Modesta Ranny Maturbongs, Modesta Ranny
Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, FAPERTA UNMUS

Published : 9 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

SAMPLING DAN PENGAMATAN PERUBAHAN PENUTUPAN MAKRO ALGAE PADA KONDISI PRA-UPWELLING DAN UPWELLING Maturbongs, Modesta Ranny
AGRICOLA Vol 5, No 2 (2015): volume 5, Nomor 2, September 2015
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to present a sampling technique, making dried herbarium and observation of macro algae cover change in different water conditions, when the pre-conditions of upwelling and upwelling. Samples taken at the study site using line transect method quadrant, the use of 0.5 x 0.5 m quadrant for data percentage cover of macro algae. From the research found 3 classes, 12 orders, 17 families, 23 genera and 33 species with class composition is dominated by the 56% class Rhodophyceae, Chlorophyceae 25%, and the class Phaeophyceae few are found at 19%. Macroalgae closing percentage is very low in pre-upwelling conditions particularly in May with total closing low of 33.9%, and increased every month in upwelling conditions, peak in August amounted to 97.8%.
Sampling Dan Pengamatan Perubahan Penutupan Makro Algae Pada Kondisi Pra-Upwelling Dan Upwelling Maturbongs, Modesta Ranny
AGRICOLA Vol 5 No 2 (2015): volume 5, Nomor 2, September 2015
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to present a sampling technique, making dried herbarium and observation of macro algae cover change in different water conditions, when the pre-conditions of upwelling and upwelling. Samples taken at the study site using line transect method quadrant, the use of 0.5 x 0.5 m quadrant for data percentage cover of macro algae. From the research found 3 classes, 12 orders, 17 families, 23 genera and 33 species with class composition is dominated by the 56% class Rhodophyceae, Chlorophyceae 25%, and the class Phaeophyceae few are found at 19%. Macroalgae closing percentage is very low in pre-upwelling conditions particularly in May with total closing low of 33.9%, and increased every month in upwelling conditions, peak in August amounted to 97.8%.
KEPADATAN DAN KEANEKARAGAMAN JENIS GASTROPODA SAAT MUSIM TIMUR DI EKOSISTEM MANGROVE, PANTAI KEMBAPI, MERAUKE Maturbongs, Modesta Ranny; Ruata, Novel Novie; Elviana, Sisca
AGRICOLA Vol 7 No 2 (2017): Volume 7, Nomor 2, September 2017
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the density, diversity and dominance types of gastropods in mangrove areas in Kembapi Beach also the associations with physical-chemical waters parameters. The sampling method using a fixed transect lines combined with 1x1 quadrant m². Analysis data using gastropod species density index, Shannon-Wiener diversity index, Margalef species richness index and Simpson dominance index. This research founds that the gastropods consist of two sub-classes, 4 orders, 5 families, 6 genera and 9 species. The highest percentage is Nerita albicilla (19%) and Terebralia palustris (17%). The highest species density obtained from Nerita albacilla 26.6 ind / m2 and the lowest of Nerita lineata of 1.4 ind / m2. Gastropod species diversity index of 2.03. Species richness index value of 0,967. Gastropod species dominance value of 0.14. The second value of this index shows the diversity in the medium category and condition stable community mindless and no species gastropods dominate.
Studi keanekaragaman ikan gelodok (Famili: Gobiidae) pada muara Sungai Maro dan Kawasan Mangrove Pantai Kembapi, Merauke Maturbongs, Modesta Ranny; Elviana, Siska; Sunarni, Sunarni; deFretes, Dominggus
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.584 KB) | DOI: 10.13170/depik.7.2.9012

