Elan Sumarna, Elan
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

RELEVANSI KONSEP PENDIDIKAN MENURUT KI HADJAR DEWANTARA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM Marwah, Siti Shafa; Syafe’i, Makhmud; Sumarna, Elan
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018): May 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v5i1.13325

Abstract

This article would like to explain about the relevance between Ki Hadjar Dewantara’s concept of education and Islamic education. To get a deep comprehension about the concept of Ki Hadjar Dewantara’s education and Islamic education, this research uses qualitative approach and descriptive analitic method, so that the relevance between these two concepts can be seen. The result of this research states that 5 of the 6 components examined from these two concepts of education, have a relevant relation. So, this result indicates that the decline of children’s moral quality that occured today is not caused by Ki Hadjar Dewantara’s concept, but this is due to the educators who have not been able to practice the concept of Ki Hadjar Dewantara’s education well and correctly. Therefore, based on the results of this study, the Indonesian government needs to rearrange the performance of all education practitioners in accordance with the thought of Ki Hadjar Dewantara. Tulisan ini ingin memaparkan tentang ada tidaknya relevansi atas konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara dengan Pendidikan dalam Islam. Penelitian ini  dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif  dengan metode deskriptif –analitis untuk mendapatkan pemahaman secara mendalam mengenai konsep pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara dan konsep pendidikan dalam Islam. Dalam hal ini, akan terlihat ada tidaknya hubungan yang relevan atas kedua konsep tersebut. Setelah diteliti, ternyata hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 5 dari 6 komponen yang sudah diteliti dari  konsep pendidikan ini, memiliki hubungan yang relevan. Dengan begitu, melalui hasil penelitian ini menandakan bahwa turunnya kualitas akhlak anak  yang terjadi di dunia pendidikan saat ini, bukan disebabkan oleh konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang tidak memiliki nilai keagamaan di dalamnya, tetapi hal ini disebabkan oleh pelaksana pendidikan yang belum bisa mempraktikkan konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara secara baik dan benar. Maka dari itu, berdasarkan hasil penelitian ini, pemerintah Indonesia perlu menata ulang kinerja seluruh pelaksana pendidikan agar sesuai dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara.
NILAI-NILAI AKHLAK DALAM KOMUNIKASI EDUKATIF AYAH-ANAK DI DALAM AL-QURAN (Studi Tematis Terhadap Kisah Āzar-Nabi Ibrāhīm, Nabi Ibrāhīm-Nabi Ismā’il, Nabi Ya’qūb-Nabi Yūsuf) Sumarna, Elan; Abdussalam, Aam; Hardiyanti, Fitri
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dekadensi moral pada anak muda zaman sekarang khususnya terkait akhlak anak terhadap orang tua. Pendidikan informal dalam keluarga yang tidak sesuai dengan ajaran Islam mengakibatkan hal tersebut terjadi. Dalam penelitian ini akan dibahas tentang penanaman nilai-nilai akhlak dalam komunikasi ayah-anak di dalam al-Qur`ān. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi dan nilai-nilai akhlak dari kisah Azar-Nabi Ibrāhim, Nabi Ibrāhim-Ismā’il, Nabi Ya’qūb-Yūsuf dan implikasinya dalam pembelajaran PAI.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Adapun metode yang digunakan adalah metode tafsir maudū’i, teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Adapun  teknik analisis data yang digunakan adalah dilālaħ dan munāsabaħ. Data yang diperoleh dari al-Quran sebagai sumber utama juga dilengkapi dengan tafsir lainnya beserta buku-buku yang ada relevansinya dengan masalah penelitian sebagai sumber sekunder.Dari hasil penelitian ditemukan komunikasi yang ideal dalam kisah Nabi Ibrāhim-Ismā’il dan Nabi Ya’qūb-Yūsuf karena keduanya memiliki kesamaan iman sehingga dapat mewujudkan komunikasi yang efektif. Keduanya mendiskusikan suatu permasalahan dan meminta pendapat lawan bicara sehingga terdapat keterbukaan pikiran dan perasaan. Adapun komunikasi antara Nabi Ibrāhim dengan azar menjadi suatu pembelajaran bagi seorang anak dalam menghadapi orang tua yang kafir, bentuk komunikasi Nabi Ibrāhim kepada ayahnya berupa seruan kebaikan, mengingatkan pada kebenaran dan menasehati dengan penuh kelembutan. Dalam penelitian ini juga ditemukan nilai-nilai akhlak dalam komunikasi tersebut di antaranya akhlak kepada Allah dan akhlak kepada manusia. Implikasi kajian ini bagi pembelajaran PAI sebagai pengembangan komunikasi edukatif di antaranya: prinsip kasih-sayang, prinsip ketulusan, dan prinsip komunikasi verbal (Qaulan sadidan, Qaulan layyinan, Qaulan ma’rufan dan Qaulan kariman); dan pengembangan sistem instruksional pembelajaran, di antaranya perlu: metode pembelajaran edukatif, guru sebagai role model, dan interaksi pembelajaran intrapersonal-interpersonal. Kata Kunci: Dekadensi moral, Nilai-nilai akhlak, Komunikasi, Pembelajaran PAI
POLA PEMBINAAN PROGRAM PESANTREN ANAK USIA DINI PADA PONDOK PESANTREN NURUL BAROKAH PERIODE 2014-2015 Firdaus, Endis; Sumarna, Elan; Mulyanah, Mimin
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan artikel ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap akhlak atau moral anak yang berkembang dengan tidak baik. Berdasarkan hasil survey yang teliti oleh Yayasan Kita dan Buah Hati menunjukkan bahwa di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang, sebanyak 60% anak Sekolah Dasar sudah menyaksikan pornografi. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya kerusakan akhlak maka perlu adanya pemahaman dan pembinaan keagamaan yang dilakukan oleh lingkungan keluarga ataupun lembaga. Baik lembaga formal maupun nonformal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan hasil dari pembinaan keagamaan anak usia dini di pondok pesantren Nurul Barokah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumen.  Teknik analisis data dengan cara reduksi data, display data, dan menyimpulkan data. Berdasarkan hasil penelitian, perencanaan dan pelaksanaan  dari pembinaan keagamaan anak usia dini di Pondok Pesantren Nurul Barokah cukup baik. Hal ini ditandai dengan kegiatan yang dijalankan sesuai dengan perencanaannya. Pembinaan keagamaan anak usia dini pada pondok pesantren Nurul Barokah belum dapat dikatakan berhasil sepenuhnya karena  dari  pembinaan yang terjadi peneliti menilai hanya perubahan dari segi kognitif saja untuk perubahan sikap tidak terlalu kelihatan.  Selain itu,  pembinaan keagamaan anak usia dini belum mempunyai format baku hasil kegiatan pembinaan keagamaan yang dapat dilaporkan kepada orang tua.Kata kunci : anak usia dini, pembinaan, keagamaan.  
POLA PEMBINAAN PROGRAM PESANTREN ANAK USIA DINI PADA PONDOK PESANTREN NURUL BAROKAH PERIODE 2014-2015 Mulyanah, Mimin; Sumarna, Elan; Firdaus, Endis
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v2i2.3448

Abstract

Penulisan artikel ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap akhlak atau moral anak yang berkembang dengan tidak baik. Berdasarkan hasil survey yang teliti oleh Yayasan Kita dan Buah Hati menunjukkan bahwa di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang, sebanyak 60%anak Sekolah Dasar sudah menyaksikan pornografi. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya kerusakan akhlak maka perlu adanya pemahaman dan pembinaan keagamaan yang dilakukan oleh lingkungan keluarga ataupun lembaga. Baik lembaga formal maupun nonformal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan hasil dari pembinaan keagamaan anak usia dini di pondok pesantren Nurul Barokah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumen.  Teknik analisis data dengan cara reduksi data, display data, dan menyimpulkan data. Berdasarkan hasil penelitian, perencanaan dan pelaksanaan  dari pembinaan keagamaan anak usia dini di Pondok Pesantren Nurul Barokah cukup baik. Hal ini ditandai dengan kegiatan yang dijalankan sesuai dengan perencanaannya. Pembinaan keagamaan anak usia dini pada pondok pesantren Nurul Barokah belum dapat dikatakan berhasil sepenuhnya karena  dari  pembinaan yang terjadi peneliti menilai hanya perubahan dari segi kognitif saja untuk perubahan sikap tidak terlalu kelihatan.  Selain itu,  pembinaan keagamaan anak usia dini belum mempunyai format baku hasil kegiatan pembinaan keagamaan yang dapat dilaporkan kepada orang tua.
NILAI-NILAI AKHLAK DALAM KOMUNIKASI EDUKATIF AYAH-ANAK DI DALAM AL-QURAN (Studi Tematis Terhadap Kisah Āzar-Nabi Ibrāhīm, Nabi Ibrāhīm-Nabi Ismā’il, Nabi Ya’qūb-Nabi Yūsuf) Hardiyanti, Fitri; Abdussalam, Aam; Sumarna, Elan
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v2i2.3449

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dekadensi moral pada anak muda zaman sekarang khususnya terkait akhlak anak terhadap orangtua. Pendidikan informal dalam keluarga yang tidak sesuai dengan ajaran Islam mengakibatkan hal tersebut terjadi. Dalam penelitian ini akan dibahas tentang penanaman nilai-nilai akhlak dalam komunikasi ayah-anak di dalam al-Qur`ān. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi dan nilai-nilai akhlak dari kisah Azar-Nabi Ibrāhim, Nabi Ibrāhim-Ismā’il,Nabi Ya’qūb-Yūsuf dan implikasinya dalam pembelajaran PAI. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Adapun metode yang digunakan adalahmetode tafsirmaudū’i, teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka.Adapun  teknik analisis data yang digunakan adalahdilālaħdanmunāsabaħ. Data yang diperoleh darial-Quransebagai sumber utama jugadilengkapi dengan tafsir lainnya beserta buku-buku yang ada relevansinya dengan masalah penelitian sebagai sumber sekunder. Dari hasil penelitian ditemukan komunikasi yang ideal dalam kisah Nabi Ibrāhim-Ismā’il dan Nabi Ya’qūb-Yūsuf karena keduanya memiliki kesamaan iman sehingga dapat mewujudkan komunikasi yang efektif. Keduanya mendiskusikan suatu permasalahan dan meminta pendapat lawan bicara sehingga terdapat keterbukaan pikiran dan perasaan. Adapun komunikasi antara Nabi Ibrāhim dengan azar menjadi suatu pembelajaran bagi seorang anak dalam menghadapi orang tua yang kafir, bentuk komunikasi Nabi Ibrāhim kepada ayahnya berupa seruan kebaikan, mengingatkan pada kebenaran dan menasehati dengan penuh kelembutan. Dalam penelitian ini juga ditemukan nilai-nilai akhlak dalam komunikasi tersebut diantaranya akhlak kepada Allah dan akhlak kepada manusia. Implikasi kajian ini bagi pembelajaran PAI sebagai pengembangan komunikasi edukatif diantaranya: prinsip kasih-sayang, prinsip ketulusan, dan prinsip komunikasi verbal (Qaulan sadidan, Qaulan layyinan, Qaulan ma’rufan dan Qaulan kariman); dan pengembangan sistem instruksional pembelajaran, diantaranya perlu: metode pembelajaran edukatif, guru sebagai role model, daninteraksi pembelajaran intrapersonal-interpersonal.
MODEL PEMBINAAN AKHLAK MULIA DALAM MENJAGA DAN MENINGKATKAN DISIPLIN KEBERSIHAN DI PONDOK PESANTREN AL-BASYARIYAH BANDUNG Rinjani, Dini; Firdaus, Endis; Sumarna, Elan
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 1, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v1i2.3767

Abstract

Pembinaan akhlak merupakan tumpuan perhatian utama dalam Islam.Hal ini dapat dilihat dari salah satu misi kerasulan nabi Muḥammad SAW yang utama ialah untuk menyepurnakan akhlak yang mulia.Dalam salah satu Hadiṡ nya beliau menegasakan bahwa “sesungguhnya aku (Muhammad) diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia” (HR. Ahmad).Untuk mendalami pembinaan akhlak khususnya akhlak terhadap kebersihan perlu adanya analisa yang mendalam mengenai Model Pembinaan Akhlak Mulia dalam Menjaga dan Meningkatkan Disiplin Kebersihan, salah satunya yang diterapkan di Pondok Pesantren Al-Basyariyah Bandung.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem Pembinaan disiplin kebersihan Pondok Pesantren Al-Basyariyah, perencanaan disiplin kebersihan, pelaksanaan disiplin kebersihan Pondok, Komponen-komponen disiplin kebersihan serta Hambatan dan Hasil Evaluasi Pembinaan Disiplin Kebersihan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.Alasan menggunakan metode ini ialah untuk mendeskripsikan pembinaan akhlakdalam menjaga dan meningkatkan disiplin kebersihan di Pondok Pesantren Al-Basyariyah Bandung.Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan tiga teknik yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.Pondok melaksanakan pembinaan kebersihan dengan perencanaan yang tertuang di dalam peraturan kebersihan yang dibuat oleh pengasuh dan pengurus pondok, pelaksanaan disiplin kebersihan dilaksanakan setiap hari dari pagi, siang dan malam hari.Komponen yang ada dalam menjalankan kebersihan ialah, adanya santri, peraturan, pelaksanaan dan sarana prasarana.Hambatan yang dirasakan dalam menjalankan disiplin kebersihan meliputi kesadaran seluruh santru terhadap pentingnya kebersihan.Sistem evaluasi yang dilaksanakan dari pembinaan disiplin kebersihan di Pondok Pesantren Al-Basyariyah dilaksanakan sebanyak dua kali.Pertama, evaluasi dilaksanakan setiap minggunya.Kedua, evaluasi dilaksanakan satu tahun sekali dalam Laporan Pertanggung Jawaban OSPA.
IMPLIKASI KONSEP ŪLŪL ‘ILMI DALAM AL-QUR`ĀN TERHADAP TEORI PENDIDIKAN ISLAM (Studi Analisis Terhadap Sepuluh Tafsīr Mu’tabarah) Budiyanti, Nurti; Rizal, Ahmad Syamsu; Sumarna, Elan
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 3, No 1 (2016): May 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v3i1.3459

Abstract

Sejatinya, pendidikan merupakan proses pembinaan dan pengembangan potensi manusia secara optimal, bai menyangkut jiwa, akal dan hatinya. Oleh karena itu, proses pendidikan harus mampu menyentuh semua hal tersebut. Hal yang kontradiktif terjadi dalam dunia pendidikan, menunjukkan masih kurangnya kesadaran moral dan spiritual para pelajar serta orang-orang terdidik di Indonesia. Hal ini disebabkan pada praktiknya, sekolah hanya mengejar kelulusan dan intelektualitas peserta didik saja, sehingga tujuan yang dicapaipun bersifat parsial, tidak keseluruhan. Hasilnya pun pendidikan hanya sebatas transfer of knowledge, padahal aspek moral dan spiritual harus menjadi aktualisasi ilmu yang dimilikinya. Al-Qurān memberikan bimbingan secara komprehensif dan integratif terhadap manusia dalam kaitannya terhadap pendidikan, dimana tidak ada dikotomi, melainkan kesatuan dan keseluruhan dalam pendidikan. Bukti dari kesempurnaan al-Qurān tersebut tergambar pada konsep ūlūl ‘ilmi. Di dalam penelitian ini, peneliti berupaya menggali dan memahami konsep ūlūl ‘ilmi  dalam al-Qurān dengan merujuk kepada sepuluh Tafsīr  Mu’tabaroħ, yang diantaranya ialah: Tafsīr Al-Miṣbāḥ, Tafsīr Fi Ẓilalil Qur`ān, Tafsīr Ibn Kaṡīr, Tafsīr Aṭ-Ṭabari, Tafsīr Al-Qurṭubi, Tafsīr Al-Maraghi, Tafsīr Al-Aiṡar, Tafsīr Al-Mizan, Tafsīr Al-Azhar, dan Tafsīr At-Taḥrir Wa Tanwir. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep ūlūl ‘ilmi  dalam al-Qurānyang meliputi makna,karakteristik, peran dan fungsi ūlūl ‘ilmi, serta implikasinya terhadap teori pendidikan Islam. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan secara prosedural metode yang digunakan adalah metode tahlīlīdan muqāran, dengan teknik studi pustaka dalam pengumpulkan data. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis teks dengan menggunakan dilālaħ dan munāsabaḥ. Berdasarkan penemuan dan analisis dalam penelitian ini didapatkan bahwa makna ūlūl ‘ilmi  ialah seseorang yang memiliki ilmu berdasarkan realitas, berwawasan luas, kecerdasannya mampu mencapai makrifat, dan hatinya teguh bertauhid karena memiliki tingkatan khasyyah seperti para ulama. Adapun implikasi konsep ūlūl ‘ilmi terhadap teori pendidikan Islam meliputi; pendidik, peserta didik, tujuan, peran, fungsi, prinsip, metode, materi dan media pendidikan.
PROGRAM GERAKAN CINTA ALQURAN “GENTA” DALAM MENGOPIMALKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH (Studi Deskriptif Di SMP Unggulan Al-Amin Ngamprah) Anjarsari, Ray; Syahidin, Syahidin; Sumarna, Elan
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 4, No 1 (2017): May 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v4i1.6992

Abstract

Alquran al-karim adalah kitab Allah Swt. yang merupakan petunjuk bagi manusia. Manusia tidak akan mampu menjadikan Alquran sebagai petunjuk manakala ia tidak paham isi dan makna Alquran. Langkah awal untuk memahami Alquran adalah dengan mempelajari Alquran. Akan tetapi, pada kenyataannya para pelajar saat ini masih banyak yang belum mampu membaca Alquran dengan baik. berdasarkan hasil tes BAQI UPI tahun 2015/2016 mahasiswa yang belum bisa membaca Alquran masih 77,55%. Kondisi ini sangat memprihatinkan dengan banyaknya pelajar yang belum mampu membaca Alquran, apalagi menjadikan Alquran sebagai petunjuk dalam hidupnya.salah stu penyebabnya adalah kurangnya rasa cinta terhadap Alquran. Untuk mengatasi kondisi tersebut peneliti melakukan penelitian di sebuah lembaga pendidikan yakni SMP Unggulan Al-Amin yang difokuskan pada program Gerakan Cinta Alquran “GENTA”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil dari program Gerakan Cinta Alquran “GENTA” dapat mengoptimalkan pendidikan agama Islam di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Dari data tersebut di analisis  dengan mereduksi data, penyanjian data, triangulasi dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa program Gerakan Cinta Alquran “GENTA” memiliki serangkaian kegiatan, kegiatan tersebut diantaranya; murojaah Alquran, tadarus Alquran, tahsin Alquran, tahfidz Alquran, tafhim Alquran, ceramah, sidang komprehensif dan wisuda tahfidz. selanjutnya, dalam oprasionalisasi setiap kegiatan, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi dinilai baik dan cukup baik bila ditinjau dari Permendiknas Nomor 47 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Nonformal. Program Gerakan Cinta Alquran ini menghasilkan siswa memiliki kemampuan membaca Alquran yang baik, hafidz Alquran 1-2 Juz dan siswa memiliki sifat sopan santun, jujur dan terbiasa berbuat baik dalam kesehariannya sebagai pengamalan terhadap Alquran. Dengan demikian program Gerakan Cinta Alquran dapat mengoptimalkan Pendidikan Agama Islam di sekolah.
RELEVANSI KONSEP PENDIDIKAN MENURUT KI HADJAR DEWANTARA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM Marwah, Siti Shafa; Syafe’i, Makhmud; Sumarna, Elan
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 1 (2018): May 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v5i1.13336

Abstract

This article would like to explain about the relevance between Ki Hadjar Dewantara’s concept of education and Islamic education. To get a deep comprehension about the concept of Ki Hadjar Dewantara’s education and Islamic education, this research uses qualitative approach and descriptive analitic method, so that the relevance between these two concepts can be seen. The result of this research states that 5 of the 6 components examined from these two concepts of education, have a relevant relation. So, this result indicates that the decline of children’s moral quality that occured today is not caused by Ki Hadjar Dewantara’s concept, but this is due to the educators who have not been able to practice the concept of Ki Hadjar Dewantara’s education well and correctly. Therefore, based on the results of this study, the Indonesian government needs to rearrange the performance of all education practitioners in accordance with the thought of Ki Hadjar Dewantara. Tulisan ini ingin memaparkan tentang ada tidaknya relevansi atas konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara dengan Pendidikan dalam Islam. Penelitian ini  dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif  dengan metode deskriptif –analitis untuk mendapatkan pemahaman secara mendalam mengenai konsep pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara dan konsep pendidikan dalam Islam. Dalam hal ini, akan terlihat ada tidaknya hubungan yang relevan atas kedua konsep tersebut. Setelah diteliti, ternyata hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 5 dari 6 komponen yang sudah diteliti dari  konsep pendidikan ini, memiliki hubungan yang relevan. Dengan begitu, melalui hasil penelitian ini menandakan bahwa turunnya kualitas akhlak anak  yang terjadi di dunia pendidikan saat ini, bukan disebabkan oleh konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang tidak memiliki nilai keagamaan di dalamnya, tetapi hal ini disebabkan oleh pelaksana pendidikan yang belum bisa mempraktikkan konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara secara baik dan benar. Maka dari itu, berdasarkan hasil penelitian ini, pemerintah Indonesia perlu menata ulang kinerja seluruh pelaksana pendidikan agar sesuai dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara.  
IMPLEMENTASI METODE MY Q-MAP DALAM MENINGKATKAN HAFALAN ALQURAN Widiastuti, Dara; Abdussalam, Aam; Sumarna, Elan
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 6, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v6i1.19462

Abstract

Abstract. This research is motivated by the difficulty of memorizing the Qur’an and maintaining memorization. This study aims to determine the application of the My Q-Map method in improving the memorization of the Qur’an in Pondok Tahfidz Bintang Qur’an Cirebon. Data collection techniques was carried out by interview, observation, and study documentation. Data analysis was performed by data reduction, data presentation, drawing conclusions and coding. From the results of this study it is known that the implementation of the My Q-Map method in Pondok Tahfidz Bintang Quran Cirebon refers to the curriculum that has been created by the Pondok (Islamic boarding schoool) itself. Activities of students and teachers in implementing the My Q-Map method in memorizing the Qur’an began with the opening, memorization, and evaluation. The advantage of this method is that it can help students overcome obstacles in memorization such as forgetfulness, depression, and other personal obstacles. In addition, this method can help students understand the meaning and remember the location of the verse so that memorization of the Qur’an feels more memorable and makes memorization more strongly bound. Overall this method has been quite successful in helping students improve memorization of the Qur’an. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sulitnya menghafal Alquran dan menjaga hafalannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode My Q-Map dalam meningkatkan hafalan Alquran di Pondok Tahfidz Bintang Quran Cirebon. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan koding. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa implementasi metode My Q-Map di Pondok Tahfidz Bintang Quran Cirebon mengacu kepada kurikulum yang telah dibuat oleh pondok itu sendiri. Aktivitas santri dan guru dalam mengimplementasikan metode My Q-Map dalam kegiatan menghafalkan Alquran dimulai dengan pembukaan, kegiatan menghafal, dan evaluasi. Kelebihan metode ini adalah dapat membantu mengatasi kendala santri dalam menghafal seperti mudah lupa, depresi, dan kendala personal lainnya. Di samping itu, metode ini dapat membantu santri memahami makna dan mengingat letak ayat sehingga hafalan Alquran terasa lebih berkesan dan membuat hafalan lebih kuat terikat. Secara keseluruhan metode ini sudah cukup berhasil dalam membantu santri meningkatkan hafalan Alquran.