Articles

Found 14 Documents
Search

STUDI KINETIKA ADSORPSI Pb MENGGUNAKAN ARANG AKTIF DARI KULIT PISANG Sanjaya, Ari Susandy; Agustine, Rizcy Paramita
Konversi Vol 4, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v4i1.261

Abstract

Abstrak- Logam Pb merupakan salah satu pencemar lingkungan dan dapat mengakibatkan kematian atau gangguan kesehatan dalam waktu singkat. Salah satu cara untuk mengatasi masalah pencemaran Pb adalah dengan menggunakan arang aktif dari kulit pisang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model kinetika yang sesuai pada proses adsorpsi Pb dengan melihat daya jerap arang aktif kulit pisang dalam berbagai variasi massa (1 g; 1,5g dan 2 g) dan waktu kontak (20 menit, 40 menit dan 60 menit). Analisa Kinetika didasarkan pada kinetika orde nol, orde satu dan orde dua serta menentukan kapasitas maksimum adsorpsi arang atif kulit pisang  terhadap logam Pb. Persamaan yang digunakan dalam proses adsorpsi adalah persamaan adsorpsi Isoterm Langmuir dan Freundlich. Dari hasil analisa, waktu optimum adsorbsi terjadi pada waktu 60 menit.  Kinetika adsorbsi logam Pb dengan arang aktif dari kulit pisang pada massa 1 dan 2 g mengikuti model kinetika orde 2, sedangkan pada massa 1,5 g mengikuti kinetika orde 0. Persamaan adsorpsi Langmuir lebih sesuai untuk isotherm adsorpsi pada penelitian ini. Adsorpsi Pb oleh kulit pisang yang sesuai dengan pola isotherm adsorpsi Langmuir mengindikasikan bahwa adsorpsi hanya berlangsung satu lapis (monolayer). Kapasitas adsorpsi maksimum ditunjukkan oleh nilai a yang besar, yaitu 1,4582 pada massa 1 g sedangkan kekuatan interaksi antara ion Pb2+ dengan kulit pisang terjadi pada massa 2 g yang ditunjukkan dengan nilai kL yang besarnya 0,409 Kata kunci : kinetika adsorpsi, arang aktif, kulit pisang, logam Pb  Abstract- Lead metal is one of environment polluter and can cause decease or health problems in sort time. The way to solve this problem is with used the carbon active from banana peel. This research is intend to find the kinetics model that appropriate in Pb adsorption process by knowing absorption of banana peel carbon active within mass variations (1; 1,5 and 2 g) and contact time (20, 40, and 60 minutes). Kinetics analysis are based from orde zero,one, and two and find the maximum capacity of adsorption from banana peel carbon active to lead metal. Equation which using at the adsorption process are Langmuir and Freundlich isotherm equations. From the analysis results, optimum time is at 60 minutes.kinetics of Pb absorption with carbon active from banana peel in mass 1 and 2 gr following kinetics model orde 2, then in mass 1,5 g following kinetics model orde 0. Langmuir equation is more appropriate in this research. Pb absorption from the banana peel that appropriate to Langmuir isotherm system is indicates adsorption was occur in one layer (monolayer). Maximum adsorption capacity is showing by the bigger value from a, that is 1,4582 in mass 1 g then interaction power of Pb with the banana peel was occur in mass 2 gr which showing with the value of kL is 0,4090.  Keywords : adsorption kinetics, carbon active, banana peel, Pb metal
Prediksi Pembentukan Hidrat Gas dengan Pengaruh Joule-Thomson Effect yang Diakibatkan oleh Choke Performance Sanjaya, Ari Susandy; Nofendy, Ari
Jurnal Chemurgy Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Chemurgy-Juni 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v1i1.1132

Abstract

Hidrat gas merupakan air bebas dan gas alam yang membentuk padatan, yang dapat mengakibatkan saluran gas akan membuntu, terutama di flow line serta akan menimbulkan beberapa permasalahan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi pembentukan hidrat gas dengan pengaruh Joule-Thomson Effect yang diakibatkan oleh choke performance.Di gunakan metode Katz untuk memprediksi gas hidrat dengan kisaran tekanan antara 100-1000 Psia.Didapatkan temperatur pembentukan hidrat gas pada tekanan 100 Psia sebesar 0.7005 ˚C,sedangkan pada tekanan 1000 Psia sebesar 17.4766 ˚C. Dari hasil nilai koefisien Joule-Thomson didapatkan 0.003972 K/Kpa. Dari hasil nilai temperatur pada flowline terdapat beberapa temperatur yang berada diatas kurva temperatur pembentuk hidrat gas sehingga berpotensi terjadi hidrat gas pada flowline. Sehingga dapat disimpulkan bahwa beberapa kondisi pada flowline berpotensi terjadinya hidrat gas dan harus dilakukan pencegahan.Kata Kunci: hidrat gas, efek Joule-Thomson, metode Katz, flow line.
PENGARUH LARUTAN BENFIELD, LAJU ALIR GAS PROSES, DAN BEBAN REBOILER TERHADAP ANALISA KINERJA KOLOM CO2 ABSORBER DENGAN MENGGUNAKAN SIMULATOR ASPEN PLUS V. 8.6 Kurniadi, Bagus; Rahmadan, Dexa; Febriyanto, Gusti Riyan; Sanjaya, Ari Susandy
Konversi Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v6i1.2760

Abstract

 Abstrak-Absorbsi adalah operasi pemisahan solute dari fasa gas ke fasa cair, yaitu dengan mengontakkan gas yang berisi solute dengan pelarut cair yang tidak menguap. Penerapan absorbsi dalam industri untuk mengambil suatu komponen dari campuran gas suatu produk reaksi, salah satu komponen yang sering dipisahkan adalah gas CO2. Pengurangan kadar CO2 dari aliran gas proses dapat menghindari poisoning katalis sintesis serta dapat mengurangi biaya operasi. Penentuan properties yang digunakan dalam simulasi program Aspen Plus v.8.6 adalah property ELECNRTL dan equilibirium vapour-liquid. Metode yang digunakan pada simulasi/penelitian ini adalah melakukan penentuan laju alir gas proses kolom absorber terdiri dari pengambilan data dan pengolahan data yang kemudian dilakukan simulasi. Tujuan dari simulasi ini adalah untuk mengetahui profil kadar keluaran CO2 pada kolom CO2 absorber pada kondisi aktual dibandingkan dengan data desain, yang ditinjau dari pengaruh konsentrasi larutan Benfield, laju sirkulasi larutan Benfield, laju alir dari gas proses, serta pengaruh reboiler duty pada kolom absorber. Berdasarkan hasilnya, keluaran gas CO2 dari absorber adalah 0,11% yang mana melebihi batas dari desain yaitu 0,1% dengan kondisi gas seperti ini, untuk meningkatkan kinerja dari absorber maka CO2 keluaran harus sama dengan batasan dari desain. Untuk mengatasi masalah ini, dengan cara meningkatkan konsentrasi  Benfield menjadi 29,8% dan menurukan laju alir gas proses. Penambahan beban reboiler pada absorber akan meningkatkan kadar CO2 keluaran absorber, sehingga penambahan beban reboiler pada absorber tidak perlu dilakukan. Kata kunci : Absorber, Konsentrasi Benfield, Laju Alir Gas Proses, Kadar CO2, Reboiler Duty, Aspen Plus Abstract-Absorption is the operation separation of solutes from the gas phase into the liquid phase, with contacting the gas which contains solute liquid with solvent that doesn’t evaporate. The application of absorption in the industry is taking a component from gas mixture to take reaction product, one of the component that frequently separated is CO2. Equity levels of CO2 from process gas stream can be avoid poisoning the catalyst synthesis as well as can be reduced the cost of operation. The property of simulation program Aspen Plus v.8.6 is ELECNRTL and equilibrium vapor-liquid. The method that used for this simulation or research is determination flow rate of process gas from column absorber based from base design data and working data which then simulated. The purpose from this simulation is to get knowing the profil level of exodus CO2 in CO2 column absorber in the actual condition which compare with design condition, which under review from effect of the concentration of Benfield solution, circulation flow of Benfield solution, flowrate from gas process, and effect from reboiler duty in column absorber. Based on the result, CO2 gas outlet from the absorber is 0.11% which exceeds the limit from design, that is 0.1% with this condition, to increase the performance of the absorber, the CO2 must have the same output from the limit of design.  To solve this problem, increasing the concentration of Benfield to 29.8% and lowering the gas flow rate. Adding reboiler duty in the absorber, it will increase the level of CO2 output from absorber, so adding reboiler duty in the absorber is not necessary. Keywords : Absorber, Benfield Concentration, Process Gas Flow Rate, CO2 Levels, Reboiler Duty, Aspen Plus
PENURUNAN LAJU KOROSI LOGAM ALUMINIUM MENGGUNAKAN INHIBITOR ALAMI Sanjaya, Ari Susandy; Mardiah, Mardiah; Novianti, Herlina Lia; Fadilah, Opie Aulia
Jurnal Chemurgy Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Chemurgy-Juni 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan penurunan kualitas logam yang dipengaruhi oleh lingkungan. Korosi tidak dapatdihindari namun dapat dihambat dengan cara seperti penambahan zat inhibitor. Dalam penelitian inidilakukan studi laju korosi pada logam aluminium dengan cara menambahkan zat yang berfungsi sebagai inhibitor alami yakni ekstrak daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) ke dalam media korosif HCl 1 M dengan metode imersi. Studi laju korosi ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh inhibitor yang digunakan untuk mengurangi laju korosi pada aluminium, mengetahui efisiensi inhibisi serta model adsorpsi inhibitor. Berdasarkan hasil analisis dengan metode gravimetri diperoleh bahwa ekstrak daun karamunting memiliki efek inhibisi dengan efisiensi tertinggi sebesar 91,74 % pada waktu 10 menit perendaman dengan konsentrasi inhibitor 200 ppm dan dengan permodelan adsorbsi Langmuirdiperoleh koefisien korelasi sebesar 0,9775.Kata kunci: inhibitor, alumunium, korosi
Penerapan Mesin Pengasap Ikan Bagi Nelayan di Sungai Suwi Muara Ancalong Kutai Timur Nugroho, Rudy Agung; Sanjaya, Ari Susandy
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 8, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v8i2.216

Abstract

Community service program (Program Kemitraan Masyarakat or PKM) was done from July-September 2018 at Muara Ancalong, Kutai Timur Kalimantan. The aim of the program was to transfer Science and technology and assist the member of fisheries association to do fish smoking at Sungai Suwi, Muara Ancalong, Kutai Timur. By doing this program, the member of fisherman association will be having a soft skill and an experience in fish smoking. Further, this program can empower the member of Sungai suwi fisherman association to be an entrepreneurship, providing fish smoking product which has higher value than unsmoking fish. This program has been divided into two parts, Theory and practice with ratio 1:2. In theory, all team member of PKM has delivered a presentation regarding fish smoking technique. In the practice, the members of fisherman association directly built fish smoker and applied fish smoking . The outcome of the program was soft skill transfer technology, a module on how to smoke fish. In the future, this program can be implemented to gain the economic value for the members of fisherman association
Perhitungan Asr dan Efisiensi Internal Steam Turbine (Back Pressure) Anggraini, Tesa Mutia; Sanjaya, Ari Susandy; Wikanswasto, Ronggo Ahmad
Jurnal Chemurgy Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Chemurgy-Desember 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v2i2.2231

Abstract

Turbin uap adalah mesin tenaga yang berfungsi untuk mengubah energi thermal (energi panas yang terkandung dalam uap) menjadi energi poros (putaran). Setiap turbin memiliki nilai efisiensi yang bebeda – beda, tergantung pada kondisi steam yang masuk ke turbin. Sedangkan kondisi steam tersebut dipengaruhi oleh faktor tekanan uap yang masuk ke turbin. Tujuan dari perhitungan ASR (Actual Steam Rate) & efisiensi internal steam turbin adalah untuk mengetahui kinerja steam turbine dilihat dari pegaruh electrical power yang dihasilkan steam turbine. Metodologi yang digunakan untuk menghitung efisiensi internal turbin dan nilai ASR yaitu pengumpulan data aktual pada back pressure turbine PT 9 Badak NGL yang diperoleh di DCS (Distributed Control System ) dan pengolahan data aktual untuk dilakukan perhitungan. Berdasarkan hasil perhitungan dapat diketahui bahwa semakin besar electrical power yang dihasilkan turbin uap, maka semakin besar efisiensi internal turbin. Pada 4,9 MW menghasilkan efisiensi 53,26 %, pada 5,9 MW menghasilkan efisiensi 60,58% dan pada 7,5 MW menghasilkan efisiensi 72,04%. Sedangkan pada nilai electrical power yang sama, nilai ASR yang dihasilkan oleh tekanan steam tinggi masukan lebih rendah dari pada tekanan steam rendah yang masuk.Kata kunci : back pressure turbine, electrical power, tekanan, efisiensi, actual steam rate
Analisa Efisiensi Water Tube Boiler Berbahan Bakar Fiber dan Cangkang di Palm Oil Mill Kapasitas 60 Ton TBS/Jam dengan Menggunakan Chemicalogic Steamtab Companion Version 2.0 Maulana, Khaidir; Lukman, Lukman; Uddin, Faqih Burhan; Sanjaya, Ari Susandy
CHEMICA: Jurnal Teknik Kimia Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.143 KB) | DOI: 10.26555/chemica.v3i2.6687

Abstract

Some of the factors that occupy the efficiency of the boiler are superheater pressure, feed water temperature, steam temperature, the amount of steam produced, the amount of fuel consumption, and the calorific value of fuel combustion. ChemicaLogic Steamtab Companion Software is software that use to calculate enthalpy value. The purpose of this research is to get the relationship of variation of superheater pressure with boiler efficiency, variation of feed water temperature with boiler efficiency, variation of steam generated with boiler efficiency, analyzing fuel calorific value of 75% fiber + 25% shell and analyzing water tube boiler. From the analysis result that has been done, the relation of variation of superheater pressure with boiler efficiency is not constant but irregular or up and down, the relation of feed water temperature variation with boiler efficiency is not constant but irregular or up and down, the relation of variation of steam produced with boiler efficiency relatively up. The highest burning calorific value (HHV) is 21078,4853 kJ/kg. The lowest burning calorific value (LHV) is 17838,4853 kJ/kg, the highest boiler efficiency value generated is 54.7% and the lowest boiler efficiency amounting to 44.23%.
Isoterm Freundlich, Model Kinetika, dan Penentuan Laju Reaksi Adsorpsi Besi dengan Arang Aktif dari Ampas Kopi Tahad, Aswar; Sanjaya, Ari Susandy
Jurnal Chemurgy Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Chemurgy-Desember 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v1i2.1140

Abstract

Air sumur yang mengandung banyak besi akan membahayakan manusia. Penelitian adsorpsi Fe pada air sumur dengan menggunakan karbon aktif. Pada penelitian ini ampas kopi digunakan sebagai bahan untuk membuatarang aktif, selanjutnya arang aktif tersebut digunakan untuk menurunkan kadar Fe. Adsorpsi Fe pada 400 rpmmencapai optimum pada waktu kontak 20 menit. Sedangkan pada 500 rpm mencapai nilai optimum pada 15menit dan 600 rpm mencapai optimum pada 25 menit. Isoterm adsorpsi yang digunakan adalah isoterm Freundlich dengan R2 pada 400 rpm adalah 0.983, pada 500 rpm adalah 0,985 serta pada 600 rpm adalah 0,797. Dari persamaan Freundlich menunjukkan laju 400 rpm mempunyai kemampuan adsorpsi yang paling baikdengan nilai kF adalah 1.267. Diperoleh adsorpsi Fe dengan arang aktif dari ampas kopi pada laju 400 rpm mengikuti model kinetika orde 0, sedangkan pada laju 500 dan 600 rpm mengikuti kinetika orde 2.Kata kunci: ampas kopi, besi (Fe), karbon aktif, adsorpsi
Rancangan Alat Distilasi untuk Menghasilkan Kondensat dengan Metode Distilasi Satu Tingkat Wahyudi, Nugroho Tri; Ilham, Faris Faruqi; Kurniawan, Irwan; Sanjaya, Ari Susandy
Jurnal Chemurgy Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Chemurgy-Desember 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v1i2.1142

Abstract

Aquades atau H2O, yaitu air kondensat yang dihasilkan dari proses distilasi (penyulingan). Adapun Penyulingan atau Distilasi adalah cara pemisahan bahan kimia berdasarkan kemudahan suatu zat menguap (volatilitas), atau teknik pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih untuk memperoleh senyawa murninya. Biasanya proses distiliasi digunakan untuk memisahkan senyawa-senyawa dalam satu fasa yaitu fasa cair-cair. Senyawa–senyawa yang terdapat dalam campuran akan menguap pada saat mencapai titik didih masing–masing. Dalam hal ini, proses distilasi digunakan untuk memurnikan air mineral. Perancangan alat destilasi berbentuk kolom dengan tinggi 47.5 cm dan volume 30 L. Untuk design kondensor yang digunakan berbentuk tabung dengan tinggi 53 cm, diameter 8.5 cm, dan dirangkai dengan kemiringan 45o.Kata Kunci : Air, Distilasi, Desain
Pemanfaatan Sekam Padi untuk Pembuatan Biobriket Menggunakan Metode Pirolisa Allo, Junianto Seno Tangke; Setiawan, Andri; Sanjaya, Ari Susandy
Jurnal Chemurgy Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Chemurgy-Juni 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v2i1.1633

Abstract

Biomassa memiliki potensi dan manfaat menjadi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil yang adasekarang ini, biomassa memiliki stok atau pasokan yang berlimpah, dalam penelitian ini digunakan sekam padiuntuk pembuatan briket dengan menggunakan metode pirolisa. Beberapa tahap persiapan dilakukan dalampembuatan briket dari sekam padi, yaitu menimbang sekam padi 25 g. Zat perekat yang digunakan lem kayu danbubur kertas, masing-masing bahan perekat ditimbang sesuai dengan perbandingan yang diinginkan 50 %, 75 %,100 %, dan 125 %, dicampurkan sekam padi dengan bahan perekat sesuai dengan perbandingan yang di inginkan. Bahan pembuatan briket tersebut dimasukkan kedalam alat cetak biobriket dan dikeringkan di dalam oven, lalu dilakukan analisa terhadap briket tersebut, ada beberapa analisa yang dilakukan di antaranya analisa nilai kalor, kadar air, kadar abu, volatile matter, fixed carbon. Didapatkan hasil analisa nilai kalor dan volatile matter semakin besar sesuai dengan perbandingan perekatnya, dimana dengan perbandingan perekat lem kayu dengan bubur kertas yang dibuat menghasilkan nilai kalor yang tinggi pada perekat lem kayu.Kata kunci: biomassa; biobriket; sekam padi