Munawar Rahmat, Munawar
Unknown Affiliation

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMP NEGERI 2 DAN SMP NEGERI 5 KOTA BANDUNG TAHUN 2015 Rahmat, Munawar; Supriadi, Udin; Sulastri, Sulastri
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah guru PAI yang kebanyakan masih belum paham secara menyeluruh bagaimana mengimplementasikan pendekatan saintifik yang menjadi ciri khas kurikulum 2013 dalam pembelajaran PAI di sekolah. Pendekatan saintifik memiliki beberapa langkah yang harus dilaksanakan diantaranya adalah mengamati, menanya, mencari informasi, mengkomunikasikan, dan menyimpulkan. Langkah-langkah tersebut harus ada dalam perencanaan dan pelaksanaannya, pengimplementasian langkah-langkah inilah yang menjadi fokus utama pembahasan penelitian ini. Adapun sekolah yang menjadi objek penelitian, yaitu SMPN 2 dan SMPN 5 Bandung dengan guru PAI sebagai subjek penelitiannya. Peneliti akan membahas perencanaan pembelajaran saintifik dalam RPP yang telah dibuat oleh guru PAI dan implementasinya dalam pembelajaran PAI di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan pembelajaran saintifik pada RPP berdasarkan kurikulum 2013 dan implementasi pelaksanaan langkah-langkah pendekatan saintifik dalam pembelajaran PAI. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Adapun  teknik analisis data menggunakan teknik menurut pendapat Miles and Hubermen, yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi/kesimpulan. Data yang diperoleh dari lapangan menunjukan bahwa RPP yang telah dibuat sudah sesuai berdasarkan sistematika kurikulum 2013. Data hasil observasi juga menunjukan bahwa guru PAI telah melaksanakan langkah-langkah saintifik dengan baik. Mereka menggunakan media untuk proses mengamati, menggunakan teknik motivasi dan reward untuk menstimulasi siswa agar aktif bertanya dan berkomunikasi, serta guru menggunakan teknik presentasi dan konsep student center saat pembelajaran agar siswa aktif berbicara dan mengemukakan pendapat, sehingga diakhir pembelajaran siswa dapat menyimpulkan sendiri pembelajaran pada pertemuan itu. Guru juga terus membimbing dan melakukan penilaian terhadap siswa selama proses pembelajaran berlangsung.Kata Kunci : Pendekatan Saintifik, Pembelajaran PAI, Langkah-Langkah Saintifik    
PEMBELAJARAN PAI PADA PROGRAM AKSELERASI DI SD AR-RAFI BALEENDAH 2014-2015 Syahidin, Syahidin; Rahmat, Munawar; Parlina, Ika
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya percepatan kelas atau program akselerasi yang pada umumnya menekankan pada penguasaan kognitif saja,  sedangkan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak bisa dicapai hanya dengan penguasaan kognitif saja, akan tetapi perlu adanya afeksi serta psikomotroik dalam kehidupan sehari-hari agar dapat dilaksanakan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi Pendidikan Agama Islam (PAI) pada program akselerasi di SD Ar-Rafi Baleendah. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, pengamatan langsung, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, display data, dan disimpulkan. Pada perencanaan pembelajaran PAI ditemukan bahwa pada dasarnya sama dengan sekolah reguler pada umumnya hanya saja terdapat perbedaan waktu yang ditempuh dalam satu tahun pembelajaran yaitu terdapat tiga semester. Perencanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru PAI adalah membuat silabus, program tahunan, program  semester, dan RPP. Pada proses pembelajaran PAI ditemukan bahwa tidak jauh berbeda dengan kelas reguler pada umumnya namun pada materi pembela-jarannya guru memberikan materi esensial kepada peserta didik selain itu pula yang terlihat pada peserta didik pada program akselerasi cenderung lebih aktif dalam proses pembelajaran. Evaluasi pembela-jaran yang dilakukan berupa tes tulis, lisan, dan praktek mencakup aspek kognitif, afektif, serta psikomotor. Kata Kunci : Pembelajaran PAI, Program Akselerasi
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SEKOLAH DASAR TAHUN 1945-1966 Rahmat, Munawar; Wibisana, Wahyu; Fikri, Luthfi Khairul
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan agama dewasa ini merupakan bagian dari kurikulum wajib yang diselenggarakan di sekolah umum pada semua jenjang dan jenis pendidikan. Sebelumnya pada masa penjajahan Belanda, pendidikan agama tidak begitu diperhatikan bahkan cenderung diawasi kegiatannya. Sejak awal kemerdekaan dan selama masa Orde Lama, pengakuan tentang eksistensi pendidikan agama di sekolah umum mulai timbul, meskipun dalam prakteknya perkembangan PAI pada kurun waktu tersebut senantiasa menghadapi kendala. Pertanyaan utama dari penelitian ini adalah bagaimana perkembangan Pendidikan Agama Islam di sekolah Dasar pada Tahun 1945-1966. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data-data yang disiapkan dalam penelitian ini adalah yang bersumber dari literatur atau menggunakan cara library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Indonesia setelah kemerdekaan mengalami perubahan. Pemerintah ingin membuat sistem pendidikan Nasional yang sesuai dengan keadaan rakyat Indonesia. Perubahan yang terjadi terutama dalam landasan idiilnya, tujuan pendidikan, sistem persekolahan dan kesempatan belajar yang diberikan kepada rakyat Indonesia. Kemajuan yang paling menonjol adalah dalam masalah pendidikan agama. Pengajaran Agama, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI) dirasakan penting untuk dimasukkan ke dalam rencana pengajaran dalam pendidikan Nasional. Hal ini dikarenakan pendidikan agama sesuai dengan landasan negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pada perkembangan selanjutnya pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan tentang pendidikan agama yang merupakan bentuk pengakuan resmi negara terhadap pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional. Kata  kunci : Pendidikan Nasional, Pendidikan Agama, Sekolah Dasar.  
USAHA KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM (Studi Kasus di MTS AL-INAYAH Bandung) Rosita, Rosi; Rahmat, Munawar; Hermawan, Wawan
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2016): May 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.937 KB)