Abstract

Mudskipper is one species of fish that lives in the estuary area and they have adaptations to two different habitats. The aims of the study was determine the species composition, diversity and abundance of mudskipper species in estuary areas with different locations, namely in the estuary and mangrove areas of Kembapi Beach. Sampling was carried out at low tide, carried out by using a wire mesh tool that was designed separately and manually using hands. The results of research on both research stations were obtained 4 genera and 7 species of mudskipper namely Boleophthalmus boddarti, B. pectinirostris, Oxuderces dentatus, Periophthalmus argentilineatus, P. malaccensis, P. takita and Scartelaos histophorus. Station II in the mangrove area of Kambapi Beach has the highest relative abundance with a percentage of 63.24% obtained from the type of Boleophthalmus boddarti. On the contrary, at station I in the Maro River estuary area, the highest relative abundance was also of the type B. boddarti with a percentage of 32.95%. The range of diversity index values at station I is 0.24 - 1.41 indicating the level of moderate diversity. Station II range of the diversity index during the study ranged from 0.08 to 0.66. The average dominance value at both stations is station I at 0.56 and station II at 0.71.Ikan gelodok merupakan salah satu spesies ikan yang hidup pada daerah estuari dan memiliki adaptasi terhadap dua habitat yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, keanekaragaman dan kelimpahan spesies ikan gelodok pada daerah estuari dengan lokasi yang berbeda yaitu pada daerah muara sungai dan kawasan mangrove Pantai Kembapi. Pengambilan sampel  dilakukan pada saat air surut, dilakukan dengan menggunakan alat bubu dari kawat ram yang didesain tersendiri dan secara manual yakni dengan menggunakan tangan. Hasil penelitian pada kedua stasiun penelitian diperoleh sebanyak 4 genus  dan 7 spesies ikan gelodok yaitu  Boleophthalmus boddarti, B. pectinirostris, Oxuderces dentatus, Periophthalmus argentilineatus, P. malaccensis, P. takita dan Scartelaos histophorus. Stasiun II di kawasan mangrove Pantai Kambapi memiliki kelimpahan relatif tertinggi dengan presentase sebesar 63,24% diperoleh dari jenis Boleophthalmus boddarti. Sebaliknya pada stasiun I di daerah muara Sungai Maro,  kelimpahan relative tertinggi juga dari jenis Boleophthalmus boddarti dengan presentase sebesar 32,95%. Kisaran nilai indeks keanekaragaman pada stasiun I sebesar 0,24 – 1,41 menunjukkan tingkat keanekaragaman sedang. Satasiun II kisaran indeks keanekaragaman selama penelitian antara 0,08 – 0,66. Rata-rata nilai dominansi pada kedua stasiun yaitu stasiun I sebesar 0,56 dan stasiun II sebesar 0,71.
Keragaman jenis ikan di Sungai Maro pada musim peralihan I Elviana, Sisca; Maturbongs, Modesta Ranny; Sunarni, Sunarni; Rani, Chair; Burhanuddin, Andi Iqbal
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan 2019: In Press
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.2.12128

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Mei 2018 pada Sungai Maro merupakan salah satu sungai yang terdapat di Kabupaten Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekargaman jenis ikan yang tertangkap di Sungai Maro pada musim peralihan I. Penentuan stasiun penelitian dipilih berdasarkan perbedaan kondisi lingkungan di Sungai Maro. Analisis data menggunakan indeks ekologi: komposisi jenis ikan (P), frekuensi keterdapatan (Fi), keanekargaman jenis (H’), keseragaman jenis (E) dan dominansi (D). Hasil penelitian diperoleh 13 jenis. Presentase kehadiran tertinggi diperoleh dari jenis Kurtus gulliveri sebesar 43%. Indeks keanekargaman selama musim peralihan I sebesar 2.104, termasuk dalam kriteria sedang dan komunitas sedang. Indeks keseragaman sebesar 0.455 termasuk dalam kategori keseragaman rendah,  artinya penyebaran individu setiap jenis didalam komunitasnya relatif merata. Indeks dominansi selama musim peralihan I sebesar 0.221,  menunjukkan tidak ada jenis yang mendominasi.
Keterkaitan parameter fisik-kimia perairan dengan kelimpahan jenis ikan demersal di Sungai Maro pada fase bulan berbeda musim peralihan I Maturbongs, Modesta Ranny; Elviana, Sisca; Rani, Chair; Burhanuddin, Andi Iqbal
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.162-172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan ikan demersal yang tertangkap di perairan Sungai Maro serta mengetahui keragaman dan keseragaman ikan  pada fasa bulan yang berbeda (new moon dan full moon) pada musim peralihan I. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Mei 2019 di Sungai Maro. Sebanyak 98 ekor yang tertangkap yang terbagi pada fase bulan gelap sebanyak 45 ekor dan 53 ekor diperoleh pada fase bulan terang dengan menggunakan jaring insang percobaan dari berbagai ukuran mata jaring. Dari hasil tangkapan diperoleh 14 spesies ikan dari 14 genus terkoleksi. Keanekaragaman jenis ikan demersal pada fase bulan gelap dan terang termasuk dalam kategori rendah. Tingkat keseragaman jenis pada fase bulan gelap termasuk dalam kategori tidak merata, pada fase bulan terang termasuk kategori kurang seragam. Hasil CCA menunjukkan parameter fisik-kimia perairan  berpengaruh terhadap sebaran ikan demersal pada stasiun dan fase bulan yang berbeda.
Composition and abundance of fish species on the coast of Payumb, Merauke City Sunarni, Sunarni; Maturbongs, Modesta Ranny
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.2.1.5-9

