masdudi masdudi, masdudi
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL GURU PAUD DALAM PROSES PEMBELAJARAN

AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan emosional guru PAUD dalam mengajar merupakan salah satu usaha dari pendidik dalam menciptakan suasana pendidikan yang lebih efesien dalam proses pentransferan pendidikan kepada peserta didik. Dihubungkan denngan proses pembelajaran, kecerdasan emosional guru PAUD dapat diartikan sebagai kemampuan seorang guru dalam mengelola emosinya, baik kedalam (personal) maupun keluar (interpersonal) secara idividual. Hal ini berarti kecerdasan emosional yang dimiliki oleh seorang guru dapat mendorong peserta didik untuk melakukan tindakan-tindakan dalam mencapai tujuan pembelajaran serta kemungkinan terwujudnya efektifitas dalam mencapai tujuan kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, pendidik dituntut untuk memiliki kecerdasan emosional yang tinggi sehingga dapat memancing siswa untuk menumbuh kembangkan sikap inhibisinya dalam belajar.Kata Kunci: Kecerdasan, Emosional, Guru, Pembelajaran

DEMOKRATISASI MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS MASYARAKAT

Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.46 KB)

Abstract

AbstrakPendidikan berbasis masyarakat sebagai proses pendidikan di mana individu-individu atau orang dewasa menjadi lebih berkompeten menangani ketrampilan, sikap, dan konsep mereka dalam hidup di dalam dan mengontrol aspek-aspek lokal dari masyarakatnya melalui partisipasi demokrasi. Pendidikan oleh masyarakat artinya masyarakat ditempatkan sebagai subyek atau pelaku pendidikan, bukan obyek pendidikan. Pada konteks ini, masyarakat dituntut peran dan partisipasi aktifnya dalam setiap program pendidikan. Pendidikan untuk masyarakat artinya masyarakat diikutsertakan dalam semua program yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mereka. Dengan kata lain, masyarakat harus diberdayakan, diberi peluang dan kebebasan untuk mendesain, merencanakan, membiayai, mengelola dan menilai sendiri apa yang diperlukan secara spisifik di dalam, untuk dan oleh masyarakat sendiri. Kata Kunci: Demokratisasi, Manajemen, Pendidikan

AKULTURASI DEVIASI PERILAKU SOSIAL REMAJA DAN IMPLIKASI BIMBINGANNYA

Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.241 KB)

Abstract

ABSTRAKKecenderungan manusia untuk melakukan tindakan kurang terpuji yang dalamwacana sosiologi di kenal istilah deviasi sosial/patologi sosial tampaknya memang sudahmenjadi semacam tabiat yang tidak bisa dilepaskan dari diri manusia. Dalam pendanganAl Qur’an, manusia mempunyai dua sisi yang saling berlawanan selain dipuji, manusiajuga banyak di kecam Tuhan. Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun dan dilakukanoleh siapapun. Sejauh mana penyimpangan itu terjadi, besar atau kecil, dalam skala luasatau sempit tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalammasyarakat. Suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilainilaidan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat atau dengan kata lainpenyimpangan (deviation) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasilmenyesuaikan diri (conformity) terhadap kehendak masyarakat.Kata Kunci : Deviasi Sosial, Perilaku dan Bimbingan.

IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PROSES PERKEMBANGAN PERILAKU SOSIAL

Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.584 KB)

Abstract

ABSTRAK Terjadi sesuatu yang sangat mengejutkan terhadap perilaku sosial akhir-akhir ini yang mencuat sebagai perilaku negatif dikalangan remaja, masih banyak tindakan–tindakan amoral yang dilakukan para pelajar, masih banyak para orang tua yang resah akan pergaulan anak–anaknya dan masih sering dilakukan tindakan–tindakan nondisipliner siswa-siswa terhadap peraturan sekolah. Faktor yang sangat berpengaruh terhadap tindakan–tindakan amoral yang dilakukan para pelajar adalah penghayatan akan ajaran–ajaran agama yang rendah. Banyak para remaja yang menjauhi ajaran–ajaran agama dan hal ini disebabkan minimnya pendidikan agama yang diberikan terutama oleh orang tua. Agama hanya dikenal melalui pelajaran di sekolah saja dan tidak ada penekanan untuk melaksanakan atau mengimplementasikan ajaran–ajaran agama sehingga para pelajar tidak punya pegangan hidup dan mudah terbawa arus modernisasi. Keberadaan layanan bimbingan dan konseling yang memberikan penekanan pada faktor agama dalam sistem pendidikan sangatlah menunjang kegiatan pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan. Layanan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan bertujuan agar peserta didik dapat menemukan dirinya, mengenal dirinya dan mampu merencanakan masa depannya sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal menjadi pribadi yang utuh dan mandiri. Kata Kunci: Perilaku Sosial, Bimbingan Konseling

KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

AWLADY Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : AWLADY Jurnal Pendidikan Anak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.343 KB)

Abstract

Masa usia dini merupakan masa yang sangat fundamental bagi perkembangan seorang anak, dimana pada masa ini proses perkembangan berjalan dengan pesat. Pada masa ini merupakanperiode sensitif (sensitive periods), karena selama masa inilah anak secara khusus mudah menerima stimulus-stimulus dari lingkungannya.Pada masa ini anak siap melakukan berbagai kegiatan dalam rangka memahami dan menguasai lingkungannya serta merupakan masa keemasan. Usiakeemasan dimana anak mulai peka untuk menerima berbagai stimulasi dan berbagai upaya pendidikan dari lingkungannya baik disengaja maupun tidak disengaja. Pada masa peka inilah terjadi pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis sehingga anak siap merespon dan mewujudkan semua tugas-tugas perkembangan yang diharapkan muncul pada pola perilakunya sehari-hari Proses perkembangan pada masa usia dini, berjalan dengan pesat. Pemahaman perkembangan pada seorang anak pada dasarnya merupakan upaya melihat dan memahami perubahan-perubahan yang telah, sedang, dan terus terjadi. Setiap anak manusia akanberkembang dari sejak bayi, kanak-kanak, remaja, hingga dewasa dengan kondisi yang berbeda satu sama lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa terasa perlahan tapi pasti perubahan itu terus terjadi ke arah yang lebih besar, lebih tinggi, lebih tahu, lebih pintar dan lebih segala sesuatunya dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Perubahan-perubahan seperti itulah yang dinamakan perkembangan.Perkembangn berarti adanya perubahan dalam berbagai aspek (kognitif, sosial, fisik, dan emosi).Kata Kunci: Karakteristik, Perkembangan, Pendidikan dan Usia Dini

KARAKTERISTIK PERILAKU SOSIAL SISWA DALAM PROSES PENDIDIKAN

Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.923 KB)

Abstract

Sekolah merupakan salah satu faktor dominan dalam mempengaruhi perilaku siswa. Di sekolah siswa berinteraksi dengan siswa lain dengan para guru yang mendidik dan mengajarnya serta pegawai yang berada di dalam komponen-komponen sekolah. Seorang guru sebelum memulai pembelajaran terlebih dahulu harus mengenal karakteristik masing-masing siswanya agar proses pembelajaran dapat tercapai sesuai yang diharapkan. Dengan begitu guru akan lebih mudah menyampaikan materi pelajaran pada siswa dan mampu mengantisipasi segala perubahan yang terjadi pada perilaku belajar siswa. Untuk itu guru-guru juga perlu secara kritis berefleksi terhadap apa yang terjadi didalam kelas karena perilaku siswa sering kali hasil reaksi dari faktor-faktor didalam sekolah. Guru perlu berefleksi tentang lingkungan belajar yang telah mereka ciptakan dan apakah lingkungan tersebut melibatkan semua anak secara aktif dan bermakna. Kata kunci : karakteristik, perilaku dan pendidikan

POLA PENANGANAN STRES DALAM AKTIVITAS BELAJAR (PENDEKATAN BIMBINGAN DAN KONSELING)

Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.687 KB)

Abstract

Abstrak Stres adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Perubahan-perubahan sosial yang cepat sebagai konsekuensi modernisasi mempunyai dampak pada kehidupan. Tidak semua orang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut sehingga dapat menimbulkan ketegangan atau stres pada dirinya.  Tantangan dunia pendidikan formal saat ini masih terjebak pada pengembangan dan pengutamaan aspek kognitif siswa dengan tujuan agar siswa menjadi manusia cerdas, berprestasi tinggi sehingga dengan mudah akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi favorit mereka. Tantangan tersebut  kemudian diaplikasikan dalam pengutamaan pendidikan ke arah penguasaan iptek, tetapi lemah terhadap pengembangan kepribadian beriman, kreatif, dan memiliki perasaan kemanusiaan serta daya tanggap. Dengan begitu, sejak dini segala upayadilakukan oleh pihak sekolah maupun orang tua untuk menggiring anak-anaknyaagar mampu menyerap semua pengetahuan yang diajarkan. Kadang-kadang, siswa diberi pelajaran tambahan sehingga sering membuat jenuh dan frustasi karena mereka tidak mempunyai pilihan lain, kecuali belajar dan menghafal yang akhirnnya mengalami stres dalam kegiatan belajarnya. 

PENERAPAN TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL KLASIK UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 1 TALUN KABUPATEN CIREBON

Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 5, No 2 (2016): Inovasi Pembelajaran IPS
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.257 KB)

Abstract

Berdasarkan permasalahan yang ada di SMP Negeri 1 Talun Kabupaten Cirebon di ketahui terkait konsentrasi belajar siswa dalam proses pembelajaran IPS di kelas VIII H guru sudah menggunakan metode pembelajaran yang baik dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan kuis. Akan tetapi kondisi siswa dikelas tersebut masih kurang kondusif meskipun guru sudah mengajak siswa agar memperhatikan pelajarannya tetapi siswa tetap masih belum bisa fokus untuk mengikuti pembelajaran tersebut. Dengan demikian penulis berupaya untuk mencari solusi agar siswa dapat meningkatkan konsentrasi belajar siswa dengan mencoba menggunakan penerapan terapi musik instrumental klasik  dalam proses pembelajarannya. PTK ini bertujuan untuk memperoleh data tentang penggunaan penerapan terapi musik instrumental klasik, konsentrasi belajar siswa dan peningkatan konsentrasi belajar IPS antar siklus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas dengan penerapan terapi musik instrumental klasik pada mata pelajaran IPS kelas VIII SMP Negeri 1 Talun Kabupaten Cirebon, yang terdiri dari tiga siklus dengan subjek penelitian siswa kelas VIII H yang berjumlah 33 siswa. Pengumpulan data dilakukan denegan  menggunakan observasi, tes, dokumentasi dan angket. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Respon Penerapan Terapi Musik Instrumental Klasik Pada Mata Pelajaran IPS di SMP Negri 1 Talun sebesar 44,48 % dengan kreteria cukup. Konsentrasi siswa mengalami peningkatan, pada siklus I diperoleh rata-rata presentase 60,08 % dengan kriteria sedang, pada siklus II di peroleh rata-rata presentase 70,22 % dengan kriteria tinggi dan pada siklus III diperoleh rata-rata presentase 82,14 % dengan kriteria sangat tinggi. Dengan demikian Penerapan Terapi Musik Instrumental Klasik dapat meningkatkan konsentrasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIII H SMP Negeri 1 Talun Kabupaten Cirebon. Kata Kunci: Terapi Musik Instrumental Klasik, Konsentrasi Belajar Siswa

PARTISIPASI ORANGTUA TERHADAP PEMBENTUKAN PERILAKU SOSIAL REMAJA DI DESA KALIWULU, KECAMATAN PLERED, KABUPATEN CIREBON

Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 5, No 1 (2016): Pendidikan Karakter
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.833 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan data mengenai partisipasi orangtua terhadap pembentukan perilaku sosial remaja di Rw 01 Desa Kaliwulu Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, perilaku sosial remaja di Rw 01 Desa Kaliwulu Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan perilaku sosial remaja di Rw 01 Desa Kaliwulu Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon. Hasil penelitian ini yang terkait dengan partisipasi orangtua terhadap pembentukan perilaku sosial remaja adalah orangtua menggunakan banyak pola asuh yang diterapkan kepada anaknya ada yang bersifat otoriter dan ada pula yang biasa-biasa saja seperti pola asuh secara demokratif dan laissez-faire. Para orangtua kebanyakan mengikutsertakan anak mereka dalam kegiatan keagamaan serta kemasyarakatan, diharapakan anak mereka nantinya dapat hidup bermasyrakat dengan baik serta berperilaku sosial yang baik. Adapun faktor-faktor yang bisa mempengaruhi pembentukan perilaku sosial remaja yaitu faktor pendidikan, masyarakat, keluarga dan teman sebaya atau sepermainan, media masa, perkembangan IPTEK.Kata Kunci: Partisipasi dan Perilaku Sosial