Marwansyah Marwansyah, Marwansyah
Poltekkes Kemenkes RI Banjarmasin, Jl. H. Mistar Cokrokusumo no. 1A Banjarmasin

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

KORELASI PERILAKU MEROKOK DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN BANJARBARU Mulyani, Yeni; Arifin, Zaenal; Marwansyah, Marwansyah
Jurnal Skala Kesehatan Vol 5 No 2 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.862 KB)

Abstract

Penyakit degeneratif yang paling banyak menimbulkan kematian adalah penyakit kardiovaskuler menduduki urutan pertama penyebab kematian di Indonesia. Hampir 25% dari seluruh kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit ini. Hipertensi merupakan faktor risiko utama kematian karena gangguan kardiovaskuler terdapat pada 14% penduduk Indonesia. Banyak faktor risiko yang menimbulkan hipertensi diantaranya kebiasaan atau gaya hidup seperti merokok, minum alkohol, makanan berlemak. Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang lazim ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ingin mengetahui korelasi antara  perilaku merokok dengan derajat hipertensi pada penderita Hipertensi di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Banjarbaru.Penelitian  merupakan penelitian korelasional, dengan rancangan Crossectional .Variabel penelitian ini adalah perilaku merokok dan derajat Hipertensi. Subjek penelitian penderita hipertensi yang berobat di Puskesmas wilayah kerja Dinkes Banjarbaru yang memenuhi kriteria yaitu terdiagnosis Hipertensi setelah dilakukan pengukuran tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan atau  diastolic ≥90 mmHg, berusia di atas 21-50 tahun. Sampling menggunakan teknik aksidental sampling. Pengumpulan data  untuk mengukur perilaku merokok   menggunakan Kuesioner sedangkan derajat hipertensi dilakukan  melalui pengukuran biofisiologis. Data dianalisis secara deskriptif analitik. Data univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi sedangkan  data bivariat menggunakan uji Chi SquareHasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku merokok pada penderita Hipertensi di Puskesmas wilayah kerja Dinkes Banjarbaru menunjukkan bahwa sebagian besar dalam kategori tidak merokok 62,35% dengan derajat hipertensi sebagian besar dalam kategori sedang (Tekanan Darah antara 160-179 untuk Sistole dan  100-109 untuk Diastole) yaitu 47,06%. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara perilaku merokok dengan peningkatan derajat hipertensi.Diperlukan sosialisasi tentang gejala, faktor resiko, pengobatan hipertensi  dan pencegahan komplikasi melalui media cetak maupun elektronik kepada masyarakat khususnya di wilayah kerja Dinkes Banjarbaru.Kata Kunci: Perilaku Merokok, Derajat Hipertensi 
TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK DENGAN METODE CORAH’S DENTAL ANXIETY SCALE (CDAS) DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT BAITURRAHMAH PADANG Marwansyah, Marwansyah; Endo Mahata, Intan Batura; Elianora, Dewi
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 5, Nomor 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan dental merupakan suatu kecenderungan merasakan cemas terhadap perawatan gigi dan mulut. Pada pasien anak kecemasan  menjadi hal yang wajar dikarenakan dengan situasi yang dihadapinya merupakan suatu hal yang baru. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan pada anak terhadap perawatan gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturrahmah Padang. Jenis penelitian adalah adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dari penelitian adalah  pasien anak yang berkunjung ke bagian paedodonti RSGM Universitas Baiturrahmah Padang pada tanggal 12-16 Januari 2018 dengan 80 sampel penelitian dengan metode simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dengan metode pengukuran Corah dental anxiety scale, analisa data ditampilkan dengan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 80 responden diperoleh hasil anak mengalami kecemasan pada tingkat cemas sedang 65 (81,25%), tingkat kecemasan tinggi sebanyak 13 orang (16,25%) dan paling sedikit mengalami kecemasan phobia sebanyak 2 orang (2,5%).
GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DALAM MENCEGAH KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK JIWA RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SAMBANG LIHUM BANJARMASIN saputra, mharis; marwansyah, marwansyah; rachmadi, Agus
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.361 KB)

Abstract

Di zaman era globalisasi ini banyak sekali masyarakat yang mengalami gangguan jiwa dan biasanya pasien yang telah mengalami gangguan jiwa sering mengalami kekambuhan. Dukungan sosial yang diberikan keluarga terhadap penderita skizofrenia menjadi hal penting dalam proses penyembuhan penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan sosial keluarga dalam mencegah kekambuhan pasien skizofrenia di poliklinik jiwa rumah sakit jiwa daerah Sambang Lihum Banjarmasin.Penelitian ini menggunakanmetode deskriptif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik pengambilan sample Purposive Samplingdengan metode analisa data rata-rata pada setiap dukungan keluarga, variabel pada penelitian ini adalah variabel mandiri yaitu dukungan sosial keluarga dan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dari Deni Suwardiman yang merupakan hasil pengembangan dari teori Friedman, kepada 110 orang dari keluarga penderita skizofrenia.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan dukungan social keluarga pada pasien skizofrenia masuk dalam kategori cukup yaitu sebanyak 52 responden (47,2%). Hal ini berarti belum maksimalnya pemberian dukungan sosial dalam perawatan penderita skizofrenia meliputi dukungan emosional 42,7%, dukungan informasi 39,1%, dukungan instrumental 49,1%, dukungan penilaian 61,8% dan 44,6% responden memberikan dukungan sosial dalam perawatan penderita skizofrenia dengan baik.Hal ini menunjukan bahwa umumnya dukungan sosial keluarga yang diberikan keluarga pasien skizofrenia adalah cukup, hasil tersebut menunjukkan belum maksimalnya fungsi keluarga klien skizofrenia terutama fungsi afektif sebagai fungsi internal keluarga untuk memenuhi kebutuhan fisikososial anggota keluarga. Rekomendasi hasil penelitian kepada rumah sakit dan tenaga perawat agar meningkatkan lagi pelaksanaan pelayanan kesehatan kepada keluarga
PELAKSANAAN TUGAS KESEHATAN KELUARGA DALAM PERAWATAN DAN PENGOBATAN TB PARU PADA PENDERITA TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BESAR BANJARBARU Marwansyah, Marwansyah
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.182 KB)

Abstract

ABSTRAK Peneliti :Marwansyah, Yeni Mulyani, Khairir RizaniJurusan Keperawatan Poltekkes Banjarmasin Penyembuhan  TB paru membutuhkan waktu yang cukup lama, oleh karena itu peran keluarga dalam perawatan penderita sangat penting. Permasalahan kesehatan maupun keperawatan yang dialami oleh keluarga  dapat teratasi jika keluarga mempunyai kemampuan dalam melaksanakan ke lima tugas kesehatan keluarga. Penelitian ini bertujuan mengetahui pelaksanaan tugas kesehatan  keluarga dalam perawatan dan pengobatan TB paru terhadap penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Sungai Besar.Penelitian  merupakan penelitian deskriptif , dengan rancangan Crossectional. Penelitian dilaksanakan pada wilayah kerja Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru. Waktu pelaksanaan penelitian mulai penyusunan proposal sampai penyajian laporan penelitian selama 8 bulan (bulan Januari s.d Juli 2015). Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai penderita TB paru, terdaftar dan sedang menjalani program pengobatan pada periode bulan Januari  sampai dengan Desember 2014 yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru berjumlah 41 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah semua keluarga yang mempunyai anggota keluarga menderita TB paru yang sedang menjalani pengobatan pada bulan Januari s.d Desember 2014. Teknik sampling menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan variabel penelitian Pelaksanaan tugas kesehatan keluarga. Data kemudian dianalisis secara deskriptif  dan disajikan berupa tabel  distribusi frekuensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran tugas keluarga dalam mengenal masalah kesehatan sebagaian besar dalam katagori cukup  63,4%, mengambil keputusan untuk tindakan yang tepat  sebagian besar dalam katagori cukup 63,4%, memberi perawatan kepada anggota yang sakit katagori tinggi 85,4%, mempertahankan lingkungan fisik rumah yang menunjang kesehatan katagori tinggi 68,3% dan menggunakan fasilitas kesehatan katagori tinggi 97,6 %.Puskesmas sebagai pelaksana pelayanan primer hendaknya lebih mengoptimalkan upaya pemberdayaan keluarga dalam melaksanakan lima tugas kesehatan keluarga khususnya pada aspek kemampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan TB Paru dan perawatannya.
KARAKTERISTIK MAHASISWA, PERAN PEMBIMBING AKADEMIK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DI POLTEKKES KEMENKES BANJARMASIN TAHUN AJARAN 2013/2014 Mulyani, Yeni; Ilmi, Bahrul; Marwansyah, Marwansyah
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.549 KB)

Abstract

Penurunan Motivasi belajar  mahasiswa berdampak rendahnya pencapaian prestasi belajar sampai akhirnya mahasiswa mengundurkan diri bahkan drop out akibat terlampauinya batas waktu studi,  karena itu motivasi belajar perlu dijaga dan ditingkatkan secara kontinyu. Sehingga dibutuhkan peran Pembimbing Akademik (PA), karena PA mendapat kewenangan memantau perkembangan akademik dan perilaku mahasiswa yang dibimbingnya. Tujuan penelitian ingin mengetahui karakteristik mahasiswa, dan hubungan peran PA dengan motivasi belajar di Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Tahun Ajaran 2013/2014.Desain korelasional menggunakan metode inferensial dengan pendekatan  Cross Sectional.  Populasi 1.362 mahasiswa  pada 6 jurusan, 12 program studi. besar sampel 310 mahasiswa, teknik sampling Stratified Random Sampling. Variabel penelitian  dependen peran pembimbing akademik dan variabel independen yaitu motivasi belajar. Data dianalisis dengan uji Chi Square.Hasil penelitian Peran PA kategori baik 84,19%, motivasi belajar mahasiswa sebesar 99% kategori tinggi. Hasil uji statistic nilai p (0,242) lebih besar dari α  (0,05) berarti tidak ada hubungan  peran PA dengan Motivasi Belajar Mahasiswa di Poltekkes  Kemenkes Banjarmasin. Disarankan: Institusi membuat Pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan PA, serta meningkatkan ketersediaan fasilitas kegiatan kemahasiswaan antara lain kegiatan ekstrakurikuler, dan untuk Pembimbing Akademik agar membuat agenda kegiatan bimbingan minimal tiga kali dalam satu semester serta mengidentifikasi secara dini masalah serta potensi mahasiswa yang dibimbingnya. Kata Kunci :  Peran, motivasi belajar,  pembimbing akademik, mahasiswa
GAMBARAN PERILAKU CARING DAN FAKTOR PERILAKU CARING PERAWAT TERHADAP PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD BANJARBARU TAHUN 2016 jannah, fitriatul; Rizani, Akhmad; marwansyah, marwansyah
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.931 KB)

Abstract

Perilaku caring merupakan suatu sikap, rasa peduli, hormat dan menghargai orang lain. Perilaku caring perawat dapat memberikan dampak bagi pasien maupun perawat. Kesembuhan pasien akan menjadi kepuasan tersendiri bagi perawat yang merawatnya. Namun, dalam melakukan perilaku caring perawat terhadap pasien, bisa saja terdapat faktor-faktor yang mempengaruhinya diantaranya ialah beban kerja, lingkungan kerja, pengetahuan dan pelatihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku caring dan faktor perilaku caring perawat terhadap pasien di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini ada dua yaitu, sampel pasien untuk pengukuran perilaku caring berjumlah 30 orang dan sampel perawat untuk pengukuran faktor perilaku caring berjumlah 63 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku caring perawat terhadap pasien di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru terbanyak dengan kategori baik yaitu 21 responden (70 %). Beban kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru terbanyak dengan kategori berat yaitu 55 responden (87,3 %). Lingkungan kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru terbanyak dengan kategori kondusif yaitu 54 responden (85,7 %), dan pengetahuan perawat di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru tentang caring terbanyak dengan kategori baik yaitu 57 responden (90,5 %). Diharapkan perawat dapat mempertahankan perilaku caring yang dinilai pasien dengan tetap mempertahankan atau menyempatkan diri tetap kontak langsung kepada pasien dalam setiap melakukan asuhan keperawatan, walaupun dengan beban kerja yang berat.