Articles

Found 16 Documents
Search

KONFLIK AGRARIA DAN PELEPASAN TANAH ULAYAT (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT SUKU MELAYU DI KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN DHARMASRAYA, SUMATERA BARAT)

Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik pengelolaan hutan di Indonesia semakin meningkat jumlahnya. Konflik pengelolaan hutan seringkali disebabkan karena adanya pluralisme hukum antara pemerintah dan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konflik lahan yang terjadi antara masyarakat adat Suku Melayu dengan pemerintah dan  proses terjadinya pelepasan tanah ulayat Suku Melayu di Kesatuan Pemangku Hutan Produksi (KPHP) Model Dharmasraya.  Desain penelitiannya adalah deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di KPHP yang berada di Nagari Bonjol, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Konflik agraria yang terjadi di KPHP antara masyarakat adat dengan pemerintah dikarenakan adanya legal pluralism dalam pengakuan hutan, dan 2) Proses pelepasan tanah ulayat terjadi melalui transaksi jual beli yang dikendalikan oleh Datuak penguasa ulayat. Bukti kegiatan jual beli adalah dikeluarkannya “alas hak” sebagai bukti bahwa tanah ulayat telah dijual. Maraknya kegiatan jual beli tanah ulayat disebabkan harga tanah ulayat yang rendah dan tingginya minat masyarakat berkebun di tanah ulayat Suku Melayu. Diperlukan strategi yang tepat untuk mempertahankan fungsi kawasan hutan di wilayah KPHP tanpa mengabaikan keberadaan masyarakat lokal yang menggantungkan hidupnya dari hutan.

URGENSI AKHLAK TASAWUF DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MODERN

Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.815 KB)

Abstract

ABSTRAK Tasawuf memiliki relevansi dan signifikansi dengan problema manusia modern, karena secara seimbang memberikan kesejukan batin dan disiplin syari‟ah sekaligus. Tasawuf dapat dipahami sebagai pembentuk tingkah laku melalui pendekatan tasawuf-suluki (tasawuf akhlaqi), dan dapat memuaskan dahaga intelektual melalui pendekatan tasawuf-falsafi. Tasawuf juga dapat diamalkan oleh setiap muslim, dari lapisan sosial manapun dan di tempat manapun. Secara fisik, mereka menghadap ke satu arah, yaitu kiblat, dan secara rohaniah mereka berlomba-lomba menempuh jalan (tarekat) melewati maqamat dan ahwal menuju pada kedekatan (qurb), bahkan peleburan (fana‟) dengan Tuhan yang Maha Esa, yaitu Allah. Artikulasi agama yang tidak ditopang oleh pemahaman dan penghayatan yang benar, dalam pengertian kemampuan meletakkan agama sesuai dengan inti spiritualnya, hanya akan mengakibatkan kepuasan psikologis dan sosiologis yang absurd, serta melahirkan sikap yang radikal dalam beragama. Mengisi hidup dan kehidupan dengan visi dan artikulasi sufistik akan menjadi penawar krisis spiritualitas dewasa ini. Islam misalnya, yang sarat akan ajaran-ajaran spiritual, dipandang sebagai alternatif pegangan hidup manusia di masa datang. Namun, di balik optimisme akan masa depan agama, muncul pertanyaan tentang model keberagamaan yang mampu menyangga kebutuhan spiritualitas manusia. Kata Kunci: Tasafuf, Filsafat Barat Modern

INTERNALISASI NILAI-NILAI SOSIAL PADA KALANGAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN RAUDLATUT THOLIBIN PADA MASYARAKAT DESA BABAKAN KECAMATAN CIWARINGIN KABUPATEN CIREBON

Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 5, No 1 (2016): Pendidikan Karakter
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.634 KB)

Abstract

Kehidupan pondok pesantren memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dapat diperoleh di tempat pendidikan lain. Hal ini disebabkan karena pesantren lebih mengutamakan pengkajian terhadap ilmu keagamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan pola hidup yang  dilakukan santri di Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin Desa Babakan Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon, menggambarkan nilai-nilai sosial santri dan menggambarkan internalisasi nilai-nilai sosial santri pada masyarakat sekitar Desa Babakan Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, metode pengumpulan data menggunakan triangulasi yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknis analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penyimpulan data. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pola hidup santri adalah mandiri, disiplin, sederhana dan tidak dzolim. Adapun internalisasi nilai-nilai sosial santri di pesantrennya adalah kiyai maupun ustadz-ustadznya sudah menerapkan tentang nilai-nilai sosial yang mana adanya pengawasan yang ekstra bagi para santri yang hendak melanggar aturan pesantren dan internalisasi nilai-nilai sosial pada masyarakatnya adalah secara tidak langsung bersentuhan dengan masyarakat sekitar karena letak pondok pesantren berada disekitar masyarakat jadi santri langsung praktik dari apa yang telah diajarkan di pondok pesantren. Kata kunci : Internalisasi, Nilai-nilai Sosial, Santri