Abstract

Coastal area is one of nature ecosystem has high productivity, unique, and have high ecological and economic value. In addition, coastal areas also have important ecological functions such as providers of nutrients, spawning sites and as food for various marine organisms. As a first step in the management of fishery resources that is required information about species composition and abundance of fish in the coast of Payumb area, Merauke City. The objective of the study was to obtain preliminary information on species composition and fish abundance. This research was conducted in October-December 2016, in coastal Payumb city of Merauke. The research station was determined by purposive sampling. The data analysis used is the abundance index (K), index of Shannon-winner diversity, uniformity index (E), and Simpson dominance index (C). The number of fish caught is 529 fish, the value of diversity index is 3.79; value of uniformity index 0.42 and value of index of dominance equal to 0.11.
Zonasi dan Struktur Komunitas Mangrove di Pesisir Kabupaten Merauke Sunarni, Sunarni; Maturbongs, Modesta Ranny; Arifin, Taslim; Rahmania, Rinny
Jurnal Kelautan Nasional Vol 14, No 3 (2019): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkn.v14i3.7961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zonasi dan struktur ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Merauke tepatnya di Pantai Payumb Distrik Merauke, Pantai Nasem Distrik Naukenjerai dan muara sungai Kumbe Distrik Semangga pada bulan Oktober 2015. Pantai Nasem dan Pantai Payumb dibagi menjadi 2 zona pengambilan sampling sedangkan stasiun muara Sungai Kumbe dibagi menjadi 3 zona. Ukuran transek 100-150m tegak lurus garis pantai dengan ukuran plot 10x10m2. Pada setiap plot sampling dilakukan perhitungan kerapatan jenis, frekuensi jenis dan indeks dominansi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 15 jenis mangrove yang tersebar di ketiga stasiun yaitu Pantai Nasem 7 spesies, Pantai Payumb 9 spesies dan muara Sungai Kumbe 13 spesies. Vegetasi mangrove di kawasan penelitian disusun oleh 8 genus dan 15 jenis mangrove. Berdasarkan dominansi jenis vegetasi mangrove,   kondisi komunitas di stasiun Pantai Nasem dan Pantai Payumb termasuk dalam kriteria labil dengan tipe substrat berpasir dan dominansi genus Avicennia. Sebaliknya stasiun muara Sungai Kumbe memiliki kondisi komunitas vegetasi yang stabil dengan tipe substrat berlumpur dan dominansi genus Rhizophora. Zonasi ekosistem mangrove pada area pesisir Kabupaten Merauke terdiri dari dua tipe zonasi. Pada daerah pesisir yang berhadapan langsung dengan laut, genus Avicennia merupakan pioneer dalam membentuk zonasi vegetasi mengrove. Sebaliknya pada daerah sungai, genus Rhizophora menjadi pioneer membentuk zonasi pada kedua sisi badan sungai.