A. Toto Suryana, A. Toto
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBINAAN KEAGAMAAN PADA NARAPIDANA ANAK (STUDI DESKRIPTIF PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK KELAS III BANDUNG) Firdaus, Endis; Suryana, A. Toto; Haryanti, Widya
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKArtikel ini dilatar belakangi oleh perma-salahan yang terjadi dikalangan anak dan remaja atau yang dikenal dengan juvenile deliquency. Hal tersebut disebabkan oleh pergaulan yang tidak baik, pendidikan yang kurang, pengawasan orang tua yang lemah sehingga anak merasa dirinya tidak diperhatikan dan melakukan tindakan yang melanggar hukum. Anak yang melakukan tindakan pidana atau melanggar hukum mereka perlu mendapat perhatian dan pembinaan yang khusus agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan. Tujuan diadakan pembinaan keagamaan terhadap anak yang melanggar hukum adalah anak menyadari kesalahannya dan tidak mengulanginya kembali serta memperbaiki diri agar menjadi manusia yang lebih baik. Anak tersebut diserahkan dan dibina di Lembaga Pemasyarakatan, salah satunya lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Bandung.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan hasil program pembinaan keagamaan di lapas anak Bandung. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Adapun untuk perencanaan petugas dengan ustaż yang mengajar melakukan rapat untuk menyusun program tersebut sesuai dengann kebutuhan anak yang ada di lapas tersebut. Dalam kegiatan pelaksanaan program sudah berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Metode yang digunakan disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan seperti metode ceramah dan tanya jawab, metode bercerita dan metode menghafal. Penilaian yang dilakukan adalah penilaian sikap berupa penilaian lisan bukan dalam bentuk angka. Hal yang terpenting dari program pem-binaan keagamaan yang ada di lapas adalah anak tidak mengulangi kesalahannya dan tidak kembali lagi ke lapas serta diterima dengan baik oleh masyarakat.Kata Kunci: Juvenile Deliquency, Pembinaan Keagamaan
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN DI SEKOLAH DALAM MENUNJANG TERCAPAINYA TUJUAN PEMBELAJARAN PAI (Studi Deskriptif Analisis di SMP Negeri 44 Bandung Tahun Ajaran 2014/2015) Rizal, Ahmad Syamsu; Suryana, A. Toto; Pratiwi, Indah
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji program ekstrakurikuler sebagai salah satu sarana penunjang dalam keberhasilan pembela-jaran untuk tercapainya tujuan pendidikan. Kegiatan ekstrakurikuler mempunyai efek positif pada prestasi akademik siswa serta dapat menunjang proses belajar mengajar. Sehingga keberadaan ekstrakurikuler keagamaan dipandang perlu guna menunjang ketercapaian tujuan pembela-jaran PAI.Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan ekstra-kurikuler keagamaan di sekolah dalam menunjang tercapainya tujuan pembela-jaran PAI yang dilaksanakan di SMP Negeri 44 Bandung. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pelaksanaan pembelajaran PAI, 2) manajemen program ekstrakurikuler keagamaan, 3) faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dan 4) upaya sekolah dalam mendorong siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Peneliti memilih SMP Negeri 44 Bandung karena disamping memiliki ekstrakurikuler keagamaan, sekolah ini juga adalah sekolah SMP Negeri yang mengimplementasikan PAI di lingkungan sekolahnya. Untuk mendapatkan hasil penelitian, digunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan teknik observasi partisipasi, wawancara tak terstruktur, teknik dokumentsi serta triangulasi. Data penelitian ini bersumber dari: Kepala Sekolah, Wakasek Urusan Kesiswaan, Guru PAI serta penanggung jawab program ekstrakurikuler keagamaan di SMP Negeri 44 Bandung.Dari penelitian ini ditemukan bahwa pelaksanaan pembelajaran PAI yang dilaksanakan secara umum berjalan dengan lancar dan kondusif, sedangkan untuk pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan yang ada di SMP Negeri 44 Bandung, dalam manajemennya masih belum optimal. Adapun untuk faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam hal ini sekolah sudah mampu mengoptimalkan faktor pendukung yang ada serta berupaya mengantisipasi faktor penghambat yang terjadi dan secara umum SMP Negeri 44 Bandung sangat mendukung dan mendorong siswanya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Kata Kunci: Ekstrakurikuler keagamaan, Pembelajaran PAI, Manajemen
IMPLEMENTASI DAKWAH ISLAM MELALUI SENI MUSIK ISLAMI (Studi Deskriptif Pada Grup Nasyid EdCoustic) Suresman, Edi; Suryana, A. Toto; Lesmana P, Luki Agung
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenulisan artikel ini dilatarbelakangi oleh kurangnya respons remaja terhadap majelis ilmu. Penyebabnya adalah minimnya inovasi dalam pelaksanaannya, sehingga membuat seseorang enggan mengikutinya. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya kasus yang menyeret beberapa nama da’i. Hal ini akan berimbas kepada keberlangsungan dakwah serta rusaknya generasi muda Islam di masa yang akan datang. Maka dari itu nasyid lahir sebagai wujud inovasi dalam pelaksanaan dakwah Islam. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pengor-ganisasian, pelaksanaan, serta keberhasilan dakwah Islam melalui seni musik Islami pada nasyid EdCoustic. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, display data, dan disimpulkan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa perencanaan dakwah EdCoustic sudah baik karena terdapat landasan dakwah yang jelas, dakwahnya memiliki manfaat, didukung keilmuan yang mumpuni, memiliki analisis dakwah jangka panjang serta penentuan waktu, lokasi, biaya, materi dan metode dakwahnya. Pengorganisasian dakwah EdCoustic dikatakan sudah baik karena terdapat pembagian tugas yang jelas, penentuan orang dalam pelaksanaan tugasnya, menetapkan objek dakwahya dan membentuk kerjasama dengan para da’i lainnya. Lalu pelaksanaan dakwah EdCoustic pun sudah baik karena mencakup nilai-nilai spiritual, pemikiran, material, penguasaan lapangan dan gerakan dakwah. Namun terdapat satu hal yang disayangkan, yakni kurangnya pembukuan administrasi manajemennya. Sementara itu keberhasilan dakwah EdCoustic dikatakan berhasil karena banyaknya respons positif dari pendengar, perubahan positif pada pendengar serta beberapa penghargaan yang EdCoustic raih selama berkiprah dalam dunia dakwahnya melalui seni musik Islami.Kata Kunci: Dakwah, Seni Musik Islami, Nasyid