Aditya Dharmawan, Aditya
Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS NILAI EKONOMI KAWASAN CAGAR BUDAYA KERATON DI KOTA CIREBON BERDASARKAN WTP (WILLINGNESS TO PAY) DENGAN PENDEKATAN TCM (TRAVEL COST METHOD) DAN CVM (CONTINGENT VALUATION METHOD) Dharmawan, Aditya; Subiyanto, Sawitri; Nugraha, arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.583 KB)

Abstract

ABSTRAK Kawasan Cagar Budaya Keraton di Kota Cirebon memiliki potensi sebagai obyek wisata. Lokasi yang strategis  dan saling berdekatan,serta nilai sejarah yang dimiliki, membuat  Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kaprabonan menjadi salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) Kota Cirebon. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK) pada Kawasan Cagar Budaya Keraton untuk menduga  nilai ekonomi dan manfaat berdasarkan keinginan untuk membayar (Willingness To Pay: WTP) wisatawan dan masyarakat yang memperoleh manfaat dari kawasan tersebut.Metode penarikan sampel (responden) yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah non probability sampling dengan teknik accidental sampling, dimana responden merupakan siapa saja yang secara kebetulan/accidental ditemui di lokasi penelitian dan dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan WTP menggunakan perangkat lunak Maple 17.Dalam penelitian tugas akhir ini, diperoleh hasil berupa peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan. Keraton Kasepuhan dengan surplus konsumen sebesar Rp 531.562- dan nilai WTP sebesar Rp 72.276,-. sehingga diperoleh nilai ekonomi total Keraton Kasepuhan sebesar Rp 73.591.185.150,-. Keraton Kanoman dengan surplus konsumen sebesar Rp 427.876,- dan nilai WTP sebesar Rp 39.478,-. sehingga diperoleh nilai ekonomi total Keraton Kanoman sebesar Rp 16.245.179.439,-. Sedangkan untuk Keraton Kacirebonan diperoleh surplus konsumen Rp 432.094,- dan nilai WTP sebesar Rp 81.341,- sehingga diperoleh nilai ekonomi total kawasan Keraton Kacirebonan sebesar Rp 31.406.330.368,-. Selanjutnya untuk Keraton Kaprabonan diperoleh besaran surplus konsumen Rp 0,- dan nilai WTP Rp 85.309,- sehingga diperoleh nilai ekonomi total kawasan Keraton Kaprabonan sebesar Rp 31.509.443.130,-.(nilai surplus konsumen per individu dikalikan dengan jumlah pengunjung tahun 2014). Kata kunci : Keraton, Maple 17, Regresi Linear Berganda, Willingness To Pay, Zona Nilai Ekonomi Kawasan. ABSTRACT The cultural heritage area of the palace in Cirebon has potential as a tourist attraction. The strategic location and close to each other  which have historical value, makes this particular site Kasepuhan Palace, Kanoman Palace, Kacirebonan Palace, and Kaprabonan Palace became one tourist destination areas Cirebon. Based on this, we need a  Zone Map Economic Value Areas (ZNEK) to the cultural heritage area of the palace to estimate the economic value and benefits based on willingness to pay (WTP) tourists and the people who benefit from the region.Sampling method (respondents) were used in this research is non probability sampling with accidental sampling technique, where respondents are those who by chance / accidental encountered in the study area and can be used as a sample, if it is considered that the person who happened to be found suitable as a data source. Data processing method used is multiple linear regression analysis and calculation software WTP using Maple 17.In this research, the results obtained in the form of a Zone Economic Value Area map. The consumer surplus of Kasepuhan Palace is Rp 531.562-, and WTP value of Rp 72.276,- in order to obtain the total economic value of Kasepuhan Palace Rp 73.591.185.150,-. Kanoman Palace with consumer surplus of Rp 427.876,- and WTP value of Rp 39.478,-. in order to obtain the total economic value of Kanoman Palace is Rp 16.245.179.439,-. As for the Kacirebonan Palace consumer surplus obtained Rp 432.094,- and WTP value of Rp 81.341,- in order to obtain the total economic value is Rp 31.406.330.368,-. Further to the Kaprabonan Palace gained massive consumer surplus Rp 0,- and the value of WTP Rp 85.309,- in order to obtain the total economic value of the Kaprabonan Palace area is Rp 31.509.443.130,-. (Consumer surplus value per individual multiplied by the number of visitors in 2014). Keywords : Maple 17, Multiple Linear Regression, Palace,Willingness To Pay, Zone Economic Value Zone.*) Penulis Penanggung Jawab  
ANALISIS KINERJA BEA CUKAI INDONESIA YANG DIPENGARUHI OLEH BUDAYA ORGANISASI, PARTISIPASI STAKEHOLDER, TEKNOLOGI INFORMASI, DAN TRANSFER OF KNOWLEDGE Dharmawan, Aditya; Raharjo, Susilo Toto; Kusumawardhani, Amie
JURNAL BISNIS STRATEGI Vol 27, No 2 (2018): Desember
Publisher : Magister Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.185 KB)

Abstract

Peningkatan kinerja organisasi publik, khususnya Bea dan Cukai (Direktorat Jederal Bea dan Cukai) di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor.Penelitian dilakukan dengan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja organisasi, yaitu variabel budaya organisasi, variabel partisipasi stakeholder, variabel teknologi informasi dan variabel transfer of knowledge serta menggunakan ukuran organisasi sebagai variabel kontrol.Berangkat dari permasalahan penelitian, yaitu bagaimana meningkatkan kinerja organisasi pada instansi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja organisasi tersebut.Sampel penelitian berjumlah 107 responden dengan tingkat respon 100%.Responden pada penelitian ini adalah pegawai DJBC yang berasal dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai(KPPBC) dan Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai se-Indonesia dan dianggap mewakili unit kerjanya masing-masing.Alat yang digunakan untuk menganalisis adalah Structural Equation Modeling (SEM) pada program software AMOS 24.Hasil pengolahan data menggunakan SEM untuk model teoritis telah memenuhi goodness of fit, dengan nilai Chi Square = 195.916(tanpa variabel control)/213.185(dengan variabel control), CMIN/DF = 1.037(tanpa variabel control)/1.035(dengan variabel control), Probability= 0.350(tanpa variabel control)/0.351(dengan variabel control), GFI = 0.863(tanpa variabel control)/0.860(dengan variabel control), AGFI = 0.817(tanpa variabel control)/0.813(dengan variabel control), TLI = 0.994(tanpa variabel control)/0.993(dengan variabel control), CFI = 0.995(tanpa variabel control)/0.995(dengan variabel control), RMSEA = 0.019(tanpa variabel control)/0.018(dengan variabel control). Dari empat hipotesis yang diuji, semua hipotesis dinyatakan diterima. Transfer of knowledge, teknologi informasi, dan partisipasi stakeholder berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi pada α=5%, sementara budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja organisasi dengan signifikansi α=10%. Selain itu, ukuran organisasi sebagai variabel kontrol juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi.