Articles

Found 13 Documents
Search

STUDI REALITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI JENJANG SMA (Studi Deskriptif pada Berbagai Klasifikasi Guru SMA di Kota Bandung Tahun 2015) Asyafah, Abas; Suresman, Edi; Ulfah, Humaira
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengungkap sejauhmana guru dapat mengimplementasikan Kuri-kulum PAI dan Budi Pekerti 2013 jenjang SMA di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kurikulum PAI dan Budi Pekerti 2013 dilihat dari perencanaan, proses, dan penilaian, sejauhmana kendala yang dihadapi guru, serta faktor yang mendukung dalam implementasi Kuriku-lum PAI dan Budi Pekerti 2013. Teori yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah konsep dasar kurikulum, konsep dasar PAI dan Budi Pekerti, Kurikulum PAI dan Budi Pekerti 2013 SMA serta perbedaan antara kurikulum 2013 dengan KTSP.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif untuk dapat mengolah, menganalisis, dan menginter-pretasikan data yang diperoleh melalui angket yang terdiri dari 45 item tertutup dan 5 item terbuka, serta studi dokumentasi. Sampel diambil dari jumlah populasi yang ada, yaitu 20 orang guru PAI dan Budi Pekerti dari sekolah negeri dan swasta. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa 96,5% guru PAI dan Budi Pekerti SMA di Kota Bandung melaksanakan perencanaan pembelajarandengan baik, 83,9% guru PAI dan Budi Pekerti SMA di Kota Bandung melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, dan 80,7% guru PAI dan Budi Pekerti SMA di Kota Bandung melaksanakan penilaian dengan baik. Adapun kendala yang dihadapi oleh guru dalam perencanaan adalah kurangnya memahami model RPP Kurikulum 2013, kendala dalam proses pembelajaran adalah kurangnya memahami pendekatan scientific dan banyaknya jumlah siswa, dan kendala dalam penilaian adalah banyaknya komponen penilaian dan membutuhkan banyak waktu. Selain itu, faktor intern yang mendukung guru PAI adalah menguasai konsep implementasi PAI dan Budi Pekerti dan karena adanya motivasi, sedangkan faktor ekstern yang mendukung guru PAI adalah karena adanya dukungan orang tua siswa.Kata kunci: kurikulum 2013, PAI dan Budi Pekerti, implementasi
MODEL PEMBELAJARAN TAUHID DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA MANONJAYA TASIKMALAYA Asyafah, Abas; Suresman, Edi; Fauzianti, Ina
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu tauhid merupakan ilmu keislaman yang sangat penting diketahui oleh setiap muslim, karena ilmu ini paling penting dibanding ilmu keislaman lainnya. Ilmu ini membahas aqīdah dalam Islam yang merupakan inti dan dasar agama. Tetapi saat ini mayoritas umat Islam tidak menghayati tauhid dalam kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai pembelajaran tauhid di pondok pesantren dengan memfokuskan pada tujuan, pendidik, peserta didik, materi, metode dan evaluasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang diolah berasal dari data wawancara, observasi dan dokumetasi. Hasil dari penelitian ini adalah Miftahul Huda yang di dirikan oleh KH. Choer Affandi pada tahun 1967 adalah pondok pesantren tradisional yang memiliki keunggulan dalam bidang agama Islam, salah satunya ilmu tauhid. Pesantren ini bertujuan mencetak santri agar menjadi Ulamā` Al-‘Āmilīn (Ulama yang mampu mengamalkan ilmunya), Imām Al Muttaqīn (Memimpin umat untuk bertakwa) dan Muttaqīn (Pribadi bertakwa). Pendidik yang lulusannya berasal dari Pondok Pesantren Miftahul Huda, memiliki peserta didik 2.652 santri putra dan putri dari berbagai daerah. Materi pembelajarannya terdapat delapan materi tauhid yang disampaikan sesuai dengan pembelajaran dan pengajaran Tauhid. Tercermin dalam tiga tahap yakni (1) pemberian bimbingan dan pengajaran; (2) pembiasaan; dan (3) pembentukan. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode klasik yakni ceramah, sorogan, dan bandongan. Hasil penelitian atau evaluasi pembelajaran yang diterapkan yakni evaluasi mingguan dan semesteran. Tolok ukur dalam keberhasilan pondok pesantren ini adalah para alumni yang mandiri dan dapat menciptakan masyarakat yang berbasis tauhid dengan mendirikan pondok pesantren. Kata Kunci: Pembelajaran, Tauhid, Pondok Pesantren, dan Miftaḥul Huda
STUDI REALITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI JENJANG SMA (Studi Deskriptif pada Berbagai Klasifikasi Guru SMA di Kota Bandung Tahun 2015) Ulfah, Humaira; Suresman, Edi; Asyafah, Abas
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v2i1.3378

Abstract

Penelitian ini mengungkap sejauh mana guru dapat mengimplementasikan Kuri-kulum PAI dan Budi Pekerti 2013 jenjang SMA di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kurikulum PAI dan Budi Pekerti 2013 dilihat dari perencanaan, proses, dan penilaian, sejauhmana kendala yang dihadapi guru, serta faktor yang mendukung dalam implementasi Kuriku-lum PAI dan Budi Pekerti 2013. Teori yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah konsep dasar kurikulum, konsep dasar PAI dan Budi Pekerti, Kurikulum PAI dan Budi Pekerti 2013 SMA serta perbedaan antara kurikulum 2013 dengan KTSP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif untuk dapat mengolah, menganalisis, dan menginter-pretasikan data yang diperoleh melalui angket yang terdiri dari 45 item tertutup dan 5 item terbuka, serta studi dokumentasi. Sampel diambil dari jumlah populasi yang ada, yaitu 20 orang guru PAI dan Budi Pekerti dari sekolah negeri dan swasta. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa 96,5% guru PAI dan Budi Pekerti SMA di Kota Bandung melaksanakan perencanaan pembelajaran  dengan baik, 83,9% guru PAI dan Budi Pekerti SMA di Kota Bandung melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, dan 80,7% guru PAI dan Budi Pekerti SMA di Kota Bandung melaksanakan penilaian dengan baik. Adapun kendala yang dihadapi oleh guru dalam perencanaan adalah kurangnya memahami model RPP Kurikulum 2013, kendala dalam proses pembelajaran adalah kurangnya memahami pendekatan scientific dan banyaknya jumlah siswa, dan kendala dalam penilaian adalah banyaknya komponen penilaian dan membutuhkan banyak waktu. Selain itu, faktor intern yang mendukung guru PAI adalah menguasai konsep implementasi PAI dan Budi Pekerti dan karena adanya motivasi, sedangkan faktor ekstern yang mendukung guru PAI adalah karena adanya dukungan orang tua siswa
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATERI KISAH HIJRAH PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMPN 7 BANDUNG Yustian, Yunus; Asyafah, Abas; Firmansyah, Mokhammad Iman
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v4i2.8558

Abstract

This present study is primarily based on the low of activities and learning results of the students in class VIII SMP Negeri 7 Bandung on Islamic Education subject, particularly in story materials, which are caused by the implementation of inappropriate learning model. The design used in this carried out study was quasi experimental design using non-equivalent control group design. Then, the instruments used in this study were in the form of objective tests of cognitive domain using multiple choices question. In the process of data analysis, this study performed normality test, homogeneity test, normalized gain calculation, and t-test consisting of paired sample test and independent sample test. The results showed that there was a significant difference, in which the experimental class was considered to be better than the control class (2-tailed sig. value was 0.000). For further study, it is suggested that the collaborative learning model of role playing type can be applied in the field of Islamic Education subject aside from the story materials by considering the advantages and disadvantages of this model.Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Bandung pada mata pelajaran PAI materi kisah, yang disebabkan kurang tepatnya model pembelajaran. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan bentuk nonequivalent control grup design. Instrumen yang digunakan berupa tes objektif  ranah kognitif dengan bentuk soal pilihan ganda. Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, perhitungan gain ternormalisasi, uji t-test yang terdiri dari uji paired sample test dan uji independent sample test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan, dimana kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol (nilai sig. 2-tailed sebesar 0,000). Bagi peneliti selanjutnya agar model pembelajaran kolaboratif tipe role playing dapat diterapkan pada ruang lingkup PAI di luar materi kisah dengan memperhatikan kelebihan dan kekurangan model ini. Kata Kunci: Efektivitas, Model Kolaboratif Tipe Role Playing, Pemahaman Siswa.
MODEL PEMBELAJARAN TAUHID DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA MANONJAYA TASIKMALAYA Fauzianti, Ina; Suresman, Edi; Asyafah, Abas
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v2i2.3446

Abstract

Ilmu tauhid merupakan ilmu keislaman yang sangat penting diketahui oleh setiap muslim, karena ilmu ini paling penting dibanding ilmu keislaman lainnya. Ilmu ini membahas aqīdahdalam Islam yang merupakan inti dan dasar agama. Tetapi saat ini mayoritas umat Islam tidak menghayati tauhid dalam kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai pembelajaran tauhid di pondok pesantren dengan memfokuskan pada tujuan, pendidik, peserta didik, materi, metode dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang diolah berasal dari data wawancara, observasi dan dokumetasi. Hasil dari penelitian ini adalah Miftahul Huda yang di dirikan oleh KH. Choer Affandi pada tahun 1967 adalah pondok pesantren tradisional yang memiliki keunggulan dalam bidang agama Islam, salah satunya ilmu tauhid.Pesantren inibertujuan mencetak santri agar menjadi Ulamā` Al-‘Āmilīn (Ulama yang mampu mengamalkan ilmunya), Imām Al Muttaqīn (Memimpin umat untuk bertakwa) dan Muttaqīn(Pribadi bertakwa). Pendidik yang lulusannya berasal dari Pondok Pesantren Miftahul Huda, memiliki peserta didik 2.652 santri putra dan putri dari berbagai daerah. Materi pembelajarannya terdapat delapan materi tauhid yang disampaikan sesuai dengan pembelajaran dan pengajaran Tauhid. Tercermin dalam tiga tahap yakni(1) pemberian bimbingan dan pengajaran; (2) pembiasaan; dan (3) pembentukan. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode klasik yakni ceramah, sorogan, dan bandongan. Hasil penelitian atau evaluasi pembelajaran yang diterapkan yakni evaluasi mingguan dan semesteran. Tolok ukur dalam keberhasilan pondok pesantren ini adalah para alumni yang mandiri dan dapat menciptakan masyarakat yang berbasis tauhid dengan mendirikan pondok pesantren.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED-HEADS-TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI AKHLAK KELAS X (Studi Quasi Eksperimen di Kelas X MIPA SMAN 7 BANDUNG) Zaakiyah, Eneng Dewi; Asyafah, Abas; Supriadi, Udin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 4, No 1 (2017): May 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v4i1.6993

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa siswa acuh terhadap pembelajaran PAI, karena tidak ada dalam ujian nasional. Kenyataan inilah yang menyebabkan siswa meremehkan pelajaran PAIdan mereka pun sering menganggap bahwa dalam pembelajaran PAI monoton dan membosankan, sehingga beberapa siswa kurang menguasai materi pembelajaran PAI. Kurangnya penggunaan model pembelajaran modern dalam penyampaian materi-materi PAI, menjadi salah satu permasalahan yang diindikasikan membuat siswa kurang menangkap materi pembelajaran. Beranjak dari latar belakang tersebut, serta dilihat dari kelebihan dan karakteristik, diindikasikan bahwa model numbered heads together dapat menyelesaikan problem yang terjadi dan harapannya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan model pembelajarannumbered heads together dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi akhlak kelas X MIA di SMA Negeri 7 Bandung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen jenis nonequivalent control group design. Pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling. Teknik pengumpulan data diperoleh dari tes tulis berbentuk pilihan ganda. Teknik analisis datanya menggunakan analisis deskriptif dan statistik dengan bantuan aplikasi SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan data dengan menggunakan uji independent sample test data post-test kelas eksperimen dan kontrol, menunjukkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang artinya lebih kecil dari 0,05. Sesuai dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sample t test, jika nilai sig.(2-tailed) < 0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak atau dengan kata lain terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol dalam peningkatan hasil belajar siswa pada materi akhlak kelas X. Dengan demikian, model pembelajaran numbered heads together efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi akhlak kelas X di SMA Negeri 7 Bandung.
PENGELOLAAN SARANA PRASARANA PAI DI SMPN 5 BANDUNG Nurfitri, Desi; Asyafah, Abas; Fakhruddin, Agus
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v3i2.4519

Abstract

Sarana Prasarana PAI menunjang keberhasilan proses pembelajaran di sekolah, namun nyatanya pengelolaannya selama ini belum mampu dilaksanakan secara optimal. Sejauh ini, kajian di dalam bidang sarana prasarana PAI di sekolah hanya terbatas pada tatanan konsep problematika yang dihadapi, belum mampu menjabarkan secara konkret aspek pengelolaan sarana prasarana PAI secara optimal dalam menunjang aktifitas belajar siswa di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pengelolaan sarana prasarana PAI di SMPN 5 Bandung. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kelengkapan sarana prasarana PAI (masjid, laboratorium PAI, dan perpustakaan PAI) di SMPN 5 Bandung sudah memenuhi standar aturan KMA No. 211 Tahun 2011, hanya saja perlu peningkatan dalam segi mekanisme prosedur pengelolaan dan upaya optimalisasi pemanfaatan dalam bentuk kegiatan yang menunjang proses pembelajaran siswa maupun kegiatan pengembangan syiar Islām. Hasil penelitian ini juga, dapat dijadikan sebagai rujukan bahan evaluasi terhadap peningkatan kualiatas pengelolaan dan layanan sarana prasaranai PAI di sekolah.
STUDI REALITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM PAI DAN BUDI PEKERTI 2013 JENJANG SMP (Studi Deskriptif pada Berbagai Klasifikasi Guru SMP di Kota Bandung) Sugiartika, Eka Nur; Asyafah, Abas; Fakhruddin, Agus
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 1, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v1i2.3766

Abstract

Penelitian ini mengungkap sejauh mana implementasi Kurikulum PAI dan Budi Pekerti 2013 yang digunakan oleh guru SMP di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi standar perencanaa, proses, dan penilaian Kurikulum PAI dan Budi Pekerti 2013, factor-faktor yang menjadi kendala guru, serta faktor-faktor yang menjadi pendukung guru dalam implementasi Kurikulum PAI dan Budi Pekerti 2013. Teori yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah konsep dasar Kurikulum PAI dan Budi Pekerti 2013,serta PAI dan Budi Pekerti di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Secara kuantitatif dimaksudkan untuk dapat mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan data yang diperoleh melalui angket yang terdiri dati 45 item tertutup dan 5 item terbuka, dan studi dokumentasi. Sedangkan secara deskriptif dimaksudkan untuk menggambarkan secara sistematis fakta dan fenomena yang diteliti. Sampel yang digunakan adalah sampel total, dikarenakan SMP yang menerapkan Kurikulum PAI dan Budi Pekerti 2013 hanya ada lima sekolah atau 13 responden dari sekolah negeri dan swasta. Hasil studi dokumentasi menunjukkan 90% guru telah melaksanakan perencanaan pembelajaran (RPP) dengan baik, proses pembelajaran dari hasil sebaran angket sebanyak 81% guru melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, dan sebanyak 81% guru melaksanakan penilaian pembelajaran dengan baik. Kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan perencanaan sebanyak 31% adalah kurangnya pemahaman terhadap model RPP, tidak adanya buku pedoman guru, dan sulitnya merancang media, dalam proses pembelajaran sebanyak 39% adalah sarana dan prasarana yang tidak memadai, dan dalam penilaian 85% adalah banyaknya komponen penilaian.
PERAN GURU DALAM MEMBINA ETOS BELAJAR MELALUI MATA PELAJARAN PAI DI SEKOLAH (Studi Kasusdi SMA Negeri 1 Susukan Cirebon Kelas X Semester Genap Periode Tahuan 2014-2015) Melawati, Nur; Asyafah, Abas; Suryana, Toto
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2016): May 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v3i1.3462

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina etos belajar siswa. Semua guru mata pelajaran harus memberikan dorongan belajar agar peserta didik memiliki etos belajar yang baik.Begitupun dengan guru PAI yang mempunyai tanggung jawab dengan menyampaikan sesuatunya dengan benar sesuai dengan yang diajarkan Al-Qur’an dan Hadis. Dengan adanya etos belajar diharapkan peserta didik dapat menumbuhkan semangat belajar tidak hanya pada mata pelajaran PAI, tetapi juga pada mata pelajaran lainnya, dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menjadi pribadi yang lebih baik.Itulah mengapa peneliti melakukan penelitian tentang peran guru dalam membina etos belajar melalui mata pelajaran PAI di sekolah dengan studi kasus di SMANegeri 1Susukan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran guru dalam membina etos belajar di SMANegeri 1Susukan.Adapun metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian deskriptif pendekatan kualitatif dengan studi kasus di SMANegeri 1Susukan.Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, studi dokumentasi, triangulasi dan analisis data.  Dari hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa perencanaan etos belajar dalam pembelajaran PAI di SMANegeri 1Susukan menumbuhkan etos belajar peserta didik dan dapat diterapkan dalam kesehariannya. Pengorganisasian etos belajar di mana guru sebagai organisator dan mempunyai peran menyampaikan materi sesuai dengan perencanaan yang dibuat dalam bentuk RPP. Pelaksanaan etos belajar melalui mata pelajaran PAI sendiri menggunakan media yang sudah difasilitasi sekolah dengan metode yang sesuai dengan silabus di mana di metode tersebut berupa diskusi, discovery, incuiry, dan ceramah.
Pengelolaan pendidikan agama Islam di Islamic full day school Salman al-Farisi Bandung Sumarna, Andri Ramdani; Asyafah, Abas; Kosasih, Aceng
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v4i2.8892

Abstract

The purpose of this study is to know the management of Islamic religious education in full day school Islamic Junior High School Salman Al-Farisi Bandung starting from planning, implementation, and results and advantages and weaknesses of PAI in full-day school program. The research conducted using qualitative approach descriptive method. To obtain research data, researchers used the method of observation, interview, and documentation. The results showed that: (1) Planning of Islamic education expanded into subjects tilāwati, taḥfiż, matrikulasi, and hours wali kelas for the seven sunnah habituation. Basic competencies are mapped into aspects of leadership and green education. (2) The implementation of Islamic education is carried out by teachers of PAI, other teacher and special teachers integrated in leadership, green education and IMTAQ (3) The result of Islamic education is evidenced by the special report of the application of Islamic education (4) with educational background become weakness of SAF Islamic Junior High School full day. The integration of the concept of leadership, green education in PAI as well as the habituation of seven sunnah became the excellence of SMP SAF Islamic full day school to achieve khalīfatullāh fī al-Arḍi the rahmatan lilālamīn ".Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan pendidikan agama Islam di Islamic full day school SMP Salman Al-Farisi Bandung. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Untuk memperoleh data penelitian, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pendidikan agama Islam diperluas ke dalam mata pelajaran tilawati, taḥfiż, matrikulasi, serta jam walikelas untuk pembiasaan seven sunnah. Kompetensi dasar dipetakan ke dalam aspek leadership dan green education. (2) Pelaksanaan pendidikan agama Islam dilaksanakan oleh guru PAI, guru mapel lain dan guru khusus yang terintegrasi dalam leadership, green education dan IMTAQ (3) Hasil pendidikan agama Islam dibuktikan dengan laporan khusus aplikasi pendidikan agama Islam (4) Guru PAI yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan menjadi kelemahan SMP SAF Islamic full day school. Pengintegrasian konsep leadership, green education dalam PAI serta pembiasaan seven sunnah menjadi keunggulan SMP SAF Islamic full day school untuk mencapai khalīfatullāh fīl Arḍi yang rahmatan lilālamīn". Kata Kunci: Islamic Full Day School, Pendidikan Agama Islam, Pengelolaan.