Articles

Found 5 Documents
Search

PEMANFAATAN ARANG AKTIF CANGKANG BUAH BINTARO (Cerbera manghas) SEBAGAI ADSORBEN PADA PENINGKATAN KUALITAS AIR MINUM Hendra, Djeni; Wulanawati, Armi; Gustina, Kamela; Wibisono, Heru Satrio
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1611.092 KB)

Abstract

Biji buah bintaro banyak digunakan sebagai bahan baku alternatif dalam pembutatan biodiesel sehingga akan menghasilkan limbah berupa cangkang buah bintaro. Pada penelitian ini, limbah tersebut akan dijadikan bahan baku alternatif untuk pembuatan arang aktif. Pengaktifan dilakukan dengan 2 faktor yaitu aktivasi kimia (konsentrasi H3PO4) dan laju alir uap air panas (hot steam). Sebagai indikator kualitas arang aktif dilakukan karakterisasi berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 06-3730-1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang aktif yang sesuai SNI adalah arang aktif yang diaktivasi menggunakan H3PO4 15% dengan laju alir uap air panas selama 90 menit dengan kadar air 9.98%, kadar zat terbang 9.16%, kadar abu 12.45%, kadar karbon terikat 78.4%, daya serap iod 784.498 mg/g, daya serap benzena 17.73 %, dan daya serap biru metilena 127.705 mg/g. Mekanisme adsorpsi sesuai isoterm adsorpsi Langmuir dengan linearitas 0.9691. Arang aktif terbaik adalah yang dapat menurunkan kadar Fe sampai 100% dan Mn  86.94%.
Sintesis Bahan Dasar Tibial Tray Berbasis HDPE Yang Diperkuat Dengan Iradiasi Gamma S., Sulistioso Giat; Wulanawati, Armi; Deswita, Deswita; Sudirman, Sudirman
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 36 No. 1 April 2014
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.142 KB)

Abstract

Tibial tray yang sudah komersil dibuat dari Polimer Ultra High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE) tetapi harganya sangat mahal. Oleh karena itu pada penelitian ini digunakan polimer High Density Polyethylene (HDPE) untuk pembuatan tibial tray karena harganya yang lebih murah dan memiliki kemiripan sifat dengan UHMWPE. HDPE dibuat dengan dua metode, yaitu metode hot press dan pemanasan tanpa tekanan (PTT). UHMWPE dengan metode hot press digunakan sebagai pembanding. Metode hot press dilakukan pada suhu 180 °C dan diberi tekanan sebesar 200 kg/cm2. Sedangkan metode pemanasan tanpa tekanan (PTT) dilakukan di dalam oven pada suhu 180°C. Film tipis UHMWPE dan sampel HDPE yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, kemudian diiradiasi sinar gamma dengan variasi dosis 0, 100, 200, 300 dan 500 kGy. Karakterisasi mencakup analisis morfologi dengan Scanning Electron Microscope (SEM), uji kekerasan, kekuatan tarik, dan derajat kristalinitas. Semakin tinggi dosis radiasi, maka kekerasan dan derajat kristalinitas semakin meningkat, tetapi kekuatan tarik semakin menurun. Dosis radiasi untuk sampel HDPE yang optimum , adalah 100 kGy untuk HDPE yang dibuat dengan metoda hot press, pada kondisi ini HDPE mempunyai kekuatan mekanik mendekati nilai kekuatan mekanik UHMWPE, sedangkan HDPE yang dibuat dengan metode PTT kekuatan mekaniknya masih dibawah kekuatan mekanik HDPE yang dibuat dengan metoda hot press 
Sintesis Hidroksiapatit Berpori dengan Porogen Kitosan dan Karakterisasinya GS, Sulistioso; Deswita, Deswita; Wulanawati, Armi; Romawati, Ayu
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 34 No. 1 April 2012
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1282.818 KB)

Abstract

Telah dilakukan sintesis hidroksiapatit (HAp) berpori dengan porogen kitosan, menggunakan metode sol gel. HAp disintesis dari kalsium yang direaksikan dengan asam fosfat. Kalsium yang digunakan diekstrak dari cangkang telur ayam dan asam fosfat teknis. Kitosan sebagai porogen merupakan material yang biokompatibel, sehingga aman bagi tubuh manusia, karena hidroksiapatit digunakan untuk merekonstruksi tulang yang rusak. Analisis sampel dilakukan dengan menggunakan X-ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM), dan Simulated Body Fluid (SBF). Pola difraksi hidroksiapatit menunjukkan terbentuknya HAp dengan kemurnian tinggi dengan seluruh puncak yang muncul adalah puncak HAp. Dari foto-foto SEM menunjukkan telah terbentuk pori-pori dengan ukuran 1 sampai 2 mikrometer, uji pelepasan Ca pada SBF menunjukkan kondisi negatif setelah pengamatan selama 21 hari. 
Utilization of Electrolyte Solution in Nanotube Formation on Ti-6Al-4V Metal Alloy Charlena, Charlena; Kemala, Tetty; Wulanawati, Armi
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry Vol 3, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.72 KB)

Abstract

Formation of nanotube morphology on the surface of Ti-6Al-4V metal did not occur homogeneously, so when it was coated with hydroxyapatite, it did not merge well. One of the factor that affected the inhomogeneously formed nanotube was the utilization of electrolyte solution. The research has been done to observe the effect of electrolyte solution in the formation of nanotube morphology on the surface of Ti-6Al-4V metal alloy. Electrolyte solution that was used was ethylene glycol, HF, and NH4F with time variation of an hour, 2 hour, and 3 hour. Formation of nanotube morphology on the surface of Ti-6Al-4V metal alloy was done using anodization process. The result showed that in HF electrolyte solution which was anodized for an hour ɑ and β phase that composed Ti-6Al-4V metal alloy was formed, meanwhile when using electrolyte solution of ethylene glycol  + NH4F for 2 hours showed that there were pores that opened on Ti-6Al-4V metal alloy surface. Nanotube morphology on the surface of Ti-6Al-4V metal alloy was formed using electrolyte solution of ethylene glycol + NH4F which was anodized for 3 hours.
Finding a Potential Bruceine D Inhibitor for Apoptotic Resistance Protein Pancreatic Cancer Based on Molecular Docking Wulanawati, Armi; Noviardi, Harry; Ibrohim, Muhamad Sholehuddin Malik
Indonesian Journal of Chemistry Vol 18, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.216 KB)

Abstract

Pancreatic cancer arises when cells in the pancreas begin to multiply out of control. In pancreatic cancer, over expression of heat proteins (Hsp70, Hsp 90), constitutive activation of NFĸB, and Bcl-2 family are closely linked with resistance to apoptosis. Apoptotic resistance has been attributed to defects in apoptotic signaling pathways. Bruceine D, which found in abundance Brucea javanica, possesses potent anti-pancreatic cancer activity. In vitro result, bruceine D could induce apoptosis of pancreatic cancer cell. The aim of this study was to find the potential effect of bruceine D inhibitor on apoptotic resistance proteins in pancreatic cancer based on molecular docking. Docking showed a binding affinity between bruceine D with proteins involved in apoptosis using AutoDock. The results showed that free binding energy of Hsp70 is -5.19; Hsp90 -7.26; NFĸB1 -5.49; NFĸB2 -6.14; Bcl-W -6.02; Bcl-xL -5.45 kcal/mol. Based on the result, we conclude that bruceine D with Hsp90 protein has potential the best binding affinity than other proteins.