Nevy Farista Aristin, Nevy Farista
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Anak Putus Sekolah Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Bondowoso Aristin, Nevy Farista
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.477 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v20i1.283

Abstract

Abstrak: Putus Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih merupakan salah masalah pendidikan yang dihadapi daerah Bondowoso. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi putus sekolah di kecamatan Bondowoso. Analisis yang digunakan adalah tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya anak putus sekolah di Kecamatan Bondowoso dipengaruhi banyak faktor. Faktor-faktor tersebut adalah jarak tempat tinggal dengan sekolah, jenis pekerjaan orang tua, jumlah tanggungan keluarga, latar belakang pendidikan orang tua, dan tingkat pendapatan.Selain itu, putus sekolah di daerah tersebut juga dipengaruhi oleh kegiatan produktif anak dalam rumah tangga.Kata Kunci: Putus Sekolah, SMPDOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v20i12015p030
HUBUNGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII DI SMP NEGERI 2 KANDANGAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Yusuf, Gama Gazali; Arisanty, Deasy; Aristin, Nevy Farista
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Hubungan Kemandirian Belajar Siswa dengan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas VII di SMP Negeri 2 Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan antara Kemandirian Belajar Siswa dengan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas VII di SMP Negeri 2 Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif.Populasi penelitian berjumlah 106 orang siswa dengan sampel total yang berjumlah 106 siswa kelas VII. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui angket berstruktur dan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumenter dan wawancara berencana. Analisis data menggunakan teknik analisis persentase dan korelasi pearson product moment.Hasil analisis dari korelasi product moment adalah 0,519. Nilai dari korelasi lebih besar dari r tabel pada tingkat kesalahan 5%, oleh karena itu korelasi antara kemandirian belajar siswa dan hasil belajar siswa dalam studi kasus di SMP Negeri 2 Kandangan Kelas VII berada pada tingkat korelasi cukup. Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kemandirian belajar di rumah (sekitar 73,29%). Kebanyakan nilai UTS yang  diperoleh  berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM)Kata kunci: kemandirian belajar di rumah dan hasil belajar  JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)Volume 4 No 1 Januari 2017Halaman 8-18 e-ISSN : 2356-5225http://ppjp.unlam.ac.id/journal/index.php/jpg HUBUNGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR  SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII  DI SMP NEGERI 2 KANDANGAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
Pengaruh Pemanfaatan Internet Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XII IPS MAN 2 Kandangan Aulia, Normi; Normelani, Ellyn; Aristin, Nevy Farista
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 3, No 4 (2016)
Publisher : JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh pemanfaatan Internet Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XII IPS MAN 2 Kandangan”. Penelitian ini bertujuan mengetahui Pengaruh pemanfaatan Internet Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XII IPS MAN 2 Kandangan.Populasi dari penelitian ini adalah seluru siswa kelas XII IPS MAN 2 Kandangan . Sampel yang dijadikan responden adalah sampel penuh yaitu selurus siswa kelas XII IPS MAN 2 Kandangan. Peneelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data primer dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan metode angket (Kuesioner), sedangkan pengumpulan data sekunder menggunakan metode studi dokumen dan studi pustaka. Analisis data penelitian ini adalah analisis data dengan menggunakan teknik persentase dan teknik korelasi product Moment dan Analisis Regresi.            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, ada hubungan yang signifikan antara pemanfaatan internet terhadap hasil belajar geografi siswa kelas XII IPS MAN 2 Kandangan, karena nilai rxy bernilai 0,552 lebi besar dari r tabel 1% tabel nilai r menghasilkan angka 0,282 dan 5% tabel nilai r menghasilkan angka 0,217 atau nilai rxy 0,552 lebih besar dari r tabel 5% dan 1% yaitu 0,217 < 0,552 > 0,282. Dan Internet mempunai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar geografi siswa kelas XII IPS MAN 2 Kandangan semester genap Tahun pelajaran 2015/2016. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis regresi memperoleh harga Freg = 98,50. Harga Frag lebih besar daripada harga tabel Fbaik taraf signifikan 5% maupun 1%, yaitu 3,956 < 98,50 > 6,948. Artinya ada pengaruh yang positif dan hubungan yang rendah antara pemanfaatan internet dengan hasil belajar geografi siswa kelas XII IPS MAN 2 Kandangan. Kata kunci : Pemanfaatan Internet, Hasil Belajar Geografi
PEMETAAN INVENTARISASI SARANA DAN PRASARANA OBYEK WISATA DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Handayani, Listi; Normelani, Ellyn; Aristin, Nevy Farista
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini Berjudul Pemetaan Inventarisasi Sarana dan Prasarana Obyek Wisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Tujuan Penelitian ini adalah 1). Mengidentifikasi sarana dan prasarana objek wisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tengah 2). Mengelompokkan sarana dan prasarana obyek wisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tengah 3) Pemetaan sarana dan prasarana obyek wisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah TengahPopulasi dalam Penelitian ini adalah seluruh kawasan pariwisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sampel dalam penelitian ini adalah sarana dan prasarana obyek wisata Kabupaten Hulu Sungai Tengah seperti biro perjalanan, hotel, losmen, rumah makan, cinderamata, tempat belanja, sarana rekreasi, jalan, terminal, PLN, PDAM, sistem telekomunikasi, rumah sakit, puskesmas, kantor polisi, wc umum, Mesjid/moshula, ATM. Data primer diperoleh melalui survey, dokumentasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Data sekunder di peroleh dari  Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda Olahraga Kabupaten Hulu Sungai Tengah serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan. Teknik analis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Analisis Keruangan. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode Deskriptif KualitatifHasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana obyek wisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, untuk sarana pokok dan penunjang terbanyak adalah rumah makan/restoran dengan jumlah 4 buah atau 80% dan yang terkecil adalah biro perjalanan dengan jumlah 1 buah atau 20 %. Prasarana pokok dan penunjang di Kabupaten Hulu Sungai Tengah terbanyak adalah masjid/mushola dengan jumlah 6 buah atau 50% dan yang terkecil adalah biro perjalanan dengan jumlah 1 buah atau 8,33 %. Kata Kunci: Pemetaan, Inventarisasi, Sarana dan Prasarana
ANALISIS KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAH MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT KABUPATEN BANJAR Erlia, Devy; Kumalawati, Rosalina; Aristin, Nevy Farista
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul “Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat dan Pemerintah Menghadapi Bencana Banjir di Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar”. Tujuan penelitian adalah menganalisis kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk dan aparat desa di Kecamatan Martapura Barat. Sampel pemerintah di Kecamatan Martapura Barat yaitu seluruh kepala desa yang desanya pernah mengalami bencana banjir berjumlah 13 orang. Sampel masyarakat pada penelitian ini adalah 317 kepala keluarga menggunakan penentuan sampel Isaac dan Michael. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh melalui observasi di lapangan, penyebaran kuesioner dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data penelitian menggunakan teknik analisis statistik deskriptif menggunakan teknik persentase, untuk mengetahui kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah di Kecamatan Martapura Barat dalam menghadapi bencana banjir.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir berada pada tingkat sedang dan tingkat kesiapsiagaan pemerintah menghadapi bencana banjir berada pada tingkat sedang. Kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana banjir berada pada tingkat sedang. Kata Kunci : Banjir, kesiapsiagaan, masyarakat dan pemerintah
KERENTANAN BANGUNAN PEMUKIMAN TERHADAP BANJIR DI KECAMATAN BARABAI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Muslim, Firdaus; Kumalawati, Rosalinna; Aristin, Nevy Farista
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Ini Berjudul Kerentanan Bangunan Pemukiman Terhadap Banjir Di Kecamatan Barabai Kabpaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan. Tujuan Penelitian Adalah Mengatahui  Kerentanan Bangunan Pemukiman Terhadap Banjir Di Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah.Populasi dalam penelitian ini adalah blog bangunan di Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan dengan jumlah 15.453 blog bangunan, dengan jumlah sampel 267 blog bangunan menggunakan Proporsional Random Sampling Data primer diperoleh melalui observasi dilapangan dan penyebaran kuesioner (angket), sedangkan data sekunder diperoleh dari Kantor Kecamtan Barabai. Teknik analisis yang digunakan yaitu dengan menggunakan teknik persentase.Hasil penelitian menunjukan bahwa kerentanan bangunan pemukiman terhadap banjir di Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah adalah dengan kategori kerentanan bangunan “Sedang” karena banyak bangunan pemukiman jauh dari sungai. Kata Kunci : Kerentanan, Bangunan, Pemukiman, Banjir
Analisis Fungsi Kawasan Budidaya di Kabupaten Bondowoso Aristin, Nevy Farista
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.353 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v20i2.291

Abstract

Abstrak: Pertumbuhan wilayah suatu wilayah sangat bergantung pada sektor internal dan ekstrenal. Kebijakan struktur ruang dalam RTRW yang selama ini diterapkan di Kabupaten Bondowoso masih belum mampu untuk mengatasi disparitas wilayah yang terjadi. Atas dasar itu maka perlu adanya analisis fungsi kawasan budidaya di Kabupaten Bondowoso guna mencari keunggulan dari masing-masing wilayah yang ada. Metode yang digunakan adalah survey institusional. Teknik yang digunakan dalam pemilihan lokasi penelitian ini adalah purposive yaitu metode pemilihan lokasi berdasarkan pada tujuan penelitian. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bondowoso dengan unit analisis berdasarkan unit populasi, yaitu seluruh kecamatan yang didominasi oleh kawasan budidaya di Kabupaten Bondowoso. Fungsi kawasan di Kabupaten Bondowosodidominasi dengan kawasan budidaya yang terdiri dari 17 kecamatan dari 23 kecamatan. Kawasan-kawasan tersebut memiliki fungsi yang didominasi oleh lahan sawah dan ladang. Pengelolaan kawasan budidaya yang ada di 17 Kecamatan di Kabupaten Bondowoso tersebut ditujukan dengan mendorong segala kegiatan perekonomian yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah berdasarkan potensi yang ada. Ini  nantinya dalam kawasan budidaya tiap kecamatan didasarkan pada potensi wilayah yang ada tanpa mengurangi ataupun merusak kawasan lindung yang ada di Kabupaten Bondowoso.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v20i22015p039
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP ANAK PUTUS SEKOLAH TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI KECAMATAN BONDOWOSO Aristin, Nevy Farista
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/pg.v20i1.5009

Abstract

Abstrak: Putus Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih merupakan salah masalah pendidikan yang dihadapi daerah Bondowoso. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi putus sekolah di kecamatan Bondowoso. Analisis yang digunakan adalah tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya anak putus sekolah di Kecamatan Bondowoso dipengaruhi banyak faktor. Faktor-faktor tersebut adalah jarak tempat tinggal dengan sekolah, jenis pekerjaan orang tua, jumlah tanggungan keluarga, latar belakang pendidikan orang tua, dan tingkat pendapatan. Selain itu, putus sekolah di daerah tersebut juga dipengaruhi oleh kegiatan produktif anak dalam rumah tangga.Kata Kunci: Putus Sekolah, SMP
ANALISIS FUNGSI KAWASAN BUDIDAYA DI KABUPATEN BONDOWOSO Aristin, Nevy Farista
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/pg.v20i2.5066

Abstract

Abstrak: Pertumbuhan wilayah suatu wilayah sangat bergantung pada sektor internal dan ekstrenal. Kebijakan struktur ruang dalam RTRW yang selama ini diterapkan di Kabupaten Bondowoso masih belum mampu untuk mengatasi disparitas wilayah yang terjadi. Atas dasar itu maka perlu adanya analisis fungsi kawasan budidaya di Kabupaten Bondowoso guna mencari keunggulan dari masing-masing wilayah yang ada. Metode yang digunakan adalah survey institusional. Teknik yang digunakan dalam pemilihan lokasi penelitian ini adalah purposive yaitu metode pemilihan lokasi berdasarkan pada tujuan penelitian. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bondowoso dengan unit analisis berdasarkan unit populasi, yaitu seluruh kecamatan yang didominasi oleh kawasan budidaya di Kabupaten Bondowoso. Fungsi kawasan di Kabupaten Bondowoso didominasi dengan kawasan budidaya yang terdiri dari 17 kecamatan dari 23 kecamatan. Kawasan-kawasan tersebut memiliki fungsi yang didominasi oleh lahan sawah dan ladang. Pengelolaan kawasan budidaya yang ada di 17 Kecamatan di Kabupaten Bondowoso tersebut ditujukan dengan mendorong segala kegiatan perekonomian yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah berdasarkan potensi yang ada. Ini  nantinya dalam kawasan budidaya tiap kecamatan didasarkan pada potensi wilayah yang ada tanpa mengurangi ataupun merusak kawasan lindung yang ada di Kabupaten Bondowoso.Kata kunci: Kawasan budidaya dan keunggulan wilayah
Pengembangan pembelajaran blended learning pada generasi Z Purnomo, Agus; Ratnawati, Nurul; Aristin, Nevy Farista
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 1, No. 1
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.72 KB)

Abstract

Every generation has beliefs, values, cultures, perspectives, interests, and different skills for life and work. The generation born in the early 2000s when the rapid development of such technology referred to as generation-z or net generation. Characters of this generation is very sensitive to technology and communication, meaning they have an advantage in the field of information and knowledge development. While the educators who were born in an earlier era are still not familiar with it so that educators often claimed to be "clueless" (stuttering technology). To address this need no new innovations in the learning process so that it complies with these characters. Combines conventional learning with communication media such as whatsapp and google drive is one easy solution social studies lesson on the generation-z. Learners who are accustomed to communicate using social networks can access the material and lesson plans that have been prepared with structured each meeting. So that they can read or prepare questions before the learning begins. The proportion of the use of e-learning in this study reached 35% so that it can be summed up as learning blended learning. This learning to stand on its information technology infrastructure and can be done anytime and anywhere. So learning blended learning has characteristics that are open, flexible, and can occur anywhere.Keywords: Generation Z and blended learning http://dx.doi.org/10.17977/um022v1i12016p070