Sitti Raodhah, Sitti
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

Gambaran Pemanfaatan Pelayanan Kunjungan Neonatus di Wilayah Kerja Puskesmas Balangnipa Tahun 2015

Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.129 KB)

Abstract

Kunjungan neonatus merupakan salah satu intervensi untuk mengurangi AKB yaitu melakukan kontak langsung dengan tenaga kesehatan minimal tiga kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan pelayanan kunjungan neonatus di wilayah kerja Puskesmas Balangnipa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Populasi dan sampel adalah 75 ibu yang telah melahirkan di Puskesmas Balangnipa. Pengambilan sampel meggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan statistic deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwa 75 responden (100%) memanfaatkan pelayanan kunjungan neonatus. Dari akses geografis, sebanyak 72 orang (96%) yang mampu menjangkau pelayanan KN dan 3 orang (4%) yang tidak mampu menjangkau pelayanan KN. Dari faktor ekonomi, 23 orang (30.7%) memiliki pendapatan keluarga yang tinggi dan 52 orang (69.3%) memiliki pendapatan keluarga yang rendah. Dari faktor sosial budaya, sebagian besar responden masih memiliki kepercayaan tentang bayi baru lahir, sedangkan faktor sikap dan persepsi menunjukkan 75 orang (100%) responden memiliki sikap yang baik dan persepsi yang positif terhadap pelayanan kunjungan neonatus. Dan dari faktor pelayanan kesehatan, 75 orang (100%) berpendapat bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan sudah baik.  Penelitian ini menunjukkan bahwa semua ibu melakukan memanfaatkan pelayanan kunjungan neonatus terutama KN1 karena masih berada di tempat pelayanan kesehatan saat bersalin.Dengan penelitian ini adalah disarankan kepada tenaga kesehatan lebih aktif melakukan penyuluhan tentang kunjungan neonatus kepada masyarakat. 

Studi Kualitas Fisik Kimia Sumur Gali Dusun Lassang-Lassang Desa Arungkeke Kec. Arungkeke Kab. Jeneponto

HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 1, No 2 (2015): Kesehatan Lingkungan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.749 KB)

Abstract

 Groundwater contamination can cause serious problems, since groundwater is a source of wa-ter that is used by most of the population to meet the drinking water needs. Discuss the specific wa-ter chemistry requirements, so it is important because many chemical content of water which cause bad effect on health because it is not in accordance with the biochemical processes of the body. This study aims to determine the physical and chemical quality of water dug wells located in the hamlet village Lassang-Lassang Arungkeke Arungkeke Jeneponto the District in 2014, with a descriptive ap-proach. The study used purposive sampling method, with the criteria that health complaints observa-tion using a questionnaire, and the Field Test Laboratory tests to show the water content of dug wells. The survey results revealed that for the physical parameters of the existing color proofing 4 (40.0%) samples of well water were eligible and 6 (60.0%) were not eligible, for examination of the smell, there are 9 (90.0%) were qualified and 1 (10.0%) were not eligible, and for examination taste 4 (40.0%) were eligible and 6 (60.0%) are not eligible. Dug well water quality of the chemical parame-ters of Iron (Fe) all (100.0%) did not qualify that exceeds the maximum allowable limit of 1.0 mg / L. and Manganese (Mn) (100%) were allowed to meet the requirements of 0.5 mg / L, while the use of health complaints dug well water contained 31 (57.4%) who experienced health complaints and 24 (42.6%) were not experiencing health complaints. To maintain water quality dug well, the public can expect to pay more attention and get used to the cooking water to a boil.Keywords : dug wells, Manganese (Mn), Iron (Fe), color, smell and Taste.

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Balita di Wilayah Pesisir Desa Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima

HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3, No 2 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.46 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tentang  faktor yang berhubungan dengan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di Wilayah Pesisir. Pokok permasalahan yang di bahas adalah mengenai faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah pesisir Desa Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima tahun 2014Jenis Penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang bertempat tinggal di wilayah Pesisir Desa Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima tahun 2014. Tehnik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dimana teradpat 70 orang balita sebagai sampel dalam penelitian ini.Berdasarkan analisis chi-square didapatkan bahwa (1) Ada hubungan penggunaan jenis bahan bakar biomassa dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah pesisir Desa Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima tahun 2014 (p =0,001) (2) Ada hubungan Luas ventilasi dengan kejadian  Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita balita di wilayah pesisir Desa Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima tahun 2014 (p =0,000) (3) Ada hubungan Kepadatan Hunian dengan kejadian  Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di wilayah pesisir Desa Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima tahun 2014 (p  = 0,000) (4) Tidak ada hubungan Perilaku merokok dengan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di wilayah Pesisir Desa Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima tahun 2014 (p = 0,084) Kata Kunci : Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), Biomassa, Luas Ventilasi, Kepadatan Hunian, Perilaku merokok

Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Personal Hygiene Selama Menstruasi pada Santriwati di Pesantren Babul Khaer Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2016

HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3, No 1 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.103 KB)

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang diwarnai oleh perubahan pertumbuhan, munculnya berbagai kesempatan dan seringkali menghadapi risiko-risiko kesehatan reproduksi. Personal hygiene selama menstruasi merupakan isu kritis sebagai determinan status kesehatan remaja yang akan berpengaruh dalam kehidupan masa tua. Salah satu upaya mengurangi gangguan pada saat menstruasi yaitu membiasakan diri dengan perilaku higienis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor yang berhubungan dengan personal hygiene selama menstruasi, seperti pengetahuan, komunikasi teman sebaya, usia menarche dan kepercayaan terhadap mitos pada santriwati Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Babul Khaer Bulukumba. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah santriwati Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Babul Khaer Kabupaten Bulukumba sebanyak 117 santriwati. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan  sebesar 76,1% responden yang memiliki personal hygiene selama menstruasi yang cukup dan yang memiliki personal hygiene selama menstruasi yang kurang sebesar 23,9%. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,000), komunikasi teman sebaya (p=0,002), dan kepercaayaan terhadap mitos (p=0,000) dengan personal hygiene selama menstruasi, sedangkan usia menarche (p=0,473) tidak memiliki hubungan dengan personal hygiene selama menstruasi. Penelitian ini menyarankan agar para remaja dapat meningkatakan personal hygiene selama menstruasi dengan cara membekali diri sebanyak-banyaknya dengan pengetahuan yang diperoleh baik dari media massa, orang tua atau buku. Bagi pihak sekolah dapat menerapkan metode pendidikan kesehatan dalam meningkatkan personal hygiene selama menstruasi sepetri FGD (Focus Group Discussion). Kata Kunci : Personal Hygiene, Menstruasi, Santriwati.

Pesticide Residue Analysis of Fruit Tomato (Lycopersicon commune) and Vegetable Tomato (Lycopersicon Pyriporme) at Traditional Market of Makassar City 2014

HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 1, No 3 (2015): Kesehatan Lingkungan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.328 KB)

Abstract

Pesticide residue is one of the supporting factors caused cancer in humans by contamination between toxic and food. Effects of pesticide residues are not happened directly to consumers, but in the long time, it can cause health problems, the monitoring of pesticide residues in food is one way to prevent cancer early that caused by toxic substances that contaminated fruits and vegetables, especially fruit tomato and vegetables tomato at traditional market of Makassar city. The purpose of the study is to determine the presence of pesticide residues of fruit and vegetable tomato in Makassar traditional markets and to determine the food safety of fruit and vegetabes tomato from pesticide residue in traditional markets of Makassar city 2014. This study used quantitative methods with a descriptive approach using field observations , interviews, sampling, and inspection of tomato samples. The sampling method was purposive sampling. Samples were taken from the most dominant distributor as a distributor of tomatoes at each sampling site. The results showed that all samples of fruit tomato and vegetable tomato at the traditional market of Makassar was not detected containig pesticide profenofos active residue detection limits based on gas chromatography instruments. Samples of fruit tomato at a traditional market and vegetable tomatoes in traditional B detected contain the active chlorpyrifos pesticide residues below the MRL of pesticides that are safe for consumption by the public and not detrimental to health for the active ingredient profenofos and chlorpyrifos, but it is possible there are other active ingredients or any other toxic substances contained in the tomato. Researchers suggest that; 1) To the office of the provincial agriculture should give socializing and training an ongoing basis and periodically to the farmers to pesticides in vegetables and fruits in accordance with the use and dosage .; 2) To the department of health and consumer organizations Indonesian foundations that would increase oversight of pesticide distribution and use of pesticides and to improve education regarding the appropriate use of pesticides with IPM programs. 3) To further researchers should conduct the analysis of pesticide residues in foodstuffs other examination or other pesticide active ingredients as well as conduct periodic research as research conducted by researchers who are not frequently.Keywords: Traditional Market, pesticide residu, and Tomato 

Kualitas Air Sungai Walannae di Dusun Kampiri Desa Pallawarukka Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo

HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 2, No 1 (2016): Kesehatan Lingkungan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.314 KB)

Abstract

River is a stream of water on Earths surface that is formed naturally from the land into the sea.Tha Water in Walannae river is a source of clean water in the community of Kampiri village of Pallawarukka districts in Pammana Wajo district.This study aims to determine the quality water of the river hamlet Kampiri Walannae in terms of parameters MPN Coliform, TSS (Total Suspended Solid), temperature, pH, BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand). This research was conducted by quantitative methods using descriptive observational approach to design through sampling at three points. That is the point I (Upstream), point II (middle) and point III (Downstream). Sampling was done by a combined technique (composite sample), which is in the morning (08:00 to 9:00) and afternoon (16:00 to 17:00). Some parameters (temperature and pH) performed in the field, while for the parameters (MPN Coliform) checked in Sengkang city Health Department Laboratory, and the parameters (TSS, BOD and COD) checked in Environmental Health Laboratory banta-Bantaeng.Parameter were based on the results of the examination for Coliform MPN highest yield at the third point on the afternoon of the 11000 (/ 100ml) and the lowest result at the third point on the morning of the 5400 (/ 100ml). Parameter TSS highest yield is on the afternoon of the third point of 105 (mg / l) and the lowest result at the point I am today is 62 (mg / l). Temperature measurement parameters morning point I, II, and III average 27C in the afternoon while I point 27̊Cdan points II and III point 29C, the difference temperature between the water and the air is still eligible under the deviation parameter is pH 3 was at its highest yield second morning at 8 and the lowest point of the first and the third morning ie 6.  BOD highest yield at the third point of the afternoon of 36 (mg / l) and the lowest result at the first point on the afternoon of the 9 (mg / l). COD parameters the highest yield at the point II on the afternoon of the 42 (mg / l) and the lowest result at the point I on the morning of 23 (mg / l).  Based on water quality standards according to the provincial governor SK Sul-Sel  69 Year 2010 on Standards of quality and criteria for environmental damage, for the parameters pH and temperature is still eligible, whereas for the parameter MPN Coliform, TSS, BOD and COD are not eligible. Keywords: Water quality in the hamlet Walannae Kampiri for parameters MPN Coliform, TSS , temperature, pH, BOD, COD 

Pengaruh Pemberian Otak-Otak Ikan Kembung Jantan (Rastrelliger kanagurta) Substitusi Rumput Laut (Eucheuma spinosum) Terhadap Ibu Hamil KEK Di Wilayah Kerja Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar Tahun 2015

Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.188 KB)

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) merupakan keadaan dimana seseorang menderita ketidak seimbangan asupan gizi yang berlangsung menahun. Seseorang dikatakan menderita risiko kurang energi kronik bilamana LILA (Lingkar Lengan Atas) < 23,5 cm (Muliawati, Siti, 2012). Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian otak-otak ikan kembung jantan substitusi rumput laut eucheuma spinosum terhadap LILA, perubahan asupan energi dan asupan protein, serta berat badan  pada ibu hamil kurang energi kronik di Wilayah Kerja Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain non randomized pre- post control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK) yang terdapat di Wilayah Kerja Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar. Sampelnya adalah sebanyak 30 ibu hamil KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian otak-otak ikan kembung jantan substitusi rumput laut eucheuma spinosum selama 30 hari meningkatkan  rata- rata lingkar lengan atas, berat badan, asupan energi dan asupan protein. Terdapat pengaruh pemberian otak-otak ikan kembung jantan substitusi rumput laut eucheuma spinosum terhadap lingkar lengan atas ibu hamil KEK, yang di tandai dengan rata-rata lingkar lengan atas >23,5 cm. Diharapkan agar kegiatan pemberian otak-otak ikan kembung jantan substitusi rumput laut eucheuma spinosum tetap berjalan secara kontiyu meski penelitian selesai yang bisa dibuat sendiri ibu hamil.

Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Garam Beryodium Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Pallengu Kabupaten Jeneponto

Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.817 KB)

Abstract

Yodium adalah zat gizi esensial bagi tubuh karena merupakan komponen dari hormon tiroid, yaitu tetraiodotironin (T4) atau tiroksin dan triiodotironin (T3) yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf serta fungsi neuromuskular. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan  dengan  pemanfaatan  garam  beryodium  rumah  tangga  di  Kelurahan Pallengu Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei analitik. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan dua tahap pengambilan, proses pertama  menggunakan  proporsional  random  sampling  setelah  itu  tahap  selanjutnya sampel dipilih secara acak dengan metode arisan. Adapun sampel dalam penelitian ini berjumlah 282 responden dari 961 populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara variabel pendidikan ibu (p=0.490) dan sikap ibu (p=0.0229) dengan pemanfaatan garam beryodium rumah tangga, sedangkan terdapat hubungan yang bermakna antara variabel pengetahuan (p=0.001) dan harga garam (p=0.000) dengan pemanfaatan garam beryodium rumah tangga. Diharapkan kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan ketersediaan garam beryodium di rumah tangga serta melakukan penyuluhan tentang pentingnya penggunaan garam beryodium sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan garam beryodium.  

Penilaian Risiko Ergonomi Postur Kerja dengan Metode Quick Exposure Checklist (QEC) pada Perajin Mebel UD. Pondok Mekar Kelurahan Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar

Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.719 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini menilai risiko ergonomi postur kerja perajin mebel UD. Pondok Mekar Kelurahan Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar dengan dua kriteria penilaian yaitu penilaian observer’s dan worker sehingga diperoleh total skor exposure dari tiap alur proses produksi. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan observasional. Hasil penelitian menunjukkan skor eksposur tertinggi bagian pemotongan pada bahu/lengan yaitu 24, skor penilaian observer’sdan worker sebanyak 42%, total skor eksposur 69, risiko ergonomi pada kategori aman sehingga level tindakan diperlukan beberapa waktu kedepan. Bagian penghalusan pada bahu/lengan dan pergelangan tangan/tangan dengan skor masing-masing 40, skor penilaian observer’sdan worker sebanyak 76%, total skor eksposur sebanyak 134, risiko ergonomi pada kategori berat sehingga level tindakan sekarang juga. Bagian perakitan pada belakang punggung dengan skor 44, skor penilaian observer’sdan worker sebanyak 75%, total skor eksposur sebanyak 132, risiko ergonomi pada kategori berat sehingga level tindakan sekarang juga. Bagian pendempulan pada pergelangan tangan/tangan dengan skor 28, skor penilaian observer’sdan worker sebanyak 56%, total skor eksposur sebanyak 92, risiko ergonomi pada kategori sedang sehingga level tindakan dalam waktu dekat. Bagian pengecatan pada bahu/lengan dengan skor 32, skor penilaian observer’sdan worker sebanyak 49%, total skor eksposur sebanyak 80, risiko ergonomi pada kategori ringan sehingga level tindakan beberapa waktu kedepan. Diharapkan saran perbaikan sikap kerja di tiap alur proses produksi yang telah diketahui level risikonya sehingga tindakan perbaikan dapat ditentukan, dijadikan masukan mengenai risiko ergonomi pembuatan mebel khususnya pada penghalusan dan perakitan yang berada pada level tindakan tertinggi

Analisis Efisiensi Dan Efektivitas Penerapan Fire Safety Management Dalam Upaya Pencegahan Kebakaran di PT. Consolidaetd Electric Power Asia (Cepa) Kabupaten Wajo

HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 2, No 2 (2016): Kesehatan Lingkungan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.105 KB)

Abstract

Potential fire hazards can occur in any sector with various impacts such as threatening the safety and health of workers, be materially adversely affected by social. From some potential fire hazards showed a need to improve awareness of fire prevention. One effort that can be done is through better management. This study aims to determine the efficiency and effectiveness of the Fire Safety Management (FSM) application in the fire prevention efforts in PT. CEPA Wajo. This research is quantitative descriptive approach to the population is the FSM program. The sample in this study is the management policy, organization, identification of the fire risk, coaching and training, and inspection of fire protection facilities. As for the respondents in this study were two workers in the QEHS Department. The results showed that the application of the FSM program at PT. CEPA Wajo Regency 2015 is implemented fairly efficiently and effectively with a percentage of 83.6%. Management policies are efficiently and effectively (97.5%), inspection of fire protection systems is fairly efficiently and effective (84.5%), risk identification is fairly efficient and effective (84%), the organization is less efficient fire and effective (75%), as well as coaching and training are less efficient and effective (77.3%). We recommend that the management needs to monitor and evaluate the Fire Safety Management program periodically so that the program can be implemented more efficiently and effectively. Keywords : Efficiency, Effectiveness, Fire Safety Management