Donny Fransiskus Manalu, Donny Fransiskus
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN TAILING TIMAH TERHADAP KUAT TEKAN BETON Manalu, Donny Fransiskus
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.697 KB)

Abstract

Usaha untuk mendapatkan beton dengan mutu yang lebih baik yaitu dengan meningkatkan mutu material penyusunnya, misalnya kekerasan agregat dan kehalusan butir semen.  Agregat merupakan bahan penyusun utama yang berfungsi sebagai bahan pengisi yang memberikan nilai ekonomis, kekuatan, keawetan, stabilitas dan kekakuan terhadap beton.  Salah satu alternatif pengganti agregat adalah limbah dari Pusat Pengolahan Biji timah (PPBT) Peltim di Muntok yaitu pasir tailing dan air waduk Peltim. Dalam penelitian ini, Pengambilan data sekunder berupa hasil pengujian air waduk peltim, kandungan mineral tailing timah, kandungan mineral pasir galian dan luas waduk. Sedangkan data primer berupa sampel tailing timah dan pasir galian.  Penelitian ini akan menggunakan campuran beton dengan enam variasi campuran, yaitu: persentasi penggantian pasir dengan pasir tailing sebesar  0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Dari masing-masing campuran beton tersebut dibuat tiga benda uji. Pengujian yang dilakukan pada campuran beton adalah kuat tekan dengan menggunakan alat uji tekan beton (compressive strength test) pada umur beton 7 hari dan 28 hari.  Hasil penelitian diperoleh, nilai kuat tekan beton umur 7 hari pada campuran beton dengan menggunakan persentase penambahan tailing timah 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% berturut-turut adalah sebesar 21,70 MPa; 21,51 MPa; 20,76 MPa; 19,44 MPa; 19,44 MPa dan 18,50 MPa. Sedangkan kuat tekan pada umur 28 hari, sesuai dengan persentase penambahan tailing timah berturut-turut sebesar 28,12 MPa; 27,55 MPa; 26,23 MPa; 25,48 MPa; 24,16 MPa dan 22,83 MPa. Kata Kunci: agregat halus, tailing timah, dan kuat tekan beton.
ANALISIS PERBANDINGAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN DENGAN RANGKA ATAP KAYU TERHADAP MUTU, BIAYA DAN WAKTU Rahayu, Sherly Anggun; Manalu, Donny Fransiskus
SIPIL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Konstruksi rangka atap adalah bagian atas dari suatu bangunan yang merupakan strukturrangka batang yang diletakkan pada sebuah bidang dan saling dihubungkan dengan sendipada ujungnya, sehingga membentuk suatu bagian bangunan yang terdiri dari segitiga-segitiga. Permasalahan konstruksi rangka atap tergantung pada jenis bahan materialstrukturnya, bentuk dan luas ruang yang harus dilindungi, serta lapisan penutupnya.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu rangka atap baja ringan dan rangkakayu, menghitung besaran biaya pemasangan rangka atap baja ringan dan rangka atapkayu dan membandingkan waktu (efisiensi) pengerjaan rangka baja ringan dan rangkakayu. dimana analisis mutu dilakukan pengujian dilaboratorium yang meliputi uji kuattarik untuk material baja ringan benda uji dibuat menjadi spesimen berdasarkan standarASTM A370-03a kemudian untuk material kayu benda uji dibuat menjadi spesimenberdasarkan standar SNI-03-3399-1994, analisis biaya menggunakan harga satuanpekerjaan (HSP) berdasarkan APBN tahun 2014 yang akan digunakan dalam pembuatanrencana anggaran biaya dan analisis waktu pengerjaan dilakukan dengan carapenyebaran kuesioner kemudian diolah menggunakan metode statistik deskripsi.Berdasarkan hasil analisis, mutu kuat tarik baja ringan dan kayu didapat nilai kuat tarikmaterial baja ringan sampel profil C 7,7/0,75, didapatlah hasil rata-rata dimana σ yield(Tegangan Leleh) = 542,80 MPa dan U maks (Tegangan Maksimum) = 544,01 MPa,sampel profil U tebal 0,45, didapatlah hasil rata-rata dimana σ yield (Tegangan Leleh) =200,82 MPa dan U maks (Tegangan Maksimum) = 440,26 MPa dan nilai kuat tarikmaterial kayu Sampel Kayu Menggeris, didapatlah hasil rata-rata dimana Kuat tarik rata-rata adalah 338,8 MPa, Sampel Kayu Nyato, didapatlah hasil rata-rata dimana Kuat tarikrata-rata adalah 157,7 MPa dapat disimpulkan bahwa dari hasil pengujian mutu kuattarik material baja ringan lebih baik dari pada material kayu. Hasil biaya pemasanganrangka atap baja ringan dan rangka atap kayu didapatlah kesimpulan dimana biayapemasangan rangka atap baja ringan lebih murah dengan total biaya Rp. 17.660.845,00dari pada rangka atap kayu dengan total biaya19.941.324,00. Dan untuk analisis waktuuntuk pemasangan rangka atap baja ringan dan rangka atap kayu didapat lah kesimpulanbahwa bahwa pemasangan rangka atap kayu lebih banyak membutuhkan pekerja danwaktu pemasangan lebih lama, dari pada pemasangan rangka atap baja ringan. Dimanapemasangan rangka atap baja ringan dibutuhkan 3,4 pekerja (OH) dan 3,9 hari lamawaktu pemasangan, sedangkan untuk mengerjakan rangka atap kayu 99 m², dibutuhkan3,8 pekerja (OH) dan 5,8 hari lama waktu pemasangan.Kata kunci : Konstruksi atap, baja ringan, kayu, mutu, biaya, dan waktu
ANALISIS PENGGUNAAN PASIR PANTAI SAMPUR SEBAGAI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON Dumyati, Ahmad; Manalu, Donny Fransiskus
SIPIL Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Penelitian tentang pemanfaatan pasir pantai sebagai agregat halus dalam pembuatanbeton ini dilatarbelakangi oleh ketersediaan pasir pantai di alam dalam jumlah yangsangat besar. Pasir pantai yang digunakan berasal dari daerah Pantai Sampur, kotaPangkalpinang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kuat tekanbeton yang dihasilkan ketika menggunakan beberapa perlakuan terhadap pasir pantaiSampur. Perlakuan yang digunakan terhadap pasir Pantai Sampur adalah : tanpaperlakuan, disiram, dan dicuci. Kuat tekan beton direncanakan 17,5 MPa. Sampelberbentuk silinder dan berjumlah 24 buah. Penelitian ini juga menggunakan beton normaldari pasir yang berbeda sebagai kontrol, yaitu pasir daerah Padang Baru KabupatenBangka Tengah. Campuran beton dengan pasir Padang Baru (beton normal)menghasilkan kuat tekan rata-rata sebesar 28,68 MPa. Sedangkan kuat tekan beton rata-rata pada pasir pantai Sampur tanpa perlakuan sebesar 16,36 MPa, dengan perlakuandisiram sebesar 17,52 MPa dan dengan perlakuan dicuci sebesar 22,14 Mpa. Kuat tekanbeton terbesar pasir Pantai Sampur terletak pada perlakuan dicuci yaitu sebesar 22,14Mpa.Kata kunci : pasir pantai, kuat tekan beton
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK UNTUK STABILITAS LERENG Hisyam, Endang Setyawati; Manalu, Donny Fransiskus
SIPIL Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Peranan tanah sangat penting pada suatu pekerjaan konstruksi, baik sebagai bahan konstruksimaupun sebagai pendukung konstruksi. Apabila konstruksi dibangun pada tanah lunak sepertitanah lempung lunak, maka tanah tersebut memberikan permasalahan tersendiri terhadappembangunan konstruksi. Untuk meningkatkan kekuatan tanah tersebut dilakukan usaha stabilisasitanah dengan menambahkan limbah plastik pada tanah tersebut. Dalam penelitian ini ukuran dankadar plastik yang dicampurkan (1 cm x 2 cm), (2 cm x 2 cm) dan (3 cm x 2 cm), dengan kadarplastik0,5 %, 1 %,dan 2% dari berat kering tanah lempung. Untuk mengetahui besarnyakekuatan tanah dilakukan pengujian geser (direct shear test). Pemberaian limbah plastikmemberikan pengaruh terhadap angka keamanan lereng. Darihasil analisis menggunakanprogram PLAXIS, didapat angka keamanan untuk tanah asli sebesar 2,67, sedangkan nilai angkakeamanan paling besar yang didapat dari pencampuran tanah asliditambah dengan plastikberukuran (2x2) cm pada kadar 0,5% yaitu 3,35 sehingga ada kenaikan sebesar 25,47% darinilai angka keamanan tanah asli.Kata Kunci: Tanah lempung,,Plastik, Kekuatan tanah
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK UNTUK STABILITAS LERENG Hisyam, Endang Setyawati; Manalu, Donny Fransiskus
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 2 No 2 (2014): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.123 KB) | DOI: 10.33019/fropil.v2i2.272

Abstract

Peranan tanah sangat penting pada suatu pekerjaan konstruksi, baik sebagai bahan konstruksi maupun sebagai pendukung konstruksi. Apabila konstruksi dibangun pada tanah lunak seperti tanah lempung lunak, maka tanah tersebut memberikan permasalahan tersendiri terhadap pembangunan konstruksi. Untuk meningkatkan kekuatan tanah tersebut dilakukan usaha stabilisasi tanah dengan menambahkan limbah plastik pada tanah tersebut. Dalam penelitian ini ukuran dan kadar plastik yang dicampurkan (1 cm x 2 cm), (2 cm x 2 cm) dan (3 cm x 2 cm), dengan kadar plastik  0,5 %, 1 %,dan 2  % dari berat kering tanah lempung. Untuk mengetahui besarnya kekuatan tanah dilakukan pengujian geser (direct shear test). Pemberaian limbah plastik memberikan pengaruh terhadap angka keamanan lereng. Dari  hasil analisis menggunakan program PLAXIS, didapat angka keamanan  untuk tanah asli sebesar 2,67, sedangkan nilai  angka keamanan paling besar yang didapat dari pencampuran tanah asli  ditambah dengan plastik berukuran  (2x2) cm  pada kadar 0,5%  yaitu 3,35 sehingga ada kenaikan sebesar 25,47% dari nilai angka keamanan tanah asli.
PENGARUH SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN TAILING TIMAH TERHADAP KUAT TEKAN BETON Manalu, Donny Fransiskus
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 1 No 1 (2013): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.861 KB) | DOI: 10.33019/fropil.v1i1.250

Abstract

Usaha untuk mendapatkan beton dengan mutu yang lebih baik yaitu dengan meningkatkan mutu material penyusunnya, misalnya kekerasan agregat dan kehalusan butir semen.  Agregat merupakan bahan penyusun utama yang berfungsi sebagai bahan pengisi yang memberikan nilai ekonomis, kekuatan, keawetan, stabilitas dan kekakuan terhadap beton.  Salah satu alternatif pengganti agregat adalah limbah dari Pusat Pengolahan Biji timah (PPBT) Peltim di Muntok yaitu pasir tailing dan air waduk Peltim. Dalam penelitian ini, Pengambilan data sekunder berupa hasil pengujian air waduk peltim, kandungan mineral tailing timah, kandungan mineral pasir galian dan luas waduk. Sedangkan data primer berupa sampel tailing timah dan pasir galian.  Penelitian ini akan menggunakan campuran beton dengan enam variasi campuran, yaitu: persentasi penggantian pasir dengan pasir tailing sebesar  0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Dari masing-masing campuran beton tersebut dibuat tiga benda uji. Pengujian yang dilakukan pada campuran beton adalah kuat tekan dengan menggunakan alat uji tekan beton (compressive strength test) pada umur beton 7 hari dan 28 hari.  Hasil penelitian diperoleh, nilai kuat tekan beton umur 7 hari pada campuran beton dengan menggunakan persentase penambahan tailing timah 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% berturut-turut adalah sebesar 21,70 MPa; 21,51 MPa; 20,76 MPa; 19,44 MPa; 19,44 MPa dan 18,50 MPa. Sedangkan kuat tekan pada umur 28 hari, sesuai dengan persentase penambahan tailing timah berturut-turut sebesar 28,12 MPa; 27,55 MPa; 26,23 MPa; 25,48 MPa; 24,16 MPa dan 22,83 MPa
ANALISIS KEKERASAN BETON MENGGUNAKAN SUARA BERBASIS FFT (FAST FOURIER TRANSFORM) Lestari, Dwi; Jumnahdi, Muhammad; Manalu, Donny Fransiskus
ELECTRON : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 1 No 1 (2018): ELECTRON, November 2018
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekuatan tekan merupakan salah satu kinerja utama suatu mutu beton, melakukan pengujian kuat tekan secara konvensional pada mesin uji kuat tekan berakhir dengan hasil merusak beton itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian tidak merusak, dengan teknik analisis kuat tekan beton yang dilakukan dengan mengamati spektrum suara mutu beton bertujuan untuk mendapatkan isyarat kekerasan beton dari hentakan bandul, pengujian ini dilakukan dengan perekaman suara menggunakan alat media perekam yang dilakukan 10 kali perekaman pada setiap mutu beton, hasil rekaman diolah menggunakan FFT (Fast Fourier Transform) pemograman MATLAB. Mutu beton yang digunakan yaitu K150,K175,K200,K250 dan K275, mutu yang dijadikan acuan yaitu mutu beton K250 yang diuji pada usia 7 hari-28 hari diperoleh frekuensi minimum 493.2 Hz – 944.8 Hz, frekuensi puncak maksimal diperoleh 0.2dB-0.4dB, lebar bidang (band with) 599.8 Hz – 773.8 Hz, dan frekuensi maksimum 1233.4 Hz – 1247.6 Hz dengan hasil uji kuat tekan 21.97 N/mm2 – 28.7 N/mm2
DESAIN BALOK BAJA TERKEKANG LATERAL PADA KOMPONEN STRUKTUR LENTUR DENGAN PENAMPANG EKONOMIS MENGGUNAKAN VISUAL BASIC PUTRA, MUDA GAUTAMA; HAMBALI, ROBY; MANALU, DONNY FRANSISKUS
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 4 No 2 (2016): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1526.724 KB)

Abstract

Banyaknya variabel dan prosedur perhitungan yang panjang pada desain balok terkekang lateral selain memerlukan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya, tidak jarang juga dapat menyebabkan ketidaktelitian dalam perhitungan, sehingga ini menjadikan alasan untuk kita menggunakan program bantu. Tugas akhir ini adalah membuat program perhitungan untuk desain balok baja terkekang lateral pada komponen struktur lentur dengan penampang ekonomis menggunakan visual basic. Dari hasil permodelan perhitungan desain balok terkekang lateral dengan visual basic, tampilan dari program ini cukup sederhana dan mudah digunakan dalam perhitungan, dikarenakan user interface dari program ini, berdasarkan pada perhitungan sistematis mulai dari input pembebanan, perhitungan momen maksimal, pemilihan profil baja serta kontrol terhadap momen nominal dan syarat lendutan, sehingga user dapat mengerti bagaimana hasil perhitungan didapat. Pada percobaan program hasil permodelan dengan visual basic, setelah dibandingkan dengan software Beamax, nilai gaya dan momen serta lendutan maksimal yang bekerja berdasarkan penyelesaian contoh kasus, antara program Beamax, dengan program yang penulis rancang adalah sama. Dengan kata lain, program hasil permodelan dengan visual basic yang penulis rancang menghasilkan nilai yang akurat sesuai dengan perhitungan manual dan perhitungan dengan menggunakan program Beamax.
ANALISIS PENGGUNAAN PASIR PANTAI SAMPUR SEBAGAI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON Dumyati, Ahmad; Manalu, Donny Fransiskus
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 3 No 1 (2015): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.092 KB) | DOI: 10.33019/fropil.v3i1.1203

Abstract

Penelitian tentang pemanfaatan pasir pantai sebagai agregat halus dalam pembuatan beton ini dilatarbelakangi oleh ketersediaan pasir pantai di alam dalam  jumlah yang sangat besar. Pasir pantai yang digunakan berasal dari daerah Pantai Sampur, kota Pangkalpinang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kuat tekan beton yang dihasilkan ketika menggunakan beberapa perlakuan terhadap pasir pantai Sampur. Perlakuan yang digunakan terhadap pasir Pantai Sampur adalah : tanpa perlakuan, disiram, dan dicuci. Kuat tekan beton direncanakan 17,5 MPa. Sampel berbentuk silinder dan berjumlah 24 buah. Penelitian ini juga menggunakan beton normal dari pasir yang berbeda sebagai kontrol, yaitu pasir daerah Padang Baru Kabupaten Bangka Tengah. Campuran beton dengan pasir Padang Baru (beton normal) menghasilkan kuat tekan rata-rata sebesar 28,68 MPa. Sedangkan kuat tekan beton rata-rata  pada pasir pantai Sampur tanpa perlakuan sebesar 16,36 MPa, dengan perlakuan disiram sebesar 17,52 MPa dan dengan perlakuan dicuci sebesar 22,14 Mpa. Kuat tekan beton terbesar  pasir Pantai Sampur terletak pada perlakuan dicuci yaitu sebesar 22,14 Mpa.
ANALISIS PERBANDINGAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN DENGAN RANGKA ATAP KAYU TERHADAP MUTU, BIAYA DAN WAKTU Rahayu, Sherly Anggun; Manalu, Donny Fransiskus
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 3 No 2 (2015): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.716 KB) | DOI: 10.33019/fropil.v3i2.1220

Abstract

Permasalahan konstruksi rangka atap tergantung pada jenis bahan material strukturnya, bentuk dan luas ruang yang harus dilindungi, serta lapisan penutupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu rangka atap baja ringan dan rangka kayu, menghitung besaran biaya pemasangan rangka atap baja ringan dan rangka atap kayu dan membandingkan waktu (efisiensi) pengerjaan rangka baja ringan dan rangka kayu. Berdasarkan hasil analisis, mutu kuat tarik baja ringan dan kayu didapat nilai kuat tarik material baja ringan sampel profil C 7,7/0,75, didapatlah hasil rata-rata dimana σ yield (Tegangan Leleh) =   542,80 MPa   dan  U maks (Tegangan Maksimum) =  544,01 MPa, sampel profil U tebal 0,45, didapatlah hasil rata-rata dimana σ yield (Tegangan Leleh) = 200,82 MPa dan U maks (Tegangan Maksimum) =  440,26 MPa dan nilai kuat tarik material kayu Sampel Kayu Menggeris, didapatlah hasil rata-rata dimana Kuat tarik rata-rata adalah 338,8 MPa, Sampel Kayu Nyato, didapatlah hasil rata-rata dimana Kuat tarik rata-rata adalah 157,7 MPa dapat disimpulkan bahwa dari hasil pengujian mutu kuat tarik material baja ringan lebih baik dari pada material kayu. Dan untuk analisis waktu untuk pemasangan rangka atap baja ringan dan rangka atap kayu didapat lah kesimpulan bahwa bahwa pemasangan rangka atap kayu lebih banyak membutuhkan pekerja dan waktu pemasangan lebih lama, dari pada pemasangan rangka atap baja ringan. Dimana pemasangan rangka atap baja ringan dibutuhkan 3,4 pekerja (OH) dan 3,9 hari lama waktu pemasangan, sedangkan untuk mengerjakan rangka atap kayu 99 m², dibutuhkan 3,8 pekerja (OH) dan 5,8 hari lama waktu pemasangan.