Abstract

Usaha Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam di MTs Al-Inayah Bandung. Latar belakang penelitian ini adalah lembaga pendidikan Islam khususnya madrasah masih mengalami kendala dalam meningkatkan mutu pendidikannya. Hal tersebut bisa dilihat dari berbagai aspek mulai dari tujuan kurikulum, tenaga pendidikan, metodologi pembelajaran, sarana prasarana, dan evaluasi, secara keseluruhan masih mengandung permasalahan yang hingga kini belum dapat dipecahkan secara tuntas. Untuk itu dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam di madrasah diperlukan leadership yang kuat dari kepala sekolah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi: 1) usaha kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru, 2) usaha kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sarana prasarana pendidikan, 3) usaha kepala sekolah dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran, dan 4) usaha kepala sekolah dalam meningkatkan prestasi siswa di MTs Al-Inayah Bandung. Penelitian ini menggunakan metode dan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan menggunakan tiga instrumen penelitian, yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) MTs Al-Inayah Bandung sudah mengalami peningkatan mutu yang baik. Dibawah kepemimpinan kepala sekolah yang handal, MTs Al-Inayah Bandung kini dapat menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang berada di garda depan dan mampu menghasilkan output yang berprestasi. 2) Usaha kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, yaitu: a) meningkatkan profesionalisme guru dengan menciptakan aturan bagi guru, menempatkan guru sesuai kemampuannya, memberi kepercayaan dan motivasi, melakukan pembinaan. b) meningkatkan mutu sarana prasarana melalui pembenahan sarana prasarana, melakukan kerjasama dengan lembaga/instansi lain dalam pengadaan sarana prasarana. c) meningkatkan mutu proses pembelajaran dengan mengembangkan model pendidikan yang Islami, membenahi metode pembelajaran, menata mutu kurikulum. d) meningkatkan prestasi siswa dengan mengadakan kegiatan pemantapan, pelajaran tambahan, kerjasama dengan lembaga bimbingan belajar, membimbing guru agar menciptakan pembelajaran efektif, menciptakan budaya sekolah yang disiplin, menyediakan berbagai ekstrakurikuler, mengirimkan siswa dalam berbagai perlombaan.
PEMBELAJARAN PAI PADA PROGRAM AKSELERASI DI SD AR-RAFI BALEENDAH 2014-2015 Parlina, Ika; Rahmat, Munawar; Syahidin, Syahidin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.9 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya percepatan kelas atau program akselerasi yang pada umumnya menekankan pada penguasaan kognitif saja,  sedangkan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak bisa dicapai hanya dengan penguasaan kognitif saja, akan tetapi perlu adanya afeksi serta psikomotroik dalam kehidupan sehari-hari agar dapat dilaksanakan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi Pendidikan Agama Islam (PAI) pada program akselerasi di SD Ar-Rafi Baleendah.Metode yang digunakan ialah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif.Teknik pengumpulan data melalui observasi, pengamatan langsung, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, display data, dan disimpulkan. Pada perencanaan pembelajaran PAI ditemukan bahwa pada dasarnya sama dengan sekolah reguler pada umumnya hanya saja terdapat perbedaan waktu yang ditempuh dalam satu tahun pembelajaran yaitu terdapat tiga semester. Perencanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru PAI adalah membuat silabus, program tahunan, programsemester, dan RPP. Pada proses pembelajaran PAI ditemukan bahwa tidak jauh berbeda dengan kelas reguler pada umumnya namun pada materi pembela-jarannya guru memberikan materi esensial kepada peserta didik selain itu pula yang terlihat pada peserta didik pada program akselerasi cenderung lebih aktif dalam proses pembelajaran. Evaluasi pembela-jaran yang dilakukan berupa tes tulis, lisan, dan praktek mencakup aspek kognitif, afektif, serta psikomotor.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU BERAGAMA DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS V SD SE-GUGUS PULAU KIJANG KECAMATAN RETEH INHIL RIAU Yulisna, Yulisna; Rahmat, Munawar; Suresman, Edi
Millah: Jurnal Studi Agama Vol. XVI, No. 1, Agustus 2016 Pembelajaran Partisipatif
Publisher : Program Magister Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is aimed to answer the question how is parenting and how is the influence toward religious behavior and learning outcome of students in Islamic Religious Education Subject in Class V Elementary School in whole cluster of Kijang Island, Reteh Inhil Sub District, Riau.  The method of study used is mixed method, by combining quantitative and qualitative approach.  Sampling use cluster sampling technique with total of 80 students and 80 parents.  Quantitative data is processed by SPSS 20.0.  Result of study showed that in fact, parenting determine the high and the low of religious behavior and learning outcome of Islamic Religious Education in students. Children with high and medium religious behavior are educated by parents who have authoritative parenting style. Whereas children with low religious behavior are they who are educated by authoritarian parenting, authoritative, permissive, combination of authoritarian-authoritative and combination of authoritative-permissive. Likewise, the results PAI study, children who have a high learning outcomes educated by parents who patterned authoritative parenting. While the children medium are educated  by authoritarian parenting, authoritative, permissive, combination of authoritarian-authoritative and combination of authoritative-permissive.With this study, it is expected that Islamic Religious Education teachers continually upgrade their ability to understand science of child psychology and pay attention to children diversity not only on cognitive value. 
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR TAHUN 1945-1966 Fikri, Luthfi Khairul; Rahmat, Munawar; Wibisana, Wahyu
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 1, No 1 (2014): May 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.55 KB)

