Wahyu Eridiana, Wahyu
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

DINAMIKA FENOMENA DEMOGRAFIS PADA MASYARAKAT KECAMATAN BUAH DUA KABUPATEN SUMEDANG Eridiana, Wahyu
Jurnal Gea Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Buah Dua Kabupaten Sumedang, dengan fokus kajian fenomena demografis pada keluarga di kecamatan ini. Jumlah sampel sebanyak 49 responden dan teknik pengujiannya menggunakan teknik perhitungan persentase. Dari hasil penelitian diperoleh perbedaan usia kawin pertama wanita antara generasi tua dan generasi muda. Rata-rata usia pernikahan pertama wanita generasi tua di bawah 15 tahun dan generasi muda 17 tahun. Perubahan ini disebabkan oleh meningkatnya pendidikan pada wanita generasi muda. Dalam Jumlah anak yang diinginkan, pasangan keluarga generasi tua rata-rata 2 anak dan generasi muda mulai dari 1 hingga 3 anak. Kelahiran anak pertama setelah menikah pada pasangan keluarga generasi tua rata-rata pada tahu ke 3 dan generasi muda pada tahun ke 2. Setelah dihubungkan dengan alasan perencanaan pada awal memasuki jenjang berkeluarga , prioritas kedua generasi tersebut tidak memilih punya anak dulu tetapi memiliki harta dulu. Jumlah anak yang dianggap ideal dalam keluarga baik pasangan keluarga generasi tua maupun generasi muda antara 2 – 3 anak dan kedua generasi memandang jumlah 3 anak dalam keluarga sudah dinilai banyak atau keluarga besar. Baik pasangan keluarga generasi tua maupun muda pada masyarakat Kecamatan Buah Dua berhaluan keluarga kecil. Sedikitnya rata-rata anak yang dimiliki keluarga terkait dengan penilai negatif seperti “supaya kebutuhan keluarga tercukupi”, dan “tidak mau direpotkan oleh anak “.Penilaian semacam ini artinya identik dengan anak sebagai beban ekonomi dan anak sebagai beban psikologis dalam keluarga. Kata kunci: demografis, keluarga generasi tua, keluarga generasi muda.
PENINGKATAN PENDIDIKAN PADA MASYARAKAT SEKITAR HUTAN DI KABUPATEN BANDUNG (Suatu alternatif untuk menekan terjadinya perambahan hutan) Eridiana, Wahyu
Jurnal Gea Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan di Kabupaten Bandung dari 89.331,190 ha, sebesar 16.613 ha, telah digarap dijadikan lahan pertanian oleh 34.740 KK penduduk sekitarnya. Penggarapan hutan oleh para petani dengan tanaman musiman, menimbulkan kekhawatiran yang mendalam pada pihak penanggung jawab pengawasan dan pengelolaan, karena akan menimbulkan gangguan kelestarian lingkungan di kawasan hutan tersebut. Sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan terjadinya penurunan kualitas lingkungan, dipilihlah bentuk kerja sama pengelolaan hutan bersama masyarakat yang dinamakan PHBM, dengan tanaman pokoknya adalah tanaman kopi. Program ini mulai dilaksanakan tahun 2000 di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, dengan luas areal tanam 54,51 ha. Pada tahun 2001 diperluas ke Kecamatan Kertasari dengan luas tanaman di 2 kecamatan tersebut sebesar 150 ha. Pada tahun 2004 di perluas ke kecamatan Pacet dan luas tanamnya menjadi 275 ha. Terakhir pada tahun 2005 diperluas ke 10 kecamatan dengan luas areal tanam mencapai 889 ha. Penanganan melalui program PHBM, baru menyentuh satu sisi yaitu mengantisipasi kerusakan hutan. Sedangkan akar permasalahan seperti andalan hidupnya hanya didapatkan dari pertanian dengan lahan sempit, tidak memiliki keterampilan lain, tingkat kesadaran lingkungan rendah, yang mendorong tindakan perambahan, belum dilakukan pemecahan yang saksama. Sehubungan hal itu, peningkatan pendidikan pada masyarakat hutan dapat dipilih untuk dijadikan solusi pemecahan masalah di atas dan melengkapi penanganan yang saat ini sudah dilaksanakan oleh pihak pemerintah. Kata Kunci: Pendidikan masyarakat, perambahan hutan.
