Dhian Ririn Lestari, Dhian Ririn
Unknown Affiliation

Published : 31 Documents
Articles

Found 31 Documents
Search

TERAPI BERMAIN CLAY TERHADAP KECEMASAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) YANG MENJALANI HOSPITALISASI DI RSUD BANJARBARU Dayani, Nor Ella Ella; Budiarti, Lia Yulia; Lestari, Dhian Ririn
Dunia Keperawatan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKHospitalisasi adalah suatu keadaan yang menyebabkan seseorang harus tinggal dirumah sakit untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan. Salah satu intervensi keperawatan anak untuk membantu mengurangi kecemasan anak prasekolah selama menjalani hospitalisasi adalah terapi bermain seperti clay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain clay terhadap kecemasan pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) yang menjalani hospitalisasi di RSUD Banjarbaru. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan rancangan penelitian pretest-posttest non equivalent control group design. Pengambilan sampel sebanyak 26 anak usia prasekolah yang terbagi atas 13 anak kelompok kontrol dan 13 anak kelompok eksperimen dengan menggunakan teknik accidental sampling. Kecemasan anak diukur menggunakan Preschool Anxiety Scale-Revised (2010). Pengambilan data dilakukan dengan cara mengukur kecemasan sebelum dan kecemasan sesudah pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil analisis statistik menggunakan uji t independent didapatkan nilai p-value 0,000<α 0,05 yang berarti terdapat pengaruh terapi bermain clay terhadap penurunan kecemasan pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) yang menjalani hospitalisasi di RSUD Banjarbaru. Kata-kata kunci: anak prasekolah, clay, hospitalisasi, kecemasan. ABSTRACTHospitalization is a condition that causes a person should stay in the hospital for treatment and medication. One of the possible nursing interventions for the children to reduce their anxiety during hospitalization is through play therapy such as clay play. The purpose of this study was to find out the effectiveness of clay therapy on the anxiety in preschool children (3-6 years) during hospitalization in Banjarbaru Public Hospital. This study was quasi experimental with a pretest-posttest non equivalent control group design. The accidental sampling technique was used in this study to select the samples of 26 preschool children. The samples were divided into two groups, an experimental group and a control group, each of which consisted of 13 children. Child’s anxiety was measured using the Preschool Anxiety Scale Revised (2010). The data were collected through measuring pre and post anxiety on both groups. The statistical results using t-independent test showed that p-value was 0.000<α 0.05, indicating that there were the effectiveness of clay therapy on reducing anxiety in preschool children (3-6 years) during hospitalization in Banjarbaru Public Hospital.Keywords: preschool children, clay, hospitalization, anxiety.
KELOMPOK TERAPEUTIK PADA IBU HAMIL TERHADAP KEMAMPUAN PERAWATAN BAYI BARU LAHIR Lestari, Dhian Ririn; F.D., Emmelia Astika
Dunia Keperawatan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Meningkatkan kemampuan seorang ibu dalam melakukan perawatan bayi baru lahir adalah melalui kelompok terapeutik. Kelompok terapeutik berfungsi sebagai tempat berbagi pengalaman dan saling membantu satu sama lain untuk menemukan cara menyelesaikan masalah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kelompok terapeutik terhadap kemampuan perawatan bayi baru lahir ibu hamil yaitu merawat tali pusat dan memandikan bayi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi eksperimen dengan pre and post test without control group design. Tehnik pengambilan sampel berupa purposive sampling dengan jumlah responden 30 orang ibu hamil. Analisa hasil penelitian menggunakan uji analisis t test dependen dengan hasil Pvalue = 0,0001. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kelompok terapeutik terhadap kemampuan merawat bayi baru lahir pada ibu hamil. Kelompok terapeutik direkomendasikan pada ibu hamil untuk meningkatkan kemampuan perawatan bayi baru lahir dengan benar.Kata-kata kunci : ibu hamil, kelompok terapeutik, perawatan bayi baru lahir. ABSTRACT To increase mother ability in neonatal care by therapeutic group. The function from therapeutic group is to share experience and helping each other to find solution problem. The purpose of this study was to determine the effect of therapeutic group toward pregnancy mother ability in neonatal care was umbilical cord care and neonatal bathing. The design used in study was quasi experimental design with pretest and post test without control group design. Thirty samples were taken with purposive sampling. Statistical analysis with t-test dependen showed p value= 0.0001. It was concluded that there was a significant effect of therapeutic group to pregnancy mother ability in neonatal care. Therapeutic group suggested for pregnancy mother to increase pregnancy mother ability in neonatal care.Keywords: baby newborn caring, therapeutic group, pregnancy mother.
TINGKAT DISTRESS DENGAN MEKANISME KOPING PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUD BANJARBARU Lestari, Dhian Ririn; Diani, Noor
Dunia Keperawatan Vol 2, No 2 (2014): Dunia Keperawatan Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAplikasi manajemen pasien diabetes mellitus dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi beban yang menimbulkan stress dan putus asa. Munculnya perubahan keseimbangan hidup karena kondisi sakit mengakibatkan perilaku pemecahan masalah atau mekanisme koping muncul pada diri pasien. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat distress dengan mekanisme koping pada pasien Diabetes Mellitus. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Diabetes Mellitus yang dirawat di RSUD Banjarbaru. Target penelitian yang ingin dicapai yaitu mengetahui tingkat distress pasien Diabetes Mellitus dan mekanisme koping yang mereka gunakan dalam menghadapi penyakitnya. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Tehnik purposive sampling dengan jumlah responden 33 orang pasien Diabetes Mellitus. Analisa hasii peneiitian dengan menggunakan uji analisis chi square, menunjukkan nilai p-value = 0,366 yang berarti bahwa tidak ada hubungan tingkat distress dengan mekanisme koping.Kata-kata kunci : distress, mekanisme koping, pasien diabetes mellitus.ABSTRACTApplication management of patients with diabetes in can be a burden that causes stress and despair. The emergence of life balance changes due to ill health resulting in behavioral problems or coping mechanisms appear in a pasien. Aims this study was to determine the relationship of the level of distress with coping mechanisms in patients with Diabetes Mellitus. Respondents this study were all patients with diabetes mellitus who were treated in hospitals Banjarbaru. Research targets to be achieved is to know the level of distress of patients with Diabetes Mellitus and the coping mechanisms they use in the face of illness. The design of this research.is descriptive analytic with cross sectional approach . Purposive sampling technique with a number of respondents 33 patients with Diabetes Mellitus. Analysis of the results using the chi square test analysis showed p-value = 0.366, which means that there is no correlation with the level of distress coping mechanismKeywords : distress, coping mechanism, patient with diabetes mellitus
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT Rezki, Ismi Maulida; Lestari, Dhian Ririn; Setyowati, Anggi
Dunia Keperawatan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKomunikasi terapeutik adalah alat dasar yang digunakan untuk membentuk hubungan antara perawat dan keluarga pasien. Keluarga pasien merasa interaksinya dengan perawat merupakan kesempatan menyampaikan perasaan yang mengganggu sehingga sangat diperlukan untuk mengatasi kecemasan. Tujuan penelitian adalah Menganalisis hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien. Metode penelitian ini adalah observasional analitis dilakukan pada 30 keluarga pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner komunikasi terapeutik perawat dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian didapatkan komunikasi terapeutik perawat baik sebanyak 83,4%, komunikasi terapeutik perawat cukup sebanyak 16,7%. Tidak terdapat kecemasan sebanyak 33,3%, kecemasan ringan sebanyak 33,4%, kecemasan sedang sebanyak 16,6%, kecemasan berat 16,7%. Hasil uji korelasi spearmandidapatkan p value= 0,000 dan koefisien korelasi spearman (r)= -0,816. p value 0,000 <0,05. Komunikasi terapeutik perawat berhubungan dengan tingkat kecemasan keluarga pasien. Komunikasi terapeutik perawat dapat dijadikan intervensi keperawatan oleh perawat kepada keluarga pasien di ruang ICU.Kata-kata kunci: komunikasi terapeutik perawat, kecemasan keluarga pasien.ABSTRACTTherapeutic communication is a base tool used for making correlation between nurse and patient family. Patient family feels that their interaction with nurse is oppurtunity to explain feel which disturb so need for anxiety solving. Aim of this research to analyze correlation therapeutic communication of nurse with patient family anxiety level. Method of This research observational analysis with total respondent were 30 patients family in Intensive Care Unit (ICU) General Hospital (RSUD) Ratu Zalecha Martapura between 28 November to 7 December 2015. This research instruments used Therapeutic Communication of Nursing questionnaire and Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire. Results of this research is communication of nurse good were 83,4%, therapeutic comunication of nurse enough were 16,7. There were no anxiety 33,3%, low anxiety were 33,4%, middle anxiety were 16,6%, high anxiety were 16,7%. Result of corelation spearman statistic p value= 0,000 and coefficient correlation spearman (r)= -0,816. p value 0,000<0,05. Communication therapeutic of nurse related with patient family anxiety level. Communication therapeutic of nurse can be used as nursing intervention by nurse to patient family in ICU.Keywords: communication therapeutic of nurse, patient family anxiety.
STORYTELLING TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL (KETERAMPILAN SOSIAL DAN MASALAH PERILAKU) ANAK USIA 5-6 TAHUN Andani, Stefani; Santi, Eka; Lestari, Dhian Ririn
Dunia Keperawatan Vol 5, No 2 (2017): Dunia Keperawatan Volume 5 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerkembangan anak pada usia 5-6 tahun dapat terjadi secara biologis, psikologis dan sosiologis. Perkembangan sosial emosional (keterampilan sosial dan masalah perilaku) anak usia 5-6 tahun dapat ditingkatkan dengan cara storytelling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh storytelling terhadap perkembangan sosial emosional (keterampilan sosial dan masalah perilaku) anak usia 5-6 tahun di PAUD Panenga Palangka Raya, menggunakan pre-experimental designs dengan one group pretest-posttest design. Responden berjumlah 14 orang yang diambil secara total sampling dengan instrumen yaitu Preschool and Kindergarten Behavior Scales (PKBS) dan instrumen storytelling. Analisis data menggunakan Wilcoxon Test didapatkan nilai p value 0,002 untuk keterampilan sosial dan p value 0,007 untuk masalah perilaku yang berarti (p<0,05) sehingga disimpulkan ada pengaruh storytelling pada perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di PAUD Panenga Palangka Raya. Storytelling sangat bermanfaat bagi tenaga keperawatan untuk mengoptimalkan perkembangan sosial emosional (keterampilan sosial dan masalah perilaku) anak usia 5-6 tahun.Kata kunci: anak, perkembangan sosial emosional, storytelling.ABSTRACTChild development at the age of 5-6 years can occur biologically, psychologically and sociologically. The emotional social development (social skill and problem behavior) of 5-6 years olds can be improved by storytelling. The aim of this study to know the influence of storytelling on emotional social development (social skill and problem behavior) of children 5-6 years old in PAUD Panenga Palangka Raya. This research used pre-experimental design with one group pretest posttest design. The respondents amount 14 people taken in total sampling with instruments are Preschool and Kindergarten Behavior Scales (PKBS) and storytelling instruments. Data analysis used Wilcoxon Test with p value 0,002 for social skill and p value 0,007 for problem behavior it is mean (p <0,05), so there is influence storytelling to emotional social development of 5-6 years old child in PAUD Panenga Palangka Raya. Storytelling was very useful for nursing staff to optimize the emotional social development (social skill and problem behavior) of children 5-6 years old.Keywords: child, emotional social development, storytelling.
TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MEKANISME KOPING PENDERITA TUBERCULOSIS PARU Ramadhan, Indah; Budiarti, Lia Yulia; Lestari, Dhian Ririn
Dunia Keperawatan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTingkat pengetahuan penderita tuberculosis paru akan mempengaruhi mekanisme koping yang digunakan penderita tuberculosis paru dalam menghadapi penyakitnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan mekanisme koping penderita tuberculosis paru di wilayah kerja Puskesmas Guntung Payung dan Puskesmas Banjarbaru. Studi ini menggunakan desain deskriptif analitik  dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada Juni-Juli 2012 dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien tentang tuberculosis paru dengan kategori tinggi 83,3%, sedang  16,7% dan rendah 0 %, mekanisme koping sebanyak 100% responden dalam kategori mekanisme koping adaptif. Hasil analisis bivariat menggunakan uji statistik spearman diperoleh nilai  p  =  0,008  dan  koefisien  korelasi  spearman (r)  =  0,475 dengan arah korelasi positif (p<0.05). Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan tentang tubercuosis paru dengan mekanisme koping penderita tuberculosis paru.Kata-kata kunci: mekanisme koping, penderita tuberculosis paru, tingkat pengetahuanABSTRACTLevel of knowledge patients with pulmonary tuberculosis would be affected the coping mechanisms that are used in dealing of patients with pulmonary tuberculosis disease. The aim of this research was to determine the correlation between level knowledge of pulmonary tuberculosis patients and coping mechanism patients with pulmonary tuberculosis in work area Guntung Payung and Banjarbaru public health center. This research used an analytical descriptive study which using cross sectional approach method. It has been done on June-July 2012 with 30 respondents as the sample. The result of this research showed that 83% of the respondents are the high level in tuberculosis knowledge category,  16,7% are the middle level and 0 % in low level. Coping mechanism is 100% of the respondents in the categorizes as adaptive coping mechanism. Analysis of bivariate correlation used spearman statistic test, value of  p=0,008 and spearman coefficient correlation ( r )= 0,475 with the direction of the positive correlation ( p<0,05). There is high correlation between pulmonary tuberculosis patients level knowledge about pulmonary tuberculosis and pulmonary tuberculosis patients coping mechanism. Keywords: coping mechanism, level of knowledge, pulmonary tuberculosis patient
POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK PRASEKOLAH (USIA 3-6 TAHUN) Mulqiah, Zuraida; Santi, Eka; Lestari, Dhian Ririn
Dunia Keperawatan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPola asuh adalah gambaran yang dipakai oleh orang tua untuk mengasuh anak. Pola asuh merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa pada anak. Tujuan penelitian menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan bahasa anak prasekolah (usia 3-6 tahun). Rancangan penelitian cross sectional, teknik total sampling. Hasilnya pola asuh demokratis 40 ibu (90,9%), pola asuh otoriter 4 ibu (9,1%). Sebanyak 34 anak (77,3%) memiliki perkembangan bahasa sesuai, 10 anak (22,7%) perkembangan bahasa meragukan. Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan bahasa anak prasekolah (usia 3-6 tahun) (p= 0,032). Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak, hal ini dikarenakan komunikasi dan interaks iantara anak dengan orang tua memiliki peran penting agar anak memiliki kemampuan bahasa yang sesuai dengan tahapan usia anak.Kata-kata kunci: pola asuh, perkembangan bahasa, pra sekolah. ABSTRACTParenting style is a description used by parents for child care. Parenting style is one of the factors that affect language development in children. The study was aimed to identify the correlation between parenting style and language development of pre-school children. The study used cross sectional approach, total sampling. 40 mothers (90.9%) using democratic parenting style, 4 mothers (22,7%) authoritarian parenting style. The development of childrens language is found 34 children’s (77.3%) appropriate, 10 children’s (22.7%) with the result of doubtful. Show a correlation between parenting style and language development of pre-school children (age of 3-6 years old) (p= 0,032). The parenting style is one of the factors that influence the language development of children; it is because the communication and interaction between children and parents have an important role so that children have language skills in accordance with the stages of the childrens age.  Keywords: parenting style, language development, pre-school.
MEKANISME KOPING DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SISTEM PEMBELAJARAN BLOK ANGKATAN 2013 Simarmata, Grace Epyfania; Lestari, Dhian Ririn
Dunia Keperawatan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerubahan status pendidikan dari Sekolah Menengah Atas (SMA)  keperguruan tinggi menutut mahasiswa memiliki kemampuan untuk mendapatkan prestasi belajar yang baik. Mekanisme koping yang baik berperan penting dalam peningkatan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan prestasi belajar mahasiswa sistem pembelajaran blok angkatan 2013 Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 57 orang dengan teknik total sampling. Hasil analisis statistik menggunakan uji korelasi pearson menunjukkan ada hubungan positif yang bermakna antara mekanisme koping dengan prestasi belajar mahasiswa sistem pembelajaran blok angkatan 2013 Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.Kata-kata kunci: mekanisme koping, prestasi belajar. ABSTRACTDealing with various demands in learning process makes students fear of the decline in their learning achievement, so as the students perform an action to cope with it, which is called coping. The purpose of this study was to find out the relationship between coping mechanism and learning achievement of students with block learning system batch 2013 of nursing program, faculty of medicine Lambung mangkurat University Banjarbaru. This study was used analytic descriptive with cross sectional design. The data were collected by means of a questionnaire. The number of respondents was 57 persons selected by a total sampling technique. The results of the statistical analysis using the Pearson correlation test indicated that there was a significantly positive relationship between the coping mechanism and the learning achievement of students with block learning system batch 2013 of Nursing Program, Faculty of Medicine Lambung Mangkurat University Banjarbaru.Keywords:  family’s social support, coping mechanism, lungs tuberculosis.
KARAKTERISTIK LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU Pratama, Borneo Yuda; Budiarti, Lia Yulia; Lestari, Dhian Ririn
Dunia Keperawatan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Karakteristik lingkungan fisik rumah merupakan faktor resiko tuberculosis paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor karakteristik lingkungan rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di kecamatan Guntung Payung. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kasus kontrol. Variabel yang diteliti adalah suhu, kelembaban, ventilasi , pencahayaan , kepadatan  hunian rumah, jenis lantai rumah, jenis dinding rumah. Hasil analisis statistik menggunakan uji chi square menunjukkan kejadian tuberculosis mempunyai hubungan yang bermakna dengan suhu (p = 0,004), luas ventilasi (p = 0,005), dan pencahayaan (p = 0,012). Kejadian tuberculosis tidak mempunyai hubungan yang bermakna terhadap kelembaban (p = 0,573), kepadatan hunian (p = 0,095), jenis lantai (p = 0,129), dan jenis dinding (p = 197). Kata kunci : karakteristik lingkungan fisik rumah, tuberculosis   ABSTRACT Tuberculosis (TB) was an infectious disease caused by bacteria Mycobacterium tuberculosis. Characteristics of the physical environment is a risk factor for pulmonary tuberculosis. The study aimed to determine the relationship of these environmental characteristics  factors with the incidence of  pulmonary tuberculosis in public health center Guntung Payung. Methode of research was adescriptive correlationalcase-control design. Variables studied were temperature, humidity, ventilation, lighting, home dwelling density, types of floors, and the type of wall. Statistic result was analyzed by using chi square test showed significant relationship between the incidence of tuberculosis with temperature (p = 0.004), extensive ventilation (p = 0.005), and lighting (p = 0.012). There was no significant relationship between the incidence of tuberculosis with humidity (p = 0.573), residential density (p = 0.095), floor type (p = 0.129), and the type of wall (p = 0.197). Keyword: physical characteristics of home environment,  pulmonary tuberculosis
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARBARU Karmila, Karmila; Lestari, Dhian Ririn; Herawati, Herawati
Dunia Keperawatan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDukungan keluarga sangat diperlukan oleh penderita gangguan jiwa dalam memotivasi mereka selama perawatan dan pengobatan. Hal yang dapat memicu kekambuhan dan memperpanjang proses perawatan gangguan jiwa antara lain penderita tidak minum obat secara  teratur. Tujuan untuk menganalisis dan mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa. Metode penelitian korelasional dengan desain penelitian cross sectional. Responden berjumlah 35 orang, instrumen yang digunakan berupa kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan minum obat. Hasil penelitian menunjukan bahwa 42,86% memberikan dukungan keluarga baik, 37,14% memberikan dukungan keluarga cukup, dan 20%memberikan dukungan keluarga kurang. Kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa yang patuh 24 responden (68,57%) dan pasien yang tidak patuh 11 responden (31,43%). Analisis data hasil penelitian ini menggunakan uji korelasi spearman dengan nilai p value 0,000 yang berarti p ˂ 0,05, sehingga terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru dengan nilai r= 0,748 yang berarti kekuatan hubungan kuat dan mempunyai arah positif. Diharapkan keluarga memberikan dukungan keluarga yang baik kepada pasien gangguan jiwa agar pasien patuh minum obat untuk kesembuhan dan mencegah kekambuhan.Kata-kata kunci: dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, gangguan jiwa.ABSTRACTFamily support is needed by people with mental disorders in motivating them for care and treatment. Things that can trigger a recurrence and prolong the treatment of other psychiatric disorders among patients not taking medication regularly.Objective this research aims to analyze and determine the relationship of family support with drink medicine obediently of mental disorder patient. Methods of this research was correlational with cross-sectional study design. Respondents were 35 patient, instruments used in the form of family support questionnaire and drink medicine obediently questionnaire. Results this research showed that 42.86% gave good family support, 37.14% providing sufficient family support and 20% provide less support. Medication adherence in patients with mental disorders who dutifully 24 respondents (68.57%) and non-adherent patients 11 respondents (31.43%). Analysis of the research data usingspearman correlation test with p value of 0.000, which means p ˂ 0.05, so there was a significant relationship between family support with medication adherence in patients with mental disorders in Puskesmas Banjarbaru with r = 0.748, which means strength strong relationships and have a positive direction. The family was expected to gave a good family support to patients with mental disorders that adherent patients taking medication to cure and prevent recurrence.Keywords: family support, compliance drinking drugs, mental disorder.