Aisyah Elliyanti, Aisyah
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Deteksi Natrium/Iodide Symporter (NIS) pada Galur Sel Kanker Payudara SKBR3 dengan Imunositofluoresens Elliyanti, Aisyah; Wikayani, Tenny Putri; Noormartany, Noormartany; Masjhur, Johan S.; Achmad, Tri Hanggono
Majalah Kedokteran Bandung Vol 48, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galur sel SKBR3 adalah model kanker payudara positif human epidermal growth factor receptor2 (HER2). Pemberian kemoterapi memperlihatkan respons lengkap hanya pada 50% pasien kanker payudara dengan tipe positif HER2. Kemampuan jaringan tumor menangkap dan mengakumulasi iodium radioaktif dihubungkan dengan ekspresi natrium/iodide symporter (NIS). Tujuan penelitian ini adalah menilai ekspresi dan distribusi NIS pada galur sel SKBR3 serta menilai efek induksi epidermal growth factor (EGF) pada ekspresi NIS menggunakan imunositofluoresens-ISF. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Sel, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FKUP) mulai bulan September 2013 sampai dengan April 2014. Sel SKBR3 ditumbuhkan pada plat kultur dan ditunggu hingga konfluen 70%. Sel dibagi atas dua kelompok, yaitu kelompok yang diberi induksi dan kontrol. Induksi EGF diberikan dengan dosis 50 ng/mL. Pemeriksaan ISF menggunakan antibodi primer rabbit polyclonal antibody anti NIS dan antibodi sekunder goat anti rabbit IgG polyclonal antibody. Data hasil pengamatan dinilai secara semikuantitatif. Natrium/iodide symporter tampak terekspresi dan terdistribusi di sitoplasma. Sel yang diinduksi dengan EGF memperlihatkan peningkatan ekspresi NIS di sitoplasma dan distribusinya di membran sel secara bermakna. Sel SKBR3 mengekspresikan NIS yang terdapat di sitoplasma. Induksi EGF meningkatkan ekspresi NIS dan distribusinya di membran sel. Temuan ini dapat mengarah potensi kemampuan sel kanker payudara menangkap dan mengakumulasikan iodium radioaktif. [MKB. 2016;48(1):15–8] Kata kunci: Ekspresi NIS , galur sel SKBR3, kanker payudara, imunositofluoresensDetection of Natrium/Iodide Symporter (NIS) in SKBR-3 Breast Cancer Cell Line Using ImmunocytofluoresenceAbstractSKBR-3 cell line is a breast cancer model for human epidermal growth factor receptor2 (HER2) positive. Only 50% of patients of this type have fully responded to chemotherapy. Natrium iodide symporter expression correlates with the uptake and ability of cells to accumulate radioiodine. The aim of this study was to examine natrium/iodide symporter (NIS) expression and its distribution with and without epidermal growth factor (EGF) treatment using immunocytofluoresence (ICF). This study was conducted at the Cell Culture Laboratory, Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran from September 2013 to April 2014. SKBR3 cells were cultured until 70% confluent. Cells were then divided into two groups: treatment group and control group. The treatment group was treated with EGF 50 ng/mL. Cells were incubated with primary antibody rabbit polyclonal antibody anti-NIS, and then were followed with secondary-antibody goat polyclonal antibody to rabbit. Data from the observation were then assessed semi-quantitatively. Natrium/iodide symporter was seen to be expressed and distributed in the cytoplasm. Cells induced by EGF showed significant increase in NIS expression in cytoplasm and its distribution in cell membrane. It is concluded that the SKBR3 cells express NIS in cytoplasm and that EGF induction increases NIS expression and distribution in cell membrane. This finding leads to a potential ability of breast cancer cells to uptake and accumulate radioiodine. [MKB. 2016;48(1):15–8]Key words: Breast cancer, cell line SKBR-3, immunocytofluoresence, NIS expression DOI: 10.15395/mkb.v48n1.728
PERAN C-FOS SEBAGAI AGEN PROLIFERASI DAN PRO-APOPTOSIS SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN PENGOBATAN KANKER Elliyanti, Aisyah
Majalah Kedokteran Andalas Vol 39, No 2 (2016): Published in August 2016
Publisher : Faculty of Medicine Andalas University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis profil molekuler telah memberikan pengertian lebih dalam berkenaan dengan kompleksitas penyakit kanker di tingkat molekuler serta membuka potensi pengunaannya untuk mempelajari jalur onkogenik, hubungan jalur keganasan  dengan sensitivitas terhadap terapi yang memberikan potensi yang besar sebagai petunjuk pengunaan terapi target. C-Fos merupakan proto-onkogen, berikatan dengan Jun membentuk komplek faktor transkripsi  activating protein 1 (AP-1). Sebagai anggota dari AP-1, c-Fos memainkan peran merespon transduksi sinyal proliferasi dan diferensiasi sel yang menyebabkan pertumbuhan sel yang invasif. Sebaliknya laporan penelitian lainnya membuktikan bahwa c-Fos juga memiliki peran sebagai tumor supresor dengan keterlibatannya pada proses apoptosis. Mekanisme molekuler yang jelas tentang keterlibatan c-Fos baik sebagai tumor modulator proliferasi sel maupun supresor  pertumbuhan tumor masih belum jelas. Penelitian lebih lanjut keterlibatan c-Fos di tingkat molekuler sangat penting untuk membuka jalan bagi target baru terapi kanker maupun sebagai marker prognostik penyakit kanker.
CORRELATION OF RENOGRAM WITH CYSTATIN-C LEVELS AND CREATININE CLEARANCE IN MEASURING GLOMERULAR FILTRATION RATE Elliyanti, Aisyah; Iskandar, Iskandar; Azmi, Syaiful
Majalah Kedokteran Andalas Vol 38, No 1 (2015): Published in May 2015
Publisher : Faculty of Medicine Andalas University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakRenogram 99mTc-DTPA (diethylenetriamine pentacetic acid) memiliki beberapa kelebihan dalam mengukur laju filtrasi glomerulus (LFG). Cystatin-c digunakan sebagai petanda biologik baru untuk memperkirakan LFG. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan korelasi nilai LFG antara renogram dengan cystatin-c dan kliren kreatinin pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (PGK). Subjek penelitian adalah pasien PGK stadium dua berdasarkan hasil estimasi LFG dengan rumus Cockroft-Gault. Pasien yang memenuhi kriteria diperiksa renogram, kadar kreatinin serum, cystatin-c dan klirens kreatinin.Rerata LFG dari 30 orang subjek yang diperiksa dengan renogram, cystatin-c, creatinine clearance, Cockroft-Gault’s formula berturut turut adalah 64.96 ml/min/1.73m2 (SD 28.047), 53.37 ml/min/1.73m2 (SD 21.29), 58.09 ml/min/1.73m2 (SD 35.45), 46.00 ml/min/1.73m2 (SD 12.06). Korelasi antara renogram dengan cystatin-c dengan nilai r = 0.585 dan p = 0.0007, antara renogram dengan klirens kreatinin dengan nilai r = 0.388 dan p = 0.03) dan antara renogram dengan rumus Cockroft-Gault’s dengan nilai r = -0.029 dan p=0.87. Pada penelitian ini didapatkan hasil korelasi yang lebih baik antara renogram dengan cystatin-c dari pada antara renogram dengan klirens kreatinin dan antara renogram dengan rumus Cockroft-Gault’s. Lebih lanjut, cystain-c merupakan alternatif yang lebih baik untuk memperkirakan LFG jika metode pemeriksaan LFG yang mendekati teknik pemeriksaan yang ideal tidak tersedia.AbstractRenogram using 99mTc-DTPA (diethylenetriamine pentacetic acid) has advantages in the measurement of glomerular filtration rate (GFR). Serum cystatin-c was recently projected to be the new marker of estimated GFR. The aim of this study is to establish correlation between GFRs, derived from renogram with cystatin-c levels and creatinine clearances in chronic kidney disease patients.We put to study thirty consecutive stage two of chronic kidney disease patients assigned based on GFR estimation by Cockroft-Gault’s formula, taking into account the serum creatinine. Cystatin-c and creatinine clearance were performed to determine of GFR and renogram was included in this study. A total of thirty subjects, the mean of GFRs were taken from renogram, cystatin-c, creatinine clearance, Cockroft-Gault’s formula were 64.96 ml/min/1.73m2 (SD 28.047), 53.37 ml/min/1.73m2 (SD 21.29), 58.09 ml/min/1.73m2 (SD 35.45), 46.00 ml/min/1.73m2 (SD 12.06) respectively. A correlation between renogram with cystatin-c (r = 0.585 and p = 0.0007) and renogram with creatinine clearance (r = 0.388 and p = 0.03) and renogram with Cockroft-Gault’s formula (r = -0.029 and p=0.87). This study has shown that a better correlation between renogram with cystatin-c than with creatinine clearance or Cockroft-Gault’s formula. Furthermore, cystain-c would be better alternative method incase having problems to obtain a closest ideal methods for GFR.
TRACER STUDY FK UNAND 2008 : PERSEPSI ALUMNI TERHADAP PELAKSANAAN PENDIDIKAN KEDOKTERAN DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS Yulistini, Yulistini; Elliyanti, Aisyah; Harminarti, Nora; Ashal, Taufik; Ilmiati, Ilmiati
Majalah Kedokteran Andalas Vol 34, No 2 (2010): Published in August 2010
Publisher : Faculty of Medicine Andalas University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTracer Study adalah penelitian yang menghimpun informasi tentang sebaran para alumni dan berbagai masukan yang dapat membantu pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand).Penelitian tracer study di FK Unand 2008 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif analitik. Respondennya adalah alumni FK Unand yang dipilih secara purposive random sampling, yaitu berdasarkan keikutsertaan kegia-tan ilmiah dan kegiatan lainnya di FK Unand tahun 2008.Hasil penelitian menunjukkan persentase responden yang puas dan tidak puas terhadap pelayanan akademik sebanyak 55,5% dan 45,5% dari 124 responden. 61,9% responden merasa puas terhadap pendidikan preklinik dan 50,4% merasa puas terhadap pendidikan klinik. Untuk penilaian kompetensi berdasarkan persepsi responden menunjukkan 66,7% merasa kompeten saat menyelesaikan pendidikan. Uji bivariant menunjukkan hubungan bermakna antara kepuasan terhadap pendidikan preklinik dan klinik, tahun masuk dan jenis kelamin terhadap kompetensi (p<0.05).Kesimpulan adalah sebagian besar responden merasa puas terhadap pelayanan akademik dan pendidikan preklinik. Persentase ketidakpuasan terhadap pen-didikan klinik hanya sedikit lebih tinggi dari pada yang puas. Terdapat hubungan yang bermakna antara kepuasan terhadap pendidikan preklinik, klinik, tahun masuk, dan gender terhadap persepsi responden terhadap kompetensi mereka.Kata kunci :tracer study, alumni, tahun masuk, pre klinik, klinik, kompetensiAbstractTracer Study is a research that gather information about the distribution of the alumni and the various inputs that may help the development of curriculum and learning process in the Faculty of medicine Andalas University (FK Unand) Tracer studies FK Unand 2008 using a quantitative approach with a descriptiveARTIKEL PENELITIAN168analytical method. Respondents are FK Unand’s graduates that selected by purposively random sampling, who followed FK Unand’s scientific activities and other during 2008.The results show the percentage of respondents who are satisfied and not satisfied with the academic services as much as 55.5% and 45.5% of 124 respondents. 61.9% of respondents were satisfied with preclinical education and 50.4% were satisfied with educational clinics. For the respondents' perceptions of their competence indicated the majority (66.7%) felt competent at completing education. Bivariant test showed a significant relationship between satisfaction in preclinical and clinical stage, years in and to their competency (p<0.05).The conclusion are most respondents were satisfied with the academic services and preclinical stage. The percentage of dissatisfaction with clinic stage just slightly higher than who satisfied. There is a significant association between satisfaction with preclinical and clinical stage, year in, and gender to respondent's perception of their competence.Key word : tracer study, alumni, year-in, pre-clinical, clinical, competence
Deteksi Natrium/Iodide Symporter (NIS) pada Galur Sel Kanker Payudara SKBR3 dengan Imunositofluoresens Elliyanti, Aisyah; Wikayani, Tenny Putri; Noormartany, Noormartany; Masjhur, Johan S.; Achmad, Tri Hanggono
Majalah Kedokteran Bandung Vol 48, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galur sel SKBR3 adalah model kanker payudara positif human epidermal growth factor receptor2 (HER2). Pemberian kemoterapi memperlihatkan respons lengkap hanya pada 50% pasien kanker payudara dengan tipe positif HER2. Kemampuan jaringan tumor menangkap dan mengakumulasi iodium radioaktif dihubungkan dengan ekspresi natrium/iodide symporter (NIS). Tujuan penelitian ini adalah menilai ekspresi dan distribusi NIS pada galur sel SKBR3 serta menilai efek induksi epidermal growth factor (EGF) pada ekspresi NIS menggunakan imunositofluoresens-ISF. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Sel, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FKUP) mulai bulan September 2013 sampai dengan April 2014. Sel SKBR3 ditumbuhkan pada plat kultur dan ditunggu hingga konfluen 70%. Sel dibagi atas dua kelompok, yaitu kelompok yang diberi induksi dan kontrol. Induksi EGF diberikan dengan dosis 50 ng/mL. Pemeriksaan ISF menggunakan antibodi primer rabbit polyclonal antibody anti NIS dan antibodi sekunder goat anti rabbit IgG polyclonal antibody. Data hasil pengamatan dinilai secara semikuantitatif. Natrium/iodide symporter tampak terekspresi dan terdistribusi di sitoplasma. Sel yang diinduksi dengan EGF memperlihatkan peningkatan ekspresi NIS di sitoplasma dan distribusinya di membran sel secara bermakna. Sel SKBR3 mengekspresikan NIS yang terdapat di sitoplasma. Induksi EGF meningkatkan ekspresi NIS dan distribusinya di membran sel. Temuan ini dapat mengarah potensi kemampuan sel kanker payudara menangkap dan mengakumulasikan iodium radioaktif. [MKB. 2016;48(1):15–8] Kata kunci: Ekspresi NIS , galur sel SKBR3, kanker payudara, imunositofluoresensDetection of Natrium/Iodide Symporter (NIS) in SKBR-3 Breast Cancer Cell Line Using ImmunocytofluoresenceAbstractSKBR-3 cell line is a breast cancer model for human epidermal growth factor receptor2 (HER2) positive. Only 50% of patients of this type have fully responded to chemotherapy. Natrium iodide symporter expression correlates with the uptake and ability of cells to accumulate radioiodine. The aim of this study was to examine natrium/iodide symporter (NIS) expression and its distribution with and without epidermal growth factor (EGF) treatment using immunocytofluoresence (ICF). This study was conducted at the Cell Culture Laboratory, Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran from September 2013 to April 2014. SKBR3 cells were cultured until 70% confluent. Cells were then divided into two groups: treatment group and control group. The treatment group was treated with EGF 50 ng/mL. Cells were incubated with primary antibody rabbit polyclonal antibody anti-NIS, and then were followed with secondary-antibody goat polyclonal antibody to rabbit. Data from the observation were then assessed semi-quantitatively. Natrium/iodide symporter was seen to be expressed and distributed in the cytoplasm. Cells induced by EGF showed significant increase in NIS expression in cytoplasm and its distribution in cell membrane. It is concluded that the SKBR3 cells express NIS in cytoplasm and that EGF induction increases NIS expression and distribution in cell membrane. This finding leads to a potential ability of breast cancer cells to uptake and accumulate radioiodine. [MKB. 2016;48(1):15–8]Key words: Breast cancer, cell line SKBR-3, immunocytofluoresence, NIS expression DOI: 10.15395/mkb.v48n1.728
Analisis Kadar Timbal (Pb) Air Minum Isi Ulang pada Depot Air Minum (DAM) di Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2017 Febriwani, Fitri Wahyu; Elliyanti, Aisyah; Reza, Mohamad
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Article InPress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air minum isi ulang yang diperoleh dari Depot Air Minum (DAM) menjadi populer karena harganya lebih murah dari Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang bermerek. Apabila air minum isi ulang terkontaminasi dengan timbal (Pb) akan menyebabkan masalah terhadap kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kadar Pb air minum isi ulang pada DAM di Kecamatan Padang Timur tahun 2017. Penelitian ini adalah studi analitik. Sampel diambil dari 45 DAM di Kecamatan Padang Timur. Penelitian dilakukan pada bulan November-Desember 2017. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil studi adalah 100% kadar Pb kecil dari atau sama dengan nilai ambang batas (NAB) sesuai peraturan Permenkes No. 492 tahun 2010, 95,6% sumber air minum isi ulang berasal dari Gunung Talang Kabupaten Solok, 100% DAM menggunakan pipa PVC tipe AW, dan 51,1% DAM menggunakan pipa PVC dengan lama pemakaian <5 tahun. Hasil uji statistik didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara sumber air minum dan lamanya pemakaian pipa terhadap kadar Pb air minum isi ulang pada DAM di Kecamatan Padang Timur tahun 2017. Sedangkan 100% pipa PVC pada DAM menggunakan tipe AW sehingga tidak dapat dilakukan uji statistik. Simpulan studi ini adalah kadar Pb air minum isi ulang pada DAM di Kecamatan Padang Timur Kota Padang tahun 2017 masih aman untuk dikonsumsi dan pipa PVC tipe AW aman untuk digunakan dalam rentang waktu tertentu.