Yesi Lisnawati, Yesi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP KHALIFAH DALAM AL-QURAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM Abdussalam, Aam; Wibisana, Wahyu; Lisnawati, Yesi
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia merupakan makhluk terbaik yang diciptakan Allah di permukaan bumi ini. Keunggulan manusia di antara makhluk lainnya adalah dengan dimilikinya akal untuk berpikir. Dengan akalnya tersebut, manusia dapat menciptakan sesuatu yang luar biasa, dan dengan akal yang dimilikinya itu pula, manusia diamanahi tanggung jawab yang besar yaitu amanah sebagai khalīfaħ untuk mengurus bumi. Namun demikian, seiring dengan perkembangan zaman, manusia melupakan tugasnya tersebut. Sekarang ini banyak orang yang memiliki kemampuan akal yang tinggi dan mempunyai kedudukan yang tinggi pula dalam pemerintahan, namun mereka menyalahgunakan apa yang mereka punya. Penyalahgunaan potensi yang mereka miliki tersebut dapat diindikasikan karena ketidakpahaman manusia akan tugas yang sebenarnya ia emban, yakni sebagai khalīfaħ. Hal ini juga dapat disebabkan adanya sesuatu yang kurang sesuai antara tugas yang diemban dan proses dalam pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana khalīfaħ itu, syarat-syarat yang harus dimiliki seorang khalīfaħ, tugas dan fungsi seorang khalīfaħ yang terdapat dalam Al-Qur`ān dan tafsir Al-Mishbah, serta implementasinya terhadap pendidikan Islam.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode maudhu’i, dan teknis analisis dilalah dan munasabah.  Dalam penelitian ini ditemukan bahwa di dalam Al-Qur`ān terdapat dua bentuk pengungkapan kata khalīfaħ, yang pertama dalam bentuk tunggal khalīfaħ, dan dalam bentuk jamak yaitu khalā`if dan khulafā`. Tugas dan fungsi seorang khalīfaħ di antaranya yaitu menegakan hukum Allah, berlaku adil terhadap semua pihak, memiliki pengetahuan yang luas serta mampu bekerja sama dengan orang lain. Menarik implikasi edukatif dari padanya, sebagaimana di ungkapkan oleh para ahli pendidikan Islam, konsep khalīfaħ ini dapat dijadikan sebagai tujuan pendidikan Islam.Kata kunci : Al-Qur`ān, Manusia, Amanah, Al-Mishbah dan Pendidikan
KONSEP KHALĪFAH DALAM AL-QUR`ᾹN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM (STUDI MAUDU’I TERHADAP KONSEP KHALĪFAH DALAM TAFSIR AL-MISBAH) Lisnawati, Yesi; Abdussalam, Aam; Wibisana, Wahyu
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v2i1.3377

Abstract

Manusia merupakan makhluk terbaik yang diciptakan Allah di permukaan bumi ini. Keunggulan manusia diantara makhluk lainnya adalah dengan dimilikinya akal untuk berpikir. Dengan akalnya tersebut, manusia dapat menciptakan sesuatu yang luarbiasa, dan dengan akal yang dimilikin yaitu pula, manusia diamanahi tanggungjawab yang besar yaitu amanah sebagai khalīfaħ untuk mengurus bumi. Namun demikian, seiring dengan perkembangan zaman, manusia melupakan tugasnya tersebut. Sekarang ini banyak orang yang memiliki kemampuan akal yang tinggi dan mempunyai kedudukan yang tinggi pula dalam pemerintahan, namun mereka menyalahgunakan apa yang mereka punya. Penyalahgunaan potensi yang mereka miliki tersebut dapat diindikasikan karena ketidakpahaman manusia akan tugas yang sebenarnya ia emban, yakni sebagai khalīfaħ. Hal ini juga dapat disebabkan adanya sesuatu yang kurang sesuai antara tugas yang diemban dan proses dalam pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana khalīfaħ itu, syarat-syarat yang harus dimiliki seorang khalīfaħ, tugas dan fungsi seorang khalīfaħ yang terdapat dalam Al-Qur`ān dan tafsir Al-Mishbah, serta implementasinya terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode maudhu’i, dan teknis analisis dilalah dan munasabah.  Dalam penelitian ini ditemukan bahwa di dalam Al-Qur`ān terdapat dua bentuk pengungkapan kata khalīfaħ, yang pertama dalam bentuk tunggal khalīfaħ, dan dalam bentuk jamak yaitu khalā`if dan khulafā`. Tugas dan fungsi seorang khalīfaħ diantaranya yaitu menegakan hokum Allah, berlaku adil terhadap semua pihak, memiliki pengetahuan yang luas serta mampu bekerjasama dengan orang lain. Menarik implikasi edukatif daripadanya, sebagaimana di ungkapkan oleh para ahli pendidikan Islam, konsep khalīfaħ ini dapat dijadikan sebagai tujuan pendidikan Islam.