Andreas Priyono Budi Prasetyo, Andreas Priyono Budi
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 26 Documents
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN LINGKUNGAN HIDUP BERVISI KONSERVASI DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC SKILL PADA PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DI SEKOLAH Baihaqi, Imam; Prasetyo, Andreas Priyono Budi; Retnoningsih, Amin
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPA di SMP Negeri 13 Magelang selama ini belum menerapkan pembelajaran bervisi konservasi dengan pendekatan scientific skill. Pembelajaran masih menggunakan metode ceramah sehingga kurang aplikatif dan kurang memotivasi siswa dalam belajar Hal ini menyebabkan karakter konservasi siswa belum berkembang dengan baik. Oleh sebab itu perlu dikembangkan perangkat pembelajaran biologi bervisi konservasi dengan pendekatan scientific skill melalui pengolahan sampah organik di sekolah dan menguji efektifitas serta kepraktisan perangkat pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai konservasi siswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan menganalisis kebutuhan kemudian mengembangkan produk dan diuji validitas, efektivitas, dan kepraktisanya hingga diperoleh produk final. Produk yang dikembangkan adalah perangkat pembelajaran bervisi konservasi  dengan pendekatan scientific skill yang  meliputi silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), bahan ajar, lembar diskusi siswa (LDS), dan lembar penilaian scientific skill. Hasil penelitian berupa perangkat pembelajaran IPA materi lingkungan hidup bervisi konservasi dengan pendekatan scientific skill pada pengolahan sampah organik di sekolah cukup valid, praktis dan efektif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Hasil uji coba menunjukkan rata-rata respon siswa 97,57% atau sangat baik,  rata-rata nilai  scientific skills siswa  3,53 atau baik, hasil  t-test menunjukkan sig = 0,001 = 0,1% < 5 % dan nilai rata-rata  konservasi siswa sebesar 89,43 berada dalam kategori sangat baik.   Science teaching learning at Sekolah Menengah Pertama Negeri  13 Magelang at present has not applied yet the conservation  vision, using scientific skill approaches. Teaching learning process still uses lecturing methods, consequently it is not applicative and motivating students. It also makes student conservation character is not developed yet. Because of the needs, this study was aimed at developing science teaching tools grounded in conservation using scientific skill approaches through student activity ‘making compost’ at schools, and  testing its effectiveness and practicability, in terms of  student conservation values.  The method used is research and development by analyzing needs and then develop products and test their validity, effectiveness, and convenience to the final product obtained. products developed are learning devices visionary approach to conservation with scientific skills include syllabi, lesson plans, teaching materials, sheet student discussions, and scientific skills assessment sheet. The results of the research are: the science learning device of living space in conservational vision using scientific skill approach is valid, practice and effective to apply in teaching learning process. The result of the experiment shows the average of students responses 97. 57% (very good), the average of students scientific skill values 3.53 (good), The result of T-test shows sig = 0.001 = 0.1%< 5% and The average of students conservation values 89.43 in very good category. 
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN ASESMEN OTENTIK BAGI GURU BIOLOGI SMA/MA Khasanah, Rita Ariyana Nur; Prasetyo, Andreas Priyono Budi; Susilowati, Sri Mulyani Endang
Journal of Biology Education Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Buku panduan asesmen otentik yang disusun oleh Direktorat Pembinaan SMA (2013) menunjukkan ‘kurang tepat’ untuk digunakan oleh guru biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku panduan asesmen otentikbagi guru biologi SMA/MA dan mendeskripsikan validitas, kelayakanisi, keterbacaan dan implementasi buku tersebut. Penelitian ini adalah Research and Development (R &D). Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pecangaandan SMA Negeri 1 Jepara dengan 5 orang guru biologi yang menerapkan kurikulum 2013 sebagai responden. Buku panduan divalidasi oleh 2 ahli (ahli media danahlimateri). Data diambil menggunakan teknik wawancara dan observasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Buku panduan yang disusun oleh Direktorat Pembinaan SMA (2013) disusun untuk guru secara umum dan guru biologi pada kenyataannya mengalami kesulitan dalam menyusun instrument dan rubric untuk pembelajaran biologi dengan tepat. Guru  biologi membutuhkan buku panduan asesmen otentik yang khusus untuk biologi agar  dapat menerapkan asesmen otentik sesuai dengan pembelajaran biologi dan tujuan pendidikan sains. Buku panduan asesmen otentik yang dikembangkan diklasifikasikan ‘sangat valid’, ditinjau dari segi media (95,875%) dan materi (95,31%). Buku panduan tersebut juga diklasifikasikan ‘sangal layak’ ditinjau dari kelayakanisi (95,31%) dantingkat keterbacaannya ‘tinggi’ (79,2%) oleh guru biologi. Keterterapan buku panduan tersebut diklasifikasikan dalam criteria baik. Meskipun demikian, guru biologi belum bias melaksanakan asesmen, utamanya asesmen afektif dan psikomotorik karena berbagai kendala.   Abstract ___________________________________________________________________ The authentic assessment guidebook  compiled by Direktorat Pembinaan SMA showed ‘less appropriate’. This study  was aimed  at   developing an authentic assessment guidebook  for senior high school biology teachers and   describing its validity, worthiness, legibility, and implementation.  This study was Research and Development modified from Borg & Gall (2003). This research was conducted at SMA Negeri 1 Pecangaan and SMA Negeri 1 Jepara, with  5  biology teachers that applied the Curriculum of 2013 as respondents. The Guidebook was validated by experts on media and subject matters. Data were collected by interview and observation techniques. Data were analyzed by descriptive analysis of quantitative and qualitative. The guidebook was compiled  for teachers in general and biology teachers in particular who had  difficulty in preparing  instruments and rubrics for biology appropriately. Biology teachers need authentic assessment guidebook  specifically for biology to apply authentic assessment appropriate for biology learning and science education goals. The guidebook was  classified  ‘very valid’ in term of both the media (96,875%) and materials (95,31). The guidebook was also classified ‘very appropriate’ (95,31%) and  high level of legibility  (79,2%) by  biology teachers. Implementation of authentic assessment guidebook  was  under good criteria. However, biology teachers was unable to apply authentic assessment mainly  on affective and psychomotor aspects effectively because of   various constraints. .
ASESMEN DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 BOJA Kurniati, Eka; Widianti, Tuti; Prasetyo, Andreas Priyono Budi
Journal of Biology Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan asesmen yang dilakukan di SMP Negeri 1 Boja, mengidentifikasi hambatan dalam melaksanakan asesmen dan menganalisis hasil belajar siswa. Sumber data penelitian ini tiga guru IPA/Biologi, waka kurikulum dan sepuluh siswa kelas VII & VIII yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data tentang pemahaman asesmen dan penerapannya, kemampuan guru menyusun dan menggunakan instrumen, kesesuaian asesmen, hambatan melaksanakan asesmen, kualitas soal dan ketuntasan hasil belajar diperoleh dengan wawancara, observasi dan dokumentasi; data respon siswa dan peran sekolah terhadap asesmen dengan wawancara. Data dianalisis menggunakan metode kualitatif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan guru telah paham asesmen, menyusun instrumen dan menerapkan tes (pilihan ganda, menjodohkan, uraian), portofolio, dan unjuk kerja, tetapi belum sesuai kurikulum KTSP. Pelaksanaan asesmen terhambat oleh kurangnya waktu, banyak siswa dan tugas administrasi. Kualitas soal UTS dan UKK belum memenuhi syarat. Ketuntasan siswa rata-rata 60%. Respon siswa kurang baik, sistem penilaian guru tidak terbuka. Simpulan pelaksanaan asesmen di SMP Negeri 1 Boja belum memenuhi prinsip-prinsip penilaian, terkendala oleh banyaknya siswa dan kesibukan guru, hasil belajar rendah. This research was to deepen an understanding of biology learning assessment at Sekolah Menengah Negeri 1 Boja, to describe characteristics and problems faced by its biology teachers in the implementation of competency-based assessment and analyze students’ learning achievement. The prime resource persons of this research were three biology teachers, a vice school principal, and ten grade VII & VIII students selected by purposive sampling technique. Data an understating of assessment and its implementation, ability teachers’ in making and using instrument, uniformity of assessment, barriers impending assessment, quality test, and mastery learning outcomes were collected through observation, interview and documentation study; data of student responses and the role of schools in assessment were collected through interview. Data was analyzed by Miles & Huberman’s methode. The findings showed that teachers theoretically understood the nature of better assessment, making instrument, and applying test (multiple choice, matching, and essay), portfolio, and lab-work/demonstration but not yet fully implemented in accordance with the demands of school-based competency curriculum (KTSP). Iimplementation of classroom assessment impeding by time, students size, and load of teachers administration work. The quality UTS and UKK test not yet fully standart. The average of mastery learning result was 60%. Students respons were unfavorable, teachers didn’t transparant. In sum, implementation assessment at SMP Negeri 1 Boja not yet fully assessment principles, constrained students size and teachers’ activity, students’ learning achievement was low.
PEMBELAJARAN REMIDIAL MENGGUNAKAN ANALOGI PADA MATERI MEKANISME TRANSPOR SEL Sari, Evin Rusdiana; Prasetyo, Andreas Priyono Budi; Utami, Nur Rahayu
Journal of Biology Education Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract ___________________________________________________________________The purpose of this research was to determine the effect of the remedial teaching using analogy on transport mechanism of cell on learning achievement. This research was a quasi experiment using nonrandomized control group pretest-posttest design. The population (79) was all science students grade XI at SMA N 1 Gubug who had difficulty in Biology. The number of sample was 65 students. Convenience sampling technique was used to select students for experiment and nonexperiment class. The remedial teaching using analogy was indicated with students activity, students opinion and teacher opinion. The students activity was 81,84% and students opinion was 84%. Teacher had a positive opinion about implementation of remedial teaching using analogy in experiment class, so the remedial teaching using analogy was implementable. Learning achievement of experiment class was higher than nonexperiment class. Learning achievement of experiment class was up to Minimum Passing Grade, but nonexperiment class not yet. There were significant differences of lerning achievement (posttest) between experiment and nonexperiment class. The remedial teaching using analogy on transport mechanism of cell was effective for biology teaching.Abstrak ___________________________________________________________________ Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pembelajaran remidial menggunakan analogi pada materi mekanisme transpor sel terhadap hasil belajar. Penelitian ini merupakan quasi experiment, menggunakan rancangan nonrandomized control group pretest-posttest design. Populasi sebanyak 79 siswa dari seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Gubug yang mengalami kesulitan belajar dalam mata pelajaran Biologi pada materi mekanisme transpor sel. Besarnya sampel yang digunakan sebanyak 65 siswa. Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dipilih dengan teknik convenience sampling. Tingkat keterlaksanaan pembelajaran remidial menggunakan analogi dilihat berdasarkan aktivitas, tanggapan siswa dan tanggapan guru. Rata-rata aktivitas siswa sebesar 81, 48% dan rata-rata tanggapan siswa adalah 84%. Guru juga memberikan taggapan yang positif mengenai pelaksanaan pembelajaran remidial menggunakan analogi, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran remidial menggunakan analogi telah terlaksana dengan baik. Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Hasil belajar pada kelas eksperimen telah mencapai ketuntasan klasikal, sedangkan pada kelas kontrol belum mencapai ketuntasan klasikal. Hasil ini menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan hasil belajar (rata-rata nilai posttest) antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran remidial menggunakan analogi pada materi mekanisme transpor sel berpengaruh terhadap hasil belajar siswa..    
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI METAKOGNITIF DALAM METODE INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR Putri, Windha Amalia; Prasetyo, Andreas Priyono Budi; Supriyanto, Supriyanto
Journal of Biology Education Vol 1 No 3 (2012)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SISTEM PEREDARAN DARAH BERSUPLEMEN ARTIKEL Solikhin, Akhmad; Prasetyo, Andreas Priyono Budi
Journal of Biology Education Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran sistem peredaran darah bersuplemen artikel dan menguji pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa. Pengembangan produk dilaksanakan di Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang. Uji skala terbatas dilakukan di SMA Teuku Umar Semarang dan uji skala luas dilakukan di SMA Negeri 1 Semarang pada semester genap 2013/2014. Uji pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar menggunakan only post test control group design. Sampel diambil menggunakan teknik convenience sampling, sedangkan kelas kontrol menggunakan kelas XI MIA 2 dan kelas eksperimen menggunakan kelas XI MIA 10. Data hasil belajar berupa skor post test. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran memperoleh skor sangat layak; skor kelayakan perangkat pembelajaran adalah layak; dan skor keterlaksanaan model yaitu sedang. Uji-t menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (thitung > ttabel). Berdasarkan hasil pengembangan dan penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran sistem peredaran darah bersuplemen artikel yang dikembangkan layak dan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar.  This study aimed to develop model of teaching on circulation system suplemented by article and  examine the effect of it on student learning achievement. The process of product development was conducted at Departement of Biologycal Science, Semarang State University. The trials of small-scale products was carried out in SMA Teuku Umar Semarang and the trials of large-scale products was carried out in SMA Negeri 1 Semarang at second semester 2013/2014. The testing effect model of teaching on learning achievement used only post test control group design. Sample was taken with convenience sampling technique, whereas control class used XI MIA 2 and eksperiment class used XI MIA 10. The data about learning achievement are form score of post test. The result showed that models of teaching get score of advisability are very feasible; score advisability of teaching device are feasible; and score sustainability of teaching model are middle. T-test showed that there are significant difference between eksperiment class with control class (thitung > ttabel). Based on the result of research and development, it could be concluded that model of teaching on circulation system suplemented by article developed feasible and have effect significant it on learning achievement.
ANALISIS KEBIASAAN BERPIKIR KRITIS SISWA SAAT PEMBELAJARAN IPA KURIKULUM 2013 BERPENDEKATAN SCIENTIFIC Nafi’ah, Izzaton; Prasetyo, Andreas Priyono Budi
Journal of Biology Education Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract SMP Negeri 9 Magelang has implemented the pilot curriculum 2013 and the students’ habit of critical thinking in science was put as major emphasis. Thinking habits in science   is not automically easy to be implemented, and need some preparations. This study aimed to describe thinking habits of students during their learning. Survey method was implemented during the academic year 2014/2015. The science material learned was physical quantities. Data of the implemented scientific approach in science was gathered by observation sheets and questionnaires. The critical thinking habit in science was measured with questionnaire instrument of critical thinking. The population was all of grade VII students.  Sample was collected by convenience sampling technique, and grade VII B class was treated as a research sample. The data was analysed by descriptive methods. Research result showed that the  implementation of scientific approach in  science procces, on topic ‘physical quantities’ was conducted with syntact as follows : (1) students observed an orange tree picture, continued with reading  the words table of physical quantities; (2) students  asked a questions about the quantities definition; (3) students did not yet  indicate  ‘reasoning activities’  (4) students did not yet  involved in the experiment activities by student, and (5) students  presented their  understanding of  physical quantities. Student habits of critical thinking was obviously indicated by 65% students (1) conducted repetition when gathering data; (2) used the references when sharing opinions; (3) used the correct practicum tools; (4) carefully interpreted the data related; and by 70% students (1) accommodated the suggestion before giving an agreement (2) took a side in right opinion (3) asked the deep explanation to teachers (4) made the hypotesis more than one. Students presented their open thinking and carefulness in collecting reliable information. The management of science teaching was expected to be focussed on the development of high level thinking capability.   Abstrak SMP N 9 Magelang telah menerapkan ujicoba kurikulum 2013 dan kebiasaan berpikir kritis siswa saat pembelajaran IPA merupakan penekanan kurikulum 2013. Pembiasaan berpikir pada pendekatan scientific tidak mudah, menantang, dan membutuhkan persiapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebiasaan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA sesuai kurikulum 2013 yang menerapkan pendekatan scientific di SMP N 9 Magelang. Metode survei dilaksanakan di SMP Negeri 9 Magelang pada semester ganjil tahun ajaran 2014/2015. Topik IPA yang dipelajari adalah Besaran Fisika. Data tentang penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran IPA dikumpulkan dengan lembar observasi dan angket kerterlaksanaan. Kebiasaan berpikir kritis dalam IPA diukur dengan instrumen kuesioner berpikir kritis. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 9 Magelang. Penarikan sampel dilakukan secara convenience sampling dan siswa kelas VII B sebagai sampel penelitian. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan scientific pada proses pembelajaran IPA, topik Besaran Fisika berlangsung mengikuti sintak: (1) siswa mengamati gambar pohon jeruk yang dilanjutkan dengan membaca tabel kata-kata besaran fisika; (2) siswa mengajukan pertanyaan  tentang definisi intensitas cahaya dan guru menjawab, kemudian guru memberikan pertanyaan definisi besaran; (3)  belum terlihat kegiatan menalar saat pembelajaran; (4)  belum terlihat  kegiatan percobaan yang dilakukan oleh siswa;  dan (5) siswa mempresentasikan pemahamannya tentang besaran fisika. Kebiasaan berpikir kritis siswa terlihat jelas, saat  65% siswa  (1) melakukan pengulangan saat pengumpulan data; (2) menggunakan referensi dalam berpendapat; (3) menggunakan alat praktikum yang sesuai; (4) menginterprestasi keterkaitan data; dan saat 70% siswa (1) menampung saran sebelum menyetujui; (2) berpihak pada pendapat yang lebih benar; (3) meminta penjelasan lebih lanjut kepada guru; dan (4) membuat hipotesis lebih dari satu. Siswa menunjukkan pemikiran terbuka dan siswa memiliki ketelitian dalam mengumpulkan informasi yang terpercaya. Pengelolaan pembelajaran IPA diharapkan berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi lainnya.
PENGARUH METODE SOCRATIC CIRCLES DISERTAI MEDIA GAMBAR DALAM PEMBELAJARAN MATERI EKOSISTEM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Indratun, Amalina; Pribadi, Tyas Agung; Prasetyo, Andreas Priyono Budi
Journal of Biology Education Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh penerapan metode Socratic Circles disertai media gambar pada pembelajaran materi ekosistem terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMP Negeri 6 Magelang. Penelitian ini menggunakan desain quasy experimental. Sampel yang digunakan adalah kelas VII C (kelas eksperimen) dan VII E (kelas kontrol). Pengambilan sampel menggunakan teknik Convinience sampling. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Peningkatan skor tes kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen sebesar 0,41 (sedang) sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 0,22 (rendah). Hasil uji t menggunakan aplikasi Microsoft excel 2010 menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen dengan kelompok kontrol dengan thitung (4,163) > ttabel (2,658). Berdasarkan analisis per aspek kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol hal ini terlihat dari nilai post-test. Tingkat keterlaksanaan metode Socratic Circles disertai media gambar mencapai 93,74% dengan kriteria sangat baik. Secara umum guru dan siswa juga memberikan tanggapan setuju terhadap pembelajaran yang diterapkan. Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan metode Socratic Circles disertai media gambar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem di SMP Negeri 6 Magelang. Research was conducted to identify the effect of pictorial Socratic Circles method on Ecosystem teaching material upon the student’s critical thinking skills at Sekolah Menengah Pertama Negeri 6 Magelang. This research used a quasy experimental design. Two classes were treated as a control and an experimental class. The samples were by a convenience sampling technique. The result indicated that the student’s critical thinking skills from the experimental class higher than the control class. The critical thinking test scores of the experimental class were increased by 0,41 (medium), whereas the control class was by 0,22 (low). The t-test showed that these figures was significantly different. Analysis showed that the student’s critical thinking skills of the experimental class were much better than one of the control class. The level of implementationpictorial Socratic Circles method was 93,74% (categorized as very good). In general, the teacher and students were also in an agreement about the applied method. The conclusion of this research, that pictorial Socratic Circlesmethod on Ecosystem teaching material was able to improve the students’ critical thinking skills at Sekolah Menengah Pertama Negeri 6 Magelang.
PENGEMBANGAN BUKU SAKU BERNUANSA ISLAMI MATERI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA Rohmiatun, Nur; Prasetyo, Andreas Priyono Budi; Pribadi, Tyas Agung
Journal of Biology Education Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbe.v6i1.14045

Abstract

Madrasah Aliyah menekankan pembelajaran yang merujuk pada hukum Islam. Kenyataan di lapangan bahan ajar yang digunakan belum bernuansa islami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahan ajar yang selama ini digunakan dalam pembelajaran biologi, mengetahui perlunya pengembangan buku saku bernuansa islami, mendeskripsikan karakteristik pengembangan buku saku bernuansa islami, serta menguji kelayakan dan efektifitas buku saku. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan penelitian Research and Development (R&D). Hasil penilaian ahli media, ahli materi biologi dan ahli materi agama menunjukkan bahwa buku saku bernuansa islami materi sistem reproduksi manusia sangat layak, dengan nilai kelayakan berturut-turut sebesar 97,08%; 91,78% dan 97,2%. Tanggapan siswa pada uji coba buku saku sebesar 98,75%.  Tanggapan guru terhadap buku saku mencapai 100%.  Persentase penanaman pendidikan karakter  berkisar antara 90,6-91,04. N-Gain dari kedua sekolah mencapai 0,7. Ketuntasan belajar klasikal siswa berkisar antara 89,7%-92%.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa buku saku bernuansa islami materi sistem reproduksi manusia layak dan efektif sebagai bahan ajar. Islamic senior high school emphasizes learning that refer to Islam. The reality in field of  learning material used yet nuanced islamic.The purposes of  this research are to identify the material of study that we used in biology, to know how important the develop of pocket book islamic nuanced,  to description  the characteristic to develop pocket book islamic nuanced, and to know feasibility and effectivity of  pocket book islamic nuanced. This research design was Research and Development (R & D). The results assessment of media specialist, materials biology specialist and  materials religion specialist showed that a pocket book islamic nuanced about human reproductive system was well worth  the feasibility percentage, respectively for 97,08%; 91,78% and 97,2%. The response of students  on product trial was 98,75%. The response of  teacher on product trial was 100%. The Percentage of cultivation character education on product trial was 90,6-91,04%. N-gain from both schools reached 0,7. Student classical learning completeness obtained 89,7-92%. Based on that research, we can conclude that pocket book islamic nuanced about human reproductive system are feasible an effective for use as a learning materials
PENGARUH MODEL GUIDED INQUIRY BERBANTUAN FISHBONE DIAGRAM TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA Dewayanti, Mayang Siwi; Yuniastuti, Ari; Prasetyo, Andreas Priyono Budi
Journal of Biology Education Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model guided inquiry berbantuan fishbone diagram terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada materi sistem pencernaan. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Experimental Design dengan menggunakan pola non randomized control group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ambarawa, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B (kelas eksperimen) dan kelas VIII C (kelas kontrol). Data keterlaksanaan model guided inquiry berbantuan fishbone diagram diperoleh melalui angket tanggapan yang diisi oleh siswa. Data hasil belajar dalam ranah kognitif siswa dikumpulkan dari tes materi sistem pencernaan, ranah psikomotorik dan ranah afektif diperoleh melalui lembar observasi. Data motivasi belajar siswa diperoleh melalui angket skala psikologi siswa. Hasil uji hipotesis pengaruh model guided inquiry berbantuan fishbone diagram terhadap motivasi belajar siswa diperoleh nilai χ2= 32,00 dengan p < 0,05 (p = 0,010) dan pengaruh model guided inquiry berbantuan fishbone diagram terhadap hasil belajar siswa diperoleh χ2= 20,67 dengan p < 0,05 (p = 0,014). Hal ini menunjukkan bahwa model guided inquiry berbantuan fishbone diagram berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar.   This research aimed to examine the effect of guided inquiry models with fishbone diagram on students’s motivation and learning achievement on the subject of digestive system. This research was Quasi Experimental Design. The design of this research was non randomized control group pretest posttest. The population in this research was all students, VIII grade class at SMP Negeri 1 Ambarawa, VIII B grade class was treated as experimental class and VIII C as control class. Questionare was used to collect data of  the implementation level guided inquiry models with fishbone diagram. Test was used to collect data of students learning achivement on cognitive, psychomotoric domains while affective domains were  collected by observation. Psychology scale was used to collect data of students motivation. The hypothesis result of the influence of guided inquiry models with fishbone diagram toward upon students learning motivation was χ2= 32,00 with p < 0,05 (p = 0,010) and the influence guided inquiry models with fishbone diagram toward students learning achievement was χ2= 20,67 with p < 0,05 (p = 0,014). The model guided inquiry with fishbone diagram toward had significant effect upon students’ learning motivation and achievement.