MUHAMMAD ARIFUDDIN JAMAL, MUHAMMAD ARIFUDDIN
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas XI IPA 3 MAN 3 Banjarmasin Melalui Pengajaran Langsung Berbantuan Media Virtual Hadijah, Siti; Jamal, Muhammad Arifuddin; M., Abdul Salam
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i2.1076

Abstract

Pemahaman konsep siswa yang rendah berakibat pada hasil belajar yang diperoleh juga rendah. Oleh karena itu dilakukan suatu penelitian untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa melalui pengajaran langsung berbantuan media virtual dengan tujuan  khusus sebagai berikut: (1) mendeskripsikan keterlaksanaan RPP, (2) medeskripsikan aktivitas siswa selama pembelajaran, dan (3) mendeskripsikan pemahaman konsep siswa yang ditinjau dari tes hasil belajar siswa mencakup kategori menginterpretasi, memberi contoh, membandingkan, dan menjelaskan. Penelitian ini merupakan penelitian PTK model Hopkins. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 3 MAN 3 Banjarmasin. Data diperoleh melalui lembar observasi keterlaksanaan RPP, lembar observasi aktivitas siswa, dan hasil tes belajar pemahaman konsep siswa. Teknik analisis data yang digunakan bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, (1) keterlaksanaan RPP berkategori sangat baik, (2) aktivitas siswa berkategori baik, (3) pemahaman konsep siswa pada siklus I berkategori tidak tuntas karena tidak mencapai ketuntasan klasikal yaitu sebesar 61.29% dan pada siklus II berkategori tuntas karena mencapai ketuntasan klasikal yaitu sebesar 80.64%.  
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Lingkungan Sekitar Bantaran Sungai Barito Untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Ihsan, Imam Nor; Jamal, Muhammad Arifuddin; M., Abdul Salam
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i1.2224

Abstract

 Pada proses perangkat pembelajaran  di sekolah dinilai masih kurang layak. Hal ini berimplikasi pada keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif siswa yang rendah. Untuk itu dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran  menggunakan model inkuiri terbimbing yang memiliki tujuan khusus: (1) mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran, (2) mendeskripsikan kepraktisan perangkat pembelajaran yang ditinjau dari keterlaksanaan RPP, (3) Mendeskripsikan efektivitas perangkat pembelajaran yang ditinjau dari hasil belajar kognitif siswa, dan (4) mendeskripsikan pencapaian keterampilan  proses sains siswa. Pada penelitian ini  model yang digunakan model Dick and Carey. Instrumen yang dikembangkan berupa RPP, LKS, THB dan Materi ajar. Teknik pengumpulan data berupa validasi perangkat pembelajaran, pengamatan keterlaksanaan RPP, pengamatan KPS siswa, dan tes hasil belajar.  Teknik analisis data berupa deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) validitas perangkat pembelajaran berkategori valid, (2) kepraktisan perangkat pembelajaran dinilai terlaksana sangat baik, (3) efektifitas perangkat pembelajaran dinilai efektif, dan (4) pencapaian keterampilan proses sains siswa dinilai sangat baik. Diperoleh simpulan bahwa perangkat pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran. Learning device used in the learning process in schools is still considered less worthy. This has implications for science process skills and cognitive learning outcomes of students is low. To that made the development of the learning device by using the model of guided inquiry which has specific objectives: (1) describe the validity of the study, (2) describe the practicality of the device learning in terms of enforceability of RPP, (3) Describe the effectiveness of the learning in terms of the cognitive learning students, and (4) describe the achievement of science process skills of students. This research is a development which refers to the development model of Dick and Carey. The instrument was developed in the form of lesson plans, worksheets, THB and teaching materials. Technique data collecting device validation study, observation keterlaksanaan RPP, observations KPS students, and the achievement test. Data analysis techniques in the form of qualitative and quantitative descriptive. The results showed: (1) the validity of the learning device category is valid, (2) the practicality of the learning device rated executed very well, (3) the effectiveness of the learning device is considered effective, and (4) the achievement of science process skills of students rated as excellent. Be concluded that the device is guided inquiry learning model developed eligible for use in learning. 
Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Mengaplikasikan Rumus Fisika Dengan Menggunakan Metode Problem Solving Dalam Sintaks Pengajaran Langsung Pada Siswa Kelas VIIB SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin Atqiya, Nurul; Jamal, Muhammad Arifuddin; Mahardika, Andi Ichsan
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i3.1003

Abstract

The students’s low ability in applying physics formula at class VII-B SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin will obstruct student in learning physics and give negative effect on learning outcome especially for material that includes formula. Therefore, this study was conducted to improve the students’s ability in applying physics formula by using problem solving method in direct instruction model at class VII-B SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin. This study utilized Hopkin’s model of classroom action research which consisted of 2 cycles, each cycle included plan, action/ observation, and reflection. The data were obtained from observation and test. The data were analyzed in descriptive qualitative and quantitative. The findings from first cycles to second cycles of this research were as follows: (1) The fidelity of lesson plans as a whole increased from 76,86% to 94,47%, (2) the student’s skill procedure classicaly increased from 86,37% to 100%, (3) the students’s ability in applying physics formula increased from 59,09% to 95,94%, (4) the student’s learning outcome classicaly increased from 59,09% to 95,94%. So, it can be concluded that problem solving method in direct instruction model can improve the students’s ability in applying physics formula in class VIIB SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin.
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Melalui Model Pengajaran Langsung Pada Pembelajaran Fisika Di Kelas X MS 4 SMA Negeri 2 Banjarmasin Amrita, Putri Diana; Jamal, Muhammad Arifuddin; Misbah, Misbah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i3.1858

Abstract

Siswa kurang terampil menyelesaikan permasalahan dalam persoalan fisika yang mengakibatkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan mengingkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui model pengajaran langsung. Penelitian ini memiliki tujuan khusus untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP selama proses pembelajaran, (2) keterampilan prosedural siswa, (3) kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MS 4 SMA Negeri 2 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan RPP selama proses belajar mengajar melalui model pengajaran langsung meningkat yaitu pada siklus I diperoleh skor rata-rata 3,72 menjadi 3,96 pada siklus II, (2) keterampilan prosedural siswa dalam menjalankan langkah-langkah pemecahan masalah menurut Heller yaitu visualisasi masalah, deskripsi fisika, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, evaluasi penyelesaian juga meningkat dari siklus I ke sklus II dengan kategori baik dan sangat baik, (3) kemampuan pemecahan masalah siswa meningkat dari ketuntasan secara klasikal 50% pada siklus I menjadi 75%  pada siklus II. Diperoleh simpulan bahwa model pengajaran langsung dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. 
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Melalui Model Inquiry Discovery Learning Terbimbing Pada Pokok Bahasan Fluida Statis Di Kelas XI IPA 4 SMAN 11 Banjarmasin Komariah, Ulul Hasan; Jamal, Muhammad Arifuddin; Misbah, Misbah Misbah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i3.3876

Abstract

Penerapan model pembelajaran yang kurang sesuai dengan karakteristik materi ajar berdampak terhadap rendahnya keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan tujuan secara umum untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa melalui model inquiry discovery learning terbimbing pada pokok bahasan fluida statis di kelas XI IPA 4 SMAN 11 Banjarmasin. Adapun tujuan penelitian secara khusus untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran, (2) keterampilan proses sains siswa, dan (3) hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah PTK dengan desain Hopkins. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi dan tes. Hasil instrumen penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan RPP secara keseluruhan meningkat dari 77,77% (baik) menjadi 94,16% (sangat baik), (2) keterampilan proses sains siswa meningkat dari 68,75% (tidak tuntas) menjadi 90,57% (tuntas), (3) hasil belajar siswa meningkat dari 71,87% (tidak tuntas) menjadi 84,37% (tuntas). Diperoleh simpulan bahwa dengan menggunakan model inquiry discovery learning terbimbing dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas XI IPA 4 SMAN 11 Banjarmasin.  
Meningkatkan Motivasi Belajar Fisika Siswa Kelas X MS 6 DI SMA Negeri 2 Banjarmasin Melalui Strategi ARCS Dalam Setting Pengajaran Langsung MS, Rena Mahardika; Jamal, Muhammad Arifuddin; M., Abdul Salam
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i2.1046

Abstract

Tidak tuntasnya pelaksanaan model pembelajaran di kelas X MS 6 SMAN 2 Banjarmasin menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) keterlaksanaan RPP, (2) aktivitas siswa, (3) hasil belajar kognitif siswa, dan (4) motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian tindakan kelas Kurt Lewin, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 32 siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes hasil belajar, lembar pengamatan, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan strategi ARCS dalam setting pengajaran langsung (1) keterlaksanaan RPP pada siklus I dan II berkategori sangat baik, (2) aktivitas siswa mengalami peningkatan pada setiap aspeknya dengan kategori baik, kecuali aspek menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan pada siklus I berkategori cukup baik, (3) ketuntasan hasil belajar siswa meningkat, secara berturut-turut persentase ketuntasan individual pada siklus I dan II sebesar 81,48% dan 92,59%, (4) motivasi belajar siswa pada aspek ARCS mengalami peningkatan berkategori baik. Diperoleh simpulan bahwa untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dapat dilakukan dengan salah satu caranya yaitu menampilkan video yang berbeda-beda untuk setiap pokok bahasan baru.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL GUIDED INQUIRY DISCOVERY LEARNING (GIDL) DI KELAS X PMIA-2 SMAN 3 BANJARMASIN Audina, Mia; Jamal, Muhammad Arifuddin; Misbah, Misbah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mia Audina, Muhammad Arifuddin Jamal, dan MisbahProgram Studi Pendidikan Fisika FKIP ULM Banjarmasin miaaudina2895@gmail.com  Abstrak: Kurangnya peran aktif siswa selama proses pembelajaran mengakibatkan siswa menjadi bosan dikelas sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar khususnya dalam pemahaman konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) keterlaksanaan RPP, (2) aktivitas siswa, (3) pemahaman konsep siswa, (4) hasil belajar siswa. Model penelitian tindakan kelas Kemmis & Mc Taggart yang digunakan dalam metode penelitian. Subjek penelitian adalah 37 orang siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes hasil belajar, lembar pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran GIDL (1) keterlaksanaan RPP pada siklus I, II, dan III berkategori sangat baik, (2) aktivitas siswa mengalami peningkatan pada setiap aspek dengan berkategori cukup, baik dan sangat baik, (3) ketuntasan pemahaman konsep siswa meningkat, secara berturut-turut ketuntasan individual pada sikus I, II, dan III sebesar 29,73%, 64,90%, dan 94,60%, (4) hasil belajar siswa meningkat, secara berturut-turut ketuntasan individual pada siklus I, II, dan III sebesar 81,08%, 89,19%, dan 100%. Diperoleh simpulan bahwa untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran GIDL. Kata kunci: Pemahaman konsep, Guided Inquiry Discovery Learning.
Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas XI IPA 3 MAN 3 Banjarmasin Melalui Pengajaran Langsung Berbantuan Media Virtual Hadijah, Siti; Jamal, Muhammad Arifuddin; M., Abdul Salam
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i2.1076

Abstract

Pemahaman konsep siswa yang rendah berakibat pada hasil belajar yang diperoleh juga rendah. Oleh karena itu dilakukan suatu penelitian untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa melalui pengajaran langsung berbantuan media virtual dengan tujuan  khusus sebagai berikut: (1) mendeskripsikan keterlaksanaan RPP, (2) medeskripsikan aktivitas siswa selama pembelajaran, dan (3) mendeskripsikan pemahaman konsep siswa yang ditinjau dari tes hasil belajar siswa mencakup kategori menginterpretasi, memberi contoh, membandingkan, dan menjelaskan. Penelitian ini merupakan penelitian PTK model Hopkins. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 3 MAN 3 Banjarmasin. Data diperoleh melalui lembar observasi keterlaksanaan RPP, lembar observasi aktivitas siswa, dan hasil tes belajar pemahaman konsep siswa. Teknik analisis data yang digunakan bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, (1) keterlaksanaan RPP berkategori sangat baik, (2) aktivitas siswa berkategori baik, (3) pemahaman konsep siswa pada siklus I berkategori tidak tuntas karena tidak mencapai ketuntasan klasikal yaitu sebesar 61.29% dan pada siklus II berkategori tuntas karena mencapai ketuntasan klasikal yaitu sebesar 80.64%.  
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Melalui Model Pengajaran Langsung Pada Pembelajaran Fisika Di Kelas X MS 4 SMA Negeri 2 Banjarmasin Amrita, Putri Diana; Jamal, Muhammad Arifuddin; Misbah, Misbah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i3.1858

Abstract

Siswa kurang terampil menyelesaikan permasalahan dalam persoalan fisika yang mengakibatkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan mengingkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui model pengajaran langsung. Penelitian ini memiliki tujuan khusus untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP selama proses pembelajaran, (2) keterampilan prosedural siswa, (3) kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MS 4 SMA Negeri 2 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan RPP selama proses belajar mengajar melalui model pengajaran langsung meningkat yaitu pada siklus I diperoleh skor rata-rata 3,72 menjadi 3,96 pada siklus II, (2) keterampilan prosedural siswa dalam menjalankan langkah-langkah pemecahan masalah menurut Heller yaitu visualisasi masalah, deskripsi fisika, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, evaluasi penyelesaian juga meningkat dari siklus I ke sklus II dengan kategori baik dan sangat baik, (3) kemampuan pemecahan masalah siswa meningkat dari ketuntasan secara klasikal 50% pada siklus I menjadi 75%  pada siklus II. Diperoleh simpulan bahwa model pengajaran langsung dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. 
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Melalui Model Inquiry Discovery Learning Terbimbing Pada Pokok Bahasan Fluida Statis Di Kelas XI IPA 4 SMAN 11 Banjarmasin Komariah, Ulul Hasan; Jamal, Muhammad Arifuddin; Misbah, Misbah Misbah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i3.3876

Abstract

Penerapan model pembelajaran yang kurang sesuai dengan karakteristik materi ajar berdampak terhadap rendahnya keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan tujuan secara umum untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa melalui model inquiry discovery learning terbimbing pada pokok bahasan fluida statis di kelas XI IPA 4 SMAN 11 Banjarmasin. Adapun tujuan penelitian secara khusus untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran, (2) keterampilan proses sains siswa, dan (3) hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah PTK dengan desain Hopkins. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi dan tes. Hasil instrumen penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan RPP secara keseluruhan meningkat dari 77,77% (baik) menjadi 94,16% (sangat baik), (2) keterampilan proses sains siswa meningkat dari 68,75% (tidak tuntas) menjadi 90,57% (tuntas), (3) hasil belajar siswa meningkat dari 71,87% (tidak tuntas) menjadi 84,37% (tuntas). Diperoleh simpulan bahwa dengan menggunakan model inquiry discovery learning terbimbing dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas XI IPA 4 SMAN 11 Banjarmasin.