Sri Ratna Rahayu, Sri Ratna
Universitas Negeri Semarang

Published : 18 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)

Gejala Klinis Tuberkulosis pada Keluarga Penderita Tuberkulosis BTA Positif Anggraeni, Dini Eka; Rahayu, Sri Ratna
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Angka penemuan suspek TB di Puskesmas Bandarharjo selama 3 tahun terakhir mengalami peningkatan, pada tahun 2014 ditemukan sebanyak 212 suspek; tahun 2015 ditemukan sebanyak 314 suspek; dan tahun 2016 ditemukan sebanyak 524 suspek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi gejala klinis tuberkulosis pada keluarga penderita tuberkulosis BTA positif. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian case control. Sampel yang ditetapkan sebesar 18 kasus dan 18 kontrol dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini yaitu berupa kuesioner, roll meter, thermo-hygrometer, dan luxmeter. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepadatan hunian (p=0,007), ventilasi (p=0,003), dan status gizi (p=0,030) berhubungan dengan gejala klinis tuberkulosispada keluarga penderita tuberkulosis BTA positif. Sedangkan variabel paparan rokok (p=0,148) tidak berhubungan dengan gejala klinis tuberkulosis pada keluarga penderita tuberkulosis BTA positif. Simpulan penelitian ini terdapat hubungan kepadatan hunian, ventilasi, dan status gizi dengan gejala klinis tuberkulosis. Abstract The number of TB suspect findings at the Bandarharjo clinic has increased over the last three years, at 2014; 212 suspects, 2015; 348 suspects, and at 2016; 524 suspects. The purpose of this study was to determine the factors that influence the clinical symptoms of tuberculosis in families of tuberculosis smear positive patients. The study was conducted in 2017. This type of research was analytic observational with case control design. The samples were 18 cases and 18 controls by purposive sampling technique. The research instruments were questionnaire, roll meter, thermo-hygrometer, and lux meter. The data were analyzed using chi square test. The result showed that occupancy density (p = 0,007), ventilation (p = 0,003), and nutritional status (p = 0,030) with clinical symptoms of tuberculosis in families of positive smear tuberculosis patients. Whereas cigarette exposure variables (p = 0.148) were not associated with clinical symptoms of tuberculosis in families of positive smear tuberculosis patients. The conclusion of this study was the relationship of density, ventilation, and nutritional status with clinical symptoms of tuberculosis. Keyword : Clinical Symptoms of Tuberculosis, Family of Tuberculosis Patients
Penggunaan Job Hazard Analysis dalam Identifikasi Risiko Keselamatan Kerja pada Pengrajin Logam Azady, Al Asyhar Aahyu; Widowati, Evi; Rahayu, Sri Ratna
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.23564

Abstract

Abstrak Setiap tempat kerja selalu mempunyai risiko kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Pada tahun 2013 telah terjadi 406 kasus kecelakaan kerja di Kabupaten Boyolali, 372 pekerja (91,6%) berhasil sembuh, 25 pekerja (6,1%) sementara tidak mampu bekerja, 4 pekerja (0,9%) mengalami cacat, dan 5 pekerja (1,2%) meninggal dunia. Insiden kecelakaan dan cedera di tempat kerja dapat dikurangi dengan penggunaan Job Hazard Analysis. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bahaya serta pengendalian yang tepat pada industri logam UD. A&D dengan metode Job Hazard Analysis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasional. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 46 bahaya dan 82 risiko yang teridentifikasi. Hasil penilaian risiko terdapat 24 (29,6%) risiko rendah, 27 (32,9%) risiko sedang dan risiko tinggi berjumlah 31 (37,8%). Hasil penilaian dan pengendalian risiko dirancang dalam bentuk form Job Hazard Analysis. Kesimpulan penelitian ini adalah potensi bahaya yang ada belum dilakukan pengendalian secara optimal.  Abstract Each workplace always has a risk of possible accidents and occupational diseases. In 2013 there were 406 work accident cases in Boyolali District, 372 workers (91.6%) recovered, 25 workers (6.1%) were unable to work, 4 workers (0.9%) were disabled, and 5 workers (1.2%) died. Incidents of accidents and workplace injuries can be reduced by the use of Job Hazard Analysis. This research was conducted in 2018. The purpose of this research is to know the potential danger and proper control on UD metal industry. A & D with Job Hazard Analysis method. The type of this research is descriptive qualitative with observational approach.The results showed 46 hazards and 82 identified risks. Risk assessment results were 24 (29.6%) low risk, 27 (32.9%) medium and high risk 31 (37.8%). The results of risk assessment and control are designed in the form of Job Hazard Analysis form. The conclusion of this research is the potential hazard that has not been done optimally. Keyword : Job Hazard Analysis (JHA), Potential Hazard, Risk Analysis
Analisis Spasial Tuberkulosis Paru Ditinjau dari Faktor Demografi dan Lingkungan Nugrahany, Alfina Dewi; Rahayu, Sri Ratna; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.18339