Abstract

Pendidikan agama dewasa ini merupakan bagian dari kurikulum wajib yang diselenggarakan di sekolah umum pada semua jenjang dan jenis pendidikan. Sebelumnya pada masa penjajahan Belanda, pendidikan agama tidak begitu diperhatikan bahkan cenderung diawasi kegiatannya. Sejak awal kemerdekaan dan selama masa Orde Lama, pengakuan tentang eksistensi pendidikan agama di sekolah umum mulai timbul, meskipun dalam prakteknya perkembangan PAI pada kurun waktu tersebut senantiasa menghadapi kendala. Oleh karena itu, pertanyaan utama dari penelitian ini adalah bagaimana Perkembangan Pendidikan Agama Islam di sekolah Dasar pada Tahun 1945-1966. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data-data yang disiapkan dalam penelitian ini adalah yang bersumber dari literatur atau menggunakan cara library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Indonesia setelah kemerdekaan mengalami perubahan. Pemerintah ingin membuat sistem pendidikan nasional yang sesuai dengan keadaan rakyat Indonesia. Perubahan yang terjadi terutama dalam landasan idiilnya, tujuan pendidikan, sistem persekolahan dan kesempatan belajar yang diberikan kepada rakyat Indonesia. Kemajuan yang paling menonjol adalah dalam masalah pendidikan agama. Pengajaran Agama, khususnya Pengajaran Agama Islam dirasakan penting untuk dimasukkan ke dalam rencana pengajaran dalam pendidikan nasional. Hal ini dikarenakan pendidikan agama sesuai dengan landasan negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pada perkembangan selanjutnya pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan tentang pendidikan agama yang merupakan bentuk pengakuan resmi negara terhadap pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional.
PEMBINAAN AKHLAK SISWA SMP/SL (SEKOLAH LINGKUNGAN) DI SEKOLAH ALAM DAGO, BANDUNG Pratiwi, Agis Aji; Rahmat, Munawar; Fakhruddin, Agus
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 1, No 1 (2014): May 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.56 KB)

