Sudaryati ., Sudaryati
Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN), BATAN Kawasan Puspiptek-Tangerang Selatan 15314, Banten

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMANTAUAN DOSIS INTERNA PEKERJA RADIASI DI PUSAT TEKNOLOGI BAHAN BAKAR NUKLIR TAHUN 2009

PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 3, No 06 (2010): Oktober 2010
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.532 KB)

Abstract

ABSTRAK PEMANTAUAN DOSIS INTERNA PEKERJA RADIASI DI PUSAT TEKNOLOGI BAHAN BAKAR NUKLIR TAHUN 2009. Pemantauan dosis interna pekerja radiasi  di Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN) tahun 2009, telah dilakukan. Tujuan dari pemantauan ini untuk mengetahui seberapa besar dosis interna yang diterima pekerja radiasi di PTBN pada tahun 2009. Pemantauan radiasi interna pekerja radiasi dilakukan dengan metoda pengukuran langsung aktivitas radionuklida di dalam tubuh pekerja radiasi dengan cara Whole Body Counter (WBC) dan pemeriksaan urine pekerja tersebut. Pelaksanaannya dilakukan dengan cara in-vitro melalui pemeriksaan urine dan  in-vivo WBC. Hasil pemantauan dosis interna menunjukkan secara umum pekerja radiasi tak terdedeksi terkena kontaminasi interna dari zat radioaktif, kecuali seorang pekerja radiasi berinisial S pada triwulan II terdeteksi dari hasil pemeriksaan urinenya sebesar 0,09 Becquerel (Bq) untuk aktivitas U-total dengan dosis terikat efektif (HE) sebesar 0,07 mSv. Namun pada triwulan III dilakukan kembali pemeriksaan terhadap pekerja tersebut dengan hasil pantauan  tak terdeteksi (ttd). Secara keseluruhan nilai dosis ekivalent seluruh tubuh (DEST) pekerja radiasi S diakhir tahun 2009 tidak melebihi dari 50 mSv/tahun untuk dosis eksterna dan interna. Dari hasil ini dapat disimpulkan selama kegiatan di laboratorium PTBN periode tahun 2009, seluruh pekerja radiasi PTBN aman dari bahaya radiasi interna. Katakunci : dosis interna,  pemeriksaan urine, pemeriksaan WBC (Whole Body Counter).

EVALUASI PENGUKURAN RADIOAKTIVITAS ALPHA DAN BETA DI PERMUKAAN LANTAI INSTALASI RADIOMETALURGI TAHUN 2009

PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 3, No 5 (2010): April 2010
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.029 KB)

Abstract

ABSTRAK EVALUASI PENGUKURAN RADIOAKTIVITAS ALPHA DAN BETA DI PERMUKAAN LANTAI INSTALASI RADIOMETALURGI TAHUN 2009. Telah dilakukan evaluasi pengukuran radioaktivitas alpha (α) dan beta (β) di permukaan lantai instalasi radiometalurgi Tahun 2009. Tujuan dari kegiatan ini agar pekerja radiasi yang bekerja di Instalasi Radiometalurgi (IRM) terhindar dari bahaya radiasi dan kontaminasi.  Pengukuran dilakukan secara kuantitatif dengan Portable Scaler Ratemeter-8 (PSR-8) yang dilengkapi dengan detektor α dan β dan kualitatif  dengan MCA. Tes usap dilakukan pada permukaan lantai seluas 100 cm2 dengan mempergunakan kertas filter berdiameter 5,2 cm. Daerah yang diukur  adalah lantai ruang : R.135, R.136, R.140 dan R.143. Hasilnya menunjukkan untuk lantai R.135 radioaktivitas α sebesar = (0,026±0,018) Bq/cm2, R.136 = (0,025±0,024) Bq/cm2, R.140 = (0,038±0,037) Bq/cm2, R.143 = (0,034±0,049) Bq/cm2 dan untuk lantai R.135 radioaktivitas β sebesar = (0,034±0,049) Bq/cm2, R.136 = (0,604±1,886) Bq/cm2, R.140 = (0,057±0,051) Bq/cm2, R.143 = (0,118±0,125)Bq/cm2. Hasil analisis secara kualitatif menunjukkan radionuklida yang terdapat di lantai berupa nuklida dari alam yaitu : Pb-212, Pb-214, Tl-208, Bi-214, Ac-228 dan K-40. Hasil dari pengukuran ini secara keseluruhan berada di bawah batasan yang diijinkan. Kata kunci : radiasi dan kontaminasi, radioaktivitas, tes usap.

ANALISIS UNSUR RADIOAKTIVITAS UDARA BUANG PADA CEROBONG IRM MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA

PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 3, No 5 (2010): April 2010
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.695 KB)

Abstract

ABSTRAK ANALISIS UNSUR RADIOAKTIVITAS UDARA BUANG PADA CEROBONG IRM MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA. Telah dilakukan analisis unsur radioaktif pada cerobong IRM menggunakan Spektrometer Gamma dengan tujuan agar lepasan udara yang mengandung zat radioaktif yang dapat membahayakan manusia dan lingkungan dapat dipantau. Pemantauan lepasan radioaktif ke udara dilakukan dengan menganalisis unsur radioaktivitas udara buang cerobong IRM menggunakan alat spektrometer gamma. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada sampling cuplikan udara ini tidak ada zat radioaktif yang terlepas ke lingkungan, karena hasil cacah sampling yang diperoleh dibandingkan dengan hasil cacahan latar tidak begitu jauh berbeda, sehingga dapat diabaikan. Analisis radioaktivitas dari pengukuran cuplikan udara buang pada cerobong IRM menggunakan spektrometer gamma ini dapat diterima dengan nilai  akurasi pengukuran isotop Cs-137 sebesar 99.393%.   Kata kunci : radioaktivitas, spektrometri gamma, udara buang.

PENGARUH KUAT ARUS PADA ANALISIS LIMBAH CAIR URANIUM MENGGUNAKAN METODA ELEKTRODEPOSISI

PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Vol 1, No 02 (2008): Oktober 2008
Publisher : PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.546 KB)

Abstract

ABSTRAK PENGARUH KUAT ARUS PADA ANALISIS LIMBAH CAIR URANIUM MENGGUNAKAN METODA ELEKTRODEPOSISI. Telah dilakukan analisis limbah cair Uranium menggunakan metoda elektrodeposisi. Tujuan analisis adalah untuk mengetahui kadar Uranium dalam limbah agar dapat dikelola lebih lanjut. Proses analisisa menggunakan metoda elektrodeposisi dilakukan dengan memvariasi kuat arus, dan juga dengan menggunakan proses pendinginan dan tanpa menggunakan proses pendinginan. Selanjutnya hasil pengambilan Uranium dianalisis dengan menggunakan alat cacah radiasi-alfa (gross alpha PSR-8). Hasil pengambilan Uranium dengan variasi kuat arus diperoleh bahwa pengambilan yang optimum terjadi pada kuat arus 1 A dengan berat endapan sebanyak 0.00161 g/g cuplikan atau cacahan sebesar 40.8000 cps/g cuplikan, pada kondisi proses tanpa pendinginan. Kata kunci : Limbah Uranium, Elektrodeposisi, cacahan gross alpha.