Edi Suresman, Edi
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

STUDI REALITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI JENJANG SMA (Studi Deskriptif pada Berbagai Klasifikasi Guru SMA di Kota Bandung Tahun 2015) Asyafah, Abas; Suresman, Edi; Ulfah, Humaira
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengungkap sejauhmana guru dapat mengimplementasikan Kuri-kulum PAI dan Budi Pekerti 2013 jenjang SMA di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kurikulum PAI dan Budi Pekerti 2013 dilihat dari perencanaan, proses, dan penilaian, sejauhmana kendala yang dihadapi guru, serta faktor yang mendukung dalam implementasi Kuriku-lum PAI dan Budi Pekerti 2013. Teori yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah konsep dasar kurikulum, konsep dasar PAI dan Budi Pekerti, Kurikulum PAI dan Budi Pekerti 2013 SMA serta perbedaan antara kurikulum 2013 dengan KTSP.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif untuk dapat mengolah, menganalisis, dan menginter-pretasikan data yang diperoleh melalui angket yang terdiri dari 45 item tertutup dan 5 item terbuka, serta studi dokumentasi. Sampel diambil dari jumlah populasi yang ada, yaitu 20 orang guru PAI dan Budi Pekerti dari sekolah negeri dan swasta. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa 96,5% guru PAI dan Budi Pekerti SMA di Kota Bandung melaksanakan perencanaan pembelajarandengan baik, 83,9% guru PAI dan Budi Pekerti SMA di Kota Bandung melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, dan 80,7% guru PAI dan Budi Pekerti SMA di Kota Bandung melaksanakan penilaian dengan baik. Adapun kendala yang dihadapi oleh guru dalam perencanaan adalah kurangnya memahami model RPP Kurikulum 2013, kendala dalam proses pembelajaran adalah kurangnya memahami pendekatan scientific dan banyaknya jumlah siswa, dan kendala dalam penilaian adalah banyaknya komponen penilaian dan membutuhkan banyak waktu. Selain itu, faktor intern yang mendukung guru PAI adalah menguasai konsep implementasi PAI dan Budi Pekerti dan karena adanya motivasi, sedangkan faktor ekstern yang mendukung guru PAI adalah karena adanya dukungan orang tua siswa.Kata kunci: kurikulum 2013, PAI dan Budi Pekerti, implementasi
PEMBINAAN KEAGAMAAN SISWA DI ASRAMA SMP DAARUT TAUHIID BANDUNG Suresman, Edi; Fakhruddin, Agus; Latifah, Yunita
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background of this research is the increasing of complex juvenile problems. Schools that are regarded to be able to solve social problems, in fact merely shed their obligations. By taking the topic of student religiosity development in boarding schools into consideration, it is expected that parents will no longer undermine education in boarding school or pesantren (Islamic boarding school), for in reality boarding school is really helpful in improving students’ morals as well as increasing their religious knowledge without putting aside their academic achievements.The aim of this research is to find in more detail: the planning of student religiosity development program in the dormitory of SMP (Junior High Boarding School) Daarut Tauhiid Bandung, the implementation of student religiosity development program in the dormitory of SMP Daarut Tauhiid Bandung, and the results of student religiosity development program in the dormitory of SMP Daarut Tauhiid Bandung. In this research, descriptive method with qualitative approach is adopted. Meanwhile, the techniques of data collection comprise of interview, observation, and documentary analysis. It is found that the planning of the program is designed based on the school vision, missions, and objectives formulated by the administrators of the dormitory, namely mudaris-mudarisah (male and female teachers),  head of the dormitory supervisory board, and the principal, where the planning constitutes three religious programs, namely tahfidz program, Islamic studies, and mufrodat.  In their implementation, the three working programs are carried out outside the school hours, namely in the morning and afternoon, after the school activity is finished. The activities are monitored by mudaris who are each assisted by a student supervisor involved in the student board in the dormitory. In addition, learning evaluation is executed in the forms of oral as well as practicumtests, where practicum test is conducted daily, while oral test once per semester.Keywords: Religiosity Development, Dormitory, Daarut Tauhiid
IMPLEMENTASI DAKWAH ISLAM MELALUI SENI MUSIK ISLAMI (Studi Deskriptif Pada Grup Nasyid EdCoustic) Suresman, Edi; Suryana, A. Toto; Lesmana P, Luki Agung
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenulisan artikel ini dilatarbelakangi oleh kurangnya respons remaja terhadap majelis ilmu. Penyebabnya adalah minimnya inovasi dalam pelaksanaannya, sehingga membuat seseorang enggan mengikutinya. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya kasus yang menyeret beberapa nama da’i. Hal ini akan berimbas kepada keberlangsungan dakwah serta rusaknya generasi muda Islam di masa yang akan datang. Maka dari itu nasyid lahir sebagai wujud inovasi dalam pelaksanaan dakwah Islam. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pengor-ganisasian, pelaksanaan, serta keberhasilan dakwah Islam melalui seni musik Islami pada nasyid EdCoustic. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, display data, dan disimpulkan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa perencanaan dakwah EdCoustic sudah baik karena terdapat landasan dakwah yang jelas, dakwahnya memiliki manfaat, didukung keilmuan yang mumpuni, memiliki analisis dakwah jangka panjang serta penentuan waktu, lokasi, biaya, materi dan metode dakwahnya. Pengorganisasian dakwah EdCoustic dikatakan sudah baik karena terdapat pembagian tugas yang jelas, penentuan orang dalam pelaksanaan tugasnya, menetapkan objek dakwahya dan membentuk kerjasama dengan para da’i lainnya. Lalu pelaksanaan dakwah EdCoustic pun sudah baik karena mencakup nilai-nilai spiritual, pemikiran, material, penguasaan lapangan dan gerakan dakwah. Namun terdapat satu hal yang disayangkan, yakni kurangnya pembukuan administrasi manajemennya. Sementara itu keberhasilan dakwah EdCoustic dikatakan berhasil karena banyaknya respons positif dari pendengar, perubahan positif pada pendengar serta beberapa penghargaan yang EdCoustic raih selama berkiprah dalam dunia dakwahnya melalui seni musik Islami.Kata Kunci: Dakwah, Seni Musik Islami, Nasyid
MODEL PEMBELAJARAN TAUHID DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA MANONJAYA TASIKMALAYA Asyafah, Abas; Suresman, Edi; Fauzianti, Ina
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu tauhid merupakan ilmu keislaman yang sangat penting diketahui oleh setiap muslim, karena ilmu ini paling penting dibanding ilmu keislaman lainnya. Ilmu ini membahas aqīdah dalam Islam yang merupakan inti dan dasar agama. Tetapi saat ini mayoritas umat Islam tidak menghayati tauhid dalam kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai pembelajaran tauhid di pondok pesantren dengan memfokuskan pada tujuan, pendidik, peserta didik, materi, metode dan evaluasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang diolah berasal dari data wawancara, observasi dan dokumetasi. Hasil dari penelitian ini adalah Miftahul Huda yang di dirikan oleh KH. Choer Affandi pada tahun 1967 adalah pondok pesantren tradisional yang memiliki keunggulan dalam bidang agama Islam, salah satunya ilmu tauhid. Pesantren ini bertujuan mencetak santri agar menjadi Ulamā` Al-‘Āmilīn (Ulama yang mampu mengamalkan ilmunya), Imām Al Muttaqīn (Memimpin umat untuk bertakwa) dan Muttaqīn (Pribadi bertakwa). Pendidik yang lulusannya berasal dari Pondok Pesantren Miftahul Huda, memiliki peserta didik 2.652 santri putra dan putri dari berbagai daerah. Materi pembelajarannya terdapat delapan materi tauhid yang disampaikan sesuai dengan pembelajaran dan pengajaran Tauhid. Tercermin dalam tiga tahap yakni (1) pemberian bimbingan dan pengajaran; (2) pembiasaan; dan (3) pembentukan. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode klasik yakni ceramah, sorogan, dan bandongan. Hasil penelitian atau evaluasi pembelajaran yang diterapkan yakni evaluasi mingguan dan semesteran. Tolok ukur dalam keberhasilan pondok pesantren ini adalah para alumni yang mandiri dan dapat menciptakan masyarakat yang berbasis tauhid dengan mendirikan pondok pesantren. Kata Kunci: Pembelajaran, Tauhid, Pondok Pesantren, dan Miftaḥul Huda
STUDI REALITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI JENJANG SMA (Studi Deskriptif pada Berbagai Klasifikasi Guru SMA di Kota Bandung Tahun 2015) Ulfah, Humaira; Suresman, Edi; Asyafah, Abas
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v2i1.3378

Abstract

Penelitian ini mengungkap sejauh mana guru dapat mengimplementasikan Kuri-kulum PAI dan Budi Pekerti 2013 jenjang SMA di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kurikulum PAI dan Budi Pekerti 2013 dilihat dari perencanaan, proses, dan penilaian, sejauhmana kendala yang dihadapi guru, serta faktor yang mendukung dalam implementasi Kuriku-lum PAI dan Budi Pekerti 2013. Teori yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah konsep dasar kurikulum, konsep dasar PAI dan Budi Pekerti, Kurikulum PAI dan Budi Pekerti 2013 SMA serta perbedaan antara kurikulum 2013 dengan KTSP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif untuk dapat mengolah, menganalisis, dan menginter-pretasikan data yang diperoleh melalui angket yang terdiri dari 45 item tertutup dan 5 item terbuka, serta studi dokumentasi. Sampel diambil dari jumlah populasi yang ada, yaitu 20 orang guru PAI dan Budi Pekerti dari sekolah negeri dan swasta. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa 96,5% guru PAI dan Budi Pekerti SMA di Kota Bandung melaksanakan perencanaan pembelajaran  dengan baik, 83,9% guru PAI dan Budi Pekerti SMA di Kota Bandung melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, dan 80,7% guru PAI dan Budi Pekerti SMA di Kota Bandung melaksanakan penilaian dengan baik. Adapun kendala yang dihadapi oleh guru dalam perencanaan adalah kurangnya memahami model RPP Kurikulum 2013, kendala dalam proses pembelajaran adalah kurangnya memahami pendekatan scientific dan banyaknya jumlah siswa, dan kendala dalam penilaian adalah banyaknya komponen penilaian dan membutuhkan banyak waktu. Selain itu, faktor intern yang mendukung guru PAI adalah menguasai konsep implementasi PAI dan Budi Pekerti dan karena adanya motivasi, sedangkan faktor ekstern yang mendukung guru PAI adalah karena adanya dukungan orang tua siswa
PEMBINAAN KEAGAMAAN SISWA SMP DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG Latifah, Yunita; Fakhruddin, Agus; Suresman, Edi
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v2i2.3451

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kenakalan remaja yang semakin komplek. Sekolah yang dianggap dapat membantu mengatasi masalah-masalah sosial tersebut pada kenyataannya hanya sebatas menggugurkan kewajiban. Dengan mengangkat topik mengenai pembinaan  keagamaan siswa pada sekolah berasrama, diharapkan para orangtua tidak lagi memandang sebelah mata mengenai pendidikan di asrama atau pesantren, karena pada kenyataannya pendidikan asrama atau pesantren sangat membantu memperbaiki akhlak peserta didik, serta membantu menambah pengetahuan keagamaan tanpa mengesampingkan prestasi akademik mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah guna mengetahui secara lebih rinci mengenai: perencanaan program pembinaan keagamaan siswa di asrama SMP Daarut Tauhiid Bandung, pelaksanaan program pembinaan keagamaan siswa di asrama SMP Daarut Tauhiid Bandung dan yang terakhir, hasil program pembinaan keagamaan siswa di SMP Daarut Tauhiid Bandung. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumen. Perencanaan dari program tersebut direncanakan berdasarkan visi, misi dan tujuan sekolah, yang dilakukan oleh pihak-pihak asrama antara lain mudaris-mudarisah, kepala pengasuhan dan juga kepala sekolah, dimana dalam perencanaan tersebut terdapat tiga program kerja keagamaan yang dicanangkan, antara lain program tahfidz, kajian islam dan mufrodat. Dalam pelaksanaannya ketiga program kerja tersebut dilakukan diluar jam sekolah yakni di pagi hari dan sore setelah melaksanakan kegiatan di sekolah. Kegiatan tersebut diawasi oleh mudaris masing-masing yang dibantu oleh bina siswa sebagai kesiswaan di lingkungan asrama. Selain itu evaluasi belajar juga dilaksanakan dalam bentuk tes lisan dan tes perbuatan dengan waktu pelaksanaan setiap hari untuk tes perbuatan dan setiap satu semester sekali untuk tes lisan.
MODEL PEMBELAJARAN TAUHID DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA MANONJAYA TASIKMALAYA Fauzianti, Ina; Suresman, Edi; Asyafah, Abas
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v2i2.3446

Abstract

Ilmu tauhid merupakan ilmu keislaman yang sangat penting diketahui oleh setiap muslim, karena ilmu ini paling penting dibanding ilmu keislaman lainnya. Ilmu ini membahas aqīdahdalam Islam yang merupakan inti dan dasar agama. Tetapi saat ini mayoritas umat Islam tidak menghayati tauhid dalam kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai pembelajaran tauhid di pondok pesantren dengan memfokuskan pada tujuan, pendidik, peserta didik, materi, metode dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang diolah berasal dari data wawancara, observasi dan dokumetasi. Hasil dari penelitian ini adalah Miftahul Huda yang di dirikan oleh KH. Choer Affandi pada tahun 1967 adalah pondok pesantren tradisional yang memiliki keunggulan dalam bidang agama Islam, salah satunya ilmu tauhid.Pesantren inibertujuan mencetak santri agar menjadi Ulamā` Al-‘Āmilīn (Ulama yang mampu mengamalkan ilmunya), Imām Al Muttaqīn (Memimpin umat untuk bertakwa) dan Muttaqīn(Pribadi bertakwa). Pendidik yang lulusannya berasal dari Pondok Pesantren Miftahul Huda, memiliki peserta didik 2.652 santri putra dan putri dari berbagai daerah. Materi pembelajarannya terdapat delapan materi tauhid yang disampaikan sesuai dengan pembelajaran dan pengajaran Tauhid. Tercermin dalam tiga tahap yakni(1) pemberian bimbingan dan pengajaran; (2) pembiasaan; dan (3) pembentukan. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode klasik yakni ceramah, sorogan, dan bandongan. Hasil penelitian atau evaluasi pembelajaran yang diterapkan yakni evaluasi mingguan dan semesteran. Tolok ukur dalam keberhasilan pondok pesantren ini adalah para alumni yang mandiri dan dapat menciptakan masyarakat yang berbasis tauhid dengan mendirikan pondok pesantren.
MODEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP SALMAN AL-FARISI Erlanda, Sandra Mila; Syahidin, Syahidin; Suresman, Edi
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 4, No 1 (2017): May 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v4i1.6994

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekurangan bekal pendidikan agama sejak dini yang mengakibatkan banyaknya perilaku menyimpang yang dilakukan oleh kalangan pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pendidikan agama Islam di SMP Salman Al-Farisi Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancawa, dan studi dokumen. Analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada pengolahan data hasil penelitian diketahui bahwa perencanaan pendidikan agama Islam di SMP Salman Al-Farisi yaitu sekolah membuat program kegiatan semester dan tahunan yang tersusun dalam agenda pendidikan. Kegiatan tersebut terdiri dari kegiatan kurikuler dan kegiatan kokurikuler berupa pembiasaan keagamaan yang dinamakan seven sunnah. Proses pendidikan agama Islam di SMP Salman Al-Farisi dilaksanakan oleh siswa yang terdiri dari kegiatan kurikuler yang dilaksanakan oleh semua siswa. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan penugasan. Sementara kegiatan kokurikuler keagamaan yang diikuti oeh siswa terdiri dari shalat dhuha, tadarus Alquran, melaksanakan shalat dzuhur berjamaah, mengikuti jam wali kelas yang di dalamnya terdapat kegiatan kultum. Adapun hasil dari pendidikan agama Islam di SMP Salman Al-Farisi Bandung yakni siswa menjadi lebih giat lagi dalam beribadah, bertingkah laku sopan santun, dan yang paling penting siswa menjadi bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Dengan proses pendidikan agama Islam yang dilaksanakan di SMP Salman Al-Farisi, maka para siswa akan menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri yang kelak akan mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya.
KORELASI RELIGIUSITAS DENGAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK KELAS XI SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2015/2016 Rachmawati, Sella; Suresman, Edi; Anwar, Saepul
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v3i2.4521

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi suatu permasalahan yang berkenaan dengan sikap remaja yang kurang berdisiplin baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Sedangkan remaja sedang berada pada masa transisi menuju dewasa. Peran agama tentu berdampak pada pertumbuhan remaja, maka penelitian ini perlu dilakukan, untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara religiusitas peserta didik dengan kedisiplinannya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Dari hasil pengolahan data didapat bahwa tingkat religiusitas peserta didik kelas XI di SMA Negeri 13 Bandung dinyatakan berada pada kriteria sedang dengan jumlah rata-rata sebesar 192,2. Sedangkan pada variabel kedisiplinan, didapat bahwa tingkat kedisiplinan peserta didik kelas XI di SMA Negeri 13 Bandung dinyatakan berada pada kriteria sedang dengan jumlah rata-rata sebesar 201,76. Setelah melakukan uji korelasi dan uji regresi, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang kuat antara variabel religiusitas dengan kedisiplinan. Juga ada pengaruh antara religiusitas dengan kedisiplinan sebesar 48,7%.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU BERAGAMA DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS V SD SE-GUGUS PULAU KIJANG KECAMATAN RETEH INHIL RIAU Yulisna, Yulisna; Rahmat, Munawar; Suresman, Edi
Millah: Jurnal Studi Agama Vol. XVI, No. 1, Agustus 2016 Pembelajaran Partisipatif
Publisher : Program Magister Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.20885/millah.vol16.iss1.art1

Abstract

This research is aimed to answer the question how is parenting and how is the influence toward religious behavior and learning outcome of students in Islamic Religious Education Subject in Class V Elementary School in whole cluster of Kijang Island, Reteh Inhil Sub District, Riau.  The method of study used is mixed method, by combining quantitative and qualitative approach.  Sampling use cluster sampling technique with total of 80 students and 80 parents.  Quantitative data is processed by SPSS 20.0.  Result of study showed that in fact, parenting determine the high and the low of religious behavior and learning outcome of Islamic Religious Education in students. Children with high and medium religious behavior are educated by parents who have authoritative parenting style. Whereas children with low religious behavior are they who are educated by authoritarian parenting, authoritative, permissive, combination of authoritarian-authoritative and combination of authoritative-permissive. Likewise, the results PAI study, children who have a high learning outcomes educated by parents who patterned authoritative parenting. While the children medium are educated  by authoritarian parenting, authoritative, permissive, combination of authoritarian-authoritative and combination of authoritative-permissive.With this study, it is expected that Islamic Religious Education teachers continually upgrade their ability to understand science of child psychology and pay attention to children diversity not only on cognitive value.