0.486
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ELECTRANS
Wawan Purnama, Wawan
Articles
3
Documents
SCADA UNTUK TWIDO TRAINER MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK WONDERWARE INTOUCH

ELECTRANS Vol 12, No 2 (2013): Volume 12, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.288 KB)

Abstract

Makalah ini memaparkan hasil penelitian pembuatan Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) untuk pembelajaran otomasi industri. Dalam dunia industri SCADA merupakan salah satu komponen yang penting, sehingga sangat diperlukan pembelajaran tentang perancangan SCADA dan PLC. Peralatan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan peralatan praktikum bidang keahlian otomasi industri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yang dikontrol dengan menggunakan programmable logic controller (PLC) Twido TWDLMDA40 DTK yang diprogram menggunakan Twido Soft dan untuk membantu monitoring digunakan perangkat lunak Wonderware Intouch. Dari pengujian yang dilakukan, sistem dapat bekerja dengan baik sesuai dengan perencanaan, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa modul latih yang dilengkapi SCADA dapat digunakan pemula untuk meningkatkan pemahaman mengenai PLC dan untuk melatih keterampilan dalam pembuatan program PLC. Diharapkan dengan dilengkapi SCADA sistem, dapat memberikan gambaran lebih nyata tentang proses yang dilakukan.

PERANCANGAN ALGORITMA DAN PROGRAM ROBOT CERDAS PEMADAM API 2013 DIVISI BERKAKI

ELECTRANS Vol 13, No 2 (2014): Volume 13, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.97 KB)

Abstract

Robot cerdas pemadam api divisi berkaki merupakan robot yang menggunakan kaki sebagai alat geraknya dengan misi mencari dan memadamkan api di arena lapangan berbentuk simulasi interior suatu rumah. Robot ini akan bekerja secara otomatis sesuai dengan peraturan Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) 2013. Penelitian ini bertujuan merancang algoritma dan mengimplementasikannya dalam bentuk program pada sebuah robot cerdas pemadam api divisi berkaki yang memiliki fungsi sesuai dengan aturan pertandingan KRPAI 2013 dengan start di ruang 4 untuk mode Arbitrary-Start dan api diruang 1. Perancangan algoritma dan program dibuat dengan tiga langkah yaitu pendesainan kebutuhan kontrol robot, penyusunan skema mekanisme kontrol robot dan pembuatan sintak program. Dari langkah tersebut robot dibuat dengan teknik high level control dengan algoritma finite state machine (FSM), sedangkan untuk arsitektur pemrograman menggunakan foreground background dan time triggered. Algoritma dan program yang dibuat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu pemrograman sensor ultrasonik ping, pemrograman meluruskan posisi robot terhadap dinding pada saat start, pemrograman navigasi di luar ruangan dengan teknik wall following, pemrograman pendeteksian garis putih sebagai penanda pintu ruangan menggunakan sensor garis, pemrograman scanning api dan pemadaman api, dan pemrograman robot secara keseluruhan dengan algoritma FSM. Dari perancangan tersebut didapatkan hasil bahwa robot bekerja sesuai dengan rancangan algoritma yang telah dibuat sehingga robot dapat menyelesaikan misi dengan baik.

Isotermal Remanent Magnetisation

ELECTRANS Vol 14, No 1 (2016): Volume 14, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.53 KB)

Abstract

Measurement IRM aims to get the saturation state of the sample being tested. This measurement is done by placing a sample of the finished didemagnetisasi in center of magnetic poles, then given electromagnetic field generated by electric currents Weiss with an acceptable rate of 16 A with voltage of 120 V DC Power Supply and electrical resistance 6,6 Ohm. To obtain a strong magnetic field, of course, required large electrical currents and to keep the heat effect resulting from large currents Weiss electromagnet was then cooled with water that flowed through the cooling pipe with pompa.Kuat electromagnetic field generated by Weiss, in addition to relying the flow is also dependent on the distance of the magnetic poles. The measurement results obtained should show a linear relationship between the magnetic field with an electric current through the relationship M = ai + b where M states in the magnitude of the magnetic field coil elektomagnet Weiss, i declare a strong magnitude of the current in Amperes, while a and b is the number of measurement results obtained ie a = b = 80.26 and 12.03.  IRM measurements performed by means of Minispin Magnetometers with the same procedure as in the measurement of NRM, note the magnitude of the intensity of magnetization is shown as a result of the magnetic field induced by electromagnetic Weiss, then raise the terrain is given by way of adjusting the position switch to position 2 and note the large strong currents caused. After administering field is done, then measure again IRMnya with the same procedure as before to obtain saturation of the sample being tested. Usually the number of steps required for saturation between 11-15 step or maybe less. IRMnya sample to be measured is taken one from each site by considering that the sample is slow decay of its intensity, the characterization of a95 which is quite significant and doesdeclination, inclination and  not vary much with the other characterization.