Abdur Rahman As’ari, Abdur Rahman
State University of Malang

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN DAN SCAFFOLDING SISWA BERKEMAMPUAN RENDAH DALAM MENYELESAIKAN OPERASI TAMBAH DAN KURANG BILANGAN BULAT Badriyah, Lailatul; As’ari, Abdur Rahman; Susanto, Hery
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.2, No.1, Januari 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.48 KB) | DOI: 10.17977/jp.v2i1.8403

Abstract

This study aims to find out the error made by the low achievement students in completing the operation of adding and subtracting integers as well as scaffolding to help studenst correct thire errors. Researchers gave 7 items about integer arithmetic operations to 20 students of class VIII. The errors contained in the low achievement student worksheets were then analyzed and used as the basis for on-to-one scaffolding. The results showed that the pattern of students error in completing the operation of adding and subtracting integers is that they neglect the minus sign in the negative numbers. Scaffolding to help the low ability students improve their knowledge and fix their errors in completing the the operation of adding and subtracting integers are the level 2 (Reviewing and Restructuring), and level 3 (Making Connection) scaffolding.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan yang dilakukan siswa berkemampuan rendah dalam menyelesaikan operasi tambah dan kurang bilangan bulat serta scaffolding yang dapat membantu siswa memperbaiki kesalahan tersebut. Peneliti memberikan 7 butir soal operasi hitung bilangan bulat kepada 20 siswa kelas VIII. Kesalahahan yang terdapat pada lembar kerja siswa berkemampuan rendah dianalisis dan digunakan sebagai dasar pemberian on-to-one scaffolding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kesalahan siswa dalam menyelesaikan operasi kurang bilangan bulat adalah pengabaian lambang minus pada bilangan negatif. Sescaffolding yang dapat membantu siswa berkemampuan rendah meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki kesalahan dalam menyelesaikan operasi tambah dan kurang bilangan bulat adalah scaffolding level 2 reviewing dan restructuring dan level 3 (Making Connections).
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) Marini, Marini; As’ari, Abdur Rahman; Chandra, Tjang Daniel
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 4: April, 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.964 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i4.8755

Abstract

The purpose of this study is to describe the learning process with the approach of Realistic Mathematics Education (RME), which can increase the motivation to learn mathematics student in materials Systems of Linear Equations in Two Variables on VIII-C students of SMP IT Ash-Shadhili. This research was a Classroom Action Research consisting of four stages, namely planning, action, observation and reflection. In the RME approach, teachers initiate learning by giving realistic problems. Students are asked to understand the problem and then solve it by discussing based on their knowledge and experience on teacher guidance. Students are then asked to discuss and compare answers through presentation activities during class discussions. Teachers motivate students to ask questions, give feedback or feedback. At the end of the learning the students are given the opportunity to deduce the material they have learned. The results showed that the RME approach learning can increase student motivation. This was proven by the percentage of observation results of students learning motivation classically reached 83.33%, while the average percentage of observation results every meeting of two observers reached 80.37% in either category.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) yang dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswa pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel di kelas VIII-C SMP IT Asy-Syadzili. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pada pendekatan RME, guru mengawali pembelajaran dengan memberikan masalah realistik. Siswa diminta untuk memahami masalah kemudian menyelesaikannya dengan cara berdiskusi berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka atas bimbingan guru. Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan dan membandingkan jawaban melalui kegiatan presentasi pada saat diskusi kelas. Guru memotivasi siswa untuk berani bertanya, memberikan masukan atau tanggapan. Diakhir pembelajaran siswa diberi kesempatan untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan RME dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan persentase hasil observasi motivasi belajar siswa secara klasikal mencapai 83,33%, sedangkan rata-rata persentase hasil observasi setiap pertemuan dari dua orang observer mencapai 80,37% pada kategori baik.
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA BERCIRIKAN STRATEGI GENERATIF DENGAN PEMBELAJARAN PMII TIPE CLASSWIDE PEER TUTORING Rahmadani, Wimelia Citra; As’ari, Abdur Rahman; Rahardjo, Swasono
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.6, Juni 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.268 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i6.6366

Abstract

This study aimed to produce students’ worksheets (LKS) of which features are based on generative learning strategy and PMII learning that are valid, interesting and effective. This study was a development study which employed three earlier stages of 4-D (four-D) model proposed by Thiagarajan, Semmel, and Semmel. It included these stages: define, design, and develop. This study was conducted on eighth graders at SMPN 2 Malang. The results of the study showed that the worksheets were valid with an average score of 3.10. Based on the results of the tryout, it was proven that: 1) the average score of students’ questionnaire was high: 3.29. It means that the LKS was appealing to students and 2) the results of the interview conduted to the teacher revealed that the worksheets were quite interesting and applicable. The LKS was also effective. It was seen from the level of students’ mastery (87.5%): the students understand the materials very well with the LKS.Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan LKS bercirikan strategi generatif dengan pembelajaran PMII yang valid, menarik dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengadopsi 3 tahap pertama model pengembangan 4-D (four-D) yang dikemukakan oleh Thiagarajan, Semmel dan Semmel yang meliputi tahap pendefinisian (define), perancangan(design), dan pengembangan (develop). Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Malang pada siswa Kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan valid dengan skor rata-rata 3,10. Berdasarkan hasil uji coba diperoleh: 1) skor rata-rata angket siswa tinggi  yaitu 3,29, sehingga LKS menarik bagi siswa dan 2) hasil wawancara guru disimpulkan bahwa LKS menarik bagi siswa dan dapat digunakan. LKS juga memenuhi aspek keefektifan. Hal ini dapat dilihat dari tingkat ketuntasan siswa yaitu 87,5% artinya pemahaman siswa setelah belajar menggunakan LKS sangat baik.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP KELAS IX Hidayanti, Dwi; As’ari, Abdur Rahman; Candra, Tjang Daniel
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.4, April 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1309.29 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i4.6209

Abstract

The aim of this design research is developing learning instrument include lesson plan and student’s worksheet with problem solving approach that have valid, practical, and effective criteria. The design research model of this research is design research model by Plomp. There are three phase of this model, that are preliminary research, prototyping phase, and assesment phase. Based on the data analysis of validity, practicality, and effectiveness, the learning instrumen is valid, practical, and effective. The score of validity is 3,86 mean valid without revision, the score of practicalitiy is 3,32 mean has high practicality, and increasing critical thinking skill as 74%.Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS berbasis pemecahan masalah yang valid, praktis, dan efektif. Model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan ini adalah model pengembangan Plomp. Model pengembangan Plomp ini terdiri atas tiga tahapan, yaitu penelitian awal, tahap pembuatan prototip, dan tahap asesmen. Berdasarkan analisis data uji kevalidan, kepraktisan dan keefektifan, perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif dengan skor kevalidan 3,86 yang berarti valid tanpa revisi, skor kepraktisan 3,32 yang berarti tingkat kepraktisannya tinggi, dan dapat meningkatkan rata-rata nilai tes kemampuan berpikir kritis sebesar 74%.
PEMAHAMAN KONSEP: CUKUPKAH HANYA DENGAN PEMBELAJARAN STAD? Amin, Muhammad; Nusantara, Toto; As’ari, Abdur Rahman
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 5: Mei 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i5.9075

Abstract

The purpose of the study is to describe how STAD cooperative learning  improves seventh grade students of SMPN 4 Watampone comprehension of sets in mathematics. The study is a Classroom Action Research. After undergoing two cycles, the result of the study revealed that STAD cooperative learning is not enough to increase student comprehension. Therefore, researcher needs the additional action in each phase. The additional action consists of presenting the material using animated powerpoint and simulation method, giving an instruction to the group that have difficulties, reminding the student that there will be a test in the end of the lesson, and finally, giving rewards such as nomination (superior team, great team, and good team) and stationary.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran STAD yang dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas VII B SMPN 4 Watampone pada materi himpunan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah melalui dua siklus, pembelajaran tipe STAD saja belum cukup untuk meningkatkan pemahaman siswa. Oleh karena itu, diperlukan STAD yang dalam setiap sintaksnya ditambahkan tindakan tertentu. Tindakan tersebut meliputi penyajian materi menggunakan powerpoint yang beranimasi dan metode simulasi, memberikan pengarahan bagi kelompok yang mengalami kesulitan, mengingatkan siswa bahwa ada kuis di akhir pembelajaran, dan pemberian penghargaan berupa predikat (tim super, tim hebat, tim baik) dan alat tulis.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PROBLEM SOLVING POLYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MATERI PELUANG KELAS XI SMA Safrida, Lela Nur; As’ari, Abdur Rahman; Sisworo, Sisworo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.4, April 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.764 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i4.6201