Abstract

Abstrak Kecamatan Bergas merupakan kecamatan yang memiliki angka prevalensi tuberkulosis paru yang meningkat yaitu dari 38/100.000 penduduk menjadi 40,47/100.000 penduduk pada tahun 2016. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 dan bertujuan untuk menganalisis kejadian TB Paru secara spasial yang ditinjau dari faktor demografi dan lingkungan di wilayah kerja Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory research dengan menggunakan desain cross sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis spasial. Berdasarkan analisis spasial, faktor demografi yang mempengaruhi kejadian TB paru  di wilayah kerja Kecamatan Bergas yaitu kepadatan penduduk tinggi, kepadatan rumah yang tinggi, ketinggian wilayah, dan area buffer zone radius 2 km keberadaan industri. Simpulan penelitian ini yaitu kasus TB paru lebih banyak ditemukan di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, kepadatan rumah tinggi, ketinggian wilayah rendah dan buffer zone radius 2 km dari industri.  Abstract Bergas was a sub-district that had an increased prevalence of pulmonary tuberculosis, which was from 38/ 100,000 population to 40.47/ 100,000 population in 2016. This study was conducted in 2017 and aims to analyze the incidence of pulmonary TB spatially in terms of demographic factors and environment in the work area of ​​Bergas Public Health Center, Semarang Regency. This research was an explanatory research used cross sectional design. Data analysis used univariate analysis and spatial analysis. Based on spatial analysis, demographic factors that influence the incidence of pulmonary TB in the work area of ​​Bergas Subdistrict were high population density, high house density, area height, and buffer zone area of ​​2 km radius of industrial presence. The conclusions of this study were that pulmonary TB cases were more common in areas with high population density, high house density, low altitude areas and a buffer zone of 2 km radius from the industry Keyword : Spatial Analysis, Pulmonary TB, Demographic Factors, Environment
Analisis Spasial Faktor Lingkungan dan Distribusi Kasus Demam Berdarah Dengue Yana, Yuli; Rahayu, Sri Ratna
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan di Temanggung. Kasus DBD di 3 desa endemis DBD di Sidorejo, Walitelon Selatan, dan Banyuurip Temanggung tinggi dengan IR 54,81% di tahun 2015, sehingga diperlukan analisis spasial untuk mengetahui persebaran DBD dan faktor risiko penularan DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis spasial faktor lingkungan pada distribusi kasus DBD di desa endemis DBD. Jenis penelitian ini adalah observasional, dengan desain cross sectional, melibatkan 49 sampel. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Pengambilan titik koordinat menggunakan GPS. Analisis penelitian dengan menggunakan analisis univariat dan analisis spasial. Hasil perhitungan analisis spasial ANN menunjukkan bahwa pola kasus DBD di 3 desa endemis tersebut berkelompok dengan indeks jarak 56,77 meter, 58,55 meter, dan 96,29 meter. Terdapat kasus DBD di buffer zone 100 meter, 500 meter dan 1000 meter keberadaan tempat umum. Sebanyak 83,68% kasus DBD tidak melaksanakan Pemeriksaan Jentik Rutin secara rutin. Sebanyak 61,33% kasus DBD memiliki mobilitas keluar desa. Kesimpulan dalam penelitian ini distribusi kasus DBD memiliki keterkaitan secara spasial dan dapat menggambarkan persebaran kasus DBD berkaitan dengan faktor lingkungannya. Kata kunci: Analisis Spasial, DBD, Faktor Lingkungan Dengue hemorrhagic disease (DHF) is health problem in Temanggung. DHF cases in 3 DHF in Sidorejo, Walitelon Selatan and Banyuurip were high with IR 54,81% , therefore spatial analysis needed to determine the spread of DHF cases and risk factors for DBD transmission. This study aims to determine spatial analysis of environmental factors on the distribution of dengue cases in endemis village of DHF. Type of this study was observational, with cross sectional design, involving 49 samples. Sampling technique by total sampling. ANN spatial analysis results show the pattern of DHF cases in 3 DHF endemic villages are clustered with 56.77, 58.55, and 96.29 meters. Dengue cases in the buffer zone 100, 500, 1000 meters of public places. As many as 83.68% of dengue cases don’tt carry out periodic larvae examination according to standard. Total of 61.33% of dengue cases have mobility out of village, 67% cases mobility access out of house. The conclusion is distribution of dengue has spatially correlated and can illustrate the spread of DHF cases related to environmental factors. Keywords: Spatial Analysis, DHF, Environmental Factor
Kejadian Tuberkulosis Multi Drug Resistant di RSUP dr. Kariadi Triandari, Devi; Rahayu, Sri Ratna
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.19388

Abstract

Abstrak Indonesia menduduki rangking ke 8 dari 27 negara dengan beban tinggi prioritas Tuberculosis Multi Drug Resistant (TB MDR). Tuberkulosis MDR di RSUP Dr. Kariadi mengalami kenaikan selama 3 tahun terakhir. Tahun 2014 sebanyak 688 kasus, tahun 2015 hingga 1.183 kasus, tahun 2016 mencapai 1.442 kasus, hingga Mei tahun 2017 sebanyak 2.061 kasus. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian TB MDR pada RSUP. Dr. Kariadi Kota Semarang. Jenis penelitian merupakan observasional analitik dengan rancangan case control. Sampel penelitian yaitu 72 kasus dan 72 kontrol dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat (dengan uji chi square) dengan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa hasil pengobatan TB (OR=5,64; 95%CI=2,23-14,23), kepatuhan minum obat (OR=2,49; 95%CI= 1,17-5,28), peran aktif PMO (OR=2,37; 95%CI=1,14-4,89) berhubungan dengan kejadian TB MDR di RSUP. Dr. Kariadi Kota Semarang. Sedangkan jenis kelamin (OR=1,25; 95%CI=0,65-2,41) dan tingkat pendidikan (OR=1,48; 95%CI=0,77-2,85) tidak berhubungan dengan kejadian TB MDR di RSUP. Dr. Kariadi Kota Semarang. Faktor yang paling dominan dengan kejadian TB MDR adalah hasil pengobatan TB. Abstract Indonesia ranks 8th out of 27 countries with high priority burden of MDR TB. MDR Tuberculosis at Dr. Kariadi has increased over the last 3 years. In 2014 there were 688 cases, 2015 there were 1,183 cases, 2014 reached 1442 cases, until May 2017 reached 2,061 cases. The purpose of this study was to analyze factors related to MDR TB incidence at RSUP. Dr. Kariadi Kota Semarang. This research was analytic observational case control design. The samples were 72 cases and 72 controls by purposive sampling technique. Research Instruments used questionnaires and medical records. Data were analyzed univariate, bivariate (chi square test) and multivariate (logistic regression test) with SPSS.    The results show that the active role of PMO (OR = 2.37, 95% CI = 1.14-4.89), result of TB treatment (OR = 5.64; 95% CI = 2.23 -14,23), and medication adherence (OR = 2.49; 95% CI = 1.17-5.28 ) was associated with MDR TB incidence at the RSUP. Dr. Kariadi Kota Semarang.The most dominant factor with the incidence of MDR TB was result of TB treatment. Keyword : WISN Methode, Workload, Sanitation Clinical
Kejadian Putus Berobat Penderita Tuberkulosis Paru Merzistya, Aufiena Nur Ayu; Rahayu, Sri Ratna
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.25662

Abstract

Abstrak Angka putus berobat dari tahun 2014 hingga 2016 masing-masing angka sebesar 13,9%; 3,40% (13 kasus); dan 6,54% (14 kasus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan kejadian putus berobat penderita TB Paru di Balkesmas Wilayah Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case control. Kasus didefinisikan penderita putus berobat Tuberkulosis yang berumur 15 tahun keatas dan tercatat pernah menjadi pasien Balkesmas Wilayah Semarang. Kontrol didefinisikan penderita Tuberkulosis yang sembuh atau pengobatan lengkap, berusia 15 tahun keatas dan tercatat pernah menjadi pasien Balkesmas Wilayah Semarang. Sampel sebesar 23 kasus dan 23 kontrol teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen yakni kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi penderita rendah (p value 0,046) dan sedang (p-value 0,004), motivasi keluarga rendah (p-value 0,03), serta efek samping OAT berat (p-value 0,01) dan ringan (p-value 0,04) berhubungan terhadap kejadian putus berobat penderita TB Paru. Sedangkan biaya kesehatan, waktu tempuh, peran PMO , dan sikap petugas kesehatan tidak berhubungan terhadap kejadian putus berobat penderita TB Paru. Simpulan penelitian ini terdapat hubungan antara motivasi penderita, motivasi keluarga yang rendah, dan efek samping OAT terhadap kejadian putus berobat penderita TB Paru di Balkesmas wilayah Semarang. Maka perlu disarankan adanya monitoring efek samping pelayanan kesehatan kepada penderita selama masa pengobatan. Abstract The drop out rate for treatment from 2014 to 2016 was 13.9%; 3.40% (13 cases); and 6.54% (14 cases). The purpose of this study was to determine the occurrence of treatment of patients with pulmonary TB at the Balkesmas Semarang. This type of research is an analytic observational research by arranging research case controls. Cases defined by treatment for tuberculosis were carried out 15 years and above and were recorded as patients of Balkesmas Semarang Region. Control of Tuberculosis patients who have recovered or fully recovered, namely 15 years and above and pregnant patients Balkesmas Semarang Region. Samples were 23 cases and 23 controls using purposive sampling technique. This study uses an instrument namely a questionnaire. Data were analyzed using the chi square test. The results showed that patient motivation was low (p value 0.046) and moderate (p-value 0.004), family motivation was low (p-value 0.03), and side effects were severe (p-value 0.01) and mild (p -value of 0.04) Relation to treatment withdrawal in patients with pulmonary TB. While health costs, travel time , role of PMO, and attitudes of health workers (p-value) were not related to the drop out of treatment for patients with pulmonary TB. The conclusions of the study are the relationship between motivation, low family, and side effects on the drop out of treatment for pulmonary TB patients in the Balkesmas Semarang area. Then it is necessary to read monitoring the side effects of health services until the treatment period.