PENGANGGURAN DAN SETENGAH MENGANGGUR DI JAWA BARAT Eridiana, Wahyu
Jurnal Gea Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Barat, saat ini menjadi provinsi yang paling besar jumlah penduduknya di Indonesia. Demikian pula dari segi laju pertumbuhan penduduknya pun tergolong tinggi, karena tidak saja disebabkan oleh pertumbuhan alami, tetapi migrasi dari luar provinsi yang masuk wilayah Jawa Barat cukup besar peranannya. Besarnya jumlah migran masuk ke wilayah Jawa Barat, sebagai akibat dari daerah ini menjadi pusat pembangunan ekonomi yang dimulai beberapa dekade yang lalu hingga kini. Situasi semacam ini mendorong meningkatnya jumlah orang yang masuk usia kerja. Krisis ekonomi yang menjadikan iklim ekonomi kurang menguntungkan, telah menggoyah keseimbangan antara laju kesempatan kerja dengan angkatan kerjanya. Pasca krisis tersebut, orang yang diputus hubungan kerja dan juga orang baru yang memasuki ke pasar kerja terus bertambah jumlahnya, sehingga terjadi surplus tenaga kerja. Golongan ini yang belum terserap lagi dalam dunia kerja di Jawa Barat pada tahun 2004 yang lalu tercatat sebesar 2.046.746 orang atau sebesar 12,3 persennya dari jumlah angkatan kerja. Di samping orang yang menganggur, juga di Jawa Barat orang yang tergolong setengah menganggur jumlahnya lebih besar lagi. Jumlah mereka mencapai 3.628.393 orang atau sebesar 25 persen dari jumlah angkatan kerja. Banyaknya penganggur dan setengah menganggur adalah suatu fenomena ketenagakerjaan di Jawa Barat saat ini. Kata kunci: pengangguran, tenaga kerja.
SARANA AKOMODASI SEBAGAI PENUNJANG KEPARIWISATAAN DI JAWA BARAT Eridiana, Wahyu
Jurnal Gea Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan obyek wisata cukup banyak dan beragam; obyek wisata alam, wisata budaya dan wisata belanja terdapat di provinsi ini. Pada hari-hari libur menjadi fenomena sosial tersendiri, kendaraan pribadi, bus-bus wisata dari luar maupun dari dalam provinsi memadati obyek-obyek wisata di berbagai tempat. Demikian pula wisatawan yang memanfaatkan fasilitas akomodasi (hotel dan penginapan) menjadi lebih ramai bersamaan dengan suasana liburan tersebut. Pada tahun 2005 wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara yang memanfaatkan jasa akomodasi di Jawa Barat sebesar 7.237.059 orang dan dapat dilayani oleh 1.278 usaha akomodasi. Rata-rata tingkat hunian kamar yaitu sebesar 37%-nya untuk hotel berbintang dan 32% nya untuk jasa akomodasi lainnya. Tamu mancanegara sebagian besar menginap di hotel-hotel berbintang dan mereka rata-rata menginap selama 3 hari, sedangkan tamu nusantara (domestik) sebagian besar menginap di jasa akomodasi lainnya dan lama menginap rata-rata 1,3 hari. Seluruh wisatawan tersebut sampai saat ini dapat dilayani oleh fasilitas akomodasi yang ada. Kata kunci: sarana akomodasi, kepariwisataan.
NILAI-NILAI SOSIAL DALAM KELUARGA KECIL PADA MASYARAKAT KECAMATAN BUAH DUA KABUPATEN SUMEDANG Eridiana, Wahyu
Jurnal Gea Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Buah Dua Kabupaten Sumedang, dengan fokus kajian latar belakang yang membentuk keluarga kecil di kecamatan ini. Jumlah sampel sebanyak 52 responden dan teknik pengujiannya menggunakan teknik perhitungan prosentase. Dari hasil kajian yang difokuskan kepada faktor sosial dan ekonomi terutama terhadap pandangan masyarakat, maka keluarga kecil pada masyarakat Buah Dua ada kaitannya dengan pandangan bahwa anak sebagai beban ekonomi dalamkeluarga, dan mereka menginginkan kehidupan yang sehat dan mapan. Disamping itu suatu keluarga dianggap ideal jika memiliki 2 – 3 anak, jumlah anak di atas 3 yaitu 4 – 5 anak sudah dipandang keluarga yang anaknya banyak. Kata kunci: Nilai sosial, keluarga kecil
NILAI-NILAISOSIAL DALAM KELUARGA KECIL PADA MASYARAKAT KECAMATAN BUAH DUA KABUPATEN SUMEDANG Eridiana, Wahyu
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 22, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v22i2.2192

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Buah Dua Kabupaten Sumedang, dengan fokus kajian latar belakang yang membentuk keluarga kecil di kecamatan ini. Jumlah sampel sebanyak 52 responden dan teknik pengujiannya menggunakan teknik perhitungan prosentase. Dari hasil kajian yang difokuskan kepada faktor sosial dan ekonomi terutama terhadap pandangan masyarakat, maka keluarga kecil pada masyarakat Buah Dua ada kaitannya dengan pandangan bahwa anak sebagai beban ekonomi dalamkeluarga, dan mereka menginginkan kehidupan yang sehat dan mapan. Disamping itu suatu keluarga dianggap ideal jika memiliki 2-3 anak, jumlah anak di atas 3 yaitu 4-5 anak sudah dipandang keluarga yang anaknya banyak.  Kata kunci: nilai sosial, keluarga, masyarakat
PENGETAHUAN DASAR KELUARGA BERENCANA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (Studi pada Siswa SMPN Rancamanyar dan SMPN Katapang Kabupaten Bandung ) Eridiana, Wahyu
