Articles

Found 10 Documents
Search

Makna Simbol Budaya Lokal Bagi Komunitas Tanah Aksara Prasanti, Dhita; Sjafirah, Nuryah Asri
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.687 KB)

Abstract

In this modern era, as culture evolves into a popular culture mixed with western culture, there is still a community that wants to maintain the tradition of local cultural heritage, in the field of literacy. This is also reflected in a study that will raise researchers this time. The community is called ?Tanah Aksara?. Researchers raised research on the Meaning of Local Culture Symbol for ?Tanah Aksara? Community in Bandung. ?Tanah Aksara? has its own characteristic in Bandung, which upholds the cultural heritage of the local script. They have peculiarities that characterize their identity through the attributes of clothing or other symbols that characterize the main individual in the ?Tanah Aksara? community. In this study, researchers used a qualitative approach with qualitative descriptive method. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. Data analysis techniques used are observation persistence, data triangulation, and referential adequacy. Researchers use communication theory to analyze this research is the theory of symbolic interaction. The results of research that has been done by the researcher shows that the meaning of local culture for the Tanah Aksara community include: (1) Symbol as the formation of identity for the Tanah Aksara community; (2) Symbols as preservation of local traditions and cultures for Tanah Aksara communities; (3) Symbols as preservation of the script of the archipelago; (4) Symbols as symbols of ancestral heritage/ ancestors; (5) Symbols as an encouragement of social activities.
Komunikasi Non Verbal Dalam Komunitas Tanah Aksara Prasanti, Ditha; Sjafirah, Nuryah Asri
J-IKA Vol 4, No 1 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKManusia mengalami proses komunikasi dalam setiap aspek kehidupannya. Disadari maupun tidak, proses komunikasi tersebut dapat terjadi kapanpun dan dimanapun. Begitupun halnya proses komunikasi dalam sebuah komunitas. Proses komunikasi yang seringkali tidak disadari adalah komunikasi non verbal. Dalam  komunitas, manusia juga belajar sesuatu mengenai fenomena melalui peristiwa komunikasi non verbal. Pada era modern ini, ketika budaya sudah semakin berkembang menjadi budaya populer yang tercampur oleh budaya barat, ternyata masih ada sebuah komunitas yang ingin mempertahankan tradisi warisan budaya lokal, dalam bidang aksara. Hal inilah yang akan peneliti angkat dalam penelitian kali ini. Komunitas tersebut bernama “Tanah Aksara”. Peneliti tertarik untuk mengangkat penelitian tentang Komunikasi Non Verbal dalam komunitas Tanah Aksara. Adapun fokus penelitian ini adalah (1) mengetahui jenis-jenis komunikasi non verbal yang digunakan dalam komunitas Tanah Aksara. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah ketekunan pengamatan, trianggulasi data, dan kecukupan referensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi non verbal dalam komunitas Tanah Aksara meliputi pesan gesture, pesan proksemik, dan pesan artifaktual. Kata Kunci: Komunikasi, Non Verbal, Komunitas, Tanah Aksara.  ABSTRACTHumans experience the process of communication in every aspect of life. Knowingly or not, the communication process can happen anytime and anywhere. So it is the case of communication process in a community. The communication process is often not realized is non-verbal communication. In the community, people also learn something about the phenomenon through non-verbal communication events. In this modern era, when the culture is growing into popular culture mixed by western culture, there are still a community that wants to maintain the tradition of the local cultural heritage, in the field of literacy. This is what will lift the researchers in the current study. The community was named "Tanah Aksara". Researchers are interested to raise the research on Non Verbal Communication in Tanah Aksara community. The focus of this study were (1) determine the types of non-verbal communication used in Tanah Aksara community. In this study, researchers used the constructivist paradigm with qualitative descriptive method. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The data analysis technique used is perseverance observation, triangulation of data, and adequacy referential. The results of this study indicate that non-verbal communication in Tanah Aksara community includes messages gesture, proksemik message, and the message artifactual. Keywords: Communication, Non Verbal, Tanah Aksara Community.
PENGALAMAN KOMUNIKASI PELAKU BISNIS KELUARGA DALAM MENGEMBANGKAN BISNIS KULINER DI KOTA SUKABUMI Sukma, Rima Nurani; Sumartias, Suwandi; Sjafirah, Nuryah Asri
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.112 KB)

Abstract

Keluarga sebagai sistem lebih bersifat emosional, karena disatukan oleh ikatan mendalam yang mempengaruhinya dalam berbisnis. Komunikasi bisnis keluarga memiliki hubungan yang erat dengan pertentangan, perbedaan serta penolakan pendapat atau ide, ketidakpercayaan antara sesama anggota, bahkan memicu konflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan jenis penelitian kualitatif dengan metode penelitian fenomenologi. Penentuan sumber data penelitian, menggunakan teknik purposive dengan 5 informan yang mengelola bisnis keluarga dibidang kuliner yang telah berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motif-motif yang mendorong pelaku melakukan bisnis keluarga, mendeskripsikan makna komunikasi bisnis keluarga serta mendeskripsikan aktivitas komunikasi bisnis yang dilakukan oleh pelaku bisnis keluarga dalam menjalankan bisnis kulinernya. Hasil penelitian ini adalah motif yang mendorong pelaku untuk melakukan bisnis keluarga diantaranya: motif kepatuhan (obedience motive), motif aktualisasi diri (self actualization motive), motif ekonomi (economic motive) dan motif bakat (aptitude motive). Makna komunikasi bisnis keluarga bagi pelaku adalah sebuah tantangan dan kepatuhan. Makna yang dikonstruksi tersebut, dapat dinetralisir dengan melakukan obrolan ringan, pertemuan bisnis keluarga, rapat keluarga yang dapat menghasilkan beberapa point, seperti pengambilan keputusan yang dapat dilakukan secara diskusi dan professional, melakukan pelaporan kegiatan bisnis, dan pemecahan dari perbedaan pendapat bahkan konflik. Aktivitas Komunikasi pelaku bisnis keluarga mencakup promosi, membangun hubungan dengan karyawan, supliyer dan memfasilitasi pelanggan restoran dengan acara karaoke, happy hours, nonton bareng, serta membina hubungan dengan partner bisnis dengan membangun perjanjian kerjasama pembukaan cabang baru. DOI: 10.24198/jkk.vol4n1.3 
Strategi Komunikasi dalam Membangun Awareness Wisata Halal di Kota Bandung Pratiwi, Soraya Ratna; Dida, Susanne; Sjafirah, Nuryah Asri
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.024 KB)

Abstract

Wisata halal saat ini menjadi fenomena baru dalam dunia pariwisata dan mulai dikembangkan di beberapa negara. Wisata halal merupakan wisata yang pada pelaksanaannya mengacu pada syariat Islam, baik akomodasi, atraksi, dan objek wisata itu sendiri. Di Kota Bandung, wisata halal belum banyak dikenal dan masih pada tahap persiapan pengembangan, sehingga perhatian dan kepedulian terhadap wisata halal di kota ini masih belum terbangun. Dalam menangani masalah tersebut, diperlukan sebuah strategi komunikasi untuk membangun perhatian dan kepedulian di kalangan para pemangku kepentingan termasuk masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi komunikasi dalam rangka membangun perhatian dan kepedulian para pemangku kepentingan termasuk masyarakat terhadap pengembangan wisata halal di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan teori Konstruksi Sosial Atas Realita yang dicetuskan oleh Burger dan Luckmann. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus instrumental tunggal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisata halal di Kota Bandung dikembangkan melalui dukungan dari berbagai lintas lembaga, yang disebut strategi penta helix. Strategi komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam mempersiapkan Kota Bandung sebagai destinasi wisata halal dengan melakukan sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran (awareness) kepada SKPD terkait. Selain Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, beberapa lembaga lain seperti Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) dan Salman Halal Center melakukan awareness building kepada para pemangku kepentingan dan juga masyarakat. Diperlukan strategi komunikasi yang lebih kompleks untuk mengkomunikasikan wisata halal kepada stakeholders dan juga masyarakat.
LITERASI MEDIA MELALUI KOMIK UNTUK CALON TENAGA KERJA WANITA INFORMAL TUJUAN ASIA PASIFIK (Studi Kasus di Kota Cirebon Jawa Barat) Sjafirah, Nuryah Asri; Sjuchro, Dian Wardiana; Zulfan, Ipit; Aunillah, Rinda
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.851 KB)

Abstract

Literasi Media bagi calon Tenaga Kerja Wanita yang akan berangkat ke luar negeri, khususnya Asia pasifik merupakan sebuah langkah kecil untuk perubahan besar. Bentuk pemberdayaan ini tentu saja membutuhkan perangkat pelatihan dan metode literasi media yang cocok dengan tingkat pendidikan, sosial dan budaya calon TKW.Literasi media ini menggunakan komik yang dirancang sebagai buku saku untuk calon TKW. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perencanaan dan pelaksanaan kegiatan literasi media melalui komik untuk Calon Tenaga Kerja Wanita Indonesia. Pendekatan penelitian menggunakan studi kasus dengan teknik pengumpulan data: wawancara mendalam, studi dokumentasi dan observasi partisipatif. Penelitian berlangsung di PT. SBY sebuah perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Swasta (PPTKIS) di Kota Cirebon.Penelitian ini dianalisis menggunakan Teori Konstruksi Realitas Sosial. Kata Kunci: Literasi Media, pemberdayaan, Calon TKW, komik .
KONSTRUKSI KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN MEDIA PADA ANAK USIA DINI DI KEC. KATAPANG KABUPATEN BANDUNG Budiana, Heru Ryanto; Sjafirah, Nuryah Asri
Jurnal Visi Komunikasi Vol 12, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Jurnal Visi Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.056 KB)

Abstract

Abstrak. Dewasa ini anak-anak dapat menonton berbagai tayangan di televisi padahal isi televisitidak selamanya baik untuk masyarakat terutama anak-anak. Berbagai muatan kekerasan,hedonisme, konsumerisme, mistik, pornografi dan budaya instan hadir dalam setiap keluargamelalui televisi. Hal ini membuktikan bahwa televisi memiliki dua wajah: wajah baik dan wajahburuk. Sementara banyak orang tua tidak memiliki cukup waktu untuk menjaga anak-anaknyadari terpaan wajah buruk media. Anak belum memiliki kemampuan filtrasi aktif, oleh karena ituorang dewasa dalam hal ini orang tua dituntut untuk memberikan pendidikan media pada anak.Idealnya pendidikan media diberikan di jenjang usia dini. Sejak pertama kali anak dapatberinteraksi dengan media. Namun untuk melakukan pendidikan media pada anak usia dinibukanlah hal yang mudah karena orang tua harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana prinsippembelajaran untuk anak usia dini, mengingat anak usia dini adalah pembelajar yang aktif.Orang tua perlu melakukan pendampingan atau parental mediation merujuk pada upayamemodifikasi atau bahkan mencegah efek yang berhubungan dengan interaksi anak dan televisi.Abstrak. Dewasa ini anak-anak dapat menonton berbagai tayangan di televisi padahal isi televisitidak selamanya baik untuk masyarakat terutama anak-anak. Berbagai muatan kekerasan,hedonisme, konsumerisme, mistik, pornografi dan budaya instan hadir dalam setiap keluargamelalui televisi. Hal ini membuktikan bahwa televisi memiliki dua wajah: wajah baik dan wajahburuk. Sementara banyak orang tua tidak memiliki cukup waktu untuk menjaga anak-anaknyadari terpaan wajah buruk media. Anak belum memiliki kemampuan filtrasi aktif, oleh karena ituorang dewasa dalam hal ini orang tua dituntut untuk memberikan pendidikan media pada anak.Idealnya pendidikan media diberikan di jenjang usia dini. Sejak pertama kali anak dapatberinteraksi dengan media. Namun untuk melakukan pendidikan media pada anak usia dinibukanlah hal yang mudah karena orang tua harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana prinsippembelajaran untuk anak usia dini, mengingat anak usia dini adalah pembelajar yang aktif.Orang tua perlu melakukan pendampingan atau parental mediation merujuk pada upayamemodifikasi atau bahkan mencegah efek yang berhubungan dengan interaksi anak dan televisi.
PENGGUNAAN MEDIA KOMUNIKASI DALAM EKSISTENSI BUDAYA LOKAL BAGI KOMUNITAS TANAH AKSARA STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF TENTANG PENGGUNAAN MEDIA KOMUNIKASI DALAM EKSISTENSI BUDAYA LOKAL BAGI KOMUNITAS TANAH AKSARA DI BANDUNG Sjafirah, Nuryah Asri; Prasanti, Ditha
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.343 KB)

Abstract

Media komunikasi memegang peranan penting dalam keberhasilan proses komunikasi. Media komunikasi juga sebagai sarana yang digunakan untuk menyebarluaskan informasidalam kehidupan sehari-hari. Proses komunikasi yang terjalin juga tentu tidak luput dari penggunaan media komunikasi demi menunjang kelancaran komunikasi yang diharapkan. Apalagi jika kita mengingat perkembangan media komunikasi di era modern ini. Begitupun halnya ketika setiap individu tersebut bergabung dalam sebuah kelompok atau komunitas. Dalam kelompok atau komunitaslah, individu belajar sesuatu mengenai fenomena sosial melalui contoh-contoh perbuatan. Dengan demikian, kebudayaan menegaskan nilai-nilai dasar tentang kehidupan: apa yang baik dan apa yang buruk, apa yang harus dilakukan dan apa yang harus ditinggalkan. Pada era modern ini, ketika budaya sudah semakin berkembang menjadi budaya populer yang tercampur oleh budaya barat, ternyata masih ada sebuah komunitas yang ingin mempertahankan tradisi warisan budaya lokal, dalam bidang aksara. Hal ini pun tercermin dalam penelitian ini. Komunitas tersebut bernama “Tanah Aksara”. Peneliti akan meneliti mengenai Penggunaan Media Komunikasi Dalam Eksistensi Budaya Komunitas Tanah Aksara di Bandung. Adanya eksistensi budaya‘sense of belonging’ yang merupakan salah satu ciri bagi komunitas Tanah Aksara. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah ketekunan pengamatan, trianggulasi data, dan kecukupan referensial.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media komunikasi dalam eksistensi budaya komunitas Tanah Aksara meliputi penggunaan media sosial yaitu jejaring facebook, instagram, dan twitter komunitas Tanah Aksara. Media komunikasi ini diyakini sangat efektif untuk menunjukkan eksistensi budaya lokal yang dimiliki komunitas Tanah Aksara
FRAMING MEDIA ONLINE TRIBUNNEWS.COM TERHADAP SOSOK PEREMPUAN DALAM BERITA VIDEO PORNOGRAFI DEPOK Hutami, Maudy Fitri; Sjafirah, Nuryah Asri
Kajian Jurnalisme Vol 2, No 1 (2018): Kajian Jurnalisme
Publisher : Program Study of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berisi tentang pembingkaian media online tribunnews.com terhadap sosok perempuan (HA) dalam video pornografi di Depok. Peneliti menggunakan beberapa teori diantaranya: teori hirarki pengaruh, teori konstruksi sosial media massa, serta teori ekonomi politik. Jenis penelitian yang digunakan peneliti bersifat kualitatif deskriptif dengan metode analisis framing Zhongdan Pan dan Gerald M. Kosicki. Fokus penelitian ini adalah sintakis, skrip, tematik, dan retoris. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan berita tentang pemberitaan sosok perempuan (HA) dalam video pornografi di Depok di media online tribunnews.com, edisi terbit tanggal 25-27 Oktober 2017. Hasil penelitian menunjukan media online tribunnews.com melalui pemberitaannya telah melanggar Kode Etik Jurnalistik dan melanggar privasi korban. Kata kunci: pembingkaian, berita, video pornografi
Makna Jurnalisme Warga Bagi Jurnalis Warga Netcj.Co.Id Iqbal, Muhammad; Sjafirah, Nuryah Asri
Kajian Jurnalisme Vol 2, No 2 (2019): Kajian Jurnalisme
Publisher : Program Study of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.917 KB)

Abstract

Jurnalisme warga memang bisa dikatakan baru jika dibandingkan dengan jurnalisme tradisional. Namun, yang disebut baru bukan berarti baru muncul satu atau dua tahun yang lalu. Setelah dikenal melalui radio, jurnalisme warga berkembang ke ranah televisi sejak dikenalkan oleh melalui video amatir yang ditayangkan pada program berita Metro TV. Saat ini NET TV melalui program NET10 dan platform Netcj.co.id juga mengusung konsep jurnalisme warga yang saling berintegrasi. Walaupun jurnalisme warga memang bukan sesuatu yang baru, tetapi platform netcj.co.id yang menampung hasil liputan jurnalis warga masih terbilang baru. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui pandangan dari jurnalis warga netcj.co.id bagaimana mereka memaknai praktik jurnalisme warga dan peran dari seorang jurnalis warga. Selain itu, peneliti juga ingin mengetahui motif jurnalis warga dalam mengirimkan hasil liputan ke platform netcj.co.id dan bagaimana pengalaman serta cara mereka saat melaksanakan atau memaknai tugas layaknya seorang jurnalis profesional. Ketika menjalankan aktivitas jurnalisme warga secara rutin, para informan memperoleh pengalaman, motif, dan makna jurnalisme warga, sehingga mereka memahami perannya sebagai jurnalis warga.
Makna Jurnalistik Bagi Jurnalis Media Anak Mulyani, Cendekia Panggih; Sjafirah, Nuryah Asri; Yudhapramesti, Pandan
Kajian Jurnalisme Vol 1, No 2 (2018): Kajian Jurnalisme
Publisher : Program Study of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.96 KB)

Abstract

Majalah Bobo adalah majalah anak paling populer di Indonesia. Majalah in telah terbit sejak 1973 dan menyajikan cerita serta artikel pengetahuan. Tujuan penelitian adalah mengetahui makna jurnalistik bagi jurnalis majalah Bobo melalui motif jurnalis majalah Bobo dalam memilih pekerjaan di bidang jurnalistik, pengalaman para jurnalis majalah Bobo dalam melakoni pekerjaannya, dan konsep diri jurnalis majalah Bobo. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi terhadap empat jurnalis majalah Bobo. Hasil penelitian menunjukkan para informan dipengaruhi oleh motif sebab (because motive) dalam memilih pekerjaan di bidang jurnalistik. Pengalaman mereka berkisar pada tantangan untuk memenuhi kebutuhan pembaca anak-anak, memenuhi keinginan perusahaan dengan mengikuti aturan penulisan yang sesuai kriteria, dan memenuhi keinginan narasumber dengan menuliskan kembali perkataan narasumber tanpa menggeser maknanya. Konsep diri jurnalis majalah Bobo secara umum adalah sebagai sosok yang membantu membimbing anak-anak dan memberikan ilmu yang bermanfaat. Penelitian ini menyimpulkan makna jurnalistik bagi jurnalis majalah Bobo adalah kegiatan yang dapat memberikan manfaat dan ilmu yang positif bagi pembacanya.