Ina Rosdiana Lesmanawati, Ina Rosdiana
IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS RONA LINGKUNGAN KAMPUS IAIN SYEKH NURJATI CIREBON DALAM MEWUJUDKAN KAMPUS BERBASIS KONSEP GREEN CAMPUS Lesmanawati, Ina Rosdiana
Holistik Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1368.479 KB)

Abstract

This study aims to determine the quality of the campus environment IAIN Sheikh Nurjati Cirebon for realizing the campus based on the concept of green campus. This study uses a quantitative approach using a survey method. Samples taken from 5200 was 260 academicians campus. Aspects investigated are the perception of the campus community to the concept of green campus, campus map building, and diversity of plants in the green belt around the campus. The results of this study indicate that: first, community college still think IAIN Sheikh Nurjati is not categorized as the green campus yet. Second, the balance between building size with a green open space (RTH) is not in accordance with existing regulations and still more land sleep. Third, the number of plant species is quite a lot, but the species is still not sufficient, and campus area is still hot.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS INQUIRI SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA PADA KONSEP EKOSISTEM DI KELAS X MA KHAS KEMPEK CIREBON Fitriana, Fitriana; Lesmanawati, Ina Rosdiana; Maknun, Djohar
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.573 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i1.555

Abstract

Pembelajaran berbasis inquiri sederhana adalah salah satu pembelajaran yang bisa membantu guru untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan literasi sains siswa, yang berkaitan tentang pemahaman konsep siswa terhadap materi yang disampaikan guru, proses sains dalam memecahkan permasalahan secara ilmiah, dan mengaplikasikan sains kedalam kehidupan sehari-hari.Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengkaji penerapan Pembelajaran Berbasis Inquiri Sederhana 2) Mengkaji perbedaan peningkatan Literasi Sains 3) Mengkaji respon siswa terhadap penerapan pembelajaran Berbasis Inquiri Sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase aktivitas siswa setiap indikatornya yaitu dmensi konten, proses sains, dan konteks sains pada pertemuan kedua mengalami peningkatan. Persentase tertinggi pada pertemuan pertama yaitu dimensi konteks sebesar 80% dan pertemuan kedua yaitu dimensi konten sebesar 88%. Hasil uji t menunjukan bahwa nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) yaitu Sig. 0,00 lebih kecil dari 0,05 (0,00 < 0,05) yang artinya H0 ditolak. Hasil angket siswa secara keseluruhan rata-rata merespon baik dan merasa senang belajar biologi dengan menggunakan pembelajaran berbasis inquiri sederhana dengan kategori kuat yaitu sebesar 80%.Berdasarkan analisis hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas siswa setiap indikatornya mengalami penigkatan dan persentase rata-rata tertinggi terdapat pada dimensi konten, artinya siswa mampu memahami materi atau konsep yang dijelaskan oleh guru. Terdapat perbedaan peningkatan literasi sains siswa antara kelas yang menerapan pembelajaran berbasis inquiri sederhana dengan kelas yang tidak menerapkan pembelajaran berbasis inquiri sederhana. Siswa merespon baik dan merasa senang belajar biologi dengan menggunakan pembelajaran berbasis inquiri sederhana.Kata kunci : Pembelajaran Berbasis Inquiri Sederhana, Literasi Sains 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, DAN EXTENDING) TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP EKOSISTEM DI KELAS X SMAN 1 CIWARINGIN Hidayat, M Yusuf; Lesmanawati, Ina Rosdiana; Maknun, Djohar
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.966 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i2.544

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar adalah aktivitas siswa. Dalam proses pembelajaran siswa dituntut untuk aktif melalui aktivitas-aktivitas yang membangun kerja kelompok dan dalam waktu singkat membuat mereka berfikir tentang materi pelajaran. Keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran biologi sangat diperlukan, sehingga apa yang dipeyatlajari akan lebih tertanam dalam pikiran siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengkaji aktivitas siswa pada saat penerapan Model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending).(2) untuk mengkaji seberapa besar perbedaan peningkatan hasil belajar siswa antara kelas yang menggunakan Model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending) dengan yang tanpa menerapkan Model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending).Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah instrumen tes (pre-test dan post-test), dan observasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-5 (kelas eksperimen) dan kelas X-6 (kelas Kontrol) SMAN 1 Ciwaringin Kab. Cirebon. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) berdasarkan hasil analisis observasi, aktivitas siswa meningkat setelah diterapkan Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending). (2) berdasarkan uji T Independent Sampel Test, terdapat peningkatkan hasil belajar siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending. Kata kunci : Model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending), Hasil Belajar
PENERAPAN MEDIA MONOPOLY GAMES SMART (MGS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI EKOSISTEM DI KELAS VII MTS AL-WAHDAH SUMBER Ayu, Sri; Khuzaemah, Emah; Lesmanawati, Ina Rosdiana
Scientiae Educatia Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.131 KB)

Abstract

Dalam proses pembelajaran siswa dituntut untuk aktif melaluiaktivitas-aktivitas yang membangun kerja kelompok dan dalam waktu singkatmembuat mereka berfikir tentang materi pelajaran. Keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran biologi sangat diperlukan, sehingga apa yang dipelajari akan lebih tertanam dalam pikiran siswa. PenerapanMonopoly Games Smartpada pembelajaranBiologi merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan motivasi dan kreatifitas siswa serta dapat mengurangi kejenuhan belajar siswa, sehingga mendapatkanhasilbelajar siswa yang memuaskan. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah:(1) Untuk mengkaji penerapan media MGS (Monopoly Games Smart) pada materi Ekosistem di MTs Al-Wahdah Sumber. (2) Untuk mengkaji hasil belajar siswa pada pembelajaran biologi materi Ekosistem dengan menggunakan media MGS (Monopoly Games Smart) di MTs Al-Wahdah Sumber. (3) Untuk mengkaji respon siswa terhadap penggunaan media MGS (Monopoly Games Smart) dalam pembelajaran biologi khususnya pada materi Ekosistem di Mts Al-Wahdah Sumber. Penelitian ini dilakukan di MTs Al-Wahdah dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah instrumen tes (pre-test dan post-test) untuk mengukur hasil belajar siswa, observasi untuk mengetahui aktivitas siswa dan angketuntuk mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) berdasarkan hasil analisis observasi, aktivitas siswa meningkat setelah diterapkan media Monopoly Games Smart. (2) Hasil belajar siswa kelas eksperimen menggunakan media pembelajaran Monopoly Games Smart nilai rata-rata pretest sebesar 39, posttest 78 dan n-gain 0,62.. Terbukti dari hasil perhitungan uji T menggunakan SPSS 16 diperoleh nilai Sig. 0,000 < (0,05) yang berarti terdapat peningkatan hasil belajar biologi siswa. (3) berdasarkan hasil analisis angket mengenai respon siswa terhadap penerapan media hampir dari siswa (82%) dengan kriteria sangat kuat, menyukai penerapan strategi pembelajaran Monopoly Games Smart.  Kata kunci:Media Pembelajaran, Monopoly Games Smart, Hasil Belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA POKOK BAHASAN EKOSISTEM KELAS X DI SMA NEGERI 1 KRANGKENG Rahmah, Ainatur; Lesmanawati, Ina Rosdiana; Wahidin, Wahidin
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.142 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.480

Abstract

Belajar ialah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian. Pembelajaran sains di SMA Negeri 1 Krangkeng masih memfokuskan pada penguasaan konsep, kemampuan siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis (KBK) masih rendah.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengkaji bagaimana aktivitas siswa pada penerapan Model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa (2) untuk mengkaji seberapa besar perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol (3) untuk mengetahui respon siswa pada penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Desain penelitian ini menggunakan model pretest-posttest control group design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, observasi, dan angket.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) KBK siswa pada saat diterapkan Model pembelajaran inkuiri terbimbing sebagian besar 80% dengan kategori baik (2) Hasil N-gain kelas eksperimen sebesar 0.42 sedangkan kelas kontrol 0.21. Hasil statistik menunjukkan bahwa nilai sig 0.001<0.05 artinya Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian terdapat perbedaan signifikan peningkatan KBK antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol (3) Prosentase rata-rata angket sebesar 80% dengan kategori sangat kuat. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa dalam aktivitas belajar kelas eksperimen mengalami peningkatan KBK, KBK kelas eksperimen meningkat lebih signifikan dibandingkan kelas kontrol, siswa merespon dengan baik penerapan Model pembelajaran inkuiri terbimbing. Kata kunci: Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Berpikir Kritis
ANALISIS TINGKAT KETEPATAN KONSEP DAN TINGKAT AKOMODASI SCIENTIFIC APPROACH (PENDEKATAN SAINTIFIK) BUKU TEKS IPA BIOLOGI KURIKULUM 2013 KELAS XI SMA PADA KONSEP SISTEM PEREDARAN DARAH Triasafifah, Rita; Chandra, Edy; Lesmanawati, Ina Rosdiana
Scientiae Educatia Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.397 KB)

Abstract

Buku sebagai sumber dari segala informasi, harus sesuai dengan kebutuhan yaitu penyesuaian terhadap tuntutan kurikulum yang berlaku. Kurikulum 2013 mengacu pada scientific approach (pendekatan saintifik), sehingga pendekatan ini harus tercermin dalam buku yang berbasis kurikulum 2013.Penelitian ini, bertujuan mengkaji tingkat ketepatan konsep dan tingkat setiap aspek scientific approach meliputi observing, questioning, associating, experimenting dan networking. Tiga buku yang digunakan, untuk mengetahui kualitas buku yang relatif baik berdasarkan ketepatan kosep dan setiap aspek scientific approach. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dimana hasil penelitian dituangkan dalam bentuk narasi. Teknik analisis data yang dilakukan melalui observasi secara mendalam terhadap ketiga buku teks. Analisis ini meliputi analisis terhadap ketepatan konsep dan analisis terhadap setiap aspek scientific approach. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat ketepatan konsep pada buku Erlangga relatif baik dengan presentase paling tinggi yaitu 87.2% konsep memadai. Tingkat akomodasi aspek observing buku Platinum memiliki presentase relatif tinggi yaitu 22%. Tingkat akomodasi aspek questioning buku Grafindo memiliki presentase relatif lebih besar yaitu 21.3%. Tingkat akomodasi aspek associating relatif lebih tinggi pada buku Erlangga yaitu 8.5%. Tingkat akomodasi aspek experimenting antara buku Erlangga dan Platinum memiliki presentase sama yaitu 4.9%. Tingkat akomodasi aspek networking pada buku Platinum relatif lebih besar yaitu 16.3%. Kata Kunci: Kurikulum 2013, Analisis Buku, Buku Kurikulum 2013, Ketepatan Konsep, Scientific Approach (pendekatan saintifik).
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN Gmelina arborea Roxb DAN Paraserianthes falcataria L. Nielsen DENGAN PENGGUNAAN Thiobacillus thioparus dan KOMPOS DALAM UPAYA BIODEGRADASI SIANIDA YANG TERKANDUNG DALAM TAILING EMAS Lesmanawati, Ina Rosdiana
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.76 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v1i1.497

Abstract

Tailing merupakan bahan sisa (residu) tambang berupa batuan yang telah digerus dan telah diambil mineral emas, perak dan logam lainnya. Limbah tailing mengandung unsur logam mikro dan logam berat (sianida) yang dapat meracuni baik terhadap tanaman, hewan, maupun manusia. Karenanya perlu upaya pengelolaan limbah B3 ini sehingga sesuai fungsinya kembali.Salah satu upaya pengelolaan limbah B3 pada unit pertambangan emas ini adalah dengan pemanfaatan bahan organik (kompos) dan mikroorganisme yang memiliki kemampuan dalam mendegradasi kandungan senyawa B3 (sianida) yang terdapat dalam limbah tailing. Pada percobaan ini dilakukan penanaman jenis tanaman Gmellina arborea Roxb dan Paraserianthes falcataria L. Nielsen (Sengon) yang merupakan tanaman cepat tumbuh (fast growing species). Tanaman-tanaman ini diharapkan dapat mengurangi kandungan senyawa B3 yang terdapat dalam tailing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara inokulan bakteri (Thiobacillus thioparus) dengan kompos berpengaruh nyata  terhadap tinggi tanaman, diameter batang, dan bobot kering tanaman Gmelina dan Sengon.Pada akhir pengamatan (8 MST) tanaman Gmelina tertinggi dihasilkan pada perlakuan kompos 20% dengan pemberian inokulan bakteri 10 ml. Sedangkan tanaman sengon tertinggi pada perlakuan kompos 20% dengan pemberian inokulan bakteri 5 ml. Diameter batang tanaman Gmelina dan Sengon terbesar juga dihasilkan pada kompos 20% dengan penambahan inokulan bakteri 10 ml. Bobot kering terbesar dihasilkan pada perlakuan kompos 20% dengan penambahan inokulan bakteri 10 ml untuk tanaman Gmelina dan bobot kering sengon terbesar dihasilkan pada perlakuan  kompos 20% dengan penambahan inokulan bakteri 5 ml.Hasil pengukuran konsentrasi sianida selama 8 MST menunjukkan adanya penurunan konsentrasi sianida dalam media tanam, baik tanpa penanaman tanaman contoh ataupun dengan penanaman tanaman contoh (Gmelina dan Sengon), walaupun dari hasil sidik ragam tidak menunjukkan perbedaan nyata. Pada awal pengamatan konsentrasi sianida mencapai 7.92 ppm dan pada 8 MST konsentrasi sianida sudah tidak terdeteksi.
PROFIL KEMAMPUAN GENERIK SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM PADA SUBPOKOK BAHASAN SISTEM INDERA KELAS XI DI MAN KARANGAMPEL Suprihatin, Irchin; Maknun, Djohar; Lesmanawati, Ina Rosdiana
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.871 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i2.523

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fakta bahwa  kenyataan di lapangan, tidak sedikit sekolah-sekolah yang tidak menyelenggarakan praktikum dalam pembelajaran biologi. Kontribusi praktikum dalam meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran dapat terwujud apabila siswa diberi pengalaman untuk mengindera fenomena alam dengan segenap inderanya.Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengkaji profil kemampuan generik siswa melalui pembelajaran berbasis praktikum, 2) untuk menganalisis perbedaan kemampuan generik siswa sebelum dan sesudah menggunakan pembelajaran berbasis praktikum, dan 3) untuk mengkaji respon siswa terhadap pembelajaran berbasis praktikum pada sub pokok bahasan sistem  indera.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, tes dan angket. Design penelitian yang digunakan adalah pretes-posttest control group design dengan menggunakan satu kelas (Purposive Sampling), yaitu kelas XI IPA 2  berjumlah 30 siswa sebagai kelas eksperimen. Karena sebaran data berdistribusi normal dan homogen, data hasil tes kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Paired Sample t Test.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pencapaian profil kemampuan generik siswa memperoleh hasil yang baik dengan kriteria cukup baik dan kriteria baik. Hasil uji Paired Sample t Test menunjukkan bahwa nilai signifikasinya (2-tailed) 0,000. Karena Sig. 0,000 < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian terdapat terdapat perbedaan terhadap profil kemampuan generik siswa sebelum dan sesudah menggunakan pembelajaran berbasis praktikum. Respon siswa terhadap pembelajaran berbasis praktikum  bersifat positif dengan kriteria kuat dan sangat kuat.  Kata Kunci : Kemampuan Generik dan Pembelajaran Berbasis Praktikum.