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 24, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v24i1.1614

Abstract

Pada saat ini capaian target dalam menurunkan angka pertumbuhan penduduk di Indonesia mengalami kemunduruan. Kemunduran dalam menurunkan angka pertumbuhan penduduk tersebut ada hubunganya dengan kegagalan program Keluarga Berencana (KB). Kegagalan dalam program KB menurut ahli demografi salah satu alasannya terkait dengan lemahnya pengetahuan keluarga berencana dalam masyarakat. Pengetahuan ini dalam jangka panjang terkait dengan lembaga pendidikan. Pertanyaanya, seberapa besar pengetahuan KB sudah diketahui oleh peserta didik?. Untuk mengetahui penguasaan pengetahuan KB tersebut, penelitian dilaksanakan di 2 sekolah, yaitu di SMPN Rancamayar Dayeuhkolot dan SMPN Katapang Kabupaten Bandung. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas VIII yang telah mendapatkan pengetahuan pendidikan kependudukan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 46 siswa. Hasil temuan: sebagian besar siswa tidak mengetahui pengetahuan usia ideal pernikahan; sebagian besar siswa tidak mengetahui usia ideal kehamilan anak pertama; seabagian besar tidak mengetahui usia ideal kelahiran anak terakhir maupun usia ideal bagi seorang wanita untuk tidak melahirkan lagi; sebagian besar tidak mengetahui jarak ideal kelahiran anak; sebagian besar mengetahui jumlah ideal anak, akan tetapi semua siswa tidak mengetahui manfaat jumlah ideal anak tersebut bagi keluarga. Kesimpulan, penguasaan pengetahuan dasar KB pada siswa SMP sangat rendah.Kata kunci: Pengetahuan Dasar, Keluarga Berencana.
NILAI GOTONG ROYONG UNTUK MEMPERKUAT SOLIDARITAS DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT KAMPUNG NAGA Rolitia, Meta; Achdiani, Yani; Eridiana, Wahyu
SOSIETAS Vol 6, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memaparkan mengenai permasalahan gotong royong pada masyarakat adat Kampung Naga untuk memperkuat solidaritas. Nilai dalam kegiatan gotong royong yakni adanya nilai toleransi semenjak ramai oleh pengunjung melalui pemaparan masyarakat. Hasil penelitian diketahui bahwa (1) bentuk gotong royong di masyarakat Kampung Naga terdiri dari pertanian, perbaikan atau renovasi rumah, acara ritual, dan upacara adat (2)Setiap kegiatan gotong royong dimaknai kebersamaan oleh masyarakat baik melalui nilai kebahagian, nilai kesedihan dan nilai toleransi (3) Kegiatan gotong royong tidak terlepas dari peran para pemangku adat dan masyarakat sesuai dengan fungsinya masing-masing (4) Ramainya kunjungan membutuhkan usaha dan upaya dari masyarakat untuk dapat mempertahankan gotong royong dengan solidaritas melalui pembentukan guide. Kata kunci: gotong royong, masyarakat adat, solidaritas sosial.  
PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN THINK –TALK –WRITE (TTW) DENGAN TRAFFINGER TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI Lukman, Anggia Amanda; Pasya, Gurniwan Kamil; Eridiana, Wahyu
SOSIETAS Vol 5, No 1 (2015): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan model pembelajaran Think –Talk –Write (TTW), model pembelajaran  Traffinger dengan model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam mata pelajaran sosiologi di kelas XI SMAN 10 Bandung. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen, pola penelitian menggunakan Nonequivalent Control Group Design dengan langkah memberi pretest, memberikan perlakuan dengan model pembelajaran yang sudah ditentukan pada dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol dan memberi postets. Short method digunakan dalam pengolahan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis antara model pembelajaran Think, Talk and Writen, Traffinger dan metode konvensional pada mata pelajaran sosiologi dengan derajat kebebasan 7 dan taraf signifikan 1% dan t hitung sebesar 3,499.Kata Kunci : Think –Talk –Write (Ttw), Traffinger, Berpikir Kritis
BENTUK STRATEGI ADAPTASI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETANI PASCA PEMBANGUNAN WADUK JATIGEDE Azizah, Annisa Nur; Budimansyah, Dasim; Eridiana, Wahyu
SOSIETAS Vol 7, No 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya peralihan lahan pertanian menjadi bendungan Jatigede yang menyebabkan masyarakat petani kehilangan lahan pertaniannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk- bentuk strategi adaptasi sosial ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat petani dalam mengstabilkan kondisi sosial ekonomi pasca pembangunan Waduk Jatigede. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi. Informan penelitian ini terdiri dari informan pokok yaitu masyarakat petani yang terkena dampak dan informan pangkal yaitu Kepala Desa Tarunajaya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi  adaptasi  sosial  ekonomi  yang dilakukan oleh OTD masyarakat petani terdiri dari strategi aktif, pasif dan jaringan sosial.