Abstract

Reasoning begins to be prominent in mathematics curricula around the world and is regarded as main effort to reform the mathematics learning. Reasoning and mathematics is an integral that inseparable because mathematics materials are understood through reasoning. Improving the students’ mathematical reasoning ability can be done by providing non routine tasks. The learning method that can accommodate students’ thinking process and reasoning is Polya’s problem solving. The purpose of this research and development is to describe the process and results of the learning device development based on Polya’s problem solving for students of class XI SMP on permutations and combinations materials are valid, practical, and effective that support increasing students mathematical reasoning ability.Penalaran mulai ditonjolkan dalam kurikulum matematika di seluruh dunia dan dipandang sebagai upaya utama untuk mereformasi pembelajaran matematika. Penalaran dan matematika merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena materi matematika dipahami melalui penalaran. Upaya peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa dapat dilakukan dengan memberikan tugas yang tidak rutin. Metode pembelajaran yang mampu mengakomodasi proses berfikir dan bernalar siswa yaitu problem solving Polya. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan perangkat berbasis problem solving Polya untuk siswa kelas XI pada materi permutasi dan kombinasi yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN INKUIRI UNTUK MEMBANTU SISWA SMA KELAS X DALAM MEMAHAMI MATERI PELUANG Tjiptiany, Endang Novita; As’ari, Abdur Rahman; Muksar, Makbul
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.10, Oktober 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.286 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i10.6973

Abstract

This research development was based on the fact that SMA Negeri 2 Malang is one of the selected schools to implement curriculum 2013, however, based on the author’s experience it can be concluded that teaching the students with the current student books yet provide optimal results. It eager the author to develope teaching materials in the form of a module which contains the characteristic of inquiry learning model with scientific activity. Development of teaching materials was using Plomp development model. Validity, practicability and effectiveness criteria were set by the researchers. Results of field trials showed that the learning module obtained a score of 3.31 validity matter experts and practitioners, which means that the learning module is valid. In the feasibility study results obtained using the module total average scores for all aspects were 3.90 from two observers so that the module has met the criteria developed practical. The results of field trials for the mastery modules were obtained an average score of 85.21 mastery module, then the mastery module for the material is said to be a good, and students called mastery of the material. Results of student questionnaire responses showed a s core of 3.56, which means the students responded positively to the learning modules they used. Thus, the results of mathematical learning Probability module development inquiry based approach is said to be valid, practical and effective.Penelitian pengembangan ini didasarkan pada kenyataan bahwa SMA Negeri 2 Malang merupakan salah satu sekolah terpilih untuk melaksanakan kurikulum 2013. Namun,  berdasarkan pengalaman peneliti diperoleh kesimpulan bahwa membelajarkan siswa dengan buku siswa belum memberikan hasil yang optimal. Hal ini mendorong peneliti untuk mengembangkan bahan ajar berupa modul pembelajaran peluang yang memuat kegiatan dengan ciri dari model pembelajaran inkuiri disesuaikan dengan aktivitas saintifik. Pengembangan bahan ajar ini menggunakan model pengembangan Plomp. Kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan ditetapkan oleh peneliti. Validasi bahan ajar yang dilakukan oleh seorang pakar dan dua orang praktisi memperoleh skor kevalidan 3,31, yang berarti bahwa modul pembelajaran tersebut valid. Pada keterlaksanaan pembelajaran menggunakan modul diperoleh hasil skor rata-rata total untuk seluruh aspek adalah 3,90 dari dua orang praktisi, sehingga disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan telah memenuhi kriteria praktis. Hasil uji coba lapangan diperoleh skor rata-rata penguasaan modul 85,21, maka disimpulkan bahwa penguasaan modul dari siswa uji coba untuk materi peluang dikatakan baik, dan siswa dikatakan tuntas materi. Hasil angket respon siswa menunjukkan skor 3,56 yang berarti siswa memberikan respon positif. Dengan demikian, hasil pengembangan modul pembelajaran matematika peluang berdasarkan pendekatan inkuiri dikatakan valid, praktis, dan efektif.
PROSES BERPIKIR SISWA KELAS VIII DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA TIMSS MATERI BESAR SUDUT DALAM BENTUK GEOMETRIS Arifani, Nurul Hidayati; As’ari, Abdur Rahman; Abadyo, Abadyo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 7: JULI 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.585 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i7.9677

