p-Index From 2014 - 2019
3.244
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Fisika FLUX
Simon Sadok Siregar, Simon Sadok
Unknown Affiliation

Published : 36 Documents
Articles

Found 36 Documents
Search

IDENTIFIKASI LITOLOGI BAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE GEOLISTRIK PADA JALAN TRANS KALIMANTAN YANG MELEWATI DAERAH RAWA DI KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Marjuni, Marjuni; Wahyono, Sri Cahyo; Siregar, Simon Sadok
Jurnal Fisika FLUX Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v12i1.1305

Abstract

Jalan Trans Kalimantan yang melewati daerah rawa di Kabupaten Banjar-Kalsel seringkali mengalami kerusakan baik berupa penurunan permukaan jalan ataupun retakan.  Identifikasi litologi  dilakukan untuk mengetahui lapisan tanah dan  zona lemah penyebab permukaan jalan yang rentan mengalami kerusakan. Metode menggunakan geolistrik tahanan jenis konfigurasi Dipole-dipole dengan panjang lintasan 100 m dan spasi 5 m. Penelitian ini dilakukan  pada 4 kecamatan dengan masing-masing 1 titik lokasi. Pengolahan data menggunakan program Res2dinv. Hasil interpretasi data menunjukkan lapisan tanah keempat lokasi adalah lapisan tanah uruk, tersusun dari tanah lanau pasiran dan pasir kerikil terisi lanau; Lapisan tanah jenuh air, tersusun dari lempung basah lembek dan lanau basah lembek, dan lapisan tanah tidak jenuh air bukan uruk, tersusun dari tanah lanau pasiran dan pasir kerikil terisi lanau
Analisa Pola dan Sifat Aliran Fluida dengan Pemodelan Fisis dan Metode Automata Gas Kisi Siregar, Simon Sadok; Suryajaya, Suryajaya; Muliawatiq, Muliawati
Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v7i1.3080

Abstract

This research is conducted by using physical model and Lattice GasAutomata method for simple flow patterns having different geometry. Fromphysical model, the results are speed pattern and fluid flow permeability. Theresulted value of the permeability by using physical model will be compared tothe resulted value of the LGA. The compared value of the LGA method is thevalue with angle 5o, 10o and 15o by using laboratory scale. These angles arechosen due to it’s the lowest error compared to those of other angles. In thephysical model the lowest permeability value is gotten from the pattern of straightgeometry 60o with value 0.201 x 10-6 m2 and the highest permeability value isfrom pattern of turn 2 with value 0.341 x 10-6 m2. While by using LGA methodthe the lowest permeability value is pattern of straight 60o with value 0.209 x 10-6 m2 while the the highest real permeability value is pattern of turn 2 with value0.344 x 10-6 m2. From the comparison data of permeability the results of errorare 3.74%, 0.7% and 4.2% for the angle of 5o, 10o and 15o, respectively
IDENTIFIKASI SEBARAN BIJIH BESI DENGAN METODE GEOMAGNET DI DAERAH PEMALONGAN, BAJUIN TANAH LAUT Rusita, Siti; Siregar, Simon Sadok; Sota, Ibrahim
Jurnal Fisika FLUX Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v13i1.1916

Abstract

ABSTRAK. Bijih besi merupakan unsur utama dalam industri baja. Pada umumnya endapan bijih besi memiliki karakteristik yang berbeda sesuai dengan genesa dan keterdapatannya pada batuan  induknya. Endapan bijih besi di Pemalongan tersebar namun cadangannya hingga kini belum diketahui dengan pasti. Oleh karenannya dilakukan penelitian lebih lanjut di daerah tersebut, untuk mengetahui kedalaman dan arah sebarannya secara detail dengan menggunakan metode geomangnet. Pengambilan data  dilakukan secara looping dengan jumlah titik yang diperoleh 124 titik ukur. Proses akusisi dilakukan dengan menggunakan GSM Proton Magnetometer Type GSM 19T  dan pengukuran suseptibilitas magnetik dengan menggunakan Magnetic Susceptibility system (MS2) dengan sensor Tipe MS2B Dual Frequency. Hasil interpretasi kualitatif menunjukkan adanya anomali magnetik sebaran bijih besi  yang semakin mengecil mengarah ke timur laut dengan kedalaman 49 – 72 m dengan batuan bawaannya adalah batuan andesit, batuan diorite dan batuan basalt  dengan nilai suseptibilitas magnetik sebesar 0,0160 – 0,0719 cgs dan mengandung mineral magnetit. Kata kunci: Bijih besi, Sebaran, Kedalaman
Analisa Lapisan Keras (Bedrock) dengan Menggunakan Metode Seismik Refraksi Utami, Binar; Fahruddin, Fahruddin; Siregar, Simon Sadok
Jurnal Fisika FLUX Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v6i2.3056

Abstract

Each region generally has a condition of various land surface, usuallyused as information for making a geological map of the regions, but theinformation can not provide a real illustration of the depth of the hard layer(bedrock) found in the area. Thus, to determine the depth of the bedrock as theinitial information exploited for the region of Banjarbaru more, then done bymeasuring the depth of the bedrock by seismic refraction. Soil has severalcompiler layers, the deeper layer from surface is denser and each layer hasdefferent characteristics. The nature used in this research is the difference of thespeed to creep the seismic waves on each layer. By creeping the seismic waves,the information of undercoat surface is obtained depend on the speed increeping seismic waves. To find out the speed and types of layers under the soiland to know the depth of the bedrock in the region are done by using seismicequipment refraction, by initial assumption that bedrock usually is found in therelatively shallow depth in the region of Banjarbaru. From the results of the datasampling done by measuring the length of the track 72 meters and thenprocessed by using the software winsism 10 bedrock was found on the yard ofengeniring faculty Unlam Banjarbaru in depth around 6-15 meters, in the speedof spreading waves in the range of 2800-3200 (m/s) and there is nappe layer(top soil) of the seismic waves creeping velocity 300-400 (m/s) and a much watercontent-thinner layer spreading speed of seismic wave in the range of 1400-1600(m/s).
Aplikasi Well Logging untuk Penempatan Pipa Saringan Sumur Bor Air Tanah di Desa Banyu Irang Kecamatan Bati-Bati, Kalimantan Selatan Baiti, Hisna; Siregar, Simon Sadok; Wahyono, Sri Cahyo
Jurnal Fisika FLUX Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2016
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v13i2.3138

Abstract

The water needs extremely increases along with the rate of population growth in Bati-Bati district year by year. Unfortunately, the clean water supply is limited. Factually, the clean water is really needed considering the role of it, which is essential for the life sustainability and industrial necessity. The water can be from the groundwater which can be obtained from aquifer. Therefore, this study aims at determining the aquifer layer to set the bore well filter pipe. To determine the aquifer layer is by arranging stones litology of bore wells based on bore cutting result which is correlated with the data result of Well Logging. Cutting bore result is obtained from the rock flakes lifting to the surface by being drilled. Furthermore, the data of well logging result is got by measuring. Well Logging uses Rescsalog product, which results in the reading of Log Gamma Ray, Resistivity and Log Spontaneous Potential. The result is the first well filter pipe position is set in 57-61, 66-98 and 115-125 m. Meanwhile, the second well is set in 43-51, 79-82, 99-102, 105-119 and 130-133 m.
ANALISIS KEBERADAAN BIJIH BESI MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK 2D DI LOKASI X KABUPATEN LAMANDAU KALIMANTAN TENGAH Basri, Muhammad Hasan; Sota, Ibrahim; Siregar, Simon Sadok
Jurnal Fisika FLUX Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v11i2.2673

Abstract

Abstrak. Bijih besi adalah salah satu bahan tambang yang sangat dicari karena bernilai ekonomis tinggi. Lamandau merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah dengan potensi Bijih besi yang besar. Penelitian dengan menggunakan metode Geolistrik 2D konfigurasi dipole-dipole dimaksudkan untuk mengetahui batuan yang berasosiasi dengan Bijih besi. Pemboran dimaksudkan untuk mengetahui jenis litologi di lokasi penelitian secara detail dan analisis laboratorium menggunakan AAS dimaksudkan untuk mengetahu kadar Fe yang terdapat pada Bijih besi di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil Geolistrik dan pemboran ditemukan adanya endapan Bijih besi sekunder pada daerah penelitian berupa lempung laterit yang mengandung fragmen batuan beku dan kerikil oksida besi. Bijih besi di lokasi X Kabupaten Lamandau termasuk golongan Bijih besi laterit dengan resisitivitas 1698–5500 Ohm meter dan kadar Fe sebesar 38,37%. Secara umum Bijih besi laterit berada pada kedalaman 0-10 meter dari permukaan dan tersebar di tengah daerah penelitian dengan orientasi Barat daya-Timur laut. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui volume Bijih besi pada daerah penelitian sebesar 151.151 m3. Kata Kunci : Bijih besi, Geolistrik,  Lamandau
PENENTUAN NILAI SATURASI MAGNETIK BATUAN PERIDOTIT ASAL DESA AWANG BANGKAL BARAT KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Sudarningsih, Sudarningsih; Siregar, Simon Sadok; Ghofallena, Wenny Habib
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i1.2303

Abstract

Abstrak : Peridotite rocks are ultra-alkaline rocks that igneous rocks which highin mineral content of FeO, and also a magnetic mineral. Each rock type hasspecific properties and characteristics are manifested in the magnetic field inmagnetic parameters of rocks or minerals. One way to provide an overview of thecomposition and type of magnetic minerals in these rocks is to determine themagnetic saturation curve. Giving Isothermal Remanent Magnetism (IRM) isdone using instruments Electromagnetic Weiss gradually began to flow 1A, 2A,3A 10 A, etc., until the sample reaches saturation magnetic intensity. On themeasurement of magnetic saturation curve samples will be given a very largemagnetic field (until 0.8 T) gradually by using an electromagnet. The intensity ofmagnetization, as measured by Minispin magnetometer, and then plotted as afunction of the magnitude of a given field. The shape of this saturation curve willprovide an overview of the composition and type of magnetic minerals that existin the sample. The results showed that the shape of the IRM curve (remanentmagnetic intensity) is reached more quickly saturated the H <300 mT theperidotite rock in the identification of the mineral magnetite. The identification ofthese magnetic minerals is also based on the curvature of the IRM (remanentmagnetic intensity), the composition obtained is Fe3O4.Keywords: peridotite rocks, magnetic saturation, Isothermal RemanentMagnetism (IRM)
Identifikasi Parameter Akustik Permukaan Sumber dengan Metode Elemen Batas Manik, Tetti Novalina; Siregar, Simon Sadok
Jurnal Fisika FLUX Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v5i2.3019

Abstract

Abstrak: Penentuan medan suara yang terjadi akibat radiasi sumber atau akibat hamburan gelombang suara merupakan salah satu permasalahan yang banyak diteliti oleh para peneliti akustik. Kasus seperti ini dapat disebut sebagai kasus langsung (direct problem). Kasus lain yang juga ditemui dalam akustik adalah kebalikan kasus langsung yakni penentuan parameter akustik seperti tekanan, kecepatan partikel atau impedansi akustik pada permukaan sumber berdasarkan informasi hasil pengukuran parameter akustik di titik-titik medan di sekitar sumber akustik. Kasus seperti ini dikenal sebagai kasus inversi (inverse problem). Solusi numerik yang digunakan pada tesis ini adalah Metode Elemen Batas. Kelebihan utama dari metode ini adalah penurunan dimensi masalah, karena hanya permukaan sumber akustik yang perlu didiskritisasi sehingga mengurangi dimensi persoalan yang dihadapi, misalkan persoalan tiga dimensi diselesaikan dengan perlakuan dua dimensi. Pada makalah ini disajikan solusi inversi dengan metode elemen batas untuk permasalahan radiasi akustik dalam domain akustik interior. Uji kasus radiasi melibatkan sumber akustik berbentuk kubus. Hasil perhitungan parameter akustik permukaan sumber dengan inversi metode elemen batas menunjukkan kesesuaian dengan nilai sebenarnya.
SUPRESI MULTIPEL PADA DATA SEISMIK LAUT DENGAN METODE DEKONVOLUSI PREDIKTIF DAN RADON DEMULTIPEL Arifudin, Arifudin; Sota, Ibrahim; Siregar, Simon Sadok
Jurnal Fisika FLUX Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Fisika FLUX edisi Agustus 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v12i2.2610

Abstract

Abstrak. Pengolahan data seismik merupakan suatu pekerjaan untuk menekan noise dan memperkuat sinyal dari hasil rekaman data lapangan. Supresi multipel dengan metode radon demultipeldan dekonvolusi prediktif adalah salah satu teknik yang biasa digunakan dalam penekanan energi multipel pada data seismik. Prinsip kerjanya adalah dengan memisahkan sinyal dan multipel dalam domain radon dengan memanfaatkan nilai perbedaan moveout antara sinyal primer dan multipel pada metode radon sedangkan pada dekonvolusi prediktif yaitu dengan cara mencari bagian-bagian yang bisa diprediksi dari trace seismik. Metode ini diaplikasikan pada data seismik laut 2D. Studi ini bertujuan untuk mengetahui respon dari metode dekonvolusi prediktif dan radon demultipel dalam mengatenuasi multipel pada pengolahan data seismik dan memperbaiki kualitas data rekaman sehingga menghasilkan penampang seismik yang bebas dari noise. Hasil yang diperoleh dari analisa metode dekonvolusi prediktif dan radon demultipelprediktif, data yang diperkirakan sebagai reflektor primer menjadi lebih menerus sedangkan untuk radon demultipel rasio sinyal terhadap gangguan data keluaran lebih besar dari pada data masukan, hal ini karena nilai multipel pada data seismik berkurang. Kata kunci: supresi multipel, radondemultipel, dekonvolusi prediktif
OPTIMALISASI DESAIN SURVEI SEISMIK BERDASARKAN DATA EVALUASI TEKNIS DAN PARAMETER YANG TERSEDIA DALAM SOFTWARE MESA Fadhil, Muhammad; Sota, Ibrahim; Siregar, Simon Sadok
Jurnal Fisika FLUX Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v13i1.1917

Abstract

ABSTRACT. Seismic data acquisition is done to get a recording of seismic data. The quality of seismic data judged from a comparison between the amount of reflection signals received by signal interference received. Three-dimensional seismic survey (3D) provides an overview of the subsurface geology accuracy better than seismic two- dimensional (2D). Seismic three-dimensional (3D) generally require a higher cost than the two-dimensional (2D) because the density of the firing point and the receivers more. Making  the  seismic  survey  design  into  a  solution  of  a  problem  before  conducting seismic exploration for exploration which was preceded by design rarely meet with failure and have a positive impact in optimizing the configuration of the spread as well as aspects of the economy. Of the four designs seismic surveys that have been made and the discussions it was found that all the firing patterns, to the desired target has been able to meet the desired targets. Firing patterns have value slanted fold better than firing patterns orthogonal, brick, and the patch because it has a value greater fold. Firing patterns patch is firing patterns are more suitable for shallow penetration compared with the three other designs, but in terms of the cost will be more expensive. Of the four firing patterns that have been made can be concluded that the firing patterns of brick is more objective in terms of both data and the distribution of funds will be issued. KEYWORDS: seismic, seismic survey design, firing patterns