DEVIASI PERILAKU ANAK DAN POLA DIDIK ORANG TUA (KOMPARASI BIMBINGAN DAN PERKEMBANGANNYA)

Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.795 KB)

Abstract

AbstrakCara atau pola didik orang tua akan mempengaruhi perilaku anak. Apabila cara atau pola didik yang digunakan orang tua baik dan tepat sesuai dengan pemikiran anakmaka  akan berdampak positif pada diri anak. Sebaliknya,  apabila orang tua mendidik anak dengan cara yang salah maka berakibat buruk pada dirianak, yaitu anak dapat melakukan perilaku-perilaku menyimpang. Maka dari itu, orang tua sebagai pendidik yang mempunyai pengaruh sangat besar dalam menentukan masa depan anak, harus pandaimemilih cara atau pola yang tepat dan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga kelak anak tersebut mempunyai perilaku yang baik dan terhindar dari perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang (deviasi) adalah gambaran dari kepribadian antisosial atau gangguan tingkah laku remaja yang ditandai dengan tiga atau lebih kriteriaatau gejala-gejala seperti membolos, mabuk, mencuri, merusak fasilitas umum sehingga penyimpangan bukanlah kualitas dari suatu tindakan yang dilakukan orang, melainkan konsekuensi dari adanya peraturan dan penerapan sangsi yang dilakukan oleh orang lain terhadap perilaku tindakan tersebut.          Kata Kunci :perilaku, pola didik, bimbingan

STRATEGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MADRASAH DI INDONESIA

Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.064 KB)

Abstract

Abstrak Desentralisasi pemerintahan yang melahirkan otonomisasi penyelenggaraan pendidikan melahirkan sebuah persepektif baru dalam pengelolaan pendidikan, yaitu Manajemen Berbasis Madrasah (MBM).MBM merupakan salah satu strategi dalam mengembangkan pendidikan di madrasah.Otonomi bidang pendidikan ini secara mikro lebih dikenal dengan otonomi sekolah atau desentralisasi pengelolaan sekolah yang berarti pengelolaan pendidikan berdasarkan kebutuhan sekolah/masyarakat atau disebut juga dengan local management of school.Sekolah-sekolah diberikan kewenangan yang penuh dalam merancang kebutuhan layanan pendidikan berdasarkan kebutuhan masyarakat.Kata Kunci :strategi, pendidikan, dan madrasah

UPAYA GURU IPS DALAM PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DI SMP NEGERI 3 CILIMUS KABUPATEN KUNINGAN

Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 5, No 2 (2016): Inovasi Pembelajaran IPS
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.385 KB)

Abstract

Kejenuhan dalam pembelajaran IPS akan membuat siswa kurang fokus dalam belajar, ketika siswa jenuh siswa lebih memilih melakukan hal-hal yang menurut mereka lebih menyenangkan seperti mengobrol dengan temannya atau juga asyik dengan imajinasinya sendiri. Siswa tidak menjadi subjek utama dalam pembelajaran, pembelajaran masih berpusat pada guru. Model pembelajaran yang digunakan oleh guru masih konvensional dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, biasanya guru memberikan penugasan kepada siswa untuk mengerjakan LKS. Dampaknya hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal, ketuntasan yang diterapkan 74 sementara hasil evaluasi ketuntasannya hanya 14,70%  dengan nilai rata-rata 4,4. Tujuan penelitian pada skripsi ini adalah untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dengan diterapkannya model pembelajaran berbasis proyek, untuk mengetahui respon serta hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada siswa kelas VIII-A yang berjumlah 34 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, angket dan dokumentasi. Hasil belajar IPS kelas VIII-A menggunakan model pembelajaran berbasis proyek, berdasarkan hasil tes formatif yang dilakukan hasil belajar siswa dari siklus I-III mengalami peningkatan setiap siklusnya, terlihat dari nilai rata-rata pada siklus I sebesar 64,4.  siklus II sebesar 77,35, dan siklus III sebesar 83,23. presentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I 11 (32,35%) siswa yang tuntas dari 34 siswa, presentase ketuntasan belajar siswa pada siklus II 19 (55,89%) siswa yang tuntas dari 34 siswa. presentase ketuntasan belajar siswa pada siklus III 31 (77,35%) siswa yang tuntas dari 34 siswa.                                                                                               Kata Kunci: Aktivitas Siswa, Belajar Siswa, Model Pembelajaran Berbasis Proyek

KONTEKS DOKTRINAL AKHLAK TASAWUF DALAM REALITAS SOSIAL

Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.754 KB)

Abstract

Abstrak Di tengah kancah kehidupan global terdapat fenomena pada kelompok sosial tertentu yang terperangkap keterasingan, yang dalam bahasa para sosiolog disebut alienasi. Manusia modern seperti itu sebenarnya merupakan manusia yang sudah kehilangan makna, manusia kosong. Para sosiolog memandang bahwa gejala alienasi ini disebabkan oleh perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat, hubungan hangat antar manusia telah berubah menjadi hubungan yang gersang, lembaga tradisional telah berubah menjadi lembaga rasional, masyarakat yang homogen telah berubah menjadi masyarakat yang heterogen, dan stabilitas sosial telah berubah menjadi mobilitas sosial. Oleh karena itu program utama dan perjuangan pokok dari segala usaha, ialah pembinaan akhlak mulia. Ia harus ditanamkan kepada seluruh lapisan dan tingkatan masyarakat, mulai dari tingkat atas sampai ke lapisan bawah. Dan para lapisan atas itulah yang pertama-tama wajib memberikan teladan yang baik kepada masyarakat dan rakyat. Akhlakdarisuatubangsaitulah yang menentukansikaphidupdanlaku-perbuatannya, Intelektual suatubangsatidakbesarpengaruhnyadalamhalkebangunandankeruntuhan.Sungguhakhlakjualah yang mentukanbangundanruntuhnyasuatubangsa.Kata kunci : doktrinal, akhlak, tasawuf, realitas sosial

PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KESUKSESAN BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA

JURNAL EDUKASI: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3, No 1 (2017): JURNAL EDUKASI (JURNAL BIMBINGAN KONSELING) JANUARI 2017
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was to determine the role of guidance and counseling teachers in improving student learning success at SMA Negeri 1 Depok Sleman, Yogyakarta. The method used in this research is descriptive qualitative manifold generate descriptive data to describe the behavior of the subject under study. Then the presence of investigators in this study serves as primary research tool. Sources of data in this study are primary data obtained through observation and interview respondents. And secondary data documentation Masters programs of guidance and counseling. Data collection techniques in this study using the method of observation, interviews, and documentation. Selanjtnya data analysis in this study using qualitative data analysis. The results showed that the models of guidance and counseling program in SMA Negeri 1 Depok form their Intensification Program for class XII, intensification program contains material National Examinations and Pathways to college, learning programs in addition to class 10 and 11 to face the Final Exams Semester in order to satisfy student achievement, educational exhibits, and extracurricular programs in SMA Negeri 1 Depok. Then the data findings in the form of involvement or role of teacher guidance and counseling in improving students success in school is through a program of classical guidance, counseling and personal counseling, tutoring and social counseling, guidance and counseling to learn, and guidance and career counseling.

ANALISIS POTENSI DAN TINGKAT EKSPLOITASI ZONA PENANGKAPAN DI KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU

126-4265
Publisher : Jurnal Terubuk

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research in two sub-districts and District Bantan North Rupat Bengkalis District, Riau Province. The purpose of this study was to analyze: The potential of fishery resources, the condition of waters, eklpoitasi level of fishery resources in the arrest of three zones Bengkalis. The study states that the sustainable potential of Zone I to 1287.09 tons / year. The rate of exploitation in 2013 amounted to 113.04% with the condition have been over fishing, sustainable Potential Zone II is 4444.48 tons/year and the rate of exploitation in 2013 amounted to 90.46% with very keritis conditions, sustainable Potential Zone III for 3181, 38 tons / year by the rate of exploitation in 2013 amounted to 81.67% with the condition of the waters have started critical

KONFLIK AGRARIA DAN PELEPASAN TANAH ULAYAT (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT SUKU MELAYU DI KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN DHARMASRAYA, SUMATERA BARAT)

Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.118 KB)

Abstract

Konflik pengelolaan hutan di Indonesia semakin meningkat jumlahnya. Konflik pengelolaan hutan seringkali disebabkan karena adanya pluralisme hukum antara pemerintah dan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konflik lahan yang terjadi antara masyarakat adat Suku Melayu dengan pemerintah dan  proses terjadinya pelepasan tanah ulayat Suku Melayu di Kesatuan Pemangku Hutan Produksi (KPHP) Model Dharmasraya.  Desain penelitiannya adalah deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di KPHP yang berada di Nagari Bonjol, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Konflik agraria yang terjadi di KPHP antara masyarakat adat dengan pemerintah dikarenakan adanya legal pluralism dalam pengakuan hutan, dan 2) Proses pelepasan tanah ulayat terjadi melalui transaksi jual beli yang dikendalikan oleh Datuak penguasa ulayat. Bukti kegiatan jual beli adalah dikeluarkannya “alas hak” sebagai bukti bahwa tanah ulayat telah dijual. Maraknya kegiatan jual beli tanah ulayat disebabkan harga tanah ulayat yang rendah dan tingginya minat masyarakat berkebun di tanah ulayat Suku Melayu. Diperlukan strategi yang tepat untuk mempertahankan fungsi kawasan hutan di wilayah KPHP tanpa mengabaikan keberadaan masyarakat lokal yang menggantungkan hidupnya dari hutan.