Ananto Aji, Ananto
Department Geography of the Faculty of Social Sciences, Unnes

Published : 26 Documents
Articles

Found 26 Documents
Search

KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR BANDANG DI KECAMATAN WELAHAN KABUPATEN JEPARA

Indonesian Journal of Conservation Vol 4, No 1 (2015): IJC
Publisher : Indonesian Journal of Conservation

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to evaluate preparedness level of Welahan’s people in facing flood disaster, either pre-disaster, during and after the disaster happened. The research was conducted in Welahan and Ketileng Singolelo Village, which are the worst affected area in 2014. Research population was the flood victims with relatively homogenous condition. Total samples were 30 respondents (15 persons from Welahan Village and the rest from Ketileng Singolelo Village) whose randomly chosen. Beside conducted interview with the community, it done also for some key persons from community and Regional Board of Disaster Management (BPBD) officer of Jepara Regency. Interview method by in-depth interview. While the data collected was being analyzed by descriptive statistic percentage.The research result showed that preparedness level of Welahan and Ketileng Singolelo community in pre-disaster was low, even very low, according to local officer. While in stage “during a disaster” and “post-disaster”, it could be categorized as medium level. Flood disaster preparedness level which is still in the low range - need to be improved so that in the future they will become more alert and even tough in facing future disaster. Welahan and Ketileng Singolelo Village are potential to become alerted village and even become a tough village against floods. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kesiapsiagaan masyarakat Kecamatan Welahan dalam menghadapi bencana banjir, baik pada saat pra bencana, ketika bencana, dan setelah bencana terjadi. Penelitian dilakukan di Desa Welahan dan Desa Ketileng Singolelo, yang merupakan desa terpapar banjir paling parah pada awal tahun 2014. Populasi penelitian adalah masyarakat yang menjadi korban banjir bandang dengan kondisi relatif homogen, dengan jumlah sampel 30 responden (15 warga Desa Welahan dan 15 warga Desa Ketileng Singolelo) yang ditentukan secara acak. Disamping wawancara terhadap warga, wawancara juga dilakukan terhadap narasumber yang meliputi tokoh masyarakat dan BPBD Kabupaten Jepara. Teknik wawancana dilakukan secara mendalam (indept interview). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat Desa Welahan dan Desa Ketileng Singolelo pada tahap pra bencana tergolong rendah, bahkan menurut narasumber (perangkat desa) tergolong sangat rendah. Pada tahap bencana (tanggap darurat) dan pasca bencana (rekonstruksi dan rehabilitasi) tergolong sedang. Kesiapsiagaan terhadap bencana banjir yang masih pada kisaran rendah – sedang tersebut perlu ditingkatkan agar pada masa datang masyarakat lebih siaga dan bahkan tangguh dalam menghadapi bencana. Desa Welahan dan Desa Ketileng Singolelo berpotensi menjadi menjadi desa siaga dan bahkan menjadi desa tangguh bencana banjir. 

Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Pendapatan Kepala Keluarga Terhadap Penyediaan Air Bersih, Sanitasi, Sampah Di Desa Boja Kecamatan Boja Kabupaten Kendal

Edu Geography Vol 5 No 3 (2017): Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the level of formal and non-formal education of the community, to know the magnitude of the expenditure of household allocated for the purposes of environmental management, to know the effect of educational levels and public income on environmental management in Boja Village. Researchers collected data using questionnaires, interviews, and documentation.  Data analysis technique used descriptive analysis percentage and multiple regression analysis.  The result of the research shows that the level of formal education of Boja Village is still low, while non formal education includes socialization/training related to environmental management has been followed by 49 household. A total of 88 head of household allocated their income for environmental management purposes from Rp 15.000-Rp 60.000. The variable of educational level and income level related to water supply, sanitation, garbage variable is 28,40%, so it is stated enough to have influence. The conclusion of this study is "there is a significant influence between the level of education and income on water supply, sanitation, garbage in Boja Village, Boja District, Kendal Regency”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendidikan formal dan nonformal kepala keluarga, mengetahui besarnya pengeluaran kepala keluarga yang dialokasikan untuk keperluan pengelolaan lingkungan hidup, mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan pendapatan kepala keluarga terhadap pengelolaan lingkungan hidup di Desa Boja. Peneliti mengumpulkan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan formal kepala keluarga Desa Boja masih rendah sedangkan pendidikan nonformal meliputi sosialisasi/pelatihan terkait pengelolaan lingkungan hidup pernah diikuti sebanyak 49 kepala keluarga. Sebanyak 88 kepala keluarga mengalokasikan pendapatannya untuk keperluan pengelolaan lingkungan hidup antara Rp 15.000 - Rp 60.000. Variabel tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan berpengaruh terhadap variabel penyediaan air bersih, sanitasi, sampah sebesar 28,40 %, sehingga dinyatakan cukup memiliki pengaruh. Simpulan dari penelitian ini adalah “ada pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan dan pendapatan terhadap penyediaan air bersih, sanitasi, sampah di Desa Boja Kecamatan Boja Kabupaten Kendal”.

DAYA DUKUNG KESUBURAN TANAH PUCUK SEBAGAI MATERIAL REKLAMASI DI TANJUNG BARU DESA BAKONG KECAMATAN SINGKEP BARAT KABUPATEN LINGGA

Jurnal Geografi Vol 10, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the capability of top soil fertility which will becuted from mining area and will be used as main material in land reclamation.This research conducted in term that there will be mining activity in TanjungBaru, Bakong Village, Singkep Barat District, Lingga Regency of Riau Province,with total area 106.62 ha. The mining activity will cut the top soil 5,608,643 m3or equal to 6,730,372 ton of soil. The cutted soil will used to be main material ofland reclamation and become a substrat for revegetation plants. The resultshowed that the capacity of study field soil fertility was categorized as very low tolow. In order to preserve the soil condition, it must be properly stored. Therecommendation from this research is, it needs to re-analysis of soil conditionbefore used to revegetation in order to test the land fertility status, and as thebasic for determine the fertilizer dose that can be applied.

MODEL ALIRAN AIR TANAH UNTUK MEMPREDIKSI PENYEBARAN POLUTAN DI TIMUR CEKUNGAN BANDUNG

Jurnal Geografi Vol 11, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rancaekek Area, West Java, known as rice granary for years. But, since thetextile industry growing, rice productions are continued to decrease. It waspredicted as the impact of pollutant migration into the farmland. Nowadays,farmland in this area was tend to gone. The potential spread of pollutants can be observed through the direction of groundwater movement. Mass movement ofground water can be seen through the groundwater flow model. This study willprovide an overview of potential spread of pollutants, because it will follow thegroundwater flow. The model is built through data processed with GeographicInformation Systems (GIS). The simulation results of groundwater level isgenerally known that pollutants will move to the south, with local variations tosoutheast and southwest.

RISIKO BENCANA DI KABUPATEN PEKALONGAN (DISASTER RISK IN PEKALONGAN REGENCY)

Jurnal Geografi Vol 13, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekalongan Regency of Central Java is a region with high risk of disaster. Various kinds of disaster such aslandslide, flood, drought, and tidal flood have somehow become “seasonal customer” for occurring inPekalongan Regency. This research aimed to prepare the mapping of disaster risk in order to strengthen theefforts in reducing disaster risk in Pekalongan Regency. The research method applied in this research refers tothe Head’s Regulation of National Risk Management Agency Number 2/2012. Since the risks of tidal flood werenot yet included in the regulation, the field observation approach was used in this research. The analysis ofdisaster risk also considered the collecting method of disaster history by organizing focus group discussion(FGD) with the related parties. The research result showed that there were high risks of flood disaster coveredsome sub-districts such as Kajen, Kesesi, Wonopringgo, Karangdadap, Tirto, Wiradesa and Wonokerto; therewere twenty six villages in total. High risk of landslide potentially occurred in large part of villages on the southarea of Pekalongan Regency. High risk of drought was relatively evenly spread in the center area. Lastly, highrisk of tidal flood potentially occurred in fifteen villages along side of Java Sea.

ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN PEMALANG

Geo-Image Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Pemalang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dengan karakteristik  perekonomian  yang  didominasi  oleh  sektor  pertanian. Sub  sektor  tanaman  pangan sebagai bagian dari sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting terhadap pertumbuhan ekonomi  nasional.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  komoditas  unggulan  pertanian tanaman  pangan  dan  daya  saing  wilayah  di  Kabupaten  Pemalang.Hasil  penelitian  komoditas unggulan  meliputi  keunggulan  komparatif  dan  kompetitif.Analisis  Locationt  Quotient  (LQ) digunakan  untuk  mengetahui  keunggulan  komparatif  suatu  wilayah  sedangkan  analisis  Revenue Cost  digunakan  untuk  mengetahui  keunggulan  kompetitif  suatu  komoditas.  Hasil  analisis  LQ menunjukan  bahwa  tanaman  padi  memiliki  penyebaran  wilayah  paling  luas  yang  meliputi Kecamatan  Randudongkal,  Pemalang,  Taman,  Petarukan,  Ampelgading,  Comal,  dan  Kecamatan Ulujami. Sedangkan metode RC sebagai salah satu pendekatan model pengujian keuntungan cabang usahatani menunjukkan bahwa seluruh komoditas tanaman pangan memiliki keunggulan kompetitif karena  nilai  RC  >  1.Nilai  RC  tertinggi  untuk  komoditas  tanaman  pangan  adalah  tanaman padi.Dilihat dari  keunggulan komparatif dan  kompetitif  berdasarkan  pada  nilai  tertinggi diperoleh kesimpulan  bahwa  tanaman  padi  adalah  komoditas  unggulan  tanaman  pangan di  Kabupaten Pemalang.Keragaan  daya  saing  wilayah  dengan  metode  Penskalaan  dan  juga  memperhatikan keunggulan komparatif dan kompetitif dipengaruhi oleh dukungan sumber daya alam, profil tumbuh tanaman, pola tanam, nilai ekonomi produksi, dan topografi suatu wilayah. Pemalang Regency is one of regency in Central Java with the characteristics of an  economy that is dominated by the agricultural sector. Crops sub sector as part of the agricultural sector has a very important roleon the growth of the national economy. The purpose of this study was determined bases commodities of food crop and  competitiveness  of  the  region.  The  result  of  commodities  bases  covered  comparative and competitive. The method  of  Location  Quotient  (LQ)  was  used  to  determined  commparative  advantage  of  a  region  whereas Revenue Cost (RC)analysis used to knowing competitive advantage of a commodity. LQ analysis result showed that  rice  has  the  most  wide  spread  of  areas  covering  Sub-district  of  Randudongkal,  Pemalang,  Taman, Petarukan, Ampelgading,  Comal  and  Ulujami.  The  method  of  RC  as  one  approaches  the  brench  of  farming profit testing models showed that the whole farming of food crops have a competitive advantage because the value of RC showed > 1. The higest  of RC value for food crops  commodities was rice plants. Seen from  the highest value of comparative and competitive advantages can  be concluded that rice is the superiority of food crops in Pemalang. The competitiveness variability of the region by the method of scaling and also looking camparative and competitive advantage was influenced by natural resource endownments, the profile of the growing plants, the production economi value and area topography

PENILAIAN KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PENGHIJAUAN DI TAMAN KEHATI UNNES TRANGKIL SEKARAN SEMARANG

Geo-Image Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesesuaian lahan merupakan tingkat kecocokan sebidang lahan untuk penggunaan tertentu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tanaman yang cocok untuk penghijauan di lokasi Taman Kehati UNNES, serta untuk mengetahui hambatan dalam pengelolaan tanaman penghijauan di Taman Kehati UNNES. Populasi dalam penelitian ini adalah area konservasi Universitas Negeri Semarang yang ditetapkan sebagai Taman Kehati. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik sampel purposive. Metode pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi, pengukuran dan uji lapangan, dan uji laboratorium. Metode analisis data dengan metode pembandingan (matching) dan metode deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keempat tanaman yang dipertimbangkan yaitu jarak kepyar, jati, mahoni, dan sengon mempunyai kelas kesesuaian lahan yang berbeda pada setiap kelas lereng. Perbedaan ini dikarenakan beberapa faktor pembatas yang ada pada setiap kelas lerengnya. Faktor pembatas yang terdapat pada tanaman jarak kepyar adalah curah hujan, C-organik, dan alkalinitas, faktor pembatas yang terdapat pada tanaman jati adalah curah hujan dan pH tanah, serta faktor pembatas yang terdapat pada tanaman mahoni dan sengon adalah pH tanah. Tanaman yang memiliki risiko kegagalan terendah adalah mahoni dan sengon. Suitability of land is level plot of land suitability for particular uses.The aim of this research is to know about the suitable plants for greening in Taman Kehati of UNNES, also to know the obstacle of greening plants management in Taman Kehati of UNNES. The population of this research is the area of Semarang State University conservation which is stated as Taman Kehati. The sample taking is done by using the purposive sample technique. The method of data collection is done by using the documentation method, the measurement and the test of area, and also the laboratorium test. The method of data analysis is the matching and desciption method. The result of the research shows that from the four considered plants , they are jarak kepyar, jati, mahoni, and sengon, have different class of area compability in every slope class. This difference is caused by some factors of limitation in slope class. The limitation factor in the jarak kepyar plant is the rain fall, C-organic, and alkalinity, the limitation factor in jati plant is the rain fall and the pH of land, also the limitation factor in mahoni and sengon is the pH of land. And the plants which have the lowest risk of failure are mahoni and sengon.

KONDISI KUALITAS UDARA AMBIEN DAN KEBISINGAN DI SEKITAR PABRIK ROKOK DI KABUPATEN KUDUS

Geo-Image Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlindungan mutu udara ambien didasarkan pada baku mutu udara ambien, status mutu udara ambien, baku mutu emisi, ambang batas emisi gas buang, baku tingkat gangguan, ambang batas kebisingan dan indeks standar pencemar udara.Penelitian ini bertujuan : (1) mengetahui kondisi kualitas udara ambien di sekitar pabrik rokok, (2) mengetahui kondisi kebisingan di sekitar pabrik rokok, (3) mengetahui kerapatan vegetasi di sekitar pabrik rokok, (4) mengetahui tanggapan masyarakat terhadap kualitas udara ambien dan kebisingan di sekitar pabrik rokok. Metode pengumpulan data dengan menggunakan dokumentasi, observasi, wawancara dan pemetaan peta dengan sistem informasi geografis. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kerapatan vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan data kualitas udara masih dibawah baku mutu tetapi untuk parameter debu di PT Leni Jaya hampir mendekati baku mutu. Untuk data kebisingan juga menunjukkan nilai di bawah baku mutu, namun ada data tingkat kebisingan yang hampir mencapai baku mutu. Tingkat kerapatan vegetasi yang rendah di sekitar pabrik rokok mempermudah pencemaran udara maupun kebisingan menyebar ke daerah permukiman warga di sekitar pabrik rokok. Hasil wawancara kepada masyarakat sekitar pabrik rokok menunjukkan bahwa hanya ada dua pabrik rokok yang mengganggu masyarakat sekitar.   Protection of ambient air quality based on the ambient air quality standards, the status of ambient air quality, emissions quality standards, the threshold exhaust emissions, raw disturbance level, the threshold noise and air pollutant standard index.This research aims to: (1) determine the condition of the ambient air quality around the cigarette factory, (2) determine the condition of the noise around the cigarette factory, (3) determine the density of the vegetation around the cigarette factory, (4) determine public response to the ambient air quality and noise around the cigarette factory. The data collection methods using documentation, observations, interviews and mapping with geographic information systems. Data analysis techniques in this research is a descriptive analysis and analysis of vegetation density. The results showed air quality data but are still below the standard quality for dust parameters at PT Leni Jaya nearing quality standards. For noise data also show the value below the standards, but there is data noise level almost reaches the quality standard. The low level vegetation density facilitate air pollution as well as noise pollution spread to the neighborhoods around the cigarette factory. The results of the interview to the public about cigarette factory shows that there are only two cigarette factories disturbing the surrounding community.

KAJIAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA KEBAKARAN DI KELURAHAN KEMBANGSARI KECAMATAN SEMARANG TENGAH

Edu Geography Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masarakat dalam menghadapi bencana kebakaran di Kelurahan Kembangsari. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini berjumlah 1.177 Kepala Keluarga. Sampel penelitian yang digunakan adalah quota sampling yaitu berjumlah 217 orang. Metode pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kebakaran di Kelurahan Kembangsari dikelompokkan menjadi 4 parameter yaitu parameter sikap, parameter mobilisasi sumberdaya, parameter rencana tanggap darurat dan parameter sistem peringatan bencana. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran di Kelurahan Kembangsari diketahui 88% memiliki kesiapsiagaan sedang, 3% rendah dan 9% tinggi. Secara keseluruhan kesiapsiagaan Kelurahan Kembangsari masuk kategori sedang dengan nilai 36,75 atau 67,80%, besaran angka tersebut didapat dari perbedaan pola pikir masyarakat yang telah mendapatkan sosialisasi dengan yang belum pernah mendapatkan sosialisasi. Abstract ___________________________________________________________________ This research aims to analyze the level of disaster preparedness in the face of masarakat fires in the village Kembangsari. Design research using quantitative descriptive method. This research population totaled 1,177 Head family. Sample research used was quota sampling that is numbered 217 persons. Data collection method using question form, interview and documentation. Data analysis using descriptive percentage. The results showed that the communitys preparedness in dealing with fires in the village Kembangsari are grouped into four parameters, namely the parameters resource mobilization, the attitude, the emergency response plan parameters and parameters of disaster warning systems. The level of community preparedness in the face of disastrous fires in Kembangsari note 88% have a medium level preparedness, are low 3% and 9% high. Overall preparedness Neighborhood Kembangsari sign in the category medium-value 36.75 67.80%, or magnitude of the figures obtained from the difference in the mindset of the community who have been getting socializing with never getting the socialization.  

HUBUNGAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DI SMA N 12 SEMARANG

Edu Geography Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat aktivitas belajar siswa dalam model pembelajaran kooperatif dan untuk mengetahui seberapa besar hubungan aktivitas belajar siswa dalam model pembelajaran kooperatif dengan hasil belajar geografi. Pengambilan data diperoleh dengan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dalam model kooperatif tergolong tinggi. Dikatakan tinggi karena mayoritas siswa bertanggung jawab pada tugas yang diberikan dan kerja sama antar siswa yang terjalin. Selain itu, hasil uji korelasi product moment menunjukkan bahwa hubungannya tinggi antara aktivitas belajar siswa dalam model pembelajaran kooperatif dengan hasil belajar. Dengan demikian, dalam kegiatan pembelajaran siswa yang mempunyai aktivitas belajar dalam model pembelajaran kooperatif yang tinggi maka akan mendapatkan hasil belajar yang tinggi pula. Saran, pada aktivitas siswa yang masih tergolong rendah perlu adanya perbaikan, yaitu siswa terus berlatih berkomunikasi dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan menerima pendapat siswa lainnya. This study aims to know how much the improvement of students learning activity using cooperative learning model and to know how much the correlation of learning activities in cooperative learning with learning outcomes geography. The data collection gained by the observation and documentation. The use of statistical analyses of the product moment correlation and descriptive statistical. The results of the study shows that students learning activity in cooperative model is in high category. It can be said because the majority of students are responsible for the task given and cooperation among students of being interwoven. In addition, the results of the product moment correlation showed that the impact high between the activity of student learning in the model of cooperative learning towards learning outcomes. Thus, in students learning activity who have learning activities in high cooperative, they will get learning outcomes which also high. The suggestion, in the students activity which is still relatively low need to be improved, that students need to practice to communicate using good and right Indonesian language, and accept the opinion from other students.