Sarwi Sarwi, Sarwi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Published : 29 Documents
Articles

Found 29 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF UNTUK MENGEMBANGKAN NILAI KARAKTER SISWA SMP

Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 30, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to obtain data on innovative learning models implemented in science teaching by junior high school teacher, to describe the character development of students in learning science, and to formulate recommendation for innovative learning.The research method used a survey. Area purposive random sampling technique is used to determine the 30 science teachers in the Semarang city Central Java. The subjects were learning device developed by teachers of science. Data were collected by using a list of suitable instruments, assessment formats, questionnaires, and interview guides. Data were analyzed using descriptive-qualitative techniques and evaluative analysis. Results of this research are a) applied the innovative learning of cooperative, problem based learning, problem solving, and inquiry, b) the value of the character that was developed includes honesty, cooperation, respect their opinions, critical thinking, c) the value of learning through teacher developed characters group work, laboratory work, and make a report/portfolio. Conclusion of this research that the teacher has implemented several innovative learning but has not been systematically and effectively less, and the character development of students have done. Based on the results analysis of the research recommended that school administrators need training for principals and superintendents about visionary leadership and innovative learning and training needs for teachers of educational research related to effective implementation of innovative learning and character development as well as it’s measurement.

Pengembangan Model Supervisi Manajerial Pengawas Sekolah Berbasis Kesejawatan

Educational Management Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan yang tidak harmonis, masih bernuansa top-down, searah, dan tidak dialogis berdampak pada keefektifan penerapan supervisi manajerial. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan dan menganalisis model faktual supervisi manajerial pengawas sekolah, (2) mengembangkan model supervisi manajerial pengawas sekolah berbasis kesejawatan yang sesuai dan (3) menguji pengaplikasian model supervisi manajerial pengawas sekolah berbasis kesejawatan dapat meningkatkan kompetensi kepala sekolah di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dibagi dalam tiga tahap: studi pendahuluan, tahap pengembangan dan tahap evaluasi. Penelitian ini menghasilkan pengembangan model supervisi manajerial berbasis kesejawatan didasarkan pada esensi supervisi manajerial sebagai bantuan profesional untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah, mengedepankan adanya keterlibatan kepala sekolah, komunikasi dialogis didasarkan pada rasa percaya, terbuka, saling menghormati pada tugas, fungsi dan wewenang masing-masing, kesetaraan, juga mendukung peningkatan profesionalitas. Simpulan dari penelitian ini adalah (1) model faktual supervisi manajerial kurang optimal dalam fungsi pembinaan kepala sekolah, (2) model supervisi manajerial pengawas sekolah berbasis kesejawatan yang dikembangkan adalah dengan melakukan pendekatan komunikasi dialogis antara pengawas dan kepala sekolah dan (3) model supervisi manajerial pengawas sekolah berbasis kesejawatan yang dikembangkan layak digunakan sebagai model dalam pelaksanaan supervisi manajerial di Kabupaten Purbalingga.

PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN KARTU UNO UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KARAKTER SISWA KELAS VIII TEMA OPTIK

Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara yang dilaksanakan kepada guru IPA di SMPN 22 Semarang diketahui bahwa lebih dari 75% siswa memperoleh nilai IPA belum melampaui kriteria ketuntasan minimal (KKM). Kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan belum menggunakan kurikulum 2013. Mata pelajaran IPA diampu oleh guru bidang studi, karena dasar pendidikan dan pengalaman guru bukan dari bidang studi IPA. Pembelajaran dilaksanakan belum mengoptimalkan media yang tersedia dan belum berpusat pada siswa sehingga kegiatan di dalam kelas membosankan. Kegiatan pembelajaran yang tidak berpusat pada siswa mengakibatkan penanaman nilai karakter rendah. Media yang dikembangkan adalah media permainan kartu UNO. Desain penelitian ini yaitu penelitian pengembangan (Research and Development). Terdapat dua tahap dalam penelitian ini, yaitu pengembangan media permainan kartu UNO dan tahap untuk menguji efektivitas yang dilaksanakan di kelas. Data diperoleh dari angket, tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi. Validasi dari ahli materi didapatkan nilai 94,2% dan ahli media didapatkan nilai 90,8%. Hasil penelitian menunjukkan media permainan kartu UNO efektif dilaksanakan di kelas yang ditunjukkan dengan ketuntasan klasikal hasil belajar mencapai 79,31%, uji gain 0,56. Berdasarkan hasil observasi didapatkan karakter rasa ingin tahu siswa mendapatkan nilai 88,51%, kerja sama 87,36%, mandiri 83,91%, dan komunikatif 88,51% dengan kriteria membudaya. Sehingga media permainan kartu UNO dapat mengembangkan karakter siswa. Based on interview to the science teacher in SMP N 22 Semarang known that there are more than 75% students got score under minimum score criteria. The 2013 curriculum had not used by the school. Learning process had not implemented integratedly because teacher’s basic knowledge was only on one field study (biology or physics). The using of media in science learning had not been optimal. Students did not learning actively made students character in low quality. the media was made was UNO Card Game Media with theme optic. The design of this research was Research and Development (R & D). This research had two phases, that were development of UNO card game media and research to know the effectiveness of media. The data was collected by questionnaire, evaluation test, observation, and documentation. UNO Card Game Media had been assessed by validator of content and media. The score was gotten by validator of content was 94.2%, from validator of media was 90.8%. This research shown that UNO Card Game Media was effective used in science learning that showed by minimal score criteria get 79.31%, gain test 0.56. Based on the observation of character, the curiousity got score 88.51%, team work got score 87.36%, independency got 83.91% and communicative ability 88.51%, was included in culturized criteria. Thus UNO Card Game Media was able to develop student character.

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW II BERBANTUAN LKS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KARAKTER SISWA

Unnes Science Education Journal Vol 4 No 3 (2015): December 2015
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran kooperatif Jigsaw IIberbantuan LKS terhadap peningkatan pemahaman konsep dan karakter siswa, serta untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap model pembelajaran tersebut. Jenis penelitian ini yaitu quasi experiment dengan desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling, kelas VIII D (kelas eksperimen) yang diberi perlakuan model pembelajaran kooperatif Jigsaw IIdan kelas VIII C (kelas kontrol) yang diberi perlakuan metode diskusi dan tugas di SMP Negeri 1 Bergas. Data diambil dengan metode tes (pre-test dan post-test), observasi (karakter), dan angket (tanggapan tentang model dan penilaian diri). Hasil penilaian karakter didapatkan bahwapersentase nilai karakter siswa setiap pertemuan selalu meningkat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata hasil belajar (post-test) kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol (81,30> 77,94). Nilai N-gain kedua kelas masing-masing meningkat sebesar 0,57 dan 0,51 (kategori sedang). Ketuntasan klasikal kelas eksperimen (85%) > kelas kontrol (68%). Dari uji hipotesis, diperoleh thitung> ttabel (2,22> 1,671). Rata-rata persentase karakter siswa kelas eksperimen (63%) yang masuk dalam kategori mulai berkembang lebih tinggi dari kelas kontrol (49%) yang masuk dalam ketegori mulai terlihat. Dari uji hipotesis diperoleh thitung>ttabel (4,09> 1,67). Tanggapan siswa tentang model pembelajaran kooperatif Jigsaw II berbantuan LKS dinyatakan efektif. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif Jigsaw II berbantuan LKS efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan karakter siswa. The aim of this study was to examine the effectiveness of cooperative learning model Jigsaw II LKS assisted to improve understanding of the concept and value of student character and finding out of students rensponse. This study used a quasi experimental design, especially non-equivalent control group design. The samples of this study was grade VIII D (experiment)used cooperative learning model Jigsaw II and VIIIC (control) of SMPN 1Bergas, taken with purpossive sampling method. The data was taken by test method (pre-test andpost-test), observation (character of students), also questionnaire (students’ responses and self-assesment). The results showed that the average of experiment class is higher than the control ( (81.30 > 77.94). This result proved by the t-test which achieved tvalue> ttable (2.22> 1.671). The N-gain value of both classes were increased by 0.57 and 0.51 (medium category). The classical completeness of experimental (85%) > controls (68%). The average percentase of character students of experimental (63%) and control (49%). This result verified by the Mann-Whitney test which obtained tvalue>ttable (4.09 >1.67). The students’ responses about cooperative learning of Jigsaw II assisted LKS was effective . In conclusion, students in the experimental group had better understanding concept, and more positive value of character toward cooperative learning Jigsaw II.

Penerapan Instrumen Three-Tier Test untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Siswa SMA pada Materi Keseimbangan Benda Tagar

Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.555 KB)

Abstract

The purpose of this research was to identify and analyze the students’misconceptions ofrigid body equilibrium concept. This research was included inertia moment, torque, andcentre of gravity concept. This reseacrh used qualitative method. There were 35 students assample chosen by purposive sampling technique. The research data was obtained bydiagnostic test used three-tier test. Based on the qualitative analysis result to the students’answers could be conclude that there were misconceptions. The high misconceptions werehappenned in moment inertia concept and cognitive domain “remember”.

IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI PECAHAN DESIMAL BAGI SISWA KELAS VI SDN SINTUNG BARAT

Paedagoria | FKIP UMMat Vol 8, No 1 (2017): April
Publisher : Paedagoria | FKIP UMMat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian Tindakan Kelas dalam dua siklus pada pengimplementasian Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (Gi) Untuk Meningkatkan  Hasil Belajar Siswa Kelas VI SDN Sintung Barat Tahun Pelajaran 2015/2016. Dengan tujuan mengetahui peningkatan hasil belajar matematika, menggunakan instrumen lembar observasi dan tes hasil belajar siswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 61,5 dan prosentase ketuntasannya 77,27%. Pada siklus II nilai rata-rata hasil belajar siswa 67,5 dan prosentase ketuntasannya 86,36%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Group Investigasi pelajaran matematika kelas  VI SDN Sintung Barat Tahun 2015/2016 dapat meningkatkan hasil belajar. Abstract: Classroom Action Research in two cycles on Implementation of Cooperative Learning Method Group Group Investigation (Gi) To Improve Student Results Class VI SDN Sintung Barat Lesson Year 2015/2016. With the aim of knowing the improvement of mathematics learning outcomes, using observation sheet instrument and student learning result test. The result showed an increase in student learning outcomes in the first cycle average score of student learning outcomes of 61.5 and the percentage of completeness 77.27%. In the second cycle the average value of student learning outcomes 67.5 and the percentage of completeness 86.36%. It can be concluded that the use of Group Investigation method of grade 6 mathematics lesson of SDN Sintung Barat Year 2015/2016 can improve learning outcomes.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA UNTUK PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP DAN PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA SMA KELAS XI

UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.369 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keefektifan penerapan pembelajaran kontekstual dengan teknologi multimedia dalam meningkatkan penguasaan konsep dan pengembangan karakter siswa pada pokok bahasan fluida statis. Penguasaan konsep siswa meliputi ranah kognitif dan pengembangan nilai karakter siswa meliputi nilai disiplin, jujur, toleransi dan kreatifitas. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian Nonequivalent Control. Populasinya adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA 1 Jekulo Tahun Pelajaran 2014/ 2015. Sampel diambil dengan teknik sampling purposive, kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan penguasaan konsep kelas eksperimen mempunyai nilai rata-rata 84,0. Dengan uji hipotesis t-test maupun uji gain menunjukkan bahwa penguasaan konsep kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Uji gain nilai karakter siswa menyimpulkan bahwa kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Kesimpulannya bahwa penerapan pembelajaran kontekstual dengan teknologi multimedia efektif untuk peningkatan penguasaan konsep dan pengembangan karakter siswa. This research aim to determine the effectiveness of the implementation of contextual learning with multimedia technology in improving concept mastery and character development of students based on the subject of static fluid. Concept mastery of students include cognitive and development of character value includes the value of discipline, honesty, tolerance and creativity. This research was conducted using experimental methods research design Nonequivalent Control. The population is all high school students of group XI IPA 1 Jekulo academic year 2014/2015. The samples were taken with purposive sampling purposive, a group XI IPA 3 as the experimental group and group XI IPA 2 as the control group.The results of this research showed concept mastery of the experimental class has an average value of 84.0. The test with t-test hypothesis and the gain test showed that concept mastery of experimental group is better than the control class. The test of gain value characters students concluded that the experimental class is better than the control class. In conclusion that the implementation of contextual learning with multimedia technology effectively to increase the concept mastery and character development of students.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP

UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.849 KB)

Abstract

Fisika merupakan sebuah sikap, produk, dan proses. Diperlukan pembelajaran dengan proses ilmiah untuk memecahkan masalah dan menghasilkan sebuah produk berupa konsep. Salah satunya dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbasis Inkuiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains melalui model pembelajaran PBL Berbasis Inkuiri serta menentukan keefektifan model pembelajaran PBL Berbasis Inkuiri dalam meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa SMP pada materi getaran dan gelombang. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain control group pretest posttest. Pembelajaran PBL Berbasis Inkuiri diterapkan pada kelas eksperimen sedangkan pembelajaran Direct Instruction (DI) diterapkan pada kelas kontrol. Uji-t digunakan untuk menentukan signifikansi perbedaan nilai rata-rata penguasaan konsep antara kelas kontrol dan kelas eksperimen dan uji gain digunakan untuk mengetahui peningkatan data hasil tes dan hasil observasi baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukan peningkatan penguasaan konsep pada kelas eksperimen pada kriteria sedang dengan faktor gain 0,58 dan kelas kontrol pada kriteria sedang dengan faktor gain 0,41 serta peningkatan keterampilan proses sains pada kelas eksperimen pada kriteria sedang dengan faktor gain 0,35 dan pada kelas kontrol pada kriteria rendah dengan faktor gain 0,25. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa nilai faktor gain kelas eksperimen baik peningkatan penguasaan konsep maupun keterampilan proses sains lebih tinggi dibandingkan nilai faktor gain kelas kontrol. Dengan demikian penerapan model pembelajaran PBL Berbasis Inkuiri lebih efektif untuk meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa dibandingkan dengan model pembelajaran DI. Physicss is an attitude, product and process. The Learning with scientific process to solve the problems and to produce the product as a concept, is needed. One of the learning models is Problem Based Learning (PBL) Based Inquiry. The purpose of this research is to determine gain value of understanding concept and science process skill through PBL Based Inquiry model and to determine the effectivity of PBL Based Inquiry model to increase understanding concept and science process skills at Junior High School on the oscillation and waves concept. This research used quasi experimental method with control group pretest posttest design. PBL Based inquiry model was applied in experiment group and Direct Instruction (DI) model for control group. T-test is used to determine the significance of differences between mean value understanding concept for control and experiment group. Gain factor test is used to analyze the increases the understanding concept and the observation’s score for control and experiment group. The research result showed the increases of understanding concept for experiment group in medium criteria with gain factor 0,58 and for control group in medium criteria with gain factor 0,41 and the increases of science process skills for experiment group in medium criteria with gain factor 0,35 and for control group in low criteria with gain factor 0,25. The research result showed that the value of gain factor for experiment group in the increases of understanding concept and science process skill is higher than control group. The conclusion of the research that application of PBL Based Inquiry model is more effective to increase the understanding concept of oscillation and waves and to increase science process skills than DI model.

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN MEDIA SIMULASI VIRTUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MINAT BELAJAR

UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.108 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa melalui metode Learning Start With A Question (LSQ). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan one group pretest posttest design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, yang kemudian diperoleh kelas XI MIA 2.1 sebagai sampel. Peningkatan hasil belajar kognitif diketahui dari nilai rata-rata pretest dan posttes siswa, sedangkan peningkatan minat diketahui dari skor rata-rata angket yang diberikan sebelum dan setelah pembelajaran. Uji yang digunakan untuk mengetahui peningkatan minat dan hasil belajar siswa adalah uji gain. Analisis uji gain terhadap hasil belajar kognitif siswa diperoleh peningkatan (g) sebesar 0,455 dan minat siswa terjadi peningkatan (g) sebesar 0,24. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Learning Start With A Question dapat digunakan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar fisika. The research purpose to improve understanding of the concept and interest in class X student subjects uniform circular motion through the application of contextual approach to media-assisted virtual simulation. The research method using experimental study consisted of two classes X.5 as experimental class and X.2 as the control class. The final results obtained in the analysis of experimental class average values ​​obtained post-test 76.53 of the pre-test 48.33 with a gain of 0.55. In the control group gained an average value of the post-test 67.78 of the pre-test 47.64 with a gain of 0.38. Analysis of student interest obtaining experimental class average 82.59% while the control class is 62.04%. The results showed that the application of contextual learning media-assisted virtual simulation effectively improve the understanding of the concept and interest in class X student Regular Circular Motion.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES BELAJAR FISIKA SISWA SMP KELAS VIII

UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.998 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif STAD terhadap penguasaan konsep dan keterampilan proses belajar fisika siswa pada sub pokok bahasan getaran dan gelombang. Subjek penelitian adalah kelas VIII B SMP Negeri 2 Ambarawa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji deskriptif presentase, uji gain dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar klasikal siswa sebesar 86,11% dengan kriteria tinggi. Data pre-test dan post-test dianalisis menggunakan Chi Kuadrat dan dinyatakan berdistribusi normal. Peningkatan penguasaan konsep ditunjukkan dengan <g>= 0,6 dan kriteria sedang. Hasil analisis uji t menyebutkan thitung = 7,477; ttabel= 1,697; thitung > ttabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Kelima aspek keterampilan proses belajar fisika siswa dianalisis menggunakan uji deskriptif dan dinyatakan meningkat secara signifikan. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatan penguasaan konsep dan mengembangkan keterampilan proses belajar fisika siswa SMP kelas VIII pada sub pokok bahasan getaran dan gelombang. This study aims to determine the influence of application cooperative learning type STAD to mastery concept and skills process of physics in sub material vibrations and waves. The subject of research is all students in VIII B SMP Negeri 2 Ambarawa. Collection of data using a technique tests, observations and documentation. Data analysis using a percentage descriptive test, gain test, and t-test. The result of research shows that exhaustiveness studying classical student at 86,11% with high criteria. Pre-test and post-test data were analysis using Chi Kuadrat and conclude as normal distribution. Enhancement of mastery concept shows with <g>= 0,6 and middle criteria. T-test analysis result shows tcount = 7,477; ttable = 1,697; tcount > ttable   so Ho rejected and Ha received. Five aspects of skills learning process of physics students are analyzed using descriptive test and shows increase as significant. The conclusion is cooperative learning model of STAD can increase the mastery concept and develop the skills learning process of physics students class VIII SMP in sub material vibrations and waves.