Andri Primadhi, Andri
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Teknik Rekonstruksi Turndown Flap Tendon Achilles dan Flap Fasiokutan Sural pada Ruptur Tendon Achilles yang Disertai Kerusakan Masif Jaringan Lunak: Laporan Kasus Rasyid, Hermawan Nagar; Primadhi, Andri; Prasetia, Renaldi
Majalah Kedokteran Bandung Vol 48, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruptur tendon achilles adalah cedera yang paling sering terjadi pada tendon ekstremitas bawah, meskipun merupakan tendon yang terbesar dan terkuat. Penelitian ini bertujuan menjelaskan teknik operasi dengan modifikasi augmentation pada penatalaksanaan ruptur tendon Achilles yang disertai kerusakan pada jaringan lunak yang luas. Kasus pada penelitian ini adalah seorang pasien (usia 30 tahun) dengan ruptur terbuka tendon Achilles akut dan terinfeksi, serta hilangnya tendon sampai dengan 5 cm, kecacatan tendon yang tidak menempel di bagian distal dan hilangnya sebagian tulang calcaneus. Kerusakan kulit diukur setelah dilakukan debridemen dengan rentan antara 8 cmx5 cm sampai dengan 15 cmx10 cm. Ruptur pada tendon dijahit dengan gastrosoleus turn down flap ke tulang calcaneus. Reverse sural artery digunakan untuk menutupi kulit. Flap yang dibuat berhasil hidup. Pasien dapat berjalan normal, dapat berdiri dengan ujung kaki, fleksi plantar yang aktif, dan dapat kembali beraktivitas dalam 2 bulan setelah operasi. Pasien memiliki rentang gerak penuh ke segala arah. Simpulan, debridemen, rekonstruksi tendon dalam satu tahap, dan reverse flow sural artery flap memberikan hasil yang memuaskan pada kasus robekan luas tendon Achilles dan kerusakan jaringan lunak yang luas. [MKB. 2016;48(1):58–62]Kata kunci: Gastrosoleus turn down flap, ruptur, sural artery flap, tendon Achilles Achilles Tendon Turndown Flap Reconstruction and Fasciocutanous Sural Flap in Severe Tendon Achilles Loss with Massive Tissue Defect: a Case ReportAbstractAchilles tendon rupture is the most common ruptur of tendon in the lower limb despite being one of the toughest tendons. This rupture presents a complex problem to the treating surgeon especially if it is associated with tendon and soft tissue loss. The case in this study is one patient (male, age 30-year old) with a spectrum of acute and infected open tendon-achilles rupture that includes loss of tendon of up to 5 cm, tendon defect with no distal attachment, and partial loss of the calcaneum. The skin defect measured after debridement ranged from 8 x 5 cm to 15 x 10 cm. The ruptured tendon was sutured using gastrocnemius-soleus turn down flap technic to calcaneus bone. A reverse sural artery was used to provide soft tissue cover. The flap survived. The patient had normal gait, were able to stand on tip toes, had active plantar flexion, and had returned to his original occupation 2 months after reconstruction. He had full range of movement at the ankle. Augmented repair of Achilles tendon rupture with large soft tissue defect using gastrocnemius- soleus turn down flap and sural artery flap are stable enough to allow early weight-bearing with favorable clinical result for this patient. Conclusions is single stage tendon reconstruction and reverse flow sural artery flap give good functional outcome in complex Achilles tendon rupture with tendon and soft tissue loss. [MKB. 2016;48(1):58–62] Key words: Achilles tendon, gastrocnemius-soleus turn down flap, rupture, sural artery flap
Efek olahraga lari terhadap ketegangan otot Gastroknemius-Soleus Simorangkir, David; Primadhi, Andri
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.19 KB)

Abstract

Berlari merupakan olahraga paling populer di dunia. Sebanyak 36% pelari menderita cedera muskuloskeletal. Perubahan ketegangan otot merupakan salah satu faktor predisposisi cedera, seperti tendinitis achilles dan plantar fasciitis. Penelitian ini mencoba mengetahui korelasi olahraga berlari dengan ketegangan otot betis yang diukur dengan derajat gerak sendi pergelangan kaki pada sampel pelari dan non-pelari. Studi cross sectional melibatkan 32 sukarelawan dibagi dalam kelompok pelari dan bukan pelari. Sudut dorsifleksi pergelangan kaki diukur menggunakan goniometer kemudian data dipresentasikan dalam angka. Analisa perbandingan ketegangan otot gastroknemius dan soleus menggunakan uji Mann-Whitney. Hubungan jarak tempuh berlari terhadap ketegangan otot dinilai menggunakan Spearman Rank. Kelompok pelari memiliki rerata sudut 8,25° dan 13,75° untuk dorsifleksi oleh gastroknemius dan soleus, dan kelompok bukan pelari dengan rerata  12,68° dan 16,06° dengan perbedaan signifikan (p<0,05) pada antara kedua kelompok tanpa korelasi signifikan antara jarak tempuh lari dan ketegangan otot yang terbentuk pada kelompok pelari. Pelari secara signifikan memiliki ketegangan otot gastroknemius-soleus dibandingkan bukan pelari. Aktivitas berulang selama berlari menyebabkan perubahan struktur jaringan pada otot.Kata kunci : gastroknemius, ketegangan otot, pelari, pergelangan kaki, soleus
Teknik Rekonstruksi Turndown Flap Tendon Achilles dan Flap Fasiokutan Sural pada Ruptur Tendon Achilles yang Disertai Kerusakan Masif Jaringan Lunak: Laporan Kasus Rasyid, Hermawan Nagar; Primadhi, Andri; Prasetia, Renaldi
Majalah Kedokteran Bandung Vol 48, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruptur tendon achilles adalah cedera yang paling sering terjadi pada tendon ekstremitas bawah, meskipun merupakan tendon yang terbesar dan terkuat. Penelitian ini bertujuan menjelaskan teknik operasi dengan modifikasi augmentation pada penatalaksanaan ruptur tendon Achilles yang disertai kerusakan pada jaringan lunak yang luas. Kasus pada penelitian ini adalah seorang pasien (usia 30 tahun) dengan ruptur terbuka tendon Achilles akut dan terinfeksi, serta hilangnya tendon sampai dengan 5 cm, kecacatan tendon yang tidak menempel di bagian distal dan hilangnya sebagian tulang calcaneus. Kerusakan kulit diukur setelah dilakukan debridemen dengan rentan antara 8 cmx5 cm sampai dengan 15 cmx10 cm. Ruptur pada tendon dijahit dengan gastrosoleus turn down flap ke tulang calcaneus. Reverse sural artery digunakan untuk menutupi kulit. Flap yang dibuat berhasil hidup. Pasien dapat berjalan normal, dapat berdiri dengan ujung kaki, fleksi plantar yang aktif, dan dapat kembali beraktivitas dalam 2 bulan setelah operasi. Pasien memiliki rentang gerak penuh ke segala arah. Simpulan, debridemen, rekonstruksi tendon dalam satu tahap, dan reverse flow sural artery flap memberikan hasil yang memuaskan pada kasus robekan luas tendon Achilles dan kerusakan jaringan lunak yang luas. [MKB. 2016;48(1):58–62]Kata kunci: Gastrosoleus turn down flap, ruptur, sural artery flap, tendon Achilles Achilles Tendon Turndown Flap Reconstruction and Fasciocutanous Sural Flap in Severe Tendon Achilles Loss with Massive Tissue Defect: a Case ReportAbstractAchilles tendon rupture is the most common ruptur of tendon in the lower limb despite being one of the toughest tendons. This rupture presents a complex problem to the treating surgeon especially if it is associated with tendon and soft tissue loss. The case in this study is one patient (male, age 30-year old) with a spectrum of acute and infected open tendon-achilles rupture that includes loss of tendon of up to 5 cm, tendon defect with no distal attachment, and partial loss of the calcaneum. The skin defect measured after debridement ranged from 8 x 5 cm to 15 x 10 cm. The ruptured tendon was sutured using gastrocnemius-soleus turn down flap technic to calcaneus bone. A reverse sural artery was used to provide soft tissue cover. The flap survived. The patient had normal gait, were able to stand on tip toes, had active plantar flexion, and had returned to his original occupation 2 months after reconstruction. He had full range of movement at the ankle. Augmented repair of Achilles tendon rupture with large soft tissue defect using gastrocnemius- soleus turn down flap and sural artery flap are stable enough to allow early weight-bearing with favorable clinical result for this patient. Conclusions is single stage tendon reconstruction and reverse flow sural artery flap give good functional outcome in complex Achilles tendon rupture with tendon and soft tissue loss. [MKB. 2016;48(1):58–62] Key words: Achilles tendon, gastrocnemius-soleus turn down flap, rupture, sural artery flap
Efek Injeksi Plasma Kaya Platelet Terhadap Tenosinovitis Tendon Tibialis Posterior: Sebuah Studi Kasus Handoyo, Henry Ricardo; Bakri, Andryan Hanafi; Primadhi, Andri
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Posterior tibial tendon dysfunction is one of the most common, problems of the foot and ankle. Tenosynovitis of the posterior tibial tendon (PTT) is an often unrecognized form of PTT dysfunction. Case: A 54-year-old woman presented with left ankle pain that began while morning walk three days prior. She noted that the left ankle hurt with even light touch and the pain was unrelieved with sodium diclofenac. She denied any history of trauma. She was seen in the outpatient clinic for this condition. On examination, a three centimeter area of pain was found posterior to the medial malleolus and parallel to the PTT. She also had a stage I flat foot and mild soft tissue swelling around medial malleolus region on her radiograph examination. Ultrasound examination was done with the result of anechoic fluid visible in the peritendinous space around the PTT. The patient received diagnosis of PTT tenosynovitis, with the foot and ankle disability index (FADI) score was 58.7. Platelet rich plasma (PRP) injection was done twice with an interlude of two weeks. The pain subsided and the following FADI score was 84.6. Outcome: Patient showed improvement in her left ankle PTT tenosynovitis after two PRP injection. Conclusion: This case report highlights the efficacy of PRP as a modality in managing PTT tenosynovitis.