gain 0,23 dengan kriteria rendah. Aktivitas siswa dalam penggunaan bahan ajar berbasis imtaq yang mendukung (On task) 87,36 %; yang tidak mendukung (Off task)   12,66 %. Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dengan hasil Sig (2-tailed) 0.040 pada uji independent sample t test. Respon siswa terhadap penggunaan bahan ajar berbasis imtaq rata-rata prosentase 82 %; sehingga sikap siswa dapat dikatakan sangat baik (sangat kuat).Kata Kunci : Bahan Ajar Modul, Imtaq, Hasil Belajar
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK SAINS YANG DISERTAI FOTO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 2 SUMBER PADA POKOK BAHASAN EKOSISTEM Nurlatipah, Nunik; Juanda, Anda; Maryuningsih, Yuyun
Scientiae Educatia Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.765 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi siswa SMPN 2 Sumber, dimana dalam proses pembelajarannya membutuhkan alat bantu media yang sesuai dibandingkan media yang ada. Pada pembelajaran IPA khususnya, siswa masih cenderung pasif, tidak berani mengungkapkan pendapat atau pertanyaan saat berdiskusi, kurang dapat mengeksplor kemampuan yang mereka miliki, tidak percaya diri ketika dilakukan tes, dan yang lebih penting yaitu minat baca mereka masih kurang sehingga menyebabkan hasil belajar masih dibawah KKM yang ditetapkan yaitu 77. Masalah yang diajukan peneliti dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perbedaan aktivitas siswa yang menggunakan media komik sains yang disertai foto dengan yang tidak menggunakan media komik sains, bagaimanakah perbandingan hasil belajar siswa yang menggunakan media komik sains yang disertai foto dengan yang tidak menggunakan media komik sains, dan bagaimanakah respon siswa terhadap media pembelajaran komik sains yang disertai foto. Tujuan penelitian disesuaikan dengan pertanyaan penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design serta desain pengembangan produknya yaitu R&D. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yakni sampel dipilih oleh guru ahli yang ada diwilayah penelitian. Dengan populasi semua kelas VII, sampel yang terpilih adalah kelas VII C sebagai kelas eksperimen dan VII F sebagai kelas control. Adapun teknik analisis data menggunakan uji N-Gain, normalitas, homogenitas, dan hipotesis t. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa aktivitas siswa kelas eksperimen mengalami peningkatan, begitupun pada hasil belajarnya. Dengan demikian hipotesis nol (HO) ditolak, karena terdapat perbedaan hasil pembelajaran siswa dengan media komik sains yang disertai foto pada pokok bahasan ekosistem di kelas VII SMPN 2 Sumber. Kata kunci : komik sains yang disertai foto, hasil belajar, ekosistem
PENERAPAN PROBLEM BASE LEARNINGDALAM PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN KEMANDIRIAN BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KERJA ILMIAH DANLITERASI SAINS PADA MAHASISWA Maryuningsih, Yuyun
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.838 KB)

Abstract

 Pembelajaran pada mahasiswa calon guru ditekankan pada kemandirian belajar, literasi sains dan komunikasi. Oleh karena itu mahasiswa perlu dibantu untuk menumbuhkan  kemandirian belajar, keterampilan kerja ilmiah literasi sains agar mereka memiliki kecakapan untuk bekalnya sebagai calon pendidik. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah pembelajaran dengan model Problem Base Learning (PBL) dapat menumbuhkan kemandirian belajar, keterampilan kerja ilmiah dan literasi sains pada mahasiswa.  Tujuan penelitian adalah menyelidiki keefektifan PBLmenumbuhkan kemandirian belajar, keterampilan kerja ilmiah dan literasi sains pada mahasiswa. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yangmeliputi empat tahapan yaitu tahap perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi. Tahapan tersebut disusun dalam dua siklus. Variabel dalam penelitian ini adalah kemandirian belajar, keterampilan kerja ilmiah dan literasi sains. Data diambil dengan observasi kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menghitung persentase mahasiswa  yang memiliki kemapuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan PBL dapat menumbuhkan  kemandirian belajar, keterampilan kerja ilmiah dan literasi sains  pada mahasiswa secara signifikan.Kata kunci: Problem base learning, kemandirian belajar, keterampilan kerja ilmiah dan literasi sains
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DENGAN PROBLEM BASE LEARNING (PBL) DAPAT MENUMBUHKAN KEMAMPUAN KERJA ILMIAH PADA SISWA SEKOLAH ADIWIYATA Maryuningsih, Yuyun
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.363 KB)

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung pada siswa. Oleh karena itu siswa perlu dibantu untuk menumbuhkan kemampuan kerja ilmiah dan memecahkan masalah lingkungan agar mereka memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah pengembangan perangkat pembelajaran PLH dengan model Problem Base Learning (PBL) dapat menumbuhkan kemampuan kerja ilmiah pada siswa. Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran PLH dengan PBL dan menyelidiki keefektifannya dalam menumbuhkan kemampuan kerja ilmiah pada siswa SMA Negeri 1 Mandirancan sebagai sekolah peraih Adiwiyata.   Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R & D). Penelitian didahului dengan pengembangan perangkat pembelajaran PLH dengan PBL dan diujicobakan pada kelas kontrol dan eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Mandirancan Kuningan. Variabel yang diteliti adalah kemampuan kerja ilmiah. Data diambil dengan observasi, angket dan tes. Metode analisis data menggunakan deskriptif persentase skor untuk kemampuan kerja ilmiah kemudian dianalisis secara parametrik dengan menggunakan uji t.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PLH dengan PBL dapat menumbuhkan kemampuan kerja ilmiah. PBL sangat tepat diterapkan pada pembelajaran PLH, mengingat pembelajaran PLH mencakup beberapa domain pembelajaran dalam bentuk pengetahuan/ pengertian dan kesadaran, sikap/ nilai, keterampilan serta aksi/ partisipasi. Untuk itu disarankan agar model PBL diterapkan dalam pembelajaran PLH. Kata kunci: Pendidikan Lingkungan Hidup, PBL, kemampuan kerja ilmiah
ANALISIS PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT PESISIR PADA PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN HASIL LAUT UNTUK KESEJAHTERAAN KELUARGA (Studi kasus pada nelayan dan pembudidaya ikan Di Desa Karangreja Kec Suranenggala Kab. Cirebon) Maryuningsih, Yuyun
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.112 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian “Analisis Persepsi dan Partisipasi Masyarakat pesisir pada Pengolahan dan Pemanfaatan hasil laut untuk Kesejahteraan Keluarga” dengan studi kasus pada nelayan dan pembudidaya ikan di Desa Karangreja. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui persepsi dan partisipasi masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan pada pengolahan dan pemanfaatan hasil laut, 2) untuk mengetahui kesejahteraan keluarga dan 3) untuk mengetahui fokus pemberdayaan yang diharapkan oleh nelayan dan pembudidaya ikan. Penelitiaan ini didesain sebagai studi lapangan dengan studi kasus, yang dilakukan secara intensif, terinci, dan mendalam terhadap persepsi, partisipasi nelayan dan pembudidaya ikan Desa Karangreja pada pemanfaatan dan pengolahan hasil laut untuk kesejahteraan keluarga, sifatnya penelitian ini deskriptif kualitatif yang menggambarkan apa adanya tentang variabel, gejala, dan keadaan persepsi, partisipasi nelayan dan pembudidaya ikan Desa Karangreja pada pemanfaatan dan pengolahan hasil laut untuk kesejahteraan keluarga. Hasil analisis data dinyatakan dalam deksripsi fenomena bukan diperhitungkan angka statistic. Persepsi dan partisipasi nelayan dan pembudidaya ikan  di Desa Karangreja dalam memanfaatkan dan mengolah hasil laut  dipengaruhi beberapa factor, yaitu strata sosial, pendidikan, latar belakang keluarga, tingkat perekonomian, pengetahuan terhadap hukum, pengetahuan terhadap agama, dan kearifan lokal. Kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan bukan berasal dari bagaimana mereka memanfaatkan dan mengolah hasil laut tetapi dari mengirimkan istri/anak ke luar negeri menjadi TKW sehingga dibutuhkan pemberdayaan berbasis masyarakat dimana pemberdayaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Diperlukan dukungan menyeluruh dalam usaha meningkatkan kesejahteraan keluarga, baik dari pemerintah daerah, pihak pemerintah desa, perbankan dan masyarakat desa Karangreja itu sendiri. Kata kunci: persepsi dan partisipasi, masyarakat pesisir, kesejahteraan keluarga.