Sufyani Prabawanto, Sufyani
Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

SKALA MOTIVASI AKADEMIK MATEMATIKA UNTUK MENGUKUR SELF-DETERMINATION MATEMATIS DI PERGURUAN TINGGI Santosa, Cecep Anwar; Suryadi, Didi; Prabawanto, Sufyani
Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 9 Nomor 1 Februari 2016
Publisher : Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.61 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen motivasi akademik dalam pembelajaran matematika berdasarkan teori self-determination matematis. Sebelum diujikan, draft instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh ahli. Subjek penelitian adalah mahasiswa jurusan pendidikan matematika sebanyak 64 orang. Instrumen terdiri atas 28 pertanyaan yang dikembangkan berdasarkan kontinuum teori self-determination, yaitu amotivasi, motivasi ekstrinsik, dan intrinsic. Rumusan masalah penelitian ini adalah, bagaimana deskripsi dan uji kesamaan rerata data respon, bagaimana konsistensi internal instrumen, apakah terdapat sebuah pola simpleks diantara subskala pada instrumen yang dikembangkan, dan bagaimana korelasi antara kontinuum subskala dan variabel lainnya. Hasil penelitian menunjukkkan; pertama, dari hasil uji kesamaan rata-rata, respon antar subsampel 1 dan 2 relatif  homogen, kedua, konsistensi internal instrumen secara umum terkategori tinggi, ketiga, korelasi antar subskala menunjukkan adanya struktur simpleks yang menunjukkan validitas skala instrumen yang disusun, keempat, korelasi antar subskala dengan variabel lain yang berhubungan (dalam hal ini capaian akademik) menunjukkan kesesuaian.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Sekolah Dasar Hermawan, Dadan; Prabawanto, Sufyani
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.31 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan mengkaji masalah peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa sebelum dan sesudah belajar melalui model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan TIK. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain kelompok kontrol non ekivalen. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V pada dua kecamatan di kabupaten Subang, Sample penelitian pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V salah satu sekolah dasar  di  Kecamatan Subang Kabupaten Subang dan salah satu sekolah dasar yang  terletak di Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang. Instrumen yang digunakan berupa instrumen tes, analisis kuantitatif dilakukan terhadap rata-rata pretes dan postes dengan menggunakan Uji-t. Berdasarkan pada hasil penelitian, menunjukan bahwa data pretes tidak terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan TIK dan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model direct teaching. Diketahui pula bahwa pada hasil analissi data posttes, kemampuan koneksi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan TIK lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model direct teaching. Dengan demikian disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan TIK memberikan pengaruh yang positif terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Pembelajaran dengan  model Problem Based Learning berbantuan TIK dapat menjadi alternatif model pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan di Sekolah Dasar.
Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika dan Kemampuan Berfikir Kritis Matematis Siswa Kelas V Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Eksloratif Masitoh, Itoh; Prabawanto, Sufyani
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.584 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (a) ada atau tidaknya perbedaan peningkatan pemahaman konsep matematika antara siswa yang memperoleh pembelajaran eksploratif dan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. (b) ada atau tidaknya perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran eksploratif dan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalen pretestt postest control group. Dengan populasi seluruh siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri yang berada di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor tahun pelajaran 2014/2015, dan sampelnya adalah siswa kelas V dari dua SDN di wilayah tersebut. Instrumen yang digunakan adalah instrumen te. Hasil penelitian adalah bahwa: (a) Peningkatan pemahaman konsep matematika siswa yang memperoleh pembelajaran eksploratif lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. (b) Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang memperoleh pembelajaran eksploratif lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran langsung.
Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik Berbantuan GeoGebra untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Nopiyani, Dian; Turmudi, Turmudi; Prabawanto, Sufyani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta bahwa kemampuan komunikasi matematis di Indonesia tergolong rendah. Model maupun pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan pembelajaran matematika di kelas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa SMP dengan pembelajaran matematika realistik berbantuan GeoGebra. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuasi eksperimen. Penelitian dilakukan di sebuah SMP Negeri di Lembang, Bandung. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen tes valid dan reliabel sehingga dapat digunakan untuk pretes dan postes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran matematika realistik berbantuan GeoGebra lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran matematika realistik tanpa GeoGebra. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat respon yang positif dari siswa terhadap pembelajaran matematika realistik dengan GeoGebra. ABSTRACT The research was taken because the fact shows that the mathematical communication skill in Indonesia is weak. Models and approaches which are used in learning process being one of the factors that supports the success of mathematical learning. The purpose of this study is to analyze the mathematical communication skill of students in Junior High School by using Realistic Mathematics Education with GeoGebra. This study used a quasi-experiment method. It was held in a Junior High School in Lembang, Bandung. The result of this study showed that mathematical communication of students who learned mathematics using Realistic Mathematics Education with GeoGebra are better than students who learned mathematics using Realistic Mathematics Education with no GeoGebra. The result also indicated that there are positive responses from students toward Realistic Mathematics Education with GeoGebra.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN SIKAP SISWA SMP Sarassanti, Yumi; Prabawanto, Sufyani; Cahya, Endang
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 17, No 3 (2017): MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DAN MODEL PEMBELAJARAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.53 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan sikap siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol tidak ekuivalen. Penelitian dilaksanakan pada salah satu SMP Negeri di Sambas Kalimantan Barat. Dalam penelitian ini dipilih dua kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas eksperimen yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran kontekstual dan kelas kontrol yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peningkatan kemampuan komunikasi matematis dengan menggunakan pembelajaran kontekstual lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional; 2) Peningkatan kemampuan komunikasi matematis dengan menggunakan pembelajaran kontekstual lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan awal matematis (Tinggi, Sedang, Rendah); 3) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis dengan menggunakan pembelajaran kontekstual ditinjau dari kemampuan awal matematis (Tinggi, Sedang, Rendah); dan 4) Sebagian besar siswa menunjukkan respon positif terhadap pembelajaran kontekstual.
THE MATHEMATICAL ARGUMENTATION ABILITY AND ADVERSITY QUOTIENT (AQ) OF PRE-SERVICE MATHEMATICS TEACHER Hidayat, Wahyu; Wahyudin, Wahyudin; Prabawanto, Sufyani
Journal on Mathematics Education Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Mathematical argumentation has been studied before, but no research has a focus on mathematical argumentation and adversity quotient of the pre-service mathematics teacher. This study is experimental research that aims to know and examine in depth about the influence of AQ of pre-service mathematics teacher toward the achievement of mathematical argument ability. The population of this study is the pre-service mathematics teacher in Cimahi City, West Java, Indonesia; while the sample is 60 pre-service mathematics teachers selected purposively. The instruments of this study are tests and non-tests. They are based on the assessment of good characteristics towards students mathematical argumentation abilities, while the non-test instrument is based on the assessment of good characteristics towards AQ. The results of this research show that: (1) AQ gives positive influence to the development of mathematical argumentation ability of pre-service mathematics teacher with the influence of 60.2%, while the rest of it (39.8%) is influenced by other factors outside AQ; (2) The ability of mathematical argumentation of pre-service mathematics teacher is more developed on AQ of Climber type; (3) Students with the Quitter AQ type still tend to have less ability of mathematical argumentation.
ATTITUDES TOWARD STATISTICS AND ACHIEVEMENT: BETWEEN STUDENTS OF SCIENCE AND SOCIAL FIELDS Cahyawati, Dian; Wahyudin, Wahyudin; Prabawanto, Sufyani
Jurnal Infinity Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Number 2, INFINITY
Publisher : STKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.82 KB)

Abstract

The purpose of this study was to explore students attitudes toward statistics (ATS) based on the beginning and the end of learning, based on differences in fields of study, and examine its relationship with statistical acheivement. ATS was measured by an attitude instrument, namely The Survey of Attitudes toward Statistics (SATS) which consists of six dimensions (affective, cognitive competence, difficulty, value, interest, effort). Research respondents were undergraduate students who took lectures on statistical recognition that came from at one of the universities in South Sumatra. The results of the descriptive analysis showed the variation of ATS in each dimension of attitudes classified into positive, neutral, or negative attitudes. Although there are variations in the response of student attitudes in each dimension, but the results of statistical tests have not been able to show differences in attitudes between the beginning and the end of learning in each dimension. The differences in attitudes between the beginning and the end of learning that are statistically significant are in the dimensions of affective, value, and effort. The difference in the field of student science shows the difference in ATS, but only in the dimension of value. This study does not have enough evidence to state that there is a significant relationship between student attitudes to statistics and the results of learning statistics.
The role of worked-example in enhancing students’ self-explanation and cognitive efficiency in calculus instruction Santosa, Cecep Anwar Hadi Firdos; Suryadi, Didi; Prabawanto, Sufyani; Syamsuri, Syamsuri
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 2: November 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1450.445 KB)

Abstract

This research was aimed to investigate the effect of students’ self-explanation to their achievement, mental effort, and cognitive efficiency while studying mathematics, particularly in integral topics. This research used a static-group comparison design implemented to first-year undergraduate students. The subject of the study consists of 64 first year undergraduate students in one of the universities in Banten province, Indonesia. The students were divided into two classrooms, experimental and control. Experimental classroom received worked-example method whereas control classroom studying without worked-example method. Instruments used in this research include achievement tests, rating scale mental effort, deviation model of cognitive efficiency, and teaching materials in the form of worked-example. The results show that the implementation of self-explanation through worked-example helps students get a higher achievement, lower mental effort, and better cognitive efficiency compared to students who get instruction without worked-example method. The research also reveals the important role of worked-example in enhancing the ability of students’ self-explanation.
Fostering Germane Load Through Self-Explanation Prompting In Calculus Instruction Santosa, Cecep Anwar Hadi Firdos; Prabawanto, Sufyani; Marethi, Indiana
Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE) Vol. 1, No. 1, January 2019
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.692 KB)

Abstract

The purpose of this research was to investigate the effect of self-explanation prompting to students’ germane load while studying mathematics in the multivariable calculus course. This research employed a quasi-experimental method with matching-only posttest-only control group design. The subject of the research consists of 72 first-year mathematics education undergraduate students. The results indicated that there was no significant difference in students’ germane load between students who implemented worked-example with self-explanation prompting and students who implemented worked-example without self-explanation prompting. However, it was revealed that the students' germane load was categorized high in both classes. It indicates that the worked-example method could foster students' germane load. Nonetheless, these results cannot be evidence that self-explanation prompting is capable to foster students' germane load. However, there is an association between germane load and learning objectives. When students achieve the learning objectives, then its learning method is able to foster the germane load. To assess the learning objectives, the posttest was arranged. The results stated that students who implemented the worked-example method with self-explanation prompting had better test scores than students who implemented the worked-example method without self-explanation prompting. This result was sufficient to provide evidence that the use of worked-example with self-explanation prompting could foster students’ germane load students in the multivariable calculus course.Keywords: Germane load, Worked-example, Self-explanation prompting
Pola matematis dan sejarah batik Sukapura: Sebuah kajian semiotika Yulianto, Eko; Prabawanto, Sufyani; Sabandar, Jozua; Wahyudin, Wahyudin
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.491 KB)

Abstract

Batik Sukapura merupakan salah satu identitas bangsa Indonesia yang melambangkan budaya masyarakat Sunda. Batik Sukapura digunakan masyarakat Sunda sebagai pakaian yang formal dan bernilai sakral. Sejumlah penelitian tentang batik telah banyak berkembang, namun lebih kepada pengembangan teknologi membatik. Tujuan penelitian ini membahas tentang teori semiotika yang diterapkan pada Batik Sukapura untuk mencari makna filosofis dari motif-motifnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Peneliti mengobservasi beberapa pengusaha batik senior yang masih bertahan dengan industrinya di daerah Sukaraja Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batik Sukapura memiliki banyak konsep geometri dan sejumlah keteraturan. Sejarah batik Sukapura dimulai dari para pengrajin batik dari Jawa Tengah yang pindah ke Jawa Barat akibat terjadinya peperangan. Saat ini batik tulis semakin terdistorsi akibat perkembangan jaman yang berpindah ke batik cetak bahkan batik digital-printing. Ciri khas batik Sukapura adalah bermotif alam. Dari sudut pandang semiotika, tanda-tanda dari motif ini bukan sekedar pola dan keteraturan matematis namun memiliki makna dan pesan moral yang sangat sesuai dengan falsafah hidup masyarakat Sunda. Penggabungan kajian semiotika dan matematika ini dianggap mampu memberikan penguatan kepada para siswa dalam memaknai nilai-nilai etnomatematika sebagai upaya mengembalikan status matematika yang saat ini dipandang terpisah dari budaya (culturally-free).Kata kunci: sejarah batik sukapura, semiotika