Abstract

Sekolah merupakan tempat untuk menimba ilmu dan mencetak para generasi bangsa. Banyak hal yang didapatkan dari sekolah melalui program-program atau kegiatan yang ada di sekolah tersebut, namun program atau kegiatan itu sebagian besar hanya mengacu pada pembelajaran kognitif, sehingga sikap atau norma siswa menjadi kurang terbina dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui perencanaan pembinaan akhlak siswa SL di sekolah alam Dago, Bandung; 2) Mengetahui substansi materi pembinaan akhlak siswa SL di sekolah alam Dago, Bandung; 3) Mengetahui pelaksanaan pembinaan akhlak siswa SL di sekolah alam Dago, Bandung; 4) Mengetahui hasil pembinaan akhlak siswa SL di sekolah alam Dago, Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Data yang diolah berasal dari data wawancara, observasi dan dokumentasi. Perencanaan penelitian ini dibuat oleh kepala sekolah dengan tambahan saran dari guru dan orangtua siswa yang dilakukan diawal dan akhir semester, sumber penentuan point akhlak diadopsi dari al-Qur’an, hadits dan care value (nilai inti). Substansi atau inti dari materi akhlak didapatkan dari berbagai sumber buku, namun tetap mengacu pada buku kurikulum 2013. Pelaksanaan penelitian dilakukan setiap hari dengan program kegiatan yang telah disepakati, pihak yang terlibat dalam pelaksanaan mencakup semua anggota sekolah termasuk kepala sekolah yang juga selain ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan juga berwenang untuk mengawasi jalannya kegiatan. Hasil penelitian atau evaluasi kegiatan pembinaan berupa dua macam raport, yakni: raport nilai dan groovy yang berisi perkembangan sikap dan keterampilan siswa.
STUDI KOMPARASI AKHLAK SISWA BOARDING SCHOOL DAN NON BOARDING SCHOOL DI SMA AL-MA’SOEM SUMEDANG Kardiyah, Kardiyah; Rahmat, Munawar; Supriadi, Udin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 1, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.798 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh problematika Akhlak siswa yang semakin krusial, serbuan arus liberalisme yang tidak terbendung seolah mempengaruhi ‘style’ di kalangan remaja, sikap hedonis menjadi gaya hidup yang seringkali menabrak rambu-rambu dalam beragama dan bernegara, di sisi lain sekolah-sekolah yang berbasis Islam terus menjamur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan Akhlak siswa boarding school dan non boarding school di SMA Al-Ma.soem. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif jenis rancangan komparatif dua variabel bebas, dengan desain penelitian survei berupa angket. Data diambil dengan teknik penarikan sampel berkelompok satu tahap (cluster random sampling), adapun teknik pengolahan data menggunakan analisis data deskriptif dan analisis data inferensial dengan bantuan Microsoft Excel dan Sofware SPSS 20. Berdasarkan semua dimensi Akhlak yang dijadikan penelitian, yaitu Akhlak terhadap diri sendiri, Akhlak terhadap orang tua dan keluarga, dan Akhlak terhadap sesama manusia dan masyarakat, maka hasil penelitian setelah dibandingkan dari ketiga dimensi tersebut, diketahui bahwa Akhlak siswa boarding school dan siswa non boarding school dengan menggunakan rumus Chi kuadarat diperoleh nilai sebesar 0,107. Jika dilihat pada chi kuadrat tabel taraf signifikansi 5% yaitu sebesar 5,991, maka nilai chi kuadrat pada penelitian ini lebih kecil yaitu 0,107< 5,991. Dari hasil tersebut diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan Akhlak siswa boarding school dan siswa non boarding school.
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SEKOLAH DASAR TAHUN 1945-1966 Fikri, Luthfi Khairul; Wibisana, Wahyu; Rahmat, Munawar
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.288 KB)

Abstract

Pendidikan agama dewasa ini merupakan bagian dari kurikulum wajib yang diselenggarakan di sekolah umum pada semua jenjang dan jenis pendidikan. Sebelumnya pada masa penjajahan Belanda, pendidikan agama tidak begitu diperhatikan bahkan cenderung diawasi kegiatannya. Sejak awal kemerdekaan dan selama masa Orde Lama, pengakuan tentang eksistensi pendidikan agama di sekolah umum mulai timbul, meskipun dalam prakteknya perkembangan PAI pada kurun waktu tersebut senantiasa menghadapi kendala. Pertanyaan utama dari penelitian ini adalah bagaimana perkembangan Pendidikan Agama Islam di sekolah Dasar pada Tahun 1945-1966. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data-data yang disiapkan dalam penelitian ini adalah yang bersumber dari literatur atau menggunakan cara library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Indonesia setelah kemerdekaan mengalami perubahan. Pemerintah ingin membuat sistem pendidikan Nasional yang sesuai dengan keadaan rakyat Indonesia. Perubahan yang terjadi terutama dalam landasan idiilnya, tujuan pendidikan, sistem persekolahan dan kesempatan belajar yang diberikan kepada rakyat Indonesia. Kemajuan yang paling menonjol adalah dalam masalah pendidikan agama. Pengajaran Agama, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI) dirasakan penting untuk dimasukkan ke dalam rencana pengajaran dalam pendidikan Nasional. Hal ini dikarenakan pendidikan agama sesuai dengan landasan negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pada perkembangan selanjutnya pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan tentang pendidikan agama yang merupakan bentuk pengakuan resmi negara terhadap pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional.