Edi prio baskoro, Edi
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR ANTARA SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN METODE RECIPROCAL TEACHING (RT) DENGAN METODE AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR)PADA POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK (Studi Eksperimen Siswa Kelas VIII SMP NU Gebang Kabupaten Cirebon) prio baskoro, Edi; sholihah, farhatun
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran merupakan penentu kualitas hasil belajar siswa. Salah satu persoalan yang sering terjadi dalam prosestersebut adalah cara mengajar guru. Khususnya dalam bidang matematika, cara mengajar yang diterapkan guru matematikasaat ini cenderung kurang kreatif, variatif, dan korektif dan terjebak dalam proses pembelajaran yang kaku, dan membuatpeserta didik pasif dan membosankan. Banyak hasil di bidang matematika yang cenderung lemah dan masihmemprihatinkan. Dalam hal ini bahwa proses pembelajaran matematika perlu diperbaiki guna meningkatkan hasil belajarsiswa. Karena itulah penelitian ini mencoba menguji secara komparatif hasil belajar siswa bidang matematika pada pokokbahasan kubus dan balok dengan dua metode yang lebih kreatif dan dinamis, yakni metode Reciprocal Teaching (RT) danmetode Auditory Intellectualy Repetition (AIR).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar siswa yang menggunakan metode RT danmetode AIR, untuk mengatahui perbandingan hasil belajar siswa yang menggunakan metode RT dan metode AIR, danuntuk mengetahui sebarapa besar korelasi antara penggunaan metode RT dengan hasil belajar.Berdasarkan keunggulan dari kedua metode RT dan metode AIR peneliti memprediksi hasil belajar siswa yang lebih baikyaitu yang menggunakan metode RT, karena dalam metode RT memiliki keunggulan dan manfaat bagi siswa yaitu siswadilatih untuk membaca konsepkonsep matematika dengan cermat, kemudian dituangkan kedalam tulisan-tulisan denganmenggunakan bahasa mereka sendiri, kegiatan-kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsepmatematika yang terkadang cenderung diabaikan oleh siswa maupun guru. Padahal pemahaman konsep merupakan modalutama siswa untuk mengerti dan memahami soal-soal matematika yang siswa hadapi.Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Adapun jenis masalah yang peneliti kajiadalah masalah komparatif yaitu akan membandingkan hasil belajar siswa antara yang diajarkan dengan menggunakanmetode RT dengan metode AIR. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket dan tes. Di SMP NUGebang terdapat 2 kelas untuk kelas VIII yaitu kelas VIII A dan kelas VIII B yang masing-masing terdiri dari 30 siswa.Peneliti menjadikan kelas VIII A sebagai kelas eksperimen I yang diajarkan menggunakan metode RT dan kelas VIII Bsebagai kelas eksperimen II dengan metode AIR, pengambilan sampel ini dengan cara purposive.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kelas eksperimen I dengan metode RT dengan nilai rata-rata tes sebesar 64.Sedangkan kelas eksperimen II metode AIR dengan nilai rata-rata tes sebesar 60,8. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan α= 0,05, diperoleh bahwa thitung = 1.07 dan ttabel = 2.0017 dengan taraf kepercayaan 95% dan taraf kesalahan 5% makaberdasarkan kriteria uji-ttes dua sampel thitung < ttabel sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaanhasil belajar antara siswa yang diajarkan menggunakan metode RT dan metode AIR pada pokok bahasan kubus dan balok.Kata Kunci : Reciprocal Teaching, Auditory Intellectualy Repetition
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TEAM GAMES TOURNAMENT DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SUB MATERI POKOK BILANGAN BULAT prio baskoro, Edi
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar menunjukkan kecakapan siswa dan segala hal yang diperolehnya melalui proses belajar mengajar di sekolah dimana siswa dianggap berhasil apabila telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan. Hasil penelitian awal menunjukkan bahwa nilai harian yang diperoleh siswa kelas IV MI Jampang Cimerak tahun ajaran 2012/2013 sebagian besar siswa belum dapat dikatakan tuntas dalam mata pelajaran matematika. Dikatakan demikian karena dari 15 siswa sebanyak 40% siswa tuntas dalam belajar sedangkan sebanyak 60% siswa belum tuntas.  Berdasarkan penelitian awal nilai ulangan siswa kelas IV masih dibawah KKM. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah model pembelajaran. Model pembelajaran merupakan suatu perencanaan yang dibuat oleh guru agar proses pembelajaran dapat dilaksanakan tanpa mengakibatkan siswa mengalami kebosanan. Pada kenyataannya model pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah cenderung monoton dan berpusat pada guru. Untuk itu peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran kooperatif teknik Team Games Tournament (TGT)  dalam proses belajar mengajar sebagai suatu upaya untuk memberikan solusi dari permasalahan tersebut. Team Games Tournament (TGT) adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang mudah dalam penerapannya karena dalam pelaksanaannya melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus membedakan status, adanya kegiatan tutor sebaya (peer teaching), adanya suatu permainan serta reinforcement (penguatan). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) Teknik TGT (Team Games Tournament) dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika khususnya pada materi bilangan bulat di kelas IV MI Jampang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan Subjel penelitian Kelas IV MI Jampang Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis. Penelitian ini berlangsung selama 3 siklus.Hasil penelitian setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif teknik TGT menunjukan siswa lebih bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran dan meningkatnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I, II, dan II) yaitu masing-masing 73,33%, 80%, dan 100%.  Sehingga penerapan model pembelajaran kooperatif teknik TGT berperan penting terhadap peningkatan hasil belajar siswa.Kata kunci : Model pembelajaran kooperatif teknik Team Games Tournament  (TGT), hasil belajar
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN ALAT PERAGA BENDA DUA DIMENSI DENGAN YANG MENGGUNAKAN ALAT PERAGA BENDA TIGA DIMENSI PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG: KUBUS DAN BALOK (STUDI EKSPERIMEN KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 TALUN, KAB. CIREBON) prio baskoro, Edi; amar, saeful
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu karakteristik matematika adalah mempunyai objek yang bersifat abstrak. Sifat abstrak ini menyebabkanbanyak siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari matematika. Sehingga siswa merasa bosan dan tidak tertarik dalammempelajari matematika. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan alat bantupembelajaran, yaitu alat peraga benda dua dimensi dan alat peraga benda tiga dimensi pada pokok bahasan yang sama.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan alat peraga benda duadimensi dan untuk siswa yang menggunakan alat peraga benda tiga dimensi, serta untuk mengetahui perbedaan hasil belajarsiswa antara yang menggunakan alat peraga benda dua dimensi dan yang menggunakan alat peraga benda tiga dimensi.Hasil belajar adalah hal yang selalu menjadi orientasi dari setiap pelaksanaan proses pembelajaran. Oleh karena itu,guru perlu memilih dan menggunakan alat peraga yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, supaya pembelajaran lebihbervariasi, materi yang disampaikan mudah dipahami, dan siswa lebih termotivasi dalam belajar, sehingga dapatmenghasilkan hasil belajar yang lebih baik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, sedangkanuntuk pengumpulan data melalui observasi, studi dokumentasi dan pemberian soal tes. Populasi target dalam penelitian iniadalah seluruh siswa kelas VIII semester genap tahun ajaran 2008/2009. Kemudian diambil sampel dengan menggunakanteknik cluster sample dan dipilih kelas VIIIDsebagai kelompok 1 dengan alat peraga benda dua dimensi dan dipilih kelasVIIIEsebagai kelompok 2 dengan alat peraga benda tiga dimensi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis dengan ujinormalitas, uji homogenitas, uji t, serta uji hipotesis.t dengan tarafnyata α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = (40 + 38 – 2) = 76. Karena nilai 76 tidak terdapat dalam daftar distribusiDari hasil data uji hipotesis dengan perhitungan uji t diperoleh hargastudent’s t maka ditentukan dengan cara interpolasi yang diperoleh hargatabelt= 3,22. Sedangkanhitungt = 1,99. Karenat yaitu 3,22 >1,99, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yangt>hitungmenggunakan alat peraga benda dua dimensi dengan siswa yang menggunakan alat peraga benda tiga dimensi. Dalam halini hasil belajar matematika siswa yang menggunakan alat peraga benda tiga dimensi lebih baik daripada siswa yangmenggunakan alat peraga benda dua dimensi, dengan uji t untuk alat peraga benda dua dimensi adalah 7,63 dan untuk alatperaga benda tiga dimensi adalah 12,08.Kata Kunci : alat peraga dua dimensi, alat peraga tiga dimensitabeltabel
PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS WEB TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN PELUANG (Studi Eksperimen Di Kelas XI SMK Pariwisata Kota Cirebon) prio baskoro, Edi
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini sangatlah pesat salah satunya adalah internet, Ada beberapa fungsi dari internet yangdidalamnya sarat dengan berbagai manfaat. Salah satu yang akan diungkap disini, yaitu fungsi pendidikan. Pendidikan jarakjauh yang didalamnya terdapat pembelajaran online, diskusi online sampai evaluasi atau tes online juga dapat dilakukanmelalui internet. Komunikasi atau diskusi dengan para pakar diseluruh dunia juga dapat dilakukan melalui internet. Dariaktivitas-aktivtias yang dilakukan ini, akhirnya muncul istilah baru yang kemudian dikenal dengan sebutan “e-learning”,salah satu aplikasi model eleraning yaitu pembelajaran berbasis web yang populer dengan sebutan Web Based Training(WBT).Pembelajaran berbasis web dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web dalam dunia pembelajaran untuk sebuahproses pendidikan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa semua pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi internetdan selama proses belajar dirasakan terjadi oleh yang mengikutinya maka kegiatan itu dapat disebut sebagai pembelajaranberbasis web. Dalam penelitian ini menggunakan model Web course, yaitu penggunaan internet untuk keperluanpendidikan, yang mana siswa dan guru sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka. Seluruh bahan ajar,diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet.Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu variabel bebas (X), pembelajaran berbasis web dan variabel terikat (Y), hasilbelajar siswa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melaluiangket dan tes. Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan Akuntansi dan Tataboga SMKPariwisata Cirebon. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposif sampling, yang terambil kelas XI Akuntansiyang berjumlah 30 Siswa sebagai kelas eksperimen. Setelah data diperoleh, data kemudian dianalisis dengan pendekatankuantitatif, untuk uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dengan Chi-Kuadrat, uji homogenitas dengan uji F, danuji analisis data dengan uji t test.Dari hasil penelitian didapat bahwa penggunaan Pembelajaran berbasis web dapat meningkatkan hasil belajar siswa ,penggunaan pembelajaran berbasis web ini mempunyai pengaruh yang signifikan untuk kelompok siswa kelas tengah, halini dapat dibuktikan dari uji gain untuk kelompok siswa tengah ini dapat dibuktikan dari uji gain kelas eksperimen untukkelompok siswa tengah diperoleh thitungsebesar 4,69 . Karena thitung> ttabel, maka Ha diterima.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan pembelajaran pembelajaranberbasis web terhadap hasil belajar siswa untuk kelompok siswa tengah kelas XI Jurusan Akuntansi di SMK PariwisataCirebon.Kata Kunci : WBT, peluang
PERBANDINGAN PENERAPAN TEKNIK PENILAIAN KINERJA DAN TEKNIK PENILAIAN TERTULIS TIPE URAIAN TERBATAS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI HASIL BELAJAR SISWA Badriani, elmayanti; prio baskoro, Edi; manfaat, budi
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selection of assessment Technique in study evaluation can influence the result learn the student. Specially in mathematics study, in evaluation of study of assessment technique not only fetched up all standing at written it just by assessment technique but a lot of choice of assessment technique which can awaken the study atmosphere become creative and active. In this case evaluate the study require to be improve repaired to by utilize to improve the result learn the student. Therefore, this research try to compare the technique of performance assessment with the assessment technique written in mathematics study  of  at  discussion fundamental mark with  lines  and  angle  corner evaluated from result learn student. This study aims to determine whether there are difference to the results of students mathematics learning among students in group learning by using the techniques of evaluation and performance assessment of students in group learning by using valuation techniques evaluation written description of the type limited to the subject line and angle in class VII SMP 1 Cilimus District Brass. This study is a quasi-experimental research. Affordable population in this study were students of second grade at SMPN 1 Cilimus Academic Year 2014/2015. Samples were selected using random cluster sampling technique, was elected class VII.7 the number of students 36 people and VII.8 by the number of students 37 people as the sample. The research instrument used in the form of tests. The average math student learning outcomes in the experimental group I in both categories, shown by the average number of 84,93 with a standard deviation of 5,98 and the average math student learning outcomes in the experimental group II in both categories, indicated by the numbers an average of 81,39 with  a  standard deviation of  6,08.  Hypothesis test  results  conclude that  there  are difference to the results of students mathematics learning among students in group learning by using the techniques of evaluation and performance assessment of students in group learning by using valuation techniques evaluation written description of the type limited to the subject line and angle in class VII SMPN 1 Cilimus District Brass at significance level of 5%.Keywords: Comparison, Student Learning Outcomes, Performance Assessment, Written Assessment Limited Description Type
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA MODEL SEGITIGA PADA PEMBELAJARAN BIDANG DATAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (STUDI EKSPERIMEN DI KELAS VII SMP NEGERI 1 KRANGKENG KABUPATEN INDRAMAYU) habibah, mirah; prio baskoro, Edi
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMatematika adalah mata pelajaran yang bersifat abstrak sehingga membutuhkan penalaran yang tinggi untumemahaminya. Tugas seorang guru adalah berusaha agar matematika yang bersifat abstrak dapat cepat dipahami oleh siswaMaka untuk mengatasi kesulitan siswa dalam belajar matematika harus diupayakan inovasi dalam pembelajaran agatumbuh kembali minat dan perhatian siswa untuk mempelajari matematika sehingga hasil belajar maksimal. Salah satuinovasi dalam pembelajaran untuk membantu siswa memahami matematika adalah menggunakan media pembelajaranTujuan dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengkaji hasil belajar siswa yang menggunakan alat peraga model segitiga(2) Untuk mengkaji hasil belajar siswa yang tidak menggunakan alat peraga model segitiga. (3) Untuk mengkaji adakapengaruh penggunaan alat peraga model segitiga terhadap hasil belajar siswa.Penelitian ini bertitik tolak dari pemikiran bahwa alat peraga model segitiga sangat berperan dalam pembelajaran. Padhakikatnya pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan suasana belajar atau memberikapelayanan agar siswa belajar. Salah satu faktor yang membuat sisiwa malas belajar, jenuh, dan keluhan lainnya dalamproses belajar mengajar dikelas adalah karena pembelajaran yang monoton. Untuk menumbuhkan perhatian, keaktifan, dasiswa merasa senang dalam belajar matematika alat peraga model segitiga merupakan cara yang tepat untuk merangsansiswa lebih aktif dalam proses belajar matematika.Penelitian ini merupakan penelitian kuntitatif jenis eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMPN Krangkeng Tahun pelajaran 2009/2010 sebanyak 332 siswa dan terbagi menjadi 8 kelas, sedangkan pengambilan sampedalam penelitian ini menggunakan simple random sampling yaitu peneliti mengambil secara acak satu kelas dari delapakelas yang ada. Peneliti mengambil kelas VII B sebagai kelas eksperimen yang menggunakan alat peraga model segitigaUntuk pengumpulan data menggunakan hasil angket dan tes dari kelas eksperimen. Data yang diperoleh dari hasil tes daangket dianalisis melalui uji normalitas, uji homgenitas, uji independen dan kelinieran regresi, uji korelasi, uji hipotesis dakoefisien determinasi.Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh thitung= 3,01 dan ttabel= 2,03 karena thitung> ttabelatau 3,01 > 2,03 makberdasarkan kriteria uji hipotesis ini Haditerima artinya ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan alat peraga modesegitiga terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Krangkeng Kabupaten Indramayu.Kata Kunci : model segitiga, bidang datar