Siti Mawaddah, Siti
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Tepung Deffated Larva BSF (Hermetia illucens) terhadap Performa Produksi Puyuh Petelur (Coturnix coturnix japonica)

Jurnal Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Vol 16, No 3 (2018): Jurnal Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.641 KB)

Abstract

High quality protein feedstuff prices for poultry are more expensive due to rising prices of imported raw materials, such as fish meal and meat bone meal (MBM).  Utilization of an alternative source of protein that is abundant and does not compete with food needs, becomes one of the promising solutions to optimize production efficiency.  This research will evaluate the potential utilization of black soldier fly (BSF) deffated larva mal as alternative source of MBM protein in quail feed on quail production performance by using method of decreasing fat (defatting) with emphasis (pressing).  Female quail 5 weeks old as many as 285 birds.  Quails devided in 3 treatments and 5 replications of each 19 tails.  The experimental design used in this study was a complete randomized design (CRD).  The feed applied was as follows: (P1) control feed, (P2) Feed with content 50% BSF  (P3) feed with 100% BSF.  The results of the study 50% and 100% subtitution of BSF deffated larva meal not significantly affected on egg production evidenced by no disruption of the production of eggs and raised 5.82% (P2) and 6.13% (P3) to feed  control so that it can be concluded that deffated BSF meal  alternative can be used as a substitute for MBM quail in feed

Pembelajaran Geometri dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT)

EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah pembelajaran yang sering dihadapi siswa adalah masalah pembelajaran matematika, karena hingga saat ini siswa masih menganggap bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dipahami dan membosankan sehingga siswa kurang tertarik untuk mempelajarinya serta dapat berdampak pada hasil belajar siswa. Untuk itu diperlukan pembelajaran yang dapat melibatkan semua siswa aktif dalam pembelajaran, dan tidak membosankan yaitu melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional dan mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran geometri dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment, dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 15 Banjarmasin tahun 2013/2014. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive random samplingyaitu memilih kelas VII F dan VII G sebagai sampel penelitian karena direkomendasikan oleh pihak sekolah. Dari dua kelas yang terpilih, kemudian secara acak menentukan kelas eksperimen yaitu di kelas VII F dan kelas kontrol yaitu di kelas VII G. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dokumentasi, dan angket. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional. Siswa juga memberikan respon positif terhadap pembelajaran geometri dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.  Kata kunci: model kooperatif tipe NHT, hasil belajar siswa, respon siswa.

Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Pada Pembelajaran Matematika dengan Menggunakag) di SMPn Model Pembelajaran Generatif (Generative Learning) di SMP

EDU-MAT Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tujuan mata pelajaran matematika untuk Sekolah Menengah Pertama menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (2006) ialah siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan respon siswa pada pembelajaran matematika dengan model pembelajaran generatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 13 Banjarmasin tahun pelajaran 2014-2015 dan objek penelitian adalah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan respon siswa pada pembelajaran matematika dengan model pembelajaran generatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu rata-rata, persentase dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa untuk aspek memahami masalah berada pada kualifikasi sangat baik, aspek membuat rencana pemecahan masalah berada pada kualifikasi baik, aspek melaksanakan rencana pemecahan masalah dan menafsirkan hasil yang diperoleh berada pada kualifikasi cukup. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran generatif secara keseluruhan berada pada kualifikasi baik. Berdasarkan analisis menggunakan skala Likert, respon siswa secara keseluruhan menunjukkan kualifikasi setuju terhadap pembelajaran matematika dengan model pembelajaran generatif karena model pembelajaran generatif membuat siswa lebih aktif dalam belajar dan mudah mengingat materi pelajaran. Kata kunci : pemecahan masalah, model pembelajaran generatif.

Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Mengembangkan Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika di Sekolah Menengah Pertama

EDU-MAT Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang dapat memacu semangat siswa untuk secara aktif ikut terlibat dalam proses pembelajaran dan dapat mengembangkan kemampuan memecahkan masalah adalah model pembelajaran berbasis masalah. Model pembelajaran berbasis masalah  merupakan suatu model pembelajaran dimana siswa menyelesaikan permasalahan yang autentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inkuiri dan keterampilan berpikir tingkat tinggi, mengembangkan kemandirian dan percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran berbasis masalah dapat mengembangkan  kemampuan memecahkan masalah matematika dalam setiap aspek di kelas VII SMP Negeri 1 Gambut tahun pelajaran 2013/2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Gambut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling (sampel bertujuan) sehingga diperoleh kelas VII A sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan  tes. Teknik analisis data menggunakan rata-rata , persentase, uji normalitas, dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat mengembangkan kemampuan memecahkan masalah matematika secara signifikan di kelas VII SMP Negeri 1 Gambut tahun pelajaran 2013/2014. Kata kunci:model pembelajaran berbasis masalah, mengembangkan, kemampuan memecahkan masalah matematika.

MINAT SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SMP NEGERI SE-KECAMATAN BANJARMASIN BARAT TAHUN PELAJARAN 2016/2017

EDU-MAT Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dilakukannya penelitian ini adalah untuk menggambarkan minat matematika siswa dan mengetahui bagaimana hubungan antara minat dan hasil belajar matematika. Sehingga digunakanlah metode deskriptif. Adapun populasi yang diambil untuk penelitian ini adalah siswa kelas 8 SMPN se-Kecamatan Banjar­masin Barat tahun pelajaran 2016/2017. Teknik angket dan tes digunakan untuk memperoleh data. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier seder­hana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan paling banyak dite­mukan siswa yang memiliki karakteristik minat tinggi terhadap mata pelajaran mate­matika dengan rata-rata hasil belajar berpredikat baik, serta ditemukannya hubungan antara minat dan hasil belajar.Kata Kunci: minat siswa, matematika

Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa dengan Model Pembelajaran Quantum Teaching di Kelas XI SMA

EDU-MAT Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika adalah kemampuan pemahaman matematis. Hasil pengamatan selama kegiatan pembelajaran di kelas XI PMIA 3 SMA Negeri 3 Banjarmasin menunjukkan siswa masih mengalami kesulitan dalam menggunakan operasi hitung aljabar, memilih atau mengklasifikasikan rumus-rumus yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah matematika, dan membedakan contoh dan bukan contoh yang berhubungan dengan materi.  Hal ini diperkuat dengan hasil pekerjaan siswa pada saat mengerjakan soal-soal ulangan harian dan Ujian Tengah Semester (UTS). Selain itu, kegiatan pembelajaran di kelas terlihat kaku karena masih berpusat pada guru. Hal ini dibuktikan dengan sedikitnya siswa yang terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa dengan model pembelajaran quantum teaching dan mengetahui aktivitas belajar siswa selama pembelajaran dengan model quantum teaching. Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI PMIA 3 SMA Negeri 3 Banjarmasin yang berjumlah 43 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif yaitu persentase dan statistik deskriptif yaitu rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman matematis siswa meningkat dengan model pembelajaran quantum teaching. Sementara itu aktivitas belajar siswa dengan model pembelajaran quantum teaching pada siklus I berada pada kualifikasi kurang dan cukup, sedangkan pada siklus II berada pada kualifikasi cukup dan baik.

Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP dalam Pembelajaran Menggunakan Model Penemuan Terbimbing (Discovery Learning)

EDU-MAT Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

. Salah satu tujuan pembelajaran matematika di SMP adalah agar siswa memiliki kemampuan memahami konsep matematika. Penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dalam proses pembelajaran matematika merupakan salah satu alternatif pemilihan model yang dapat menambah kemampuan pemahaman konsep serta mendapat respon positif dari siswa. Model pembelajaran penemuan terbimbing berakhir dengan proses siswa menemukan konsep materi yang dipelajari dan menyimpulkan sendiri temuannya berdasarkan kemampuan pemahamannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematika dan respon siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan model penemuan terbimbing (discovery learning). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 17 Banjarmasin yang berjumlah 29 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, tes dan angket. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistika deskriptif yaitu: mean (rata-rata) dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model penemuan terbimbing (discovery learning) secara keseluruhan berada pada kategori baik dan respon siswa cenderung setuju terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model penemuan terbimbing (discovery learning)