Abstract

This study aims to describe the students thinking process in solving TIMSS math problem on measurement of angle in geometric shapes based on Polya’s problem solving step associated with Swartz’s thinking process theory. The subject of the research was a grade VIII student in SMP Negeri 4 Malang who was classified as intelligent but made many mistakes when completing the test. Data collection methods used were test and interview methods. The results show that students go through the step of generating ideas, clarifying ideas, assessing the reasonableness of ideas, and thinking complex on every step of problem solving, but at the look back step, students do not clarify the idea.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal matematika TIMSS materi besar sudut dalam bentuk geometris berdasarkan langkah penyelesaian masalah Polya yang dikaitkan dengan teori proses berpikir Swartz. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Malang yang tergolong pandai, tetapi banyak melakukan kesalahan saat menyelesaikan soal tes. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dalam menyelesaikan soal TIMSS melalui tahap menghasilkan ide, mengklarifikasi ide, menilai kelayakan ide, dan berpikir kompleks pada setiap langkah penyelesaian masalah. Namun, pada tahap memeriksa kembali, siswa tidak melakukan pengklarifikasian ide.
Keberhasilan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Berdasarkan Kemampuan Membuat Berbagai Representasi Matematis Khairunnisa, Gusti Firda; As’ari, Abdur Rahman; Susanto, Hery
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 6: JUNI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.307 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i6.11117

Abstract

Abstract: This research aims to describe students’ achievement in solving word problem based on the students’ ability to make multiple representations. This research conducted by give two word problems to 29 students in XII SMA. In each problem, students asked to make visual and symbolic representation which is represents the story given, and then solve the problem with the procedure to solve it as detail as possible. The research result shows that (1) students’ ability to make a symbolic representation is better than the students’ ability to make a visual representation, (2) the students’ inability to make a visual representation doesn’t effect the achievement in problem solving, (3) the students whom can’t make a symbolic representation which is compatible with the problem given tend to unable to make a visual representation which is represents the problem and use try and error strategy to solve the problem. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberhasilan siswa dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari segi  kemampuan siswa tersebut dalam membuat berbagai representasi matematis. Penelitian dilakukan dengan memberikan dua masalah berupa soal cerita kepada 29 siswa kelas XII SMA. Pada setiap soal, siswa diminta untuk membuat representasi visual dan simbolik yang sesuai dengan cerita yang diberikan, kemudian siswa diminta untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan menyertakan langkah-langkah penyelesaian sedetail mungkin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan siswa dalam membuat representasi simbolik lebih baik daripada kemampuan siswa dalam membuat representasi visual, (2) ketidakmampuan siswa dalam membuat representasi visual tidak memengaruhi keberhasilan siswa tersebut dalam memecahkan masalah, (3) siswa yang tidak mampu membuat representasi simbolik cenderung juga tidak bisa membuat representasi visual yang sesuai dengan masalah dan menggunakan strategi try and error untuk menyelesaikan masalah.
Pengaruh Model Teams Games Tournament Berbantuan Permainan Halma terhadap Minat dan Hasil Belajar pada Materi Bunyi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Listyarini, Dwi Wahyu; As’ari, Abdur Rahman; Furaidah, Furaidah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 5: MEI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.299 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i5.10930

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to know the effect of the use learning models TGT assisted game halma to interest and learning outcomes of fourth graders on sound material. The results of this research indicate that the learning model TGT assisted game halma affect the interest and learning outcomes of students of class IV on sound material.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran TGT berbantuan permainan halma terhadap minat dan hasil belajar siswa kelas IV pada materi bunyi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa model pembelajaran TGT berbantuan permainan halma berpengaruh terhadap minat dan hasil belajar siswa kelas IV pada materi bunyi.