Tasir Tasir, Tasir
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

IbM KELOMPOK TANI BUDIDAYA IKAN LELE DUMBO DALAM KAJIAN “ALAT PENGASAP IKAN SISTEM TERBUKA DAN SISTEM TERTUTUP” Yuliana, Yuliana; Mihrani, Mihrani; Tasir, Tasir
Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 5, No 2 (2014): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.588 KB)

Abstract

Usaha yang dilakukan petani pembudidaya ikan lele dumbo untuk mengantisipasi kelimpahan produksinya, masih belum banyak, hanya sistem pengasapan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga petani sendiri. Pengasapan dilakukan menggunakan alat sederhana, yaitu rumah berbentuk para-para (sistem terbuka) dengan bahan bakar, kayu bakar yang terdapat dilingkungan tempat tinggal. Pengasapan dengan sistem terbuka ini menyebabkan panas yang dihasilkan tidak terpusat ke ikan, melainkan menyebar sesuai arah angin, waktu relatif lama dan hasilnya berkualitas rendah, baik dari segi rasa, warna, tekstur, dan aroma.Pelaksanaan kegiatan IbM ini bertujuan memperkenalkan paket teknologi ramah lingkungan kepada masyarakat (mitra), yaitu melakukan introduksi alat pengasapan ikan sistem terbuka ke sistem tertutup dan pembuatan produk olahan ikan, dengan metode pendekatan yang digunakan adalah penyuluhan partisipatif, pelatihan dan pendampingan, demonstrasi plot (demplot). Mitra kegiatan pelaksanaan IbM ini adalah kelompok tani air tawar Kampiri dan Kecce’e. Lokasi kedua Mitra berada pada wilayah Kecamatan Citta Kabupaten Soppeng. Luaran yang di targetkan tercapai yaitu kedua mitra mampu membuat alat pengasapan ikan sistem tertutup dengan 5 tingkatan / susunan rak dengan kapasitas ikan (jenis komoditi ikan lele dumbo) sebanyak 150 kg dengan rendemen bersih 33 % (1/3 bagian) atau menghasilkan 50 kg ikan asap dengan harga Rp 35.000,- / kg dengan kualitas sangat bagus (aroma dan rasa enak, sangat gurih, dan renyah, warna kuning keemasan, dengan tekstur sedang dimana tulang dan kulit terpisah) dan dilihat dari sudut ekonomi lebih efisien dan efektif dibandingkan dengan teknologi yang dipakai petani selama ini (pengasapan sistem terbuka). Mitra kelompok ibu-ibu tani air tawar sudah bisa membuat dan memproduksi berbagai olahan berbahan ikan lele dumbo (abon ikan, kripik stik ikan, dan kaki naga) dengan wilayah pemasaran masih lokal (sekolah-sekolah tingkat TK, SD, dan SMP / MTS, kantor, dan kawasan wisata permandian alam Citta), dengan tingkat penghasilan rata-rata perbulan Rp 900.000,00 - Rp 1.000.000,00 dibanding sebelum kegiatan IbM hanya sekitar Rp 500.000,00.
SELEKSI UNIT PENANGKAPAN IKAN DI KABUPATEN MAJENE PROPINSI SULAWESI BARAT Arsyad, Muh. Ali; Tasir, Tasir
Buletin PSP Vol 18, No 2 (2009): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is selecting applicable fishing method in the term of applicable fishing development for fishermen empowerment and optimally resources exploitation.  This re-search is conducted to indentify the feasible instruments of applicable fishing for improvement ba-sed on biological, technique, social and economical aspects.  The method applied in this research is survey.  In the research, comparative study is conducted to identify reliable fishing units out of number of fishing units (purse seine, payang, gill net and beach sine) based on biological, tech-nical, social and economical aspects.  The result of research shows ?floating gill net? is first priority for category of biological aspect.  While technical aspect puts purse seine on its first priority, and social aspect put purse seine and beach sine on its first priority, as well as economical aspect for business efficiency criteria put purse seine on its first priority and for investment efficiency criteria put payang on its first priority.  Purse seine is the most appropriate fishing unit for first priority in development based on biological, technical and social aspect as well as economical aspect.Key words: beach seine and purse seine, gill net, payang
IbM PILOT PROJECT “ PEMECAHAN PERMASALAHAN KELOMPOK BUDIDAYA AIR TAWAR IKAN NILA (KASUS LAHAN TANAH BERKAPUR) MELALUI PENERAPAN KOLAM TANAH BERLAPIS TERPAL DAN PENAMBAHAN PROBIOTIK Yuliana, Yuliana; Tasir, Tasir
Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 7 No 1 (2016): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.588 KB)

Abstract

Kondisi lahan kecamatan Citta khususnya Desa Citta dan Desa Ungae umumnya dasar tanah berkapur, sehingga pakan alami susah tumbuh yang sangat dibutuhkan dalam budidaya ikan, yang menyebabkan daging hasil budidaya ikan nila kurus kerempeng/tidak banyak dagingnya,  sehingga nilai jual produk tersebut rendah dan konsumen mengeluh akan hal itu yang menyebabkan  pasaran ikan nila dari lokasi tersebut menurun yang dampaknya berkurangnya pendapatan masyarakat di lokasi tersebut.  Padahal ikan nila terkenal dengan daging yang banyak/empuk dengan tulang sedikit, sehingga disukai hampir di semua kalangan masyarakat.Pelaksanaan kegiatan IbM di kedua Mitra yaitu kelompok tani air tawar Ungae dan Citta berada pada wilayah Kecamatan Citta Kabupaten Soppeng yang bertujuan alih teknologi dari budidaya ikan nila kolam tanah ke teknologi budidaya ikan nila sistem kolam tanah berlapis terpal dengan penambahan probiotik,  meningkatkan pengetahuan petani  ikan nila tentang penerapan manajemen dalam pengelolaan usaha budidaya ikan nila sistem kolam tanah berlapis terpal dengan penambahan Probiotik, meningkatkan produksi dan kualitas hasil budidaya ikan nila berdaging tebal dan tidak berbau lumpur, terjadinya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga petani ikan nila pada khususnya dan umumnya meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah tersebut dari hasil kegiatan usaha tersebut.Metode Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan IbM adalah penyuluhan dan pelatihan, demonstrasi plot, dan pembimbingan/pendampingan.Hasil kegiatan yang telah dicapai kedua kelompok mitra bisa membuat  wadah budidaya sistem kolam tanah berlapis terpal dan penambahan probiotik.  Sedangkan  hasil budidaya ikan nila pada wadah budidaya sistem kolam tanah berlapis terpal dengan ukuran bibit ikan nila 8–12 cm dengan bobot awal 20 gr/ekor dengan ukuran kolam terpal  5 x 7 x 1 m2    masa pemeliharaan kurang lebih 4 bulan terhitung tanggal penebaran 17 April 2015 sampai dengan17 Agustus 2015,  mencapai berat rata-rata 250 -350 gr/ekor (4-6 ekor/kg).
Efektifitas Larutan Alkali pada Proses Deasetilasi dari Berbagai Bahan Baku Kitosan Mursida, Mursida; Tasir, Tasir; Sahriawati, Sahriawati
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 21, No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v21i2.23091

Abstract

Bahan organik utama yang terdapat pada kelompok hewan crustaceae, insekta, fungi, moluska,arthropoda disebut kitin. Serbuk kitin dideasetilasi untuk memperoleh senyawa kitosan. Karakterisasikitosan yang sangat penting adalah derajat deasetilasi (DD) yang tergantung pada jenis bahan baku danproses produksinya. Deasetilasi merupakan proses penghilangan gugus asetil dengan cara penambahanlarutan alkali. Efektifitas jenis alkali pada beberapa sumber perlu diteliti untuk mendapatkan kemurniankitosan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis alkali (NaOH, KOH dan CaOH2)yang paling efektif pada proses deasetilasi serbuk kitin serta menentukan karakteristik kitosan yangdihasilkan. Sumber kitin yang di deasetilasi dari cangkang kepiting bakau, cangkang rajungan, kulit udangwindu, kulit udang vannamei, cangkang kerang hijau dan cangkang bekicot. Penelitian terdiri atas dua tahap,tahap pertama adalah preparasi bahan baku dan analisis kandungan kimia bahan baku, sedangkan tahapkedua yaitu produksi dan karakterisasi kitosan. Analisis yang dilakukan terdiri dari analisis kandungankimia, derajat deasetilasi dan kadar N kitosan. Hasil penelitian menunjukan Karakteristik kitosan yangdihasilkan yaitu rendemen 4,25-28,43%, abu 0,42-1,30%, N-total 5,08-5,73%, derajat deasetilasi 83,40-83,45%. NaOH merupakan alkali yang cenderung lebih baik memberikan derajat deasetilasi kitosantertinggi dari masing-masing sumber bahan baku kitosan.