Wahyu Wibisana, Wahyu
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

KONSEP KHALIFAH DALAM AL-QURAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM Abdussalam, Aam; Wibisana, Wahyu; Lisnawati, Yesi
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia merupakan makhluk terbaik yang diciptakan Allah di permukaan bumi ini. Keunggulan manusia di antara makhluk lainnya adalah dengan dimilikinya akal untuk berpikir. Dengan akalnya tersebut, manusia dapat menciptakan sesuatu yang luar biasa, dan dengan akal yang dimilikinya itu pula, manusia diamanahi tanggung jawab yang besar yaitu amanah sebagai khalīfaħ untuk mengurus bumi. Namun demikian, seiring dengan perkembangan zaman, manusia melupakan tugasnya tersebut. Sekarang ini banyak orang yang memiliki kemampuan akal yang tinggi dan mempunyai kedudukan yang tinggi pula dalam pemerintahan, namun mereka menyalahgunakan apa yang mereka punya. Penyalahgunaan potensi yang mereka miliki tersebut dapat diindikasikan karena ketidakpahaman manusia akan tugas yang sebenarnya ia emban, yakni sebagai khalīfaħ. Hal ini juga dapat disebabkan adanya sesuatu yang kurang sesuai antara tugas yang diemban dan proses dalam pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana khalīfaħ itu, syarat-syarat yang harus dimiliki seorang khalīfaħ, tugas dan fungsi seorang khalīfaħ yang terdapat dalam Al-Qur`ān dan tafsir Al-Mishbah, serta implementasinya terhadap pendidikan Islam.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode maudhu’i, dan teknis analisis dilalah dan munasabah.  Dalam penelitian ini ditemukan bahwa di dalam Al-Qur`ān terdapat dua bentuk pengungkapan kata khalīfaħ, yang pertama dalam bentuk tunggal khalīfaħ, dan dalam bentuk jamak yaitu khalā`if dan khulafā`. Tugas dan fungsi seorang khalīfaħ di antaranya yaitu menegakan hukum Allah, berlaku adil terhadap semua pihak, memiliki pengetahuan yang luas serta mampu bekerja sama dengan orang lain. Menarik implikasi edukatif dari padanya, sebagaimana di ungkapkan oleh para ahli pendidikan Islam, konsep khalīfaħ ini dapat dijadikan sebagai tujuan pendidikan Islam.Kata kunci : Al-Qur`ān, Manusia, Amanah, Al-Mishbah dan Pendidikan
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SEKOLAH DASAR TAHUN 1945-1966 Rahmat, Munawar; Wibisana, Wahyu; Fikri, Luthfi Khairul
123 XXX
Publisher : TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan agama dewasa ini merupakan bagian dari kurikulum wajib yang diselenggarakan di sekolah umum pada semua jenjang dan jenis pendidikan. Sebelumnya pada masa penjajahan Belanda, pendidikan agama tidak begitu diperhatikan bahkan cenderung diawasi kegiatannya. Sejak awal kemerdekaan dan selama masa Orde Lama, pengakuan tentang eksistensi pendidikan agama di sekolah umum mulai timbul, meskipun dalam prakteknya perkembangan PAI pada kurun waktu tersebut senantiasa menghadapi kendala. Pertanyaan utama dari penelitian ini adalah bagaimana perkembangan Pendidikan Agama Islam di sekolah Dasar pada Tahun 1945-1966. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data-data yang disiapkan dalam penelitian ini adalah yang bersumber dari literatur atau menggunakan cara library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Indonesia setelah kemerdekaan mengalami perubahan. Pemerintah ingin membuat sistem pendidikan Nasional yang sesuai dengan keadaan rakyat Indonesia. Perubahan yang terjadi terutama dalam landasan idiilnya, tujuan pendidikan, sistem persekolahan dan kesempatan belajar yang diberikan kepada rakyat Indonesia. Kemajuan yang paling menonjol adalah dalam masalah pendidikan agama. Pengajaran Agama, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI) dirasakan penting untuk dimasukkan ke dalam rencana pengajaran dalam pendidikan Nasional. Hal ini dikarenakan pendidikan agama sesuai dengan landasan negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pada perkembangan selanjutnya pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan tentang pendidikan agama yang merupakan bentuk pengakuan resmi negara terhadap pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional. Kata  kunci : Pendidikan Nasional, Pendidikan Agama, Sekolah Dasar.  
KONSEP KHALĪFAH DALAM AL-QUR`ᾹN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM (STUDI MAUDU’I TERHADAP KONSEP KHALĪFAH DALAM TAFSIR AL-MISBAH) Lisnawati, Yesi; Abdussalam, Aam; Wibisana, Wahyu
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v2i1.3377

Abstract

Manusia merupakan makhluk terbaik yang diciptakan Allah di permukaan bumi ini. Keunggulan manusia diantara makhluk lainnya adalah dengan dimilikinya akal untuk berpikir. Dengan akalnya tersebut, manusia dapat menciptakan sesuatu yang luarbiasa, dan dengan akal yang dimilikin yaitu pula, manusia diamanahi tanggungjawab yang besar yaitu amanah sebagai khalīfaħ untuk mengurus bumi. Namun demikian, seiring dengan perkembangan zaman, manusia melupakan tugasnya tersebut. Sekarang ini banyak orang yang memiliki kemampuan akal yang tinggi dan mempunyai kedudukan yang tinggi pula dalam pemerintahan, namun mereka menyalahgunakan apa yang mereka punya. Penyalahgunaan potensi yang mereka miliki tersebut dapat diindikasikan karena ketidakpahaman manusia akan tugas yang sebenarnya ia emban, yakni sebagai khalīfaħ. Hal ini juga dapat disebabkan adanya sesuatu yang kurang sesuai antara tugas yang diemban dan proses dalam pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana khalīfaħ itu, syarat-syarat yang harus dimiliki seorang khalīfaħ, tugas dan fungsi seorang khalīfaħ yang terdapat dalam Al-Qur`ān dan tafsir Al-Mishbah, serta implementasinya terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode maudhu’i, dan teknis analisis dilalah dan munasabah.  Dalam penelitian ini ditemukan bahwa di dalam Al-Qur`ān terdapat dua bentuk pengungkapan kata khalīfaħ, yang pertama dalam bentuk tunggal khalīfaħ, dan dalam bentuk jamak yaitu khalā`if dan khulafā`. Tugas dan fungsi seorang khalīfaħ diantaranya yaitu menegakan hokum Allah, berlaku adil terhadap semua pihak, memiliki pengetahuan yang luas serta mampu bekerjasama dengan orang lain. Menarik implikasi edukatif daripadanya, sebagaimana di ungkapkan oleh para ahli pendidikan Islam, konsep khalīfaħ ini dapat dijadikan sebagai tujuan pendidikan Islam.
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR TAHUN 1945-1966 Fikri, Luthfi Khairul; Rahmat, Munawar; Wibisana, Wahyu
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 1, No 1 (2014): May 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v1i1.3760

Abstract

Pendidikan agama dewasa ini merupakan bagian dari kurikulum wajib yang diselenggarakan di sekolah umum pada semua jenjang dan jenis pendidikan. Sebelumnya pada masa penjajahan Belanda, pendidikan agama tidak begitu diperhatikan bahkan cenderung diawasi kegiatannya. Sejak awal kemerdekaan dan selama masa Orde Lama, pengakuan tentang eksistensi pendidikan agama di sekolah umum mulai timbul, meskipun dalam prakteknya perkembangan PAI pada kurun waktu tersebut senantiasa menghadapi kendala. Oleh karena itu, pertanyaan utama dari penelitian ini adalah bagaimana Perkembangan Pendidikan Agama Islam di sekolah Dasar pada Tahun 1945-1966. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data-data yang disiapkan dalam penelitian ini adalah yang bersumber dari literatur atau menggunakan cara library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Indonesia setelah kemerdekaan mengalami perubahan. Pemerintah ingin membuat sistem pendidikan nasional yang sesuai dengan keadaan rakyat Indonesia. Perubahan yang terjadi terutama dalam landasan idiilnya, tujuan pendidikan, sistem persekolahan dan kesempatan belajar yang diberikan kepada rakyat Indonesia. Kemajuan yang paling menonjol adalah dalam masalah pendidikan agama. Pengajaran Agama, khususnya Pengajaran Agama Islam dirasakan penting untuk dimasukkan ke dalam rencana pengajaran dalam pendidikan nasional. Hal ini dikarenakan pendidikan agama sesuai dengan landasan negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pada perkembangan selanjutnya pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan tentang pendidikan agama yang merupakan bentuk pengakuan resmi negara terhadap pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional.
UPAYA PENINGKATAN DISIPLIN IBADAH BAGI MURID MADRASAH (Studi Deskriptif di Madrasah DÄ«niyah Takmiliyah Awalilah Miftahussalam Kota Tegal) Indarmawan, Arvian; Abdussalam, Aam; Wibisana, Wahyu
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 1, No 1 (2014): May 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v1i1.3761

Abstract

Penelitian ini berangkat dari pentingnya menanamkan disiplin ibadah pada generasimuda, agar pada masa dewasanya tidak cenderung malas, apatis, bahkan menjadi antiagama, atau sekurang-kurangnya tidak memperdulikan kewajibannya sebagai hamba.Penelitian ini bertempat di Madrāsah Dīniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA)Miftahussalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) profil MDTAMiftahussalam Kota Tegal (2) perencanaan peningkatan disiplin ibadah bagi murid diMDTA Miftahussalam Kota Tegal (3) pelaksanaan peningkatan disiplin ibadah bagimurid di MDTA Miftahussalam Kota Tegal (4) hasil peningkatan disiplin ibadah bagimurid di MDTA Miftahussalam Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan metode desktiptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi,wawancara dan studi dokumen. Proses analisis data dilakukan melalui reduksi data,penyajian data dan verification. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaranmengenai perencanaan peningkatan disiplin ibadah bagi murid yang dilakukan olehkepala madrāsah, usta􀄪 dan mualimah dengan menyesuaikan visi dan misi madrāsahyang kemudian membuat program disiplin ibadah. Dalam pelaksanaan, programdisiplin ibadah yang direalisasikan yaitu pembiasaan sebelum kegiatan belajarmengajar dengan membaca Asmāul Husna, Al-Qurān, do’a harian dan shalawat. Padaektrsakurikuler pengajian dengan berdzikir dan bershalawat, pada ekstrakurikuler shalatjama’ah dengan bershalawat, shalat, dzikir dan berdo’a. Setiap murid mendapatkan bukuKegiatan Ibadah Shalat Santri (KISS), Kegiatan Ba’da Magrib (KBM) danPembiasaan Akhlaq Santri (PAS) yang mewajibkan murid melaksanakan ibadah yangtercantum di dalamnya. Adapun metode yang digunakan yaitu pembiasaan,demokratis (hukuman dan penghargaan yang bersifat edukatif) dan motivasi. Hasilpeningkatan disiplin ibadah bagi murid di MDTA Miftahussalam menunjukkankonsistensi ibadah murid dalam shalat, dzikir, do’a harian dan salawat, sedangkankekurangan dapat dilihat dari sebagian besar murid yang mengaku jarang berdziikirdengan membaca Asmāul Husna.
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SEKOLAH DASAR TAHUN 1945-1966 Fikri, Luthfi Khairul; Wibisana, Wahyu; Rahmat, Munawar
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v2i2.3454

Abstract

Pendidikan agama dewasa ini merupakan bagian dari kurikulum wajib yang diselenggarakan di sekolah umum pada semua jenjang dan jenis pendidikan. Sebelumnya pada masa penjajahan Belanda, pendidikan agama tidak begitu diperhatikan bahkan cenderung diawasi kegiatannya. Sejak awal kemerdekaan dan selama masa Orde Lama, pengakuan tentang eksistensi pendidikan agama di sekolah umum mulai timbul, meskipun dalam prakteknya perkembangan PAI pada kurun waktu tersebut senantiasa menghadapi kendala. Pertanyaan utama dari penelitian ini adalah bagaimana perkembangan Pendidikan Agama Islam di sekolah Dasar pada Tahun 1945-1966. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data-data yang disiapkan dalam penelitian ini adalah yang bersumber dari literatur atau menggunakan cara library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Indonesia setelah kemerdekaan mengalami perubahan. Pemerintah ingin membuat sistem pendidikan Nasional yang sesuai dengan keadaan rakyat Indonesia. Perubahan yang terjadi terutama dalam landasan idiilnya, tujuan pendidikan, sistem persekolahan dan kesempatan belajar yang diberikan kepada rakyat Indonesia. Kemajuan yang paling menonjol adalah dalam masalah pendidikan agama. Pengajaran Agama, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI) dirasakan penting untuk dimasukkan ke dalam rencana pengajaran dalam pendidikan Nasional. Hal ini dikarenakan pendidikan agama sesuai dengan landasan negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pada perkembangan selanjutnya pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan tentang pendidikan agama yang merupakan bentuk pengakuan resmi negara terhadap pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional.