Articles

Found 6 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PUKULAN SMASH FOREHAND DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS MELALUI PEMBELAJARAN LEMPAR BOLA ATAS PADA MAHASISWA KELAS A PAGI SEMESTER IV IKIP-PGRI PONTIANAK

Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.571 KB)

Abstract

Kegiatan siklus II yang direalisasikan melalui pembelajaran lempar bola atas  memberikan hasil sebagai berikut: 1) mahasiswa mulai memahami konsep dasar pukulan smash forehand permainan bulutangkis, pemahaman ini dapat dilihat dari cara mahasiswa melakukan dan mempelajari gerakan pukulan smash forehand permainan bulutangkis dengan baik, 2) mahasiswa dapat melakukan tahapan-tahapan pukulan smash forehand bulutangkis dengan baik, 3) motivasi dan percaya diri mahasiswa meningkat pada saat melakukan pukulan smash forehandpermainan bulutangkis. Hasil penelitian ini adanya peningkatan hasil belajar smash  forehand bulutangkis melalui pembelajaran lempar bola atas, peningkatan terjadi disetiap pembelajaran yang dimulai dengan observasi awal, siklus I dan diakhiri pada siklus II. Terjadi peningkatan pada aspek psikomotor, mahasiswa telah memahami konsep gerak smashforehandbulutangkis. Pada aspek kognitif, pemahaman mahasiswa bertambah seiring dengan proses mengikuti pelajaran, terlihat dari semangat dan antusias mahasiswa mengikuti pembelajaran, kepercayaan diri mahasiswa dalam berinteraksi dengan mahasiswa dan dosen, nilai kejujuran, kedisiplinan, kerjasama tanggung jawab dan toleransi antar mahasiswa yang mereka tunjukkan. Kata Kunci: Hasil Belajar, Smash Forehand Bulutangkis

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT SISWA PUTRI DALAM PERMAINAN BOLA VOLI KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 2 PONTIANAK

Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.596 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Apa faktor-faktor internal yang menumbuhkan minat siswa putrid di kelas X SMA Muhammadiyah 2 Pontianak, (2) Apa faktor-faktor eksternal yang menumbuhkan minat siswa putrid di kelas X SMA Muhammadiyah 2 Pontianak, dan (3) Apa saja usaha dari guru pendidikan jasmani dalam menumbuhkan minat terhadap olah raga bola voli pada siswa putrid kelas X SMA Muhammadiyah 2 Pontianak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan populasi dalam penelitian berjumlah 35 siswa, karena kurang dari 100 maka 35 populasi tersebut di jadikan sampel. Teknik yang digunakan adalah teknik pengukuran. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Faktor-faktor internal yang menumbuhkan minat pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah 2 Pontianak dapat dilihat dari pembawaan siswa, tingkat pendidikan, pengalaman masa lalu, dan cita-cita serta harapannya. 2) Faktor-faktor eksternal pada siswa kelas kelas X SMA Muhammadiyah 2 Pontianak kategori baik yang ditandai dengan perhatian yang dimiliki siswa, kesenangan dalam melakukan olahraga, serta kemauan siswa dalam berlatih, dan 3) Usaha dari guru pendidikan jasmani dalam menumbuhkan minat terhadap olahraga bola voli pada siswa kelas kelas X SMA Muhammadiyah 2 Pontianak yang ditandai dengan pengadaan sarana dan prasarana dalam pembelajaran bola voli, penerapan model pembelajaran yang dapat meningkatkan minat siswa, pemberian motivasi pada siswa dan penghargaan pada siswa yang berpretasi.Kata Kunci: Minat Siswa, Bola Voli

Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik dan Tindakan PSN Masyarakat Dengan Container Index Jentik Ae. aegypti di Wilayah Buffer Bandara Temindung Samarinda

HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 1, No 2 (2015): Kesehatan Lingkungan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.158 KB)

Abstract

 The high dengue cases in Indonesia is very closely linked to environmental conditions. There are still many people who do not understand the environmental conditions that can lead to the spread of dengue disease. Environmental conditions are conditions that could affect the development of larvae of Aedes aegypti. Breeding and resting places of dengue vectors such as containers contain-ing water, humidity, lighting and air temperature can be a big threat for the spread of dengue dis-ease. In addition to the environmental conditions, actions / practices mosquito nest eradication (PSN) community is still very necessary in the note to prevent dengue disease. The working area Temindung dengue cases in the Village of service in 2012 there were 5 cases of dengue fever patients, and in-creased cases in the year 2013 as many as 6 cases. This study aims to determine the relationship Knowing the physical environment and the actions PSN community with Container Index (CI) Aedes aegypti in the buffer area Temindung Samarinda in 2014. This type of research is analytic survey method with cross sectional approach. Samples are 112 respondents by observation, observation and measurement. The results showed no relationship between the humidity of the Container Index with sig value of 0.001 (sig> α), there is a relationship between the lighting of the Container Index with sig value of 0.001 (sig <α), There is a relationship between air temperature of the Container Index with sig 0,001 (sig <α), and there is a relationship between the PSN to the Container Index (CI) with a value of 0.001 ρ (ρ value <α). Based on the results of this study are expected to provide input into PSN and abatisasi program so as to minimize the Flick Ae. aegypti in the region Buffer Temindung Samarinda.Keywords : Container Index, Physical Environment, PSN

Analisis produktivitas tenaga kerja di Provinsi Jambi

e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Vol 5 No 2 (2016): e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan
Publisher : e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja oleh sektor ekonomi di Provinsi Jambi. Penelitian menggunakan data time series periode 2004-2013. Hasil penelitian menemukan bahwa tingkat pertumbuhan rata-rata produktivitas tenaga kerja per sektor sebesar 7,86 persen. Secara simultan, pendidikan, upah, dan usia harapan hidup berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja di Provinsi Jambi. Secara parsial, pendidikan dan upah berpengaruh signifikan, sedangkan usia harapan hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja di Provinsi Jambi REFERENCES Afrida. 2003. Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: Ghalia Indonesia. Anonim, 2001. Analisa Produktivitas Regional Sektoral. Disnakertrans. Provinsi Jambi. Indonesia Anonim, 2003. Pengukuran dan Anilsa Produktivitas Regional Sektoral Provinsi Jambi. Disnakertrans. Provinsi Jambi. Indonesia Anonim, 2006a. Pengukuran Produktivitas Sektoral Provinsi Jambi. Disnakertrans. Provinsi Jambi Anonim, 2006b. Susenas. BPS. Provinsi Jambi Arsyad, lincolin dan Stephanus Eri Kusuma. 2014. Ekonomi Indsutri. Yogyakarta : UPD STIM YKPN. Dessler, Garry. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Indeks Gramedia. Jakarta Fauzan, Desra. 2008. Analisis Produktrivitas Tenaga Kerja Pada Sektor Industri di Provinsi Jambi. Skripsi. Jambi Fatchurrohman. 2014. Analisis Spasial Disparitas Produktivitas Tenaga Kerja (Studi Kasus 38 Kabupaten/Kota Di Jawa Timur. FE. Gujarati, D.N dan Porter,D.C. 2010. Dasar-dasar Ekonometrika. Salemba Empat. Jakarta Hidayat, Syahrul M. 1998. Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Menghadapi Era Industrialisasi. Balai Pustaka. Jakarta Kamaluddin, Rustian. 1998.Pengantar Ekonomi Pembangunan. LPFE-UI. Jakarta Mankiw, E. 2003. Pengantar Ekonomi. Edisi kedua jilid pertama. Jakarta: Erlangga. Mankiw N. Gregory. 2000. Teori Makro Ekonomi. Edisi Keempat. Alih Bahasa : Imam Nurmawan. Jakarta : Erlangga. Mahendra, A D. 2014. Analisis Pengaruh Pendidikan Upah Jenis Kelamin Usia dan Pengalaman Kerja terhadap Produktivitas Tenaga Kerja. Skripsi. Semarang Malthis, L, Robert. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT Salemba Embar Satria. Jakarta Muchdarsyah. 2009. Produktivitas Apa Dan Bagaimana. Jakarta. Bumi Aksara. Mulyadi. 2014. Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Perspektif Pembangunan. Edisi Revisi. Jakarta. Rajawali Pers. Nawawi. 2006. Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Jambi tahun 1990-1998. FE Nazir, Moh. 2013. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Bogor Simanjuntak, P. 1998. Pengantar Sumber Daya Ekonomi Manusia. Jakarta: LPFE-UI. Subri, Mulyadi. 2004. Ekonomi Sumer Daya Manusia. Jakarta Sudarwan. 2003. Ekonomi Sumber Daya. Bandung. CV. Pustaka Setia. Sukirno, Sadono. 2005. Mikro Ekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada Sumarsono, Sonny. 2003. Ekonomi Manajemen Sumberdaya Manusia Dan Ketenagakerjaan. Jogjakarta : Graha Ilmu Syahputra, Andi. 2009. Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Ekonomi Basis Di Provinsi Jambi Periode 2000-2007. Jambi : Fakultas Ekonomi Unja Syamsuddin, 1997. Poduktivitas Tenaga Kerja pada Sektor Industri dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi di Provini Jambi. Jurnal Manajemen dan Pembangunan Edisi IX. FE-UNJA.Jambi Tarigan, Robinson, MRP. 2005. Ekonomi Regional, Teori dan Aplikasi. Bumi Askara. Jakarta Tasman, Aulia dan Aima, Havidz.M. 2014. Ekonomi Manajerial, Dengan Pendekatan Matematis. Rajawali pers. Jakarta. Ravianto, J. 1995. Produktivitas dan Manusia Indonesia, Edisi ke II. LSI. Jakarta Zainab Bakir dan Chris Manning. 1984. Angkatan Kerja di Indonesia : Partisipasi, Kesempatan dan Pengangguran. Jakarta: Rajawali

INTELKAM UNIT ROLE IN COMBATING NARCOTICS ABUSE IN BOGOR BY DECREE NO NATIONAL POLICE SKEP / 37 / I / 2005 (Studies In Bogor City Police)

DERECHTSSTAAT Vol 1, No 2 (2015): JURNAL HUKUM "DERECHTSSTAAT"
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT In the Decree of the Chief of Police No. Pol Skep / 37 / I / 2005 dated January 31, 2005 on Guidelines for Environmental Security Intelligence at the Indonesian Police, stated that security intelligence is intelligence that is implemented in carrying out the principal task of the police to bring internal security. Implementation of the activities and operations of security intelligence is to early prevention, early detection and implementation of early warning in accordance with the vision and mission of the security intelligence. Throughout 2014 the number of drug cases occurring among drug cases increased from 108 cases to 168 cases or by 55.6 percent.The objectives to be achieved in this thesis are: 1) To determine and analyze the role of Unit Intelkam in combating drug abuse in the city of Bogor by the Decree of the Chief of Police No. Skep / 37 / I / 2005. 2) To know and analyze the obstacles encountered Intelkam Force in combating drug abuse in the city of Bogor, and 3) To know and analyze the efforts made Intelkam Unit in overcoming obstacles to overcome combating abuse of narcotics in the city of Bogor. The method used normative juridical research method that is conceived as the norm of law, rules, principles or dogmas.The study concluded that the role of Bogor City Police Intelkam has shown good performance in dealing with drug abuse in the region combating the city of Bogor this is done in order to get results and optimum efficiency in the process of investigating criminal cases by way of supervision open or closed in preventing abuse of the use of narcotics.

Keragaman Jenis Burung Pada Berbagai Komunitas di Pulau Sangiang, Provinsi Banten

Jurnal Biodjati Vol 3, No 2 (2018): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.848 KB)

Abstract

Burung merupakan satwa liar yang banyak ditemukan diberbagai tipe habitat. Indonesia sendiri merupakan rumah bagi 17%  spesies burung yang ada di muka bumi. Keragaman jenis burung pada suatu komunitas juga dapat menjadi indikator lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis burung pada berbagai tipe komunitas yang terdapat di Pulau Sangiang, Banten. Komunitas yang diamati yaitu komunitas hutan dataran rendah, kebun dan hutan mangrove. Metode yang digunakan adalah metode Point Count, dimana pada tiap komunitas ditentukan sebanyak enam titik hitung yang mempunyai jarak sekitar 200 m tiap titik hitungnya. Berdasarkan penelitian ini didapatkan 52 spesies burung dari 31 famili yang tersebar di masing-masing ekosistem. Dari ketiga komunitas, indeks keanekaragaman tertinggi dijumpai pada ekosistem kebun yaitu senilai 2.76, ekosistem mangrove dengan nilai 2,61 dan indeks keanekaragaman paling rendah terdapat pada ekosistem dataran rendah dengan nilai indeks keanekaragaman 2.56. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa persebaran jenis burung pada tiap komunitas merata yang ditunjukkan oleh indeks kemerataan pada masing-masing tipe komunitas yang nilainya